Jumat, Maret 04, 2016

Polemik ke 6 tentang tuntunan shalat zhuhur




Ahmad Khilafah Islam tinggal di Salatiga menulis :  maaf Ust...di madinah ...dulu dan sekarang sholaty utk masalah jahr dan sir..bkny sama turun temurun dan tdk berani merubah.

Untuk masalah jaher dan sirr, bila  tidak berobah, maka anda hrs mendatangkan  dalil yang kuat yang menyatakan shalat berjamaah di Madinah dengan sir.
Bila benar bgt, maka bagaimana dengan ayat:
وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu"[1]
Lalu bagaimana  dengan banyak hadis yang  menjelaskan bacaan Rasulullah shallahu alaihi wasallam dalam shalat zhuhur dan Asar dengan jaher / di baca dengan suara sedang sebagaimana keterangan yang  lalu.
Dalil yang  di buat pegangan untuk  shalat sirriyah telah di nyatakan cacat sebagaimana  keterangan saya yang  lalu. Bila di sahihkan akan bertentangan dengan hadis  sahih yang  lain dan ayat 110 al isra` itu.

Untuk masalah shalat dll  di masjid Medinah  sdh berobah banyak. Waktu imam Malik salatnya tanpa sajadah tapi langsung ke tanah. Sekarang sdh pakai karpet. Waktu sahabat, kuburan Rasul di luar masjid , sekarang masuk ke dalamnya. Waktu imam Malik salatnya tanpa sedekap, sekarang bersedekap. Mimbar Rasul juga sdh tdk di pakai. Mereka bikin mimbar sendiri di belakangnya. Salatnya waktu Rasul lama sekarang lebih cepat. Salat waktu Rasul tanpa lampu , sekarang lampunya sangat banyak.Wanitanya yg ikut salat pakai hijab, sekarang buka wajahnya. Kubahnya hijau dulu tidk ada, sekarang di adakan. Salatnya dulu pakai sandal , sekarang tdk. Dulu masjidnya tanpa banyak kaligrafi lafadh , sekarang sdh banyak . Waktu Rasul tanpa kopyah haji ketika salat sekarang banyak yg makai kopyah haji. Untuk masalah penggunaan sorban dlm salat menurut Rasul akan sy kaji sendiri di bab sorban bukan dimari .Maaf jawabannya melebihi pertanyaannya yaitu masalah salat dll.





[1] AlIsra` 110
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan