Minggu, Januari 24, 2016

Salafi Maz'um Keras terhadap Para Dai tapi Toleran terhadap Thaghut



Salafi Maz'um Keras terhadap Para Dai tapi Toleran terhadap Thaghut

BEKASI (voa-islam.com) - Anggota Dewan Syuro Jum’iyyah An Najat, ustadz Achmad Rofi’i menyampaikan sebuah fenomena adanya kelompok yang begitu keras terhadap kaum muslimin sendiri namun begitu toleran terhadap para thaghut. Ia menyebutnya khawarij ‘alad du’ah wa murjiah ma’at thughah (khawarij kepada para da’i dan murjihah terhadap para thaghut).
Hal itu disampaikan oleh ustadz Achmad Rofi’i saat menjadi salah satu pembicara dalam acara bedah buku “Mengenal dan Mewaspadai Kesesatan Neo Murjiah” di Masjid Islamic Center Bekasi Jl. Ahmad Yani No. 22 Kota Bekasi.
Sikap keras tadi begitu diterapkan oleh mereka yang mengaku-ngaku dirinya sebagai salafi (salafi maz’um), sehingga dengan mudah memvonis orang lain sebagai ahlul bid’ah, sebagaimana dijelaskan ustadz Achmad Rofi’i.
“Maksud khawarij ‘alad du’ah itu, khawarij kan kalau orang berdosa langsung divonis kafir. Nah, mereka terapkan itu kepada para da’i, kepada para ustadz yang tidak sama dengan mereka. Jadi kalau ada ustadz atau para da’i yang tidak sepemikiran dengan mereka langsung oleh mereka dikeluarkan dari Islam, mereka sebut ahlul bid’ah, fasiq, tidak patut belajar pada mereka, seperti halnya khawarij tadi,” ujarnya kepada voa-islam.com, disela-sela acara bedah buku, Ahad (25/11/2012).
...Jadi kalau dengan orang yang jelas penyimpangan dengan syariat Islam mereka diam, tapi kalau dengan saudaranya mereka mengatakan; laisa minna
Di sisi lain, kelompok salafi maz’um justru menyikapi para thaghut yang jelas tidak menerapkan syariat dan mengganti hukum Allah dengan begitu toleran.
Murjiah ma’at thughah, sudah jelas hukumnya bukan hukum Allah, tidak menerapkan syariat, tidak bertauhid, tapi mereka mendiamkan, menangguhkan itu kan murjiah namanya. Jadi kalau dengan orang yang jelas penyimpangan dengan syariat Islam mereka diam, tapi kalau dengan saudaranya mereka mengatakan; laisa minna (bukan dari kalangan kita),” ungkap alumnus fakultas hadits universitas Islam Madinah, Arab Saudi tersebut.
Bahkan, ustadz Achmad Rofi’i yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menuntut ilmu kepada para masyayikh di Arab Saudi pun kerap dituding telah keluar dari manhaj salaf.
Jika kelompok yang mengaku sebagai salafi (salafi maz'um) ini terus bersikap demikian, maka wajar jika banyak orang mempertanyakan, seperti inikah akhlak salafus shalih? [Ahmed Widad]
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan