Selasa, Februari 16, 2016

INI BEBERAPA AMALAN BAGI YANG PINGIN REZEKI BANYAK...


Abunurdin Abdillah menulis :
Di blog Mantan kyai NU tgl : 13-2-2016 ada judul : sering muncul manusia tanpa kepala, saya klik ( klik bagikan ) terus muncul judul ini Amalan DASYAT Bagi Yang Pingin REZEKI BANYAK dan LUNAS HUTANG Menurut Ustd Yusuf Mansur, apakah amalan ini benar kyai dan bol
INI BEBERAPA AMALAN BAGI YANG PINGIN REZEKI BANYAK...

Jangan ditinggal…100 shalawat. 100 istighfar. 100 subhaanallaahi wabihamdih. 100 laa-ilaa-ha-illallaah.
Kalo mau rizki banyak, tambahin Yaa Fattaah, Yaa Rozzaaq, 111x. Jumlah yang ini, bisa diubah, lebih banyak atau lebih sedikit. Saya malah setiap habis shalat. Jumlahnya disedikitin, 33x atau 11x. Tapi tiap habis shalat. Rizki alhamdulillaah, Yah, itung2 setiap habis shalat, manggil2 Yang Maha Membuka & Maha Memberi Rizki. Dipanggil terus, masa ga datang. Kalo lagi butuh banget2, hajar 111x, saban2 habis shalat. Liat efeknya. Mudah2an makin cinta sama Allah.

Amalan DASYAT Bagi Yang Pingin REZEKI BANYAK dan LUNAS HUTANG Menurut Ustd Yusuf Mansur
Amalan harian ini, ngamalinnya jangan ON OFF. Geber 100 hari gitu. Tar habis tuntas 100 hari ga putus, geber lagi
100hr ke-2, ke-3, dst. Pelan2 coba benahin shalat berjamaahnya. Di masjid. + qobliyah ba’diyahnya. +t ahiyyatul masjid, +syukur wudhu. Juga hajar 100 hari. Ambil kesempatan emas doa mustajab antara adzan dan iqomat. Ngiringin amalan harian. Pelajarin zikir/wirid yang diajarkan Nabi saban2 habis shalat fardhu. 33x ini 33x itu. Ini jangan ampe ditinggal.
Dijalanin juga. Tar hidup terasa enteng. Ringan. Ga kayak ngejar bayangan dalam nyari rizki. Adem idup.

Kalo 100 hari dirasa berat, coba 3 hari dulu. Jajal dengan kekuatan penuh. Jangan ada yang bolong & ketinggalan. Terus tingkatin 7 hari, 14 hari, 21 hari, 40 hari, terus sampe dah ke-100 hari. Habis itu langsam, jangan ditinggal. Syukur2 sekalian aja dah, tahajjudnya, minimal 2 rokaat aja mah. Waktu emas nih. +dhuha. Walo juga minimalis 2 rokaat.
Al Qur’annya dibaca 1 halaman+artinya, +dihafal 1 ayat+artinya.

Sempurnain dengan sedekah, nuntut ilmu pake bismillaah, kerja pake bismillaah, usaha pake bismillaah, tutup pake alhamdulillaah. Apabila mata bisa sekalian dijaga, telinga, lisan, hati, pikiran, selama ngetrack di jalur 3, 7, 14, 21, 40, 100 hari, tambah cakep dah.
Mas Wahyu, salah seorang jamaah, ngabarin, ngetrack ginian doang, utangnya 3M lunas, dengan cara2 amazing, dalam waktu yang amazing. Dengan cara ini pula, ngembaliin hidup pada tracknya, sepasang suami istri yang udah 14 tahun menikah, belom punya anak, jadi punya anak.

Dosisnya bisa dikurangin, jadi 10, bukan 100. Asal rutin, istiqomah, dengan pikiran dan hati yang benar2 nyambung ke Allah. Jangan sambil BBM-an, twitteran, ngemil, kalo pas zikir. Masa bicara sama presiden, menteri, bisa fokus, lalu sama Allah sambil lalu?
Semua ini ga berat. Kitanya aja yang kelamaan hidup ga on the track. Nyimpang. Jadi untuk ngebiasain yang begini2, terasa berat. So, just mulai aja dulu. Tar kalo dah biasa, enteng. Kayak shalat malam, kalo sekali2, banyakan puyeng & ngantukan. Tapi kalo terus2an, akan biasa.
Sekarang kan kita biasa. Biasa tidak melakukan. Nah, ubah ini. Change it. Jadi biasa melakukan.
Jika menurut sodara tausiah ini ada manfaatnya, SilaHkan di-share untuk teman, sahabat, keluarga, atau bahkan orang yang tidak sodara kenal sekalipun.
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu, hidayah dan perlindungan Allah Subhana wata’ala dimanapun kita berada .Semoga yang membagikan info ini ke keluarga dan rekan yang lain Allah lapangkan rizkinya dan hidupnya selalu di naungi keberkahan.....
Aamiin ya Rabbal’alaamiin....

eh diamalkan?



Komentarku ( Mahrus ali ):
Amalan tersebut tiada  tuntunannya, apalagi baca Yaa Fattaah, Yaa Rozzaaq, 111x. Tiada dalilnya, para ulama dan juhala salaf tidak memberikan  tuntunan spt itu untuk memperbanyak rijeki . Dan  yang tidak membacanya  tidak harus sedikit rejekinya.

 Banyak  sahabat yang kaya raya tanpa menjalankan  tuntunan spt itu. Saya  juga blm tahu Nabi Sulaiman melakukannya. Juga kaya , juga menjadi  raja.  
Bila  di jalankan  , saya hawatir termasuk ayat ini:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.[1]
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya  berkomentar sbb:
تفسير ابن كثير - (ج 14 / ص 482)
وَفَازَ السَّاعِي بِهَذِهِ النِّيَّة بِالصَّفْقَةِ الْخَاسِرَة فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة
Orang yang  melakukan sedemikian ini akan mendapat akad jual beli  yang  rugi / deal  yang  tidak menguntungkan di dunia maupun akhirat. Lalu Ibn Katsir membawakan  dalil sbb:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka  Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.[2]
Para Nabi tidak ada yang  memberikan tuntunan seperti itu untuk mengais rejeki yang  banyak.
Lihat saja , Ustadz yang  memberi ijazah seperti itu lurus  di manhaj  ahlus sunnah salaf atau  di kalangan ahli bid`ah yang  menyesatkan. Bgmn bisnisnya mengandung  subhat atau tepat di jalan yang  lurus.
Kita cukupkan diri kita  dengan tuntunan dan tidak merasa kurang lalu di tambahi dengan kebid`ahan yang  akan menyesatkan.
Ada orang bilang: Itu bacaan dzikir yang  baik.
Saya katakan: Bila baik, maka Rasulullah shallahu alaihi wasallam akan memberikan tuntunan. Dan para  sahabat  akan lebih dulu menjalankannya. Mengapa mereka tidak menjalankan
Ternyata  Rasulullah shallahu alaihi wasallam tidak menjalankanya dan beliau sudah meninggal dunia  dengan pusaka  sunnahnya dan al quran . Inilah  yang  kita pegangi , tidak kita lepaskan lalu kita berpegangan dengan kebid`ahan.





[1] As syura 20
[2] Al Isra` 18

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan