Selasa, November 10, 2015

Kota Mosul Lebih Makmur di Bawah Daulah Islamiyah ( Benarkah ? )




Mosul adalah suatu daerah di Irak yang telah dibebaskan oleh tentara mujahidin Daulah Islamiyah. Kota ini direbut dengan gagah berani dari tangan-tangan penguasa kejam yang berlumuran darah kaum muslim, pemerintah Syiah Rofidloh boneka barat, yang didukung Yahudi, koalisi salib Amerika, Eropa dan sekutu Arabnya yang dungu.
Kenyataan yang nampak sekarang bagi siapa saja yang berkunjung ke Mosul adalah bahwa muslim ahlus sunah dapat hidup dengan nyaman, tenteram dan aman di bawah naungan Daulah Islamiyah yang menerapkan sayriat islam secara kaffah.
Dalam kunjungan Kami ke Mosul, kami bertanya pada salah seorang penduduknya tentang perbedaan situasi Mosul sekarang , yakni setelah berada di bawah kekuasaan Daulah Islamiyah dan Mosul saat rezim Syiah Rofidloh masih berkuasa di kota yang indah ini?
Salah seorang penduduk Mosul menjawab, “Saat penguasa Syiah Rofidloh berkuasa di sini, kami diperlakukan dengan kejam, ditangkapi tanpa ampun, jalan-jalan ditutup, jam malam diberlakukan dimana-mana. Keadaan masyarkat sangat buruk, dan bagi kami itu sungguh sangat mengerikan sekali.”
Lalu kami bertanya tentang pandangan mereka pada Daulah Islamiyah? “Demi Allah, mereka “mujahidin” memperlakukan kami dangan sangat baik, santun dalam tutur kata sat menegur kami dan sungguh akhlaknya membuat kami sangat kagum” ujar mereka.
Akhlak mujahidin Daulah Islamiyah sangat jauh berbeda dengan pasukan rezim Maliki, Al Abadi dan tentara Syiah lainnnya yang terkenal bengis, kejam dan perilakunya yang biadab pada muslim ahlus sunah. Pemukulan, pemerkosaan wanita-wanita kami, penggeledahan rumah, mobil-mobil dan perampasan harta benda kami menjadi pemandangan sehari-hari.
Daulah Islamiyah Mengubah Segalanya
Bagi siapa saja yang berkunjung ke Mosul, sekarang keadaanya benar-benar berubah. Ya benar, sebagai pemenang perang, mujahidin Daulah Islamiyah mengambil peran besar dalam keamanan dan pemerintahan kota, tapi sikap ramah dan kebijakan yang berdasarkan Syariah Allah dalam mengatur kota membuat penduduk Mosul nyaman dan bangga pada keberadaan mujahidin Daulah Islamiyah.
Para Ikhwan, Jika engkau tidak percaya pada kenyataan ini, karena banyaknya informasi yang datang kepadamu dari media-media Barat yang sejatinya bukan hanya fasik tapi telah kafir, maka datanglah ke Mosul hari ini juga! Engkau akan dapat melihat dan ikut merasakan keamanan, kenyamanan, ketentraman masyrakatnya di bawah naungan Daulah Islamiyah. Walhamdulillah.
Jika telah sampai ke Mosul, maka akan engkau dapatkan banyak kisah heroik mujahidin dari penduduknya. Coba bayangkan! 200 mujahidin menghadapi dan mengalahkan “tentara syiah Irak yang kuat” dan bersenjata lengkap lagi canggih, tentara yang dilatih dan didanai Amerika dan sekutu Arabnya.
Setelah tiga hari pertempuran dan sebuah operasi isytihadiyah yang dilakukan mujahidin, akhirnya mujahidin Daulah Islamiyah berhasil membunuh seorang jenderal murtad di perlintasan perbatasan kota. Tewasnya jenderal Irak dalam perasi isytihadiyah telah terbukti berhasil menggentarkan dada-dada musuh dan membuat tentara syiah Irak lari tinggal gelanggang meninggalkan kota yang indah ini sebagai ghonimah bagi kaum muslim.
Mosul dan Nurudin Zanki
Di Mosul terdapat sebuah Masjid Jami’ yang dibangun oleh Nurudin Zanki yang terletak di tengah kota. Nurudin Zanki rohimahullah adalah seorang panglima perang muslim yang gigih melawan kaum pasukan salib dalam era perang salib dahulu. Perang salib yang berlangsung berabad-abad telah membuktikan bahwa kaum muslim lebih tangguh dari pada bangsa manapun, sepanjang mereka memegang teguh Syariat Allah dan pedang-pedang mereka selalu siap terhunus untuk melawan kaum yang mengahalangi tersebarnya cahaya islam di muka bumi.
Kedatangan Daulah Islamiyah di kota Mosul membuat islam merasuk dan menyebar kedalam masyarakat dengan ruh dan semangat baru. Islam yang memuliakan kaum muslim, ulama dan mujahidin, islam yang penuh percaya diri karena bersandar hanya kepada Syariat Allah dalam mengarungi kehidupannya
Islam yang siap menghukum musuh-musuhnya kaum muslim di medan perang. Namun akan bersikap ramah dan adil pada kaum kristen dan uamt non muslim lainnya yang bersedia menjadi ahli dzimah, yakni kaum kafir yang bersedia menjadi rakyat Daulah Islamiyah dan mendapat jaminan keamanan.
Daulah Islamiyah memberikan hak ijin pada mereka untuk tinggal di Darul Islam. Harta benda mereka tetap menjadi milik mereka tanpa dikurangi sedikitpun, anak isteri mereka aman di tidak diganggu dan yang perlu diketahui oleh seluruh manusia bahwa Daulah Islamiyah hanya mengambil jizyah dari kafir ahli dzimah dari kalangan laki-laki dewasa saja. Wanita, anak-anak dan orang yang sudah tua renta tidak ada kewajiban jizyah bagi mereka.
Di kota ini tidak ada tempat bagi pemahaman Islam yang rendah diri dihadapan kaum kafir. Paham nasionalis, demokrasi, sekulerisme meski dengan diembel-embeli kata Islam dibelakangnya dianggapnya sebagai ide-ide sampah yang tidak berharga. Penduduk Mosul sekarang hanya mau menerima islam dan Islam saja tanpa ada tambahan dan pengurangan. Apalagi ide islam nusantara yang penuh ketidak jelasaan.
Bukankah islam itu telah sempurna dan hanya islam saja agama yang yang diridloi Allah?
Akankah mencari agama selain islam? Engkau akan rugi dunia akhirat.
Kehidupan Kaum Kristen di Kota Mosul
Ketahuilah bahwa kaum kristen ahli dzimah sekarang masih banyak yang tinggal dan hidup dengan aman dan nyaman di rumah-rumah mereka di Mosul. Tidak ada bukti bahwa mereka dipaksa masuk agama Islam. Adapun media Barat yang memberitakan sebaliknya, telah membuat kebohongan besar yang membuat sebagian kaum kristen mengungsi keluar Mosul dan hidup dalam pengungsian dengan serba kekurangan tanpa jaminan rasa aman dalam kehidupannya.
Namun, perlakuan baik dan adil dari tentara Daulah Islamiyah membuat banyak dari mereka yang tertarik pada agama Islam. Memang Daulah Islamiyah telah memperkenalkan konsep dan praktek Islam sejati kepada masyarakat Mosul. Penerapan syariat Islam yang konferhensif, akidah, syariah, muamalah dan akhlak islam yang dilaksanakan oleh rakyat dan diterapkan oleh negara telah melahirkan kehidupan masyarakatan yang bahagia, tenteram dan menyenangkan. Walhamdulillah.
Setelah penaklukan Mosul, dengan adanya dakwah yang berkelanjutan dan dilakukan dengan hikmah dan bijaksana menyebabkan banyak keluarga-keluarga Kristen yang masuk Islam, termasuk kaum Yazidi yang dikenal sebagai pemuja iblis. 130 kaum Yazidi masuk islam dan menyatakan baiat pada Khilafah Islamiyah. Begitulah islam yang disyiarkan dengan dakwah dan jihad (kata-kata dan pedang) hasilnya sungguh besar dan luar biasa. Walhamdulillah
Beda Kehidupan Negara Demokrasi Sekuler dan Daulah Islami
Perbedaan yang sangat mencolok antara hidup negara sekuler dengan hidup di dalam Daulah Islamiyah adalah penerapan Syariat Islam yang menyeluruh dengan adanya Mahkamah Syariah ,dimana masyarakat datang kesana untuk menyelesaikan perkara diantara mereka berdasarkan Hukum Allah.
Dalam dua bulan saja ada 1000 kasus yang telah diselesaikan oleh Mahkamah Syariah. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat antusias berhukum kepada Daulah Islamiyah dan rakyat percaya penuh pada negara barunya ini, Khilafah Islamiyah yang dibangun di atas manhaj kenabian. Walhamdulillah.
Salah seorang Hakim di Pengadilan Syariah di kota Mosul berkata , “ Dan setelah Allah memberikan anugerah dan nikmat-Nya pada kaum muslim berupa kekuasaan atas daerah dan wilayah-wilayah baru yang menjadi bagian dari Daulah Islamiyah, maka hukum Allah segera ditegakkan di wilayah tersebut setelah absen dalam jangka waktu lama akibat dominasi rezim demokrasi dan liberalis yang telah bertahun-tahun menjadi anjing-anjing penjilat dan penjaga Yahudi, kaum salib dan musyrikin lainnya”.
Adanya Mahkamah Syariah di wilayah-wilayah yang berada dalam naungan Daulah Islamiyah, mendorong kaum muslim berbondong-bondong pergi kesana untuk menyelesaikan perkara diantara mereka agar diputuskan dengan Syariat Allah SWT yang mereka imani kebenarannya.
Masyarakat Mosul sungguh nyaman dengan keberadaan Daulah Islamiyah dan Mahkamah Syariahnya dan dengan serta merta mereka menerima panggilan Allah yang berfirman,
 Dan hendaklah kamu (wahai Muhamad) memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. Jangan kamu ikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika kamu berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia termasuk golongan orang fasik”. QS. Al Maidah: 49.
“Apakah hukum jahiliyah (demokrasi, liberalis, sekuler) yang mereka inginkah, dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi kaum yang yakin” QS. Al Maidah: 50
Kami berharap kaum muslim di belahan timur maupun barat, bisa menikmati kehidupannya di bawah penerapan Syariat Allah dalam Daulah Islamiyah. Ya, Allah, ampunilah dosa kami dan dosa saudara mukmin kami. Jangan jadikan hati kami penuh kedengkian kepada mereka. Ya Allah sungguh Engkau Maha baik pada hamba-hamba-Nya. Amin /Al Hayat Media. *Anis Fatah

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan