Sabtu, November 14, 2015

Jawabanku untuk Muhammad Syafii ke 4.




Jawabanku untuk Muhammad Syafii ke 4.
Ibnu Safrani berkata:
فالحديث على هذا شاذ .

أما أن الدواعي تتوافر على نقله فللتالي :

1-
أنه علم من أعلام النبوة لو كان ، والغالب في مثل ذلك الانتشار .

2-
أن المدينة مرت بقحط في فترات متعددة ، ولم يستعمل الناس ذلك ، فلو كان معروفاً لما تركوه .

3-
أن فيه تغيير لبناء المسجد ، فلو كان لنقل كما تنقل أخبار ما يفعل ببناء المسجد .

أما المتن فلا شك أنه منكر ، فأين عمر بن الخطاب والصحابة لما توسلوا بالعباس عن هذا ؟ ولم لم تخبرهم عائشة بذلك ؟

وإن قيل لعله قحط آخر ، فهذ ا يحتاج إلى تبيينه تاريخياً ، إضافة إلى أن ذلك لا ينفي النكارة ، فلم سكتت عائشة في القحط الأول ؟
 Atas dasar ini  hadis tsb adalah syadz ( nyeleneh ,  ganjil sekali tunggal , tidak wajar,  tidak dikenal  di kalangan sahabat ).
Motif untuk mengutip kisah itu sbb :
  1. Ia salah satu tanda kenabian bila benar begitu . Biasanya masalah sedemikian ini akan menyebar.
  2. Kota Medinah mengalami paceklik  beberapa  kali  dan orang – orang tidak menggunakan  hal itu. Bila hal itu di kenal di kalangan mereka, maka  mereka akan melakukannya.
  3. Masalah itu mengandung  perobahan pembangunan masjid . Bila benar akan ada berita  yang  kita kutip  sebagaimana   berita tentang renovasi masjid.

Untuk redaksi hadis, maka tidak diragukan lagi  kemungkarannya Dimana UMar bin  Al Khatthab   dan para sahabat ketika mereka bertawassul pada al albbas ( yang  masih hidup ) dan tidak melakukan seperti itu> Mengapa  Aisyah tidak memberitahu hal itu  padanya.
Bila dikatakan , barang kali ada paceklik lain.  Hal ini butuh data  historisnya . Walaupun  demikian , redaksi hadis masih munkar . Dan mengapa Aisyah diam  saja  waktu paceklik pertama kali.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Hadis  tsb dari segi sanad cacat sebagaimana di paparkan tadi.
Sanadnya  juga  tafarrud . Maksudnya  hadis kuburan Rasul  dilobangi lalu  bisa  tembus ke langit bisa bikin hujan itu  hanya melalui  jalur sanad  itu , tiada  jalur lainnya. Sanadnya  sbb:

Sanadnya menurut Darimi sbb:  Bercerita kepada kami Abun Nu`man , bercerita kepada kami  Sa`id bin Zaid , bercerita kepada kami  Amar bin Malik  Annukri , bercerita  kepada kami Abul Jauza` : Aus bin Abdillah berkata :

Sanad sedemikian termasuk nyeleneh , fard mutlak dan ini menurut pakar hadis salaf  tanda kelemahan.
Abdul hay al luknowi berkata:
فكثيراً ما يطلقون النكارة على مجرَّد التَّفرُّد،
Sering kali mereka menyatakan  hadis munkar disebabkan tafarrud saja . ( satu perawi yang meriwayatkan bukan dua atau tiga ).
- كراهية المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه الناس" 1،
Hukum hanya seorang perawi yang meriwayatkan  hadis.( tafarrud )
1.     Ulama hadis  dahulu tidak suka atau benci terhadap riwayat  gharib ( nyeleneh )
Ulama hadis dahulu benci  terhadap  terhadap riwayat – riwayat yang gharib ( nyeleneh )  dan  hadis yang  di riwayatkan   oleh seorang  perawi , lalu di anggap   sebagai  hadis yang  terjelek  sebagaimana  di katakan   oleh Imam Malik rahimahullah: Ilmu  terjelek  adalah  yang gharib  dan  ilmu yang  terbaik adalah  yang tampak yang di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ).
Komentarku ( Mahrus ali ):
Mengapa  kisah turun hujan karena atap kuburan Rasulullah shallahu alaihi wasallam dilobangi  itu hanya di riwayatkan satu orang , bukan dua atau  tiga. Tiada  tabiin yang  tahu . Mayoritas sahabat  dan tabiin  tidak paham kisah itu. Bila mereka paham pasti mereka lakukan  seperti apa yang  tertera  dalam kisah itu.
Abdul hay al luknowi berkata:
فكثيراً ما يطلقون النكارة على مجرَّد التَّفرُّد،
Sering kali mereka menyatakan  hadis munkar disebabkan tafarrud saja . ( satu perawi yang meriwayatkan bukan dua atau tiga ).
- كراهية المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه الناس" 1،
Hukum hanya seorang perawi yang meriwayatkan  hadis.( tafarrud )
1.  Ulama hadis  dahulu tidak suka atau benci terhadap riwayat  gharib ( nyeleneh )
Ulama hadis dahulu benci  terhadap  terhadap riwayat - riwayat yang gharib ( nyeleneh )  dan  hadis yang  di riwayatkan   oleh seorang  perawi , lalu di anggap   sebagai  hadis yang  terjelek  sebagaimana  di katakan   oleh Imam Malik rahimahullah: Ilmu  terjelek  adalah  yang gharib  dan  ilmu yang  terbaik adalah  yang tampak yang di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ).



  ــ  أوس بن عبد الله الربعى ، أبو الجوزاء البصرى ( من ربعة الأزد )

Mengapa tabiin di Medinah  tidak paham kisah hujan turun karena  kuburan Rasulullah shallahu alaihi wasallam terbuka, malah  tabiin dari Basrah yang  tahu. Mestinya tabiin penduduk Medinah lebih tahu dulu. Dan masalah sedemikian ini cepat menyebar, sulit di bendung .Mengapa jarang  orang yang  ngerti  saat itu. Mengapa  di antara tabiin hanya Aus bin Abdillah yang  paham kisah itu.
ولهذا نقول إنه ينبغي لطالب العلم أن ينظر أن من قرائن الإعلال والرد للأحاديث، في تفردات الكوفيين والعراقيين على وجه العموم،
مجلة البحوث الإسلامية

Karena ini, kami katakan: Layak sekali bagi thalib ilm untuk melihat bahwa sebagian tanda cacat dan tertolaknya beberapa hadis adalah tafarrudnya perawi Kufah dan Irak secara umum ( seperti Zahdam – orang Basrah ).
Majalah buhus Islamiyah.


Jadi  kisah itu  dari segi sanad cacat dan dari redaksi hadis  juga  munkar. Bila masih di paksa  untuk di sahihkan, maka  ajaran shalat Istisqa dan berdoa minta hujan  tidak ada faedahnya, buka saja atap kuburan Rasulullah shallahu alaihi wasallam. Dan jangan  di tutup lagi agar  tdak  terjadi kemarau panjang lagi.
Ini hurafat, hadis  tsb  meng ada – ada , bukan realita , lemah tidak sahih, mengagungkan kuburan  dan menyepelekan  ajaran shalat Istisqa. Bila di percaya merusak akal, tidak melurusaknnya di atas akidah yang  baik. Tapi  jadi bengkong akidah.

Muhammad Syafii makanya jangan suka mengutak-atik dalil dg akal antum sendiri,jadi bingung sendiri kaaaan
kumpulkan semua dalil baru dech kita lihat apa pendapat ulama
Komentarku ( Mahrus ali ):
Dalil itu bila di biarkan saja akan berbahaya , tidak membikin selamat. Harus di kaji lagi hadis itu agar  tahu lemahnya. Bila  tidak di utak utik, maka lemahnya dikira sahih lalu dipercaya  begitu saja  dan rusaklah akidah  umat.

Kita bahas    dalil itu satu persatu dan silahkan ambil lagi hadis tawassul bil mauta yang  lain  akan kita tunjukkan  kelemahannya .

Anda menyatakan :
jangan bikin kesimpulan sendiri dalam memahami dalil nanti antum malah bingung sendiri

Komentarku ( Mahrus ali ):
Anda bikin kesimpulan  mengikuti ulama ahli bid`ah  dan syirik malah kacau, bingung  , ilmumu ngambang , bukan ilmu yang  mendasar , dan akidahmu  tergoncang , tidak mantap dengan landasan tauhid pada Allah bukan mengagungkan kuburan .
Karena itu , ambillah kesimpulan yang   cocok dengan  dalil bukan yang  menentangnya. 



Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan