Minggu, Maret 27, 2016

Mengapa kesesatan banyak pengikutnya?


Mas Opick  menulis : Kalo sesat knpa masih banyak jutaan orang yang baca dan mendengarkan ????
Komentar saya :
Maksudnya : Dibaan dan marhabanan sesat , mengapa banyak orang yang baca dan mendengarkannya .
Saya katakan:
Kristen sesat , mengapa di negara barat , jutaan pengikutnya ? Apalagi di Amirika .
Yahudi sesat, mengapa di Israil jutaan  pengikutnya ?
Syi`ah sesat , mengapa di Iran jutaan pedukungnya?
Komunis kafir, sesat. Mengapa di Rusia jutaan pengikutnya dan di china milyaran ?
Tuntunan  Rasulullah shallahu alaihi wasallam dan ajaran Islam yang asli  benar , mengapa sedikit pengikutnya , bahkan gharib , terpencil .
Tahlilan  bid`ah, dan sesat, mengapa banyak pengikutnya? .
Bila  kesesatan sedikit pengikutnya , maka  surga banyak penduduknya dan Neraka sedikit penghuninya. Dan ini akan bertentangan dengan ayat:
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.[1]
Bahkan di ayat lain, dijelaskan bahwa Jahannam akan dipenuhi dengan jin dan manusia.
وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripadaku; "Sesungguhnya akan aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama[2]
Bila pengikut kesesatan sedikit, maka akan bertentangan dengan hadis :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ *
Islam mulai dalam keadaan terasing ( terpencil  dan   jarang pengikutnya ) . Dan akan kembali dalam keadaan terasing. Beruntunglah  orang orang yang terpencil . Hadis sahih ,[3]
Bila pengikut kesesatan sedikit , maka  dunia akan aman, tidak menakutkan . Tidak banyak koruptor, pencuri , penjahat  dan lain – lain . Banyak yang infak, zakat dan kaum miskin akan merasa  tercukupi, bukan  malah di sunat jatahnya.  Harga barang akan turun dan tidak selalu melambung. Banyak orang yang menjalankan tuntunan dan anti kebidahan, lalu ramailah masjid dan sepilah tempat kedurhakaan. Kaum muslimi  akan mulia, tidak terhina, hidup aman tidak banyak pembunuhan terhadap kaum muslimin yang dilakukan oleh barat dan timur. Dan benarlah firmanNYa:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.[4]
Kebid`ahan itu menyesatkan dan tuntunan Rasulullah shallahu alaihi wasallam itu mengarahkan ke jalan yang lurus. Mengapa banyak pengikut kebid`ahan dan jarang sekali  orang yang menjalankan tuntunan.
Bila begitu, maka ayat ini akan salah .
قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا
Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil".[5]










[1]   Al A`raf   179
[2] Assajdah 13.
[3] Muslim/Iman /145. Ibnu Majah  /Fitan /3986. Ahmad /Baqi musnad muktsirin/8812.
[4] Al a`raf 96

[5] Al isra` 62 
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan