Selasa, April 19, 2016

Hukum sumbangan untuk masjid ahli bid`ah.


Oleh Mahrus ali
Masalah ini perlu saya bahas sekalipun orang lain tidak enggan  membahasnya apalagi membacanya.
Bila  tidak di bahas, saya ber arti menyimpan ilmu dan saya terlaknat karenanya. Pada hal sy ingin mendapat rahmat Allah bukan laknatNya.
Bila tidak di bahas akan membikin orang awam tidak tahu, lalu menganggap baik menyumbang ke masjid ahli bid`ah bukan di anggap jelek. Lalu ada kesan anti pati terhadap masjid ahlis sunnah.
Bila di bahas dengan baik, benar, cocok  dengan dalil, tidak memihak kepada salah satu sekte Islam, mk akan menjadi pencerahan yg bermanfaat.

Banyak orang yg bertanya kepada saya tentang hal ini. Karena itu, perlu sekali  di perbencangkan  sesuai dengan dalil yg sahih bukan sesuai dengan kehendak nafsu orang alim atau awam.
Setahu saya , masjid ahli bid`ah selalu di gunakan untuk kebid`ahan  dan kesyirikan> sering di buat maulidan ,marhabanan juga bacaan sholawat nariyah yg syirik.
Untuk lihat kesyirikan dlm maulid scr detil klik disini:

Saya sering terdengar ketika akan berjamaah  lantunan sholawat nariyah yg syirik di masjid ahli bid`ah bukan masjid ahlis sunnah. Dan sy tidak pernah mendengarkan lantunan itu di Mekkah atau Medinah.
Sholawat nariyah yg syirik itu dilantunkan ketika akan menjalankan salat jamaah – ketika akan menghadap Allah di masjid ahli bid   `ah di Indonesia, bukan masjid ahlis sunnah.
Dimulai sholawat nariyah itu  kayaknya akan menghadap pada setan bukan pada Allah saja.
Untuk mengetahui detil kesyirikan sholawat Nariyah, klik disini:
  
Ketika  selesai salat jamaah kadang di akhiri dengan kalimat ini:
هُوَ الحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفاَعَتُهُ    لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الأَهْوَالِ مُقْتَحِمٍ
Dia ( Muhammad ) kekasih yang syafaatnya selalu di harap  pada setiap  bahaya  yang menimpa
Ket : Kesyirikan disini  pernyatan bahwa Muhammad  satu figur yang  syafaatnya di harapkan untuk melenyapkan segala  bahaya dan penderitaan  didunia  maupun akhirat bukan Allah .
. Ia bertentangan dengan ayat :
مَا يَفْتَحِ اللهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلاَ مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلاَ مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Masjid Ahli bid`ah di didirikan untuk tegakkan kesyirikan dan kebid`ahan. Ini realitanya  bukan bikin – bikin atau meng ada – ada, tp bicara apa adanya dan realita.
.
 Karena itu , bila menyumbang untuk masjid tsb  sama dengan sumbangan untuk letsarikan ritual kesyirikan dan kebid`ahan. Kita ikut saja ayat :
وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَاب

, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. [1]
Bila dikatakan bahwa masjid ahli bid`ah didirikan untuk tegakkan sunnah dan tauhid, maka jelas tidak benar secara realita. Omong kosong yg bertentangan dengan realita. Jadi masjid itu didirikan bukan untuk takwa pada Allah  sebagaimana ayat:
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa , sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang senang  bersuci ( berwudu , mandi jinabat ,mandi besar,membersihkan diri dari bau busuk )i. Dan Allah menyukai orang – orang yang bersih atau bersuci.[2]
Jadi pendirian masjid yg di ridai oleh Allah  adalah untuk menegakkan takwa, bukan untuk kebid`ahan dan kesyirikan.

Karena itu, sumbanglah masjid ahlis sunnah, bukan masjid ahli bid`ah. Sumbanglah masjid ahlut tauhid bukan ahli syirik.
Bila hal ini tidak saya terangkan, maka orang awam akan tersesat  dan tidak tercerahkan  dengan ilmu ahli sunnah  tapi tergelapkan dengan ilmu kebid`ahan . Dengan demikian, telah tampak dengan jelas , tidak samar lagi masjid mana yg layak di sumbang, masjid ahli bid`ah atau ahlis sunnah.

Masjid ahlis sunnah ada dua, ada masjid ahlus sunnah abal - abal, ada yg sejati. Masjid yg berkarpet adalah masjid ahlis sunnah abal - abal spt masjid Madinah dimasa King Salman dan masjid ahlis sunnah sejati adalah yg berlantaikan tanah spt masjid Medinah di masa Nabi shallahu alaihi wasallam dan sahabatnya.






[1] Al Maidah 2.

[2] Attaubah  108 
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan