Senin, Agustus 31, 2015

ISIS Masuki Jantung Kota Damaskus


 


Negara Islam ISIS mendekati jantung Damaskus, ibu kota Suriah, setelah mengusir pasukan oposisi dari Asali -- kabupaten di selatan kota itu.
Observatorium HAM Suriah (SOHR) mengatakan ISIS terlibat pertempuran dengan pasukan oposisi Suriah sepanjang akhir pekan, untuk merebut dua jalan utama menuju Damaskus.
"ISIS kini berada pada jarak terdekat dengan jantung Damaskus, " ujar Rami Abdel Rahman, kepala SOHR.
"Mereka bergerak dari Al Hajar Al-Aswad, wilayah yang dikuasi sejak Juli 2014," lanjutnya.
Pejabat militer Suriah, yang dikonfirmasi SOHR, membenarkan terjadinya pertempuran antara ISIS dengan pasukan oposisi.
"Kami siap memberikan perlawanan jika ISIS mencoba maju ke wilayah yang dikuasai pemerintah," ujar pejabat itu.
Menurut SOHR, Qadam -- medan pertempuran ISIS dan pasukan oposisi Suriah -- relatif tenang sejak gencatan senjata antara pemberontak dan tentara yang setia dengan Presiden Bashar Assad.
ISIS memanfaatkan situasi ini untuk menyerang kekuatan oposisi. Pertempuran sepanjang Minggu (30/5), menewaskan 15 pasukan oposisi, tapi tidak ada penjelasan berapa ISIS kehilangan serdadu-nya.
Abdel Rahman mengatakan pertempuran di jalanan berlangsung sengit, dan memaksa warga melarikan diri.
Sejak terusir dari timur Ghouta -- wilayah di pinggiran ibu kota Damaskus -- tahun lalu, ISIS mengkonsentrasikan kekuatan di Al Hajar Al-Aswad untuk menyerang ibu kota Suriah.
Dari sini pula ISIS coba merebut Yarmouk, kamp pengungsi Palestina, April lalu. Upaya itu gagal. ISIS dipukul mundur pejuang Palestina dalam pertempuran kota.
Konflik di Suriah melibatkan banyak kelompok. Tidak hanya tentara Suriah versus pasukan oposisi, tapi juga ISIS dan kelompok yang berafiliasi ke Al Qaeda.
Sebanyak 240 ribu tewas, dan empat juga warga Suriah berhamburan ke negara sekitar sebagai pengungsi. Ribuan lainnya bertaruh nyata untuk mencapai Eropa sebagai migran gelap.

Mengapa pendemo Malaysia didominasi Etnis Cina?


KUALA LUMPUR -- Ada satu fenomena aneh dalam demonstrasi Bersih 4.0 di Kuala Lumpur yang menentang Perdana Menteri Malaysia Najib Rajak. Hal itu terkait dengan para pendemo yang sebagian besar didominasi etnis Cina dan Indonesia. Adapun, etnis Melayu yang menjadi mayoritas penduduk negeri jiran jarang terlihat turun ke jalan.
Pakar politik Wong Chin Huat melalui analisisnya di Malaysia Kini memiliki argumen menarik terkait fenomena tersebut. Menurut dia, warga Melayu sangat rentan secara politis karena tiga partai utama, yaitu PKR, PAS, dan UMNO sedang mengalami perpecahan.
Adapun, etnis Cina yang berada di belakang oposisi, terutama DAP bersatu padu ingin melawan Najib Razak.
"Untuk mencegah orang Melayu bergabung dalam demo Bersih 4, salah satu mungkin hanya perlu untuk memperingatkan mereka, jika etnis Melayu bergabung dengan antusias, maka tidak hanya Najib Abdul Razak yang akan lengser, (partai pendukung pemerintah) UMNO juga akan kehilangan kekuatan. Dan sekarang, politik Cina akan memimpin Ekonomi Baru Kebijakan (NEP) dan melemahkan Islam," tulis Wong Chin Huat.
Dia pun merasa tidak perlu menyalahkan teman-teman yang berasal dari etnis Melayu yang tidak bergabung dengan demo Bersih 4.0.
"Tentu saja tidak. Setiap orang memiliki hak untuk ingin negara untuk menjadi lebih bersih, lebih bebas dan lebih demokratis. Itu tidak ada hubungannya dengan etnis atau agama," katanya.
Di Malaysia, sistem politik mendukung bagi setiap pemenang untuk menguasai semuanya. Kalau etnis Cina sukses menggulingkan Najib Razak, sangat mungkin etnis Melayu takut tersingkir dengan dominasi etnis Cina dan India yang menguasai perekonomian. Hal itu jelas menimbulkan ketakutan bagi angota UMNO.
"Saya bahkan tidak akan menyalahkan mereka atas kecemasan mereka. Bisa orang memaksakan diri untuk tidak menjadi cemas?"
Data terakhir, etnis Melayu di Malaysia berjumlah 50 persen lebih, Cina sebanyak 22,6 persen dan India 6,7 persen

Kesalahan ulama ke 32 ( Kelemahan hadis keridaan Allah terserah keridaan orang tua )






شعب الإيمان للبيهقي - (ج 16 / ص 337)
-        أخبرنا أبو عبد الله الحافظ ، نا أبو بكر بن بالويه ، نا بشر بن موسى الأسدي ، نا القاسم بن سليم الصواف ، قال : شهدت الواسطيين أبا بسطام شعبة بن الحجاج ، وأبا معاوية هشيم بن بشير يحدثان ، عن يعلى بن عطاء ، عن أبيه ، عن عبد الله بن عمرو ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « رضا الله من رضا الوالدين ، وسخط الله من سخط الوالدين »
-        شعب الإيمان للبيهقي - (ج 16 / ص 338)
-         - أخبرنا أبو الحسن محمد بن الحسين بن داود العلوي ، أنا أحمد بن محمد بن الحسن الحافظ ، نا أبو أحمد الفراء ، والحسن بن هارون ، قالا : أخبرنا الحسين بن الوليد ، نا شعبة ، عن يعلى بن عطاء ، عن أبيه ، عن عبد الله بن عمرو ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « رضا الله في رضا الوالدين ، وسخط (1) الله في سخط الوالدين »
………………….. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda : Keridaan Allah terserah dengan keridaan kedua orang tua. Dan kebencian Allah terserah dengan kebencian keduanya.
Hadis  tsb di riwayatakn oleh :
-         
-        ______
-        جامع الأحاديث - (ج 13 / ص 134)
-        hلترمذى ، وابن حبان ، والحاكم ، والبيهقى فى شعب الإيمان عن ابن عمرو)
-        أخرجه الترمذى (4/310 ، رقم 1899) ، والبيهقى فى شعب الإيمان (6/177 ، رقم 7829) ، والحاكم (4/168 ، رقم 7249) وقال : صحيح على شرط مسلم . وأخرجه أيضًا : البزار (6/376 ، رقم 2394)

Al bani menyatakan : Sahih :
-         

صحيح وضعيف الجامع الصغير - (ج 13 / ص 192)
حقيق الألباني
( صحيح ) انظر حديث رقم : 3507 في صحيح الجامع .

Lihat Sahih jami`  3507 .
Di lain tempat a bani menyatakan hasan lighairih. ( Jadi asalnya lemah lalu bisa jadi hasan karena ada riwayat lain ).
صحيح الترغيب والترهيب - (ج 2 / ص 331)
2503 - ( حسن لغيره )

Lihat dlm kitab sahih Targhib  331/2
Komentarku ( Mahrus ali ):
Di sahihkan oleh siapapun , hadis  itu tetap melalui jalur Atha` yg tidak dikenal identitasnya. Dia ini pendusta atau orang yg berkata sungguh. Biasanya  hadis sedemikian ini  dinilai munkar atau palsu.
علل الترمذي الكبير - (ج 2 / ص 229)

عمرو ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : « رضا الرب في رضا الوالد ، وسخط (1) الرب في سخط الوالد » قال أبو عيسى أصحاب شعبة لا يرفعون هذا الحديث ، ورفعه خالد بن الحارث
……………….  Abu Isa – imam Tirmidz menyatakan: temn – teman Syu`bah tidak menyatakan marfu` hadis tsb .Khalid bin Al Harist  yg menyatakan marfu`.


5 – حدثنا عمرو بن علي ، حدثنا خالد بن الحارث ، حدثنا شعبة ، عن يعلى بن عطاء ، عن أبيه ، عن عبد الله بن عمرو ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : « رضا الرب في رضا الوالد ، وسخط (1) الرب في سخط الوالد » قال أبو عيسى أصحاب شعبة لا يرفعون هذا الحديث ، ورفعه خالد بن الحارث
الإرشاد في معرفة علماء الحديث للخليلي  - (ج 2 / ص 420)
-        وهذا حديث عزيز من حديث شعبة جوده عنه زيد بن أبي الزرقاء الموصلي ، وسهل بن حماد بن غياث ، والحسين بن الوليد ، وغيرهم أوقفوه عن عبد الله بن عمرو
Al khalili menyatakan:
Ini hadis  Aziz  dari hadis Syu`bah yang dikatakan  sanadnya baik  oleh Zaid bin Abiz Zarqa` , Sahal bin Hammad dan Ghiyats  dan al Husan bin Al walid .
Lain mereka menyatakan hadis  tsb maukuf  pada  Abdullah bin Amar.

-        تخريج أحاديث الكشاف - (ج 2 / ص 263)
-        وَرَوَاهُ البُخَارِيّ فِي كِتَابه الْمُفْرد فِي الْأَدَب حَدثنَا آدم بن أبي إِيَاس حَدثنَا شُعْبَة بِهِ مَوْقُوفا
Imam Bukhari meriwayatkan hadis dlm kitab al adab mufrad karyanya : Bercerita kpd kami  Adam bin Abi Iyas , bercerita kepada kami Syu`bah  dlm keadaan maukuf ( lemah / bukan marfu` )

-        عمرو فهمي
-        قال الحاكم : " صحيحٌ على شرط مسلمٍ " ووافقه الذهبىُّ !!
وليس كما قالا ، فإن عطاء أبا يعلى الطائفى مجهول كما قال ابن القطان ، بل قال الذهبىُّ فى " الميزان " : (( لا يُعرف إلاَّ بابنه )) .
-          
-         Ustadz Amar Fahmi berkata:
-         Al hakim berkata: Hadis  tsb sahih menurut  persaratan Muslim. Dzahabi setuju padanya.
-         Tapi tidak benar . Sebab Atha ` ayah Ya`la al Thaifi  adalah tdk dikenal sebagaimana di katakan oleh Ibn Qatthan . Bahkan  Dzahabi bilang di kitab al Mizan : Dia  tdk dikenal  kecuali  dengan anaknya “.
-         Komentarku ( Mahrus ali ):
-         Hadis “ Rida Allah terserah rida kedua orang tua ……….” Lemah sekali bahkan palsu karena ada perawi yg tdk dikenal identitasnya tadi – yaitu ayah Ya`la bernama Atha`.

-        - أن رواة الوجه المرفوع فيهم الصدوق وذو الخطأ، وفيهم القاسم بن سليم، لم أجد له ترجمة.
-        أن رواية الوجه المرفوع انتشرت في أواخر القرن الثالث، ولم يصحِّحها الأئمة آنذاك،
-        وأما رواية الوقف، فإنها كانت المشهورة عند المتقدمين، وهي التي أخرجوها، كابن وهب، والبخاري، والترمذي.
-         Ustad Muhammad bin Abdullah berkata:
-         Sesungguhnya perawi – perawi yg memarfukkan hadis tsb terdapat perawi  yg selalu berkata benar yg punya kekeliruan  . Dan ada juga  perawi bernama  Al Qasim bin Sulaim  dan aku tidak tahu riwayat hidupnya.

Hadis itu menyebar sebagai hadis marfu` di akhir abad ke tiga. Saat itu tiada imam yg menyatakan hadis tsb sahih.
Adapun riwayat  hadis tsb mauquf ( lemah ) terkenal dikalangan pakar hadis  dulu spt Ibn Wahab , Bukhari  dan Tirmidzi .

قال الإمام الشافعي رحمه الله: من تعلم الحديث قويت حجته
-         

Komentarku ( Mahrus ali ):
 Hadis  tsb juga bertentangan dengan realita Nabi Ibrahim itu dibenci oleh kedua orang tuanya tapi diridai oleh Allah.
Banyak kalangan sahabat yg masuk Islam dan dimusuhi oleh kedua orang tuanya  yg musrik
Kalimat hadisnya kacau :
سنن الترمذي - (ج 7 / ص 122)
رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
شعب الإيمان للبيهقي - (ج 16 / ص 337)
رضا الله من رضا الوالدين ، وسخط الله من سخط الوالدين »
جامع الأحاديث - (ج 13 / ص 134)
 رضا الرب فى رضا الوالدين وسخطه فى سخطهما
Perbedaan  matan hadis atau redaksinya ini membikin kelemahan hadis.
Mana  yg asli dari kalimat yg  di katakan oleh  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mana yg sudah di robah oleh perawinya. Ber arti ada yg asli  dan ada  yg palsu.
Makna hadis  sekalipun dengan redaksi beda, masih di katakan sama atau mirip.
Hadis  itu  bertengangan dengan ayat  sbb:
وَوَصَّيْنَا اْلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ(8)
Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.[1]
Kita tdk diperkenankan taat kepada kedua orang tua bila perntahnya mengajak ke syirikan> Hal ini terkadang membikin  hubungan antara anak dan orang tua mulai terganggu, kadang bisa retak.
Bila ikut hadis Kerelaan Allah terserah kerelaan kedua orang tua ………….. maka si anak akan dibenci oleh Allah  karena orang tuanya  benci . Anak harus ikut perintah syirik agar dusenangi orang tuanya. Bila anak ikut, anak menjadi syirik dan orang tuanya juga musrik. Dan keduanya  dibenci oleh Allah  dan di senangi oleh setan.. Ini mirip dengan ayat:
إِنَّهُمْ أَلْفَوْا ءَابَاءَهُمْ ضَالِّينَ    فَهُمْ عَلَى ءَاثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ
Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat. Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.[2] 
Hadis  tsb menyesatkan  banyak kalangan ahli bid`ah karena ikut orang tuanya lalu menjadi ahli bid`ah yg musrik.
Lebih baik abaikanlah hadis itu dan  ikutilah al ankabut ayat  8 itu. Ada juga ayat sbb:
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.[3]

قال الإمام الشافعي رحمه الله: من تعلم الحديث قويت حجته
-         
Imam Syafi I berkata: Barang  siapa belajar hadis akan kuat hujjahnya. 

Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )  https://www.facebook.com/mahrusali.ali.50
 




[1] Alankabut 8
[2] Asshoffat  69-70
[3] Lukman 15

Negri tdk aman karena Syi`ah




Syiah menjadi agressif karena ideologi mereka dimasuki pemikiran-pemikiran Pan Syiahisasi . Makna gerakan ini kurang lebih adalah: Khomeini menjadi simbol agama dan spiritual kaum Syiah Imamiyah, kemudian ditumpangi pemikiran anti Islam yang dikembangkan Barat (Amerika-Eropa). Singkat kata, Barat masih trauma kepada kaum Muslimin terkait Perang Salib masa lalu dan perang kemerdekaan di berbagai negeri Muslim. Untuk itu, mereka meminjam tangan-tangan Syiah untuk memukul kaum Muslimin (Ahlus Sunnah Wal Jamaah).
Bagi Barat, Syiah Imamiyah lebih baik daripada Islam, karena: (a). Ajaran-ajaran Syiah Imamiyah bersifat antagonis terhadap dasar-dasar akidah dan Syariat Islam. Tanpa ada Syiah pun, Barat harus membentuk disiplin ORIENTALISME dan ISLAM LIBERAL, dalam rangka menggembosi akidah Islam; (b). Secara historis, pasukan Salib Eropa sering kerjasama dengan Syiah, di masa lalu, untuk menghantam Islam. Bahkan Syiah tak segan kolaborasi dengan Tatar Mongol untuk menghancurkan Khilafah Abbasiyah yang berpusat di Baghdad.
Di mata Barat, berlaku prinsip: “Lawan musuhmu adalah kawanmu!” Lawan dari Syiah adalah kaum Muslimin. Maka Syiah menjadi teman bagi Barat untuk merealisasikan missi kolonialisasi dan eksploitasi mereka di tengah negeri-negeri Muslim.
Adanya gerakan Syiah yang agressif, offensif, dan provokatif, jangan merasa heran, terkejut, atau bimbang. Hal semacam itu sudah menjadi
missi asli, sebelum Barat mendukung Revolusi Khomeini 1979. Sejak era Khomeini, maka tidak ada satu pun negeri Muslim yang ditinggalkan oleh Syiah. Mereka terus berusaha masuk, menyusup, berpengaruh, lalu menguasai. Kalau sudah berkuasa, pasti mereka akan KOLABORASI dengan kekuatan Barat (Amerika-Eropa). Itu pasti.
Ingat, sejak muda Khomeini tinggal di Paris, Perancis. Setelah janggutnya memutih, dia baru pulang ke Iran. Secara politik, intelektual, kepribadian, Khomeini disiapkan di Paris. Siapa yang menyiapkan? Ya anasir-anasir Barat itu. Mana mungkin semua jasa Barat ini gratis. Tidak mungkinlah. Bisa dikatakan, 70 % dari keberhasilan Revolusi Syiah 1979 adalah hasil kerja missi politik Barat. Kaum Syiah tahu itu. Maka mereka pun “berhutang budi” untuk membalas jasa-jasa Barat.
Syiah sejatinya adalah agen-agen kolonialisme Barat juga. Selain orientalis, kaum Liberal, kaum hedonis, media sekuler, para dai Syiah juga masuk bagian missi kolonialisme ini. Di mana Barat ingin menaklukkan sebuah negeri Muslim, mereka akan fasilitasi Syiah masuk ke dalam negeri itu. FAKTA BESAR yang harus Anda tahu semua: PBB, Amerika, dan Uni Eropa tidak memasukkan gerakan Syiah ke dalam tuduhan terorisme . Nah, kenapa bisa begini? Kalau pun
Hizbula Libanon dimasukkan daftar teroris, karena mereka pernah beberapa kali menyerang Israel lewat tembakan mortir.
Jadi, negeri Muslim seperti kita, jangan pernah bermimpi akan bebas sama sekali dari gerakan Syiah. Ya itu tadi, Syiah sudah satu paket
dengan missi kolonialisme Barat. Apalagi Indonesia memiliki kekayaan alam (negara) sangat besar.
Lalu, apa saja yang mesti harus terus kita adakan, agar negeri Muslim seperti kita ini bisa aman atau IMUN dari invasi Syiah yang sejak lama ingin menguasai dan mendominsasi?
Setidaknya ada 5 langkah strategis yang mesti kita lakukan, yaitu sebagai berikut:
[1] . Terus hidupkan pengajaran ilmu-ilmu agama, seperti Tajwid, bahasa Arab, Ilmu Al Qur’an, Ilmu Hadits, Tafsir, Fiqih, Tauhid, Akidah, Akhlak, Sirah Nabawiyah, Muamalah, dan sebagainya. Terus hidupkan ilmu-ilmu ini. Ia seperti mata air cahaya yang akan menerangi kehidupan insan. Jangan sampai kita tinggalkan mengajarkan ilmu-ilmu ini. Bagi yang tak mendapat guru, belilah buku-buku keislaman, dan baca, pahami, amalkan. Kesesatan manusia yang akhirnya terjerumus dalam Syiah, karena mereka jahil
(gelap) dari ilmu agama.
[2] . Terus hidupkan pelajaran, pengajaran, hikmah, ceramah, taushiyah, kuliah tujuh menit, dengan materi KEUTAMAAN PARA SHAHABAT Radhiyallahu ‘Anhum. Ini sangat penting. Ajarkan kemuliaan Isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, para Shahabat yang dijamin masuk surga, para Ahli Badar, para Muhajirin, para Anshar Radhiyallahu ‘Anhum jami’an. Ajarkan semua itu, ceritakan semua itu, teladankan kepada anak-anak kita. Pengajaran ini akan menjadi BENTENG HEBAT untuk mematikan dakwah Syiah secara alamiah. Insya Allah.
[3] . Ajarkan secara rutin, kontinu, berkesinambungan tentang HADITS NABI SAW. Ini sangat penting. Perkara yang sangat besar, bahwa kita disebut Ahlus Sunnah (bukan Syiah) karena kita selalu ISTIQAMAH dengan hadits-hadits Nabi tersebut. Umat ini akan runtuh, Ahlus Sunnah akan kalah, kalau kita lupa mengajarkan hadits-hadits Nabi SAW. Setiap keluarga Muslim sangat disarankan memiliki kitab-kitab hadits, seperti Riyadhus Shalihin, Bulughul Maram, Shahih Bukhari, atau Shahih Muslim. Lalu bacakan hadits-hadits ini secara rutin kepada keluarga. Bacakan saja. Tak usah penafsiran. Kalau ada masalah-masalah pemahaman, tanyakan kepada ustadz yang ahli.
[4] . Kita harus komitmen untuk memuliakan kaum wanita Muslimah. Menyuruh mereka memakai jilbab, berbusana Muslimah. Muliakan mereka, jaga mereka, terus bentengi mereka dari akhlak tercela dan pergaulan buruk. Mengapa hal ini kita lakukan? Karena Syiah terkenal dalam melecehkan wanita, merendahkan wanita, mengeksploitasi wanita. Maka itu, jaga dan pelihara baik-baik kaum wanita Muslimah, hal itu akan membentengi Umat dari kaum Syiah Rafidhah.
[5] . Dan hendaknya kita selalu berdoa kepada Allah, doa yang bunyinya sebagai berikut: Rob-bana ighfirlana wa li ikhwaninal ladzina sabaquuna bil iman, wa laa taj’al fi qulubina ghillal lilladzina amanu, Robbana innaka ra’ufur rahiim (wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang lebih dulu beriman dari kami, dan jangan adakan di hati kami kedengkian kepada orang-orang beriman, wahai Rabb kami sesungguhnya Engkau Maha Santun lagi Maha Penyayang). Faidah doa ini, selain berupa ampunan dan kesiapan bersatu dengan sesama Muslim, ia juga akan mengikatkan kita dengan para pendahulu Umat yang saleh, terutama para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in. Dengan demikian, kita selalu berada dalam hubungan baik dengan para Pendahulu (Salafus Saleh), bukan seperti Syiah.
Lakukanlah hal-hal seperti di atas, sebagai bentuk tanggung-jawab untuk menjaga kaum Muslimin dari invasi Syiah dan kolonialisme Barat. Jika hal-hal demikian selalu kita hidupkan, insya Allah negeri kita akan sulit untuk ditaklukkan Syiah. Namun bila hal-hal di atas sudah krisis dari negeri ini, wallahu a’lam wa nas’alu ilaihil ‘afiyah lana wa lakum wa li sa’iril Muslimin. (Amin).
Demikian, semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.