Sabtu, Februari 06, 2016

Bacaan rakaat ke tiga dan ke empat shalat zhuhur dan Asar




Al bani menyatakan:

صفة الصلاة - (ج 1 / ص 113)
( أحمد ومسلم ) و ( كان يجعل الركعتين الأخيرتين أقصر من الأوليين قدر النصف قدر خمس عشرة آية )
 ( البخاري ومسلم ) ( وربما اقتصر فيها على الفاتحة )
Rasulullah shallahu alaihi wasallam menjadikan  dua rakaat  yang  akhir lebih pendek dari dua rakaat yang  pertama  separuhnya   - sekitar  15 ayat.   Hr  Ahmad dan Muslim .
Kadang beliau hanya membaca fatihah saja.  HR Bukhari  dan Muslim.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Ber arti bacaan Rasulullah shallahu alaihi wasallam dalam dua rakaat terahir dengan jaher. Bila tidak jaher, maka perkiraan baca   15 ayat itu tidak akan bisa seperti kita memperkirakan berapa ayat yang  di baca oleh imam shalat zhuhur sekarang. Sebab imamnya  membaca ayat dengan berbisik.
Syaikh Abd Aziz bin Baz berkata:
ثبت في الصحيحين في حديث أبي قتادة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقرأ في الركعتين الأخيرتين فاتحة الكتاب من الظهر والعصر ، وألحق العلماء في ذلك الثالثة من المغرب والثالثة والرابعة من العشاء وجعلوهما كالثالثة والرابعة من الظهر والعصر
Terdapat hadis sahih  dalam sahih Bukhari dan Muslim – yaitu hadis Qatadah ra , sesungguhnya Nabi shallahu alaihi wasallam membaca   dalam dua rakaat terahir dlm salat  zhuhur dan Asar dengan  fatihah.  Untuk rakaat ke tiga Maghrib , tiga dan ke empat Isya`di samakan  oleh para ulama  dengan rakaat ketiga dan ke empat  zuhur dan Asar.  Fatawa  Nur alad darb 2/788

Komentarku ( Mahrus ali ):
Dua rakaat terahir waktu  zhuhur dengan baca  fatihah yang  di suarakan. Bila di baca  dengan berbisik, maka bacaannya  tidak akan bisa di deteksi , al fatihah atau  surat lainnya ? .
Syaikh Abd aziz binBaz menyatakan bahwa  cukup membaca fatihah dlm dua rakaat zhuhur  tidak tepat. Sebab  Rasulullah shallahu alaihi wasallam membaca   15 ayat  dlm dua rakaat terahir salat zhuhur. Lihat hadis  sbb: 
Hadisnya sbb:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ جَمِيعًا عَنْ هُشَيْمٍ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كُنَّا نَحْزِرُ قِيَامَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فَحَزَرْنَا قِيَامَهُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ الظُّهْرِ قَدْرَ قِرَاءَةِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةِ وَحَزَرْنَا قِيَامَهُ فِي الْأُخْرَيَيْنِ قَدْرَ النِّصْفِ مِنْ ذَلِكَ وَحَزَرْنَا قِيَامَهُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ الْعَصْرِ عَلَى قَدْرِ قِيَامِهِ فِي الْأُخْرَيَيْنِ مِنْ الظُّهْرِ وَفِي الْأُخْرَيَيْنِ مِنْ الْعَصْرِ عَلَى النِّصْفِ مِنْ ذَلِكَ
وَلَمْ يَذْكُرْ أَبُو بَكْرٍ فِي رِوَايَتِهِ الم تَنْزِيلُ وَقَالَ قَدْرَ ثَلَاثِينَ آيَةً
(MUSLIM - 687) : Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Abu Bakar bin Abi Syaibah semuanya meriwayatkan dari Husyaim berkata Yahya, telah mengabarkan kepada kami Husyaim dari Manshur dari al-Walid bin Muslim dari Abu ash-Shiddiq dari Abu Sa'id al-Khudri dia berkata, "Kami memperkirakan (kadar waktu) berdirinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat zhuhur dan ashar. Maka kami memperkirakannya dalam dua rakaat pertama dari shalat zhuhur sekitar bacaan alim lam mim tanzil (yaitu surat as-Sajdah), dan kami memperkirakan waktu berdirinya beliau pada dua rakaat lainnya sekitar setengah dari hal tersebut. Dan kami memperkirakan berdirinya beliau pada dua rakaat pertama shalat ashar setengah dari hal tersebut  dan dua rakaat terahir sekitar setengahnya." Dan Abu Bakar tidak menyebutkan dalam riwayatnya alif lam mim tanzil (yaitu surat as-Sajdah), namun dia mengatakan sekitar tiga puluh ayat.
Menurut riwayat Imam Ahmad  no 471  sbb :
فَحَزَرْنَا قِيَامَهُ فِي الظُّهْرِ قَدْرَ ثَلَاثِينَ آيَةً قَدْرَ سُورَةِ السَّجْدَةِ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ
maka kami menaksir berdirinya beliau saat shalat Zhuhur sekitar tiga puluh ayat, seukuran surat As-Sajdah pada dua raka'at pertama.

Bila dua rakaat terahir  zhuhur dan Asar  dengan  berbisik dalam membaca ayat quran , maka jelas menyalahi hadis tadi, juga menyalahi ayat 110 al Isra`  sbb:

وَلَاتَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya (seperti orang berbisik )  dan carilah jalan tengah di antara kedua itu"[1]
وَلَا تُخَافِتْ بِهَا
dan janganlah pula merendahkannya (seperti orang berbisik )
kalimat  ini larangan dari Allah untuk hambanya  berbisik  - bisik dalam membaca ayat dalam shalat,  tidak boleh membaca ayat  quran  dalam shalat dengan berbisik.
Mana dalil yang  menunjukkan bahwa Rasulullah shallahu alaihi wasallam berbisik dalam membaca ayat dalam dua rakaat terahir  zhuhur. Dalilnya  tidak ada. Bila ada akan bertentangan dengan ayat 110 al Isra`.
   Jadi orang – orang  yang  menjalankan shalat  zhuhur dan  Asar dengan bacaan yang  berbisik itu sekedar mengikuti tradisi yang  keliru tanpa dalil. Atau mengikuti ajaran  dari leluhur atau guru  dari guru  yang jelas bertentangan dengan dalil. 



Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL ) 









[1] Al isra` 110
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan