Kamis, April 14, 2016

Ajaran Rasulullah shallahu alaihi wasallam di benci dan ajaran kebid`ahan dan kesyirikan di senangi.



Ajaran Rasulullah shallahu alaihi wasallam di benci dan ajaran kebid`ahan dan kesyirikan di senangi. Ingatlah ayat ini:

وَمَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Dan tidak datang seorang rasulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.  11 Al Hijr.
Nabi,  saya atau kamu yang menyampaikan ajaran asli akan di hina, di caci, dan di olok- olok. Jangan kan kita, seorang Rasul di datangkan dengan ajaran asli yang beda dengan ajaran ahli bid`ah dan tradisional akan dicaci.
Bila masarakat ahli bid`ah dan syirik menerima dengan baik kpd ajaran asli / tuntunan Rasulullah shallahu alaihi wasallam maka ayat itu akan salah dan benarlah setan.
Tapi bila guru ahli bid`ah yang menyampaikan dengan ajaran kebid`ahan, atau kesalahan akan diterima dengan baik dan tidak menerima caci maki. Ini sudah sunnatullah di sini atau di Negara lain , sekarang atau zaman dulu. Kita ingat ayat:
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ وَكَفَى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا(31)
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.
Tuntunan asli dari Nabi shallahu alaihi wasallam  bila di sampaikan akan dimusuhi oleh kalangan orang yang suka melakukan dosa dan durja. Dan akan disenangi oleh kalangan orang yang  konsis pada ajaran agama.
Bila ajaran Rasulullah shallahu alaihi wasallam yang asli di segani dengan orang yang suka menjalankan dosa, maka ayat itu akan keliru.
Bila ajaran Rasulullah shallahu alaihi wasallam yang asli di senangi ahli bid`ah yang syirik, maka jls perlu di kaji lagi ajaran itu. Jelas sekali ajaran itu  bukan ajaran Nabi shallahu alaihi wasallam  tapi ajaran bikinan pendeta atau ulama su`, bukan ulama  Rabbani. Ajaran yang palsu itu akan diterima oleh murid yang sesat bukan murid yang di jalan Allah.






Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan