Jumat, Desember 04, 2015

Katanya Serdadu AS tak Bertempur di Irak? Itu Omong Kosong


 


Mosul (atjehcyber) - Presiden Barrack Obama mengatakan pasukan AS berada di Irak tidak untuk bertempur.
Peshmerga, relawan tempur Kurdi di Irak, mengatakan; "Itu omong kosong."

Karwan Harma Tata, salah satu anggota Peshmerga, mengatakan pasukan terlibat dalam pertempuran selama berbulan-bulan.

"Mereka melarang siapa pun mengambil gambar mereka di medan tempur, tapi memotret semua orang yang ada di garis depan," kata Harma Tata kepada Guardian.

Harma Tata tak sekadar bicara. Ia memperlihatkan video, yang dibuat diam-diam, berisi rekaman tentara AS bertempur bersama pasukan Kurdi.

Ada pula foto yang memperlihatkan pasukan AS terlibat aktif dalam pertempuran.

Satu video memperlihatkan tentara AS menyerang kubu senapan mesin ISIS di Kirkuk. Dalam gambar lain pasukan AS terlibat dalam pembebasan Desa Wastana dan Dawus al Aloka, pinggiran Kirkuk.

Ada pula sniper AS menggantikan penembak runduk Kurdi.

"Sniper AS datang ke Kirkuk kali pertama Februari 2015, karena Peshmerga kehilangan penembak jitu dalam pertempuran melawan ISIS," ujar salah satu komandan Peshmerga kepada Guardian.

"Lelucon yang berkembang adalah tidak ada jejak sepatu tentara AS di medan perang Irak, karena tentara AS yang bertempur di sini menggunakan sneaker -- sepatu biasa," kata seorang serdadu Peshmerga.

Kendati sejumlah bukti fisik telah diperlihatkan, dan rekaman video menyebar, Pentagon tetap menyangkal keterlibatan tentara AS dalam perang melawan ISIS.

"Tidak ada pasukan AS terlibat tempur di Irak. Pasukan AS datang untuk melatih tentara Irak," kata pejabat senior AS di Pusat Komando AS di Baghdad.

Bulan lalu, Sersan Joshua Wheeler tewas saat menyerang kompleks ISIS di Irak. Steve Warren, juru bicara Pentagon, membenarkan hal itu.

Menhan AS Ashton Carter secara diplomatis mengatakan kepada NBC; "Wheeler tewas dalam pertempuran. Ya, itu pertempuran dan rumit."


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan