Rabu, Oktober 28, 2015

Terus Melawan, Mahasiswa Minta Jokowi Turun sebelum 2016 & Cina Diusir dari NKRI


 
 demo 20 oktober 2015 jokowi 5.jpg
 
 
POSMETRO INFO - Genap satu tahun kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) meminta mantan Walikota Solo tersebut untuk turun dari jabatannya. IMM menilai, Jokowi yang telah melakukan kebohongan, dan juga mempunyai banyak pencitraan merupakan indikasi nyata bahwa Jokowi tidak layak lagi menjadi presiden RI.

“Pemerintahan ini telah memiliki banyak kebohongan. Selain itu, pemerintahn ini memiliki banyak pencitraan,” ucap Amir saat berorasi di hadapan ratusan massa, yang terdiri dari mahasiswa, pemuda, dan masyrakat di depan gedung DPR/MPR RI tadi siang (20/10/2015).
Senada dengan IMM, Himpunan Mahasiswa al-Washliyah pun meminta Jokowi untuk turun dari jabatannya sebagai presiden RI. Mereka beralasan, selain tidak becus memimpin bangsa Indonesia, Jokowi juga dinilai hanya mampu menciptakan kegagalan yang terpaksa dinikmati oleh masyarakat saat ini,

“Satu tahun ia memimpin, hanya membuahkan kegagalan, dan kegagalan. Sebagai contoh, yakni konflik di internal yang terjadi. Dan tentu ini menjadi contoh pemimpin yang tidak becus,” ucap orator dari Al-Washliyah.

Selain itu, mereka juga menyebut bahwa Jokowi selama memimpin hanya mampu menyenangi masyarakat Asing, terutama Aseng: Cina. Al-Washliyah meminta, Cina sebagai motivator dalam menggeroti kekayaan Indonesia diusir dari NKRI.

“Kita pulangkan Cina ke kampung halamannya. Jokowi pro Asing. Kita meminta agar NKRI tidak ada tangan Asing di dalam melaksanakan roda pemerintahan,” tegas orator tersebut.

Untuk itu, Al-Washliyah mengultimatum pemerintahan Jokowi turun. Dan Himpunan ini memberikan tengat waktu sebelum tahun 2016.

“DPR/MPR RI kami minta agar laksanakan Sidang Istimewa. Kami ultimatum sebelum tahun 2016, Jokowi harus turun!” tutupnya. [vi]
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan