Rabu, November 25, 2015

Hasyim Muzadi: Islam Nusantara Telah Dibajak dari Rahmatan Lil ‘Aalamin Jadi Anti Arab


 


JAKARTA (Manjanik.com) – Hari Kamis (19/11/2015) menjelang Isya, mantan Ketua Umum (Ketum) PBNU yang kini menjabat sebagai Sekjen International Conference of Islamic Schollar (ICIS), KH Ahmad Hasyim Muzadi bersilaturrahim ke Markaz Besar Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kedatangan Hasyim Muzadi langsung disambut oleh Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab, yang didampingi Ketum, Waketum dan Sekum DPP FPI, serta Imam-Imam FPI Daerah, antara lain Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim dan Kalbar.
Dalam pertemuan tersebut Hasyim Muzadi memaparkan tentang peta gerakan da’wah di Indonesia beserta tantangannya. Hasyim Muzadi juga mengingatkan pentingnya posisi dan peran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) di tengah pertikaian pemikiran antara Wahabi, Syi’ah, Liberal dan PKI.
Hasyim Muzadi juga mengingatkan bahwa Aswaja harus kuat, dan harus selalu bersikap tawassuth (pertengahan) dalam menghadapi setiap persoalan, sehingga selalu menampilkan Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin.
Diakhir pertemuan, Habib Rizieq menyampaikan kepada Hasyim Muzadi bahwa FPI mendengar istilah ISLAM NUSANTARA untuk pertama kalinya dari Hasyim Muzadi sejak beberapa tahun lalu, dengan makna Islam Rahmatan Lil ‘Alamin yang menyatu berurat berakar dengan kehidupan masyarakat Nusantara, sehingga sejuk mendengarnya.
Namun kini, makna ISLAM NUSANTARA setelah jadi program Pemerintah yang kemudian diusung oleh para Tokoh Liberal berubah total menjadi Islam Anti Jenggot, Anti Jubah, Anti Sorban, Anti Shoff Rata dan Rapat, Anti Baca Qur’an dengan Langgam Arab, dan lain sebagainya, sehingga FPI gerah mendengarnya.
Akhirnya, FPI memberi aneka gelar buat ISLAM NUSANTARA, ada JIN (Jemaat Islam Nusantara), ada juga ANUS (Aliran Nusantara).
Mendengar hal tersebut, Hasyim Muzadi sambil senyum dan tertawa, langsung menjawab singkat : “Iya, Islam Nusantara telah dibajak, dari Rahmatan Lil ‘Aalamin, jadi Anti Arab. Makanya, saya kembali kepada istilah asli yaitu Islam yang Rahmatan Lil ‘Aalamin”. [GA/FPI]

Share t

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan