Minggu, Desember 20, 2015

Jawabanku untuk Idrus Ramli dan Sarkub




Idrus Ramli menyatakan:
Dalam konteks ini Ali bin Abi Thalib mengatakan:

مِنَ السُّنَّةِ زِيَارَةُ جَبَّانَةَ الْمُسْلِمِيْنَ يَوْمَ اْلعِيْدِ وَلَيْلَتِهِ

“Diantara sunnah Nabi SAW adalah berziarah ke kuburan kaum Muslimin di siang hari raya dan malamnya.” (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra).
Catatan penting bagi Mahrus, bahwa polemik yang terjadi antara penganut aliran Wahabi dan Ahlussunnah wal Jama’ah sudah lama terjadi sejak abad ketujuh yang diprakarsai oleh Ibnu Taimiyah, akan tetapi dalil-dalil yang ia gunakan tidak mengena sama sekali. Apakah kira-kira hadits di atas absen dari ingatan Mahrus Ali dan Wahabi lainnya?
Komentarku ( Mahrus ali ):

Abi Rizan " مِنَ السُّنَّةِ زِيَارَةُ جَبَّانَةَ الْمُسْلِمِيْنَ يَوْمَ اْلعِيْدِ وَلَيْلَتِهِ "
"
Di antara sunnah Nabi adalah berziarah ke kuburan kaum muslimin di siang hari raya dan malamnya".
Abi Rizan Ana baru tau ada hidst ini mohon penjelasan nya..hdst di riwayatkan siapa dan minta penjelasan sedikit dr uluma trutama imam 4 mazhab...jazakumullahkhairan
  •  
Abu Fadl hadist riwayat ali bin abi thalib?tolong sertakan sanadnya,komentar 4 imam madzhab.krn kerap kali hadist palsu dari syiah nisbat pd ali bin abi thalib.


Komentarku ( Mahrus ali ):
Dalam http://islamqa.info/ar/cat/2033 terdapat keterangan sbb:
وَرَوَى ابْنُ زِيَادٍ عَنْ مَالِكٍ قَالَ: السُّنَّةُ الْخُرُوْجُ إِلَى الْجَبَّانَةِ [ يَعْنِي الْمُصَلَّى ] إِلاَّ ِلأَهْلِ مَكَّةَ فَفِي الْمَسْجِدِ "
Ibnu Ziyad meriwayatkan dari Imam Malik berkata:  Tuntunannya adalah keluar ke musholla ( lapangan )kecuali bagi penduduk Mekkah, maka  cukup melakukan salat Id di masjidil haram.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Kalimat Jabbanah diartikan oleh Idrus Ramli dengan kuburan  sebagaimana  dalam kalimat yang di sebutkan sbb:

مِنَ السُّنَّةِ زِيَارَةُ جَبَّانَةَ الْمُسْلِمِيْنَ يَوْمَ اْلعِيْدِ وَلَيْلَتِهِ

“Diantara sunnah Nabi SAW adalah berziarah ke kuburan kaum Muslimin di siang hari raya dan malamnya.” (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra).
Kalimat hadis tsb tidak saya jumpai dalam Sunan Kubra karya Al Baihaqi,…………. Jadi pernyataan Idrus Ramli itu jelas tidak tepat, sangat keliru dan menyesatkan bukan mengajak kepada kejujuran..
Dalam www.dd-sunnah.net/forum/showthread.php?t. terdapat keterangan sbb:
الِإمَامُ عَلِيّ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ يَقُوْلُ : الْخُرُوْجُ فِي اْلعِيْدَيْنِ إِلَى الْجَبَّانَةِ مِنَ السُّنَّةِ رَوَاةُ اْلبَيْهَقِي
Imam Ali karramallohu wajhah berkata: Keluar dalam dua Id ke lapangan termasuk sunnah ( tuntunan Rasul) HR Baihaqi.
Komentarku ( Mahrus ali ): 
 Redaksi hadis tsb berbeda dengan apa yang di tulis oleh Idrus Ramli yang saya cari di sumbernya yang asli bukan di buku lain ternyata tidak ada. Ini kurang teliti alias gegabah Idrus Ramli dalam menulis hadis atau asal copas saja -bukan dipikir dulu - dari internet atau  dari buku yang lain.
Anda boleh lihat kalimat Ali bin Abu Thalib dalam kitab Sunan Kubra karya al Baihaqi sbb:
السنن الكبرى للبيهقي [ مشكول ] - (ج 3 / ص 973)
وَ أَخْبَرَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ بْنُ بِشْرَانَ الْعَدْلُ بِبَغْدَادَ أَخْبَرَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الرَّزَّازُ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ شِهَابٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ بْنُ سَعِيدٍ هُوَ ابْنُ سَابِقٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِى قَيْسٍ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِى إِسْحَاقَ عَنِ الْحَارِثِ عَنْ عَلِىٍّ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : الْجَهْرُ فِى صَلاَةِ الْعِيدَيْنِ مِنَ السُّنَّةِ وَالْخُرُوجُ فِى الْعِيدَيْنِ إِلَى الْجَبَّانَةِ مِنَ السُّنَّةِ.
………………….. dari Ali ra berkata: Mengeraskan suara ( dalam baca al quran ) waktu salat dua hari raya termasuk sunah Rasul dan keluar ke lapangan juga termasuk sunahnya. Sunan Kubro lilbaihaqi. 3/ 973.
Komentarku ( Mahrus ali ):
  Tidak terduga ternyata Idrus Ramli menggunakan dasar hukum yang sangat keliru, fatal bukan agak benar lalu dia menyatakan ziarah kubur di dua hari raya adalah sunnah Rasul, pada hal hakikatnya  redaksi hadis dan terjemahan Idrus Ramli yang diamnini oleh Sarkub yang keliru, salah total. Sebenarnya adalah keluar ke lapangan waktu dua hari raya termasuk sunnah Rasul lalu diartikan oleh Idrus Ramli dalam bukunya " Kiyai NU atau wahabi yang sesat tanpa sadar". Ziarah kubur di dua hari raya termasuk sunnah Rasul. Ini kekeliruan yang bersumber dari gegabah dalam mencopas hadis untuk kepentingan golongan, bukan kepentingan Islam, nafsu bukan akal sehat, ingin menyalahkan saya dan membenarkan dirinya.  Tapi ternyata saya tidak salah dan dia sendiri yang keliru. Begitulah Allah membela kebenaran dan menghancurkan kesalahan
Dalam kitab Irwa`ul gholil fi takhrij manaris sabil 116/3 terdapat keterangan sbb:
إِرْوَاءُ اْلغَلِيْلِ فِي تَخْرِيْجِ أَحَادِيْثِ مَنَارِ السّبَيِلِ - (ج 3 / ص 116)
Al bani menyatakan:
(الْجَهْرُ فِى صَلاَةِ الْعِيدَيْنِ مِنَ السُّنَّةِ وَالْخُرُوجُ فِى الْعِيدَيْنِ إِلَى الْجَبَّانَةِ مِنَ السُّنَّةِ.
 أَخْرَجَهُ الطَّبْرَانِي فِي ( اْلأَوْسَطِ ) ( 1 / 54 / 1 ) وَاْلبَيْهَقِي ( 3 / 295 ) بِتَمَامِهِ وَالْمَحَامِلِي ( 122 / 2 ) الشَّطْرَ اْلأَوَّلَ مِنْهُ.
 قُلْتُ : وَإِسْنَادُهُ ضَعِيْفٌ فِيْهِ الْحَارِثُ وَهُوَ اْلأَعْوَرُ ضَعَّفُوْهُ.
 وَفِي اْلبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَيْضًا.
 أَخْرَجَهُ اْلبَيْهَقِي ( 3 / 348 ) بِسَنَدٍ وَاهٍ.
 وَبِالْجُمْلَةِ فَذِهِ اْلأَحَادِيْثُ شَدِيْدَةُ الضُّعْفِ لاَ يُجْبِرُ بَعْضُهَا بَعْضًا.
Mengeraskan suara ( dalam baca al quran ) waktu salat dua hari raya termasuk sunah Rasul dan keluar ke lapangan juga termasuk sunahnya
Diriwayatkan oleh Thobrani dalam kitab al Ausath 1/54/1, Al Baihaqi 3/295 dengan sempurna. Al Mahamili juga meriwayatkan 122/2 bagian yang pertama saja dari hadis itu.
Aku ( al bani ) berkata; Sanadnya lemah karena terdapat perawi beranama Al Harits – yaitu al a`war, para ulama menyatakan dia lemah. Dalam masalah ini terdapat hadis dari Ibn Abbas juga. Namun secara gelobal, hadis – hadis tsb sangat lemah dan  satu sama lainnya tidak bisa saling mendukung untuk keabsahan atau derajat hadis yang lebih tinggi
صَلاَةُ اْلعِيْدَيْنِ فِي الْمُصَلَّى - (ج 1 / ص 26)
 2 ) الْجَبَّانَةْ : هِيَ الصَّحْرَاءُ أَصْلاً ثُمَّ أُطْلٍقَتْ عَلَى الْمَقَابِرِ ِلأَنَّهَا تَكُوْنُ فِيْهَا مِنْ بَابِ تَسْمِيَةِ الشَّّيْءِ بِمَوْضِعِهِ وَكَذَلِكَ الجَبَّانُ. ( زُهَيْر )
Dalam kitab Sholatul idain fil musholla 1/26 terdapat keterangan sbb:
Al Jabbanah asal artinya adalah tanah lapang, lalu  di katakan  untuk makam – kuburan. sebab  kuburan – kuburan itu berada di tanah lapang, termasuk menamakan sesuatu  dengan nama tempatnya. Begitu juga kalimat  Jabban
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan