Selasa, Desember 08, 2015

Hukum menyembelih tawanan




أبو يوسف التواب
الشافعية والحنابلة على أن الإمام مخير بين أربعة أمور: قتل أسرى الكفار البالغين من الرجال، واسترقاقهم، والمنِّ عليهم بإطلاق سراحهم دون مقابل، ومفاداتهم بالمال أو بأسرى مسلمين؛ فيختار ما يراه أصلح.
Abu Yusuf Attawwab berkata:
Ulama madzhab Syafii  dan Hambali menyatakan  Imam  boleh pilih antara  empat perkara:
1.   Membunuh tawanan orang – orang kafir  yang  suda baligh.
2.   Menjadikan mereka budak
3.   Membebaskan tanpa balasan
4.   Menerima tebusan  dengan harta atau tawanan kaum Muslimin .

Imam  boleh pilih mana yang  lebih maslahah.

Ada orang bilang: Rasulullah shallahu alaihi wasallam tidak pernah menyembelih tawanan sekalipun beliu  juga pernah membunuhnya.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Alasan mereka  untuk melarang menyembelih tawanan karena Rasulullah shallahu alaihi wasallam tidak pernah melakukannya. Begitu  juga  dengan cara   di tembak , Rasulullah shallahu alaihi wasallam juga tidak pernah menjalankannya. Apakah  tidak boleh  dengan di tembak?
Bila  menyembelih di anggap lebih ganas, maka musuh mengebom kaum Muslimin   lalu menimpa  kepada anak – anak , perempuan , orang hamil  dan penduduk sipil  juga lebih ganas . Sebab mungkin  mereka cacat, mati terbakar dll. Pegangilah ayat ini:
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِ ۖ وَلَئِن صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصَّابِرِينَ
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Nahel 126


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan