Minggu, Februari 28, 2016

Ini Daerah - Daerah yang Menolak Kehadiran FPI





Indoheadlinenews.com - Pendiri Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, hari ini diagendakan mengunjungi Pondok Pesantren Romlah Asshomadiyyah di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Namun, beberapa hari sebelum Rizieq datang, warga Banyumas dari lintas elemen menyatakan menolak kehadirannya.

Aksi penolakan ini menambah daftar panjang deretan daerah yang sebelumnya menolak Rizieq Shihab. Dikutip dari Okezone, paling tidak, di tiga pulau besar Indonesia, ada daerah-daerah yang pernah menyatakan menolak kehadiran ormas dan pimpinannya itu.

Bahkan, di Kalimantan, Suku Dayak pernah mendeklarasikan perang apabila Rizieq Shihab menginjakkan kaki di Bumi Borneo tersebut. Berikut daerah-daerah yang pernah menolak kedatangan Rizieq Shihab dan FPI.

1. Banyumas

Rizieq Shihab dikabarkan hendak membuka cabang FPI di Banyumas. Namun, kabar itu dibantah oleh Pengasuh Ponpes Romlah Asshomadiyyah, H Slamet.

Meski demikian, warga Banyumas tetap menolak kedatangan Rizieq Shihab. Alasannya, Rizieq dengan FPI-nya kerap mengumbar kekerasan.

2. Purwakarta

Gara-gara memplesetkan sampurasun menjadi campur racun, ribuan warga Purwakarta, Jawa Barat, menggelar aksi menolak kehadiran Rizieq Shihab pada Kamis 17 Desember 2015. Rizieq dianggap sebagai sosok yang kerap memperkeruh suasana di tengah ketenangan masyarakat Purwakarta.

Buntut Rizieq Shihab memplesetkan sampurasun meluas sampai se seluruh Jawa Barat. 

Sebanyak 16 organisasi massa dan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM) menolak Rizieq Shihab masuk ke tanaH Sunda itu.

Plesetan kata sampurasun menjadi campur racun oleh Rizieq Shihab dinilai telah menghina bangsa Indonesia terutama masyarakat Jawa Barat.

3. Demak

Di Kota Wali ini, Banser Demak menolak rencana kedatangan Habib Riziq yang hendak mengisi pengajian di Kecamatan Bonang pada 8 Mei 2014. Rizieq Shihab ditolak Banser Demak dengan alasan salah satunya, Demak merupakan basis ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) yang mayoritas masyarakatnya warga Nahdlatul Ulama (NU).
Selain itu, Rizieq Shihab juga dianggap pernah menghina KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, salah satu tokoh sentral NU.

4. Tulungagung

Bergeser ke Jawa Timur, pada 28 Oktober 2014, ratusan demonstran bergerak mendekati lokasi seminar yang digelar Front Pembela Islam (FPI) Tulungagung di Gedung Balai Rakyat DPRD. Meski tidak mengganggu jalannya seminar, apaat kepolisian telah bersiaga agar tidak sampai terjadi bentrok.

5. Padang

Menyeberang ke Sumatera, di Padang pada 26 November 2013, puluhan warga dari Forum Anak Nagari (Forkan) Padang menggelar aksi penolakan kedatangan Rizieq Shihab, di Bandara Internasional Minangkabau. Rizieq Shihab dinilai hendak memprovakasi masyarakat Padang menolak investasi Lippo Group senilai Rp2 triliun di Padang.

6. Palangkaraya

Warga Dayak di Kalimantan menolak FPI beraktivitas di Kalteng dan menolak kehadiran Rizieq Shihab yang akan mengadakan tabligh akbar di Palangkaraya pada 11 Februari 2012. Dewan Adat Dayak Kalteng khawatir kehadiran FPI justru membuat masyarakat tak tenang.

Ratusan warga Dayak berkumpul di Bundaran Besar Palangkaraya, membentuk Barisan Pertahanan Adat Dayak Kalimantan Tengah.

Setelah mendekrasikan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat, mereka ke Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya mencegah Rizieq Shihab datang.

7. Samarinda

Kedatangan Rizieq Shihab dan rombongannya di Samarinda, Kalimantan Timur, sebagai pembicara dalam tablig akbar dengan tema Menuju NKRI yang Bersyariah ditolak Gerakan 

Pemuda Kalimantan Timur Bersatu pada 25 Agustus 2014. GPKTB menyatakan kegiatan tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat Kaltim dan prinsip Kebineka Tunggal Ika yang dianut oleh NKRI. (okezone.com)
 
 
Komentarku ( Mahrus ali ):
Aneh sekali mereka itu, orang Liberal, abangan, syi`ah , kelnik dan munafikin diterima  Riziq di tolak.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan