Selasa, April 05, 2016

Jawabanku untuk al Furqon ke dua



 
Al Furqon tinggal di Tambun , dari Bekasi menulis :
Al Furqon menulis Arat Al-Ahzâb ayat 43:Artinya: "Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya )memohon ampunan untukmu( supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang terang".Surah Al-Ahzâb ayat 56:Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya".Maksud Allah bershalawat kepada Nabi Saw. adalah dengan memberi rahmat-Nya; bershalawat malaikat kepada Nabi Saw. dengan memintakan ampunan; sedangkan bershalawatnya orang-orang mu'min kepada Nabi Saw. dengan berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan per-kataan "Allâhumma Shalli 'alâ Muhammad"Adapun salam kepada Nabi Saw. adalah dengan mengucapkan "Assalâmu Alayka Ayyuh al-Nabiyy."Al-HaditsArtinya: "Bershalawatlah kamu kepadaku, karena sha-lawatmu itu menjadi zakat )pen
ghening jiwa pembersih dosa( untukmu.")HR. IbnMurdaweh(Artinya:"Saya mendengar Nabi Saw. Bersabda janganlah kamu menjadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan, dan janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai per-sidangan hari raya. Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu sampai kepadaku dimana saja kamu berada.")HR. Al-Nasâ'i, Abû Dâud dan dishahihkan oleh Al-Nawâwî(.Diterangkan oleh Abû Dzar Al-Harawî, bahwa perintah shalawat ini terjadi pada tahun kedua Hijriyah.
Al Furqon Monggo bantah firman allah dan hadist di atas
Al Furqon Ni sambungan ayatnya yaa ayuhalladzina amanu sholu alaihi muttaslima,,allah menyuuh bahkn ayat ini memerintahkn kita sebagai hambah yg berriman untuk bersalawat,,
Al Furqon Allah tdk membri contoh bagai mana salawt itu tapi allah hanya memerintahkn salawatlah dan ucapknlah salam sejahtera kpd nabi
Komentarku ( Mahrus ali ):
Insya Allah ayatnya seperti ini :
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Qs. Al Ahzab: 56).
Rupanya dengan dua ayat itu, al Furqon memperbolehkan sholawat Nariyah yang syirik.
Bila memang di perbolehkan sholawat nariyah yang syirik dengan ayat itu, maka Nabi shallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya akan membaca nariyah. Ternyata mereka tidak membacanya.
Bila ayat itu di gunakan pegangan untuk sholawat Nariyah yang syirik, maka tiada ulama yang menyataian sedemikian , mulai dulu sampai sekarang.
Bila ayat itu digunakan untuk memperbolehkan membaca sholawat Nariyah yang syirik itu, maka orang yang membaca sholawat Nariyah.akan mendapat pahala yang banyak Pada hal orang yang membacanya seluruh pahalanya akan terhapus, haji, sholat Infaq, tahajjud, ahlak yang mulia . Seluruh pahalanya terhapus, tinggal dosa yang masih lengket padanya. Ingat firmanNYa:
لئن أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. ( 65 Azzumar )
Al Furqon menulis : Allah tdk membri contoh bagai mana salawt itu tapi allah hanya memerintahkn salawatlah dan ucapknlah salam sejahtera kpd nabi
Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila dlm al quran tidak ada contoh dlm membaca sholawat , lalu apakah kita diperkenankan membaca sholawat sekehendaknya , sholawat yang bid`ah atau sunnah , syirik atau tauhid ? .
Sudah tentu tidak begitu.
Bila begitu , maka kita ini akan terjerumus dlm kesyirikan yang dibenci oleh Allah dan RasulNya. Kita diperintahkan untuk ikut Rasulullah shallahu alaihi wasallam. Kita  tidak boleh menyelisihinya. Beliau mengajarkan shalawat sbb:
- حَدِيْثُ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى، قَالَ: لَقِيَنِي كَعْبُ بْن عُجْرَةَ؛ فَقَالَ: أَلاَ أُهْدِي لَكَ هَدِيَّةً سَمِعْتُهَا مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَقُلْتُ: بَلَى فَأَهْدِهَا لِي فَقَالَ: سَأَلْنَا رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ فَإِنَّ اللهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ، قَالَ: قُوْلُوْا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Abdurrahman ibnu Abi Laila berkata: “Aku pernah bertemu dengan Ka’ab ibnu ‘Ujrah dan ia berkata kepadaku: “Maukah engkau aku beri hadiah sebuah hadits yang aku dengar dari Nabi saw?”
Kataku: “Ya, berikanlah ia kepadaku sebagai hadiah.”
Kata Ka’ab ibnu ‘Ujrah: “Kami pernah bertanya kepada Rasulullah saw: “Ya Rasulullah, bagaimanakah cara bershalawat kepada kepada kalian, Ahlul Bait? Sesungguhnya Allah telah mengajari kami cara bersalam kepada kalian.”
Sabda beliau saw: “Ucapkanlah: “Allah-humma shalli ‘alla muhammadin wa ‘alaa aalihi muhammad, kamaa shallaita ‘alaa ibrahim wa ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid, Allah-humma baarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarakta ‘alaa ibrahiima wa ‘alaa aali ibrahim innaka hamiidun majiid.” (“Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana engkau melimpahkan shalat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, limpahkan berkah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana engkau melimpahkan berkah kepada Ibrahim dna kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia)”.[1]
Anda menyatakan:
."Al-HaditsArtinya: "Bershalawatlah kamu kepadaku, karena sha-lawatmu itu menjadi zakat )pen
ghening jiwa pembersih dosa( untukmu.")HR. IbnMurdaweh
Komentarku ( Mahrus ali ): 
Sayang hadis yg anda sampaikan di komentari oleh al Haitsami sbb:
جامع الأحاديث - (ج 5 / ص 364)
قال الهيثمى (2/144) : فيه ليث بن أبى سليم ، وهو ثقة مدلس
Al Haitsami ( 144/ 2 ) . Perawinya terdapat perawi yg bernama Laits bin Abu Sulaim, dia terpercaya tapi mudallis . (suka menyelinapkan perawi lemah ).
المسند الجامع - (ج 18 / ص 235)
قال الترمذي : هذا حديثٌ غريبٌ ، إسناده ليس بالقوي ، وكعبٌ ليس هو بمعروف ، ولا نعلم أحدًا روى عنه غير لَيْث بن أبي سُلَيم
Tirmidzi menyatakan: Hadis ini adalah gharib ( nyelneh ) . Sanadnya tidak kuat> Kaab tidak dikenal dan kami tidak mengetahui orang yg meriwayatkan dari padanya kecuali Laits bin Abi Sulaim.
Komentarku ( Mahrus ali ): 
Jadi illat hadis tsb adalah nyelehen, tafarrud , Kaab majhul ( tidak dikenal ) , sanadnya tidak kuat . Jadi ia lemah.
Al bani memberikan komentar sbb :
اسناده ضعيف ، علته ليث وهو ابن أبي سليم وكان اختلط . وسعيد ابن أبي زيد فيه ضعف . وقد تابعه شريك وهو مثله في الضعف عن ليث به 
Sanadnya lemah, illatnya terdapat laits bin Ab u Sulaim  yang  telah kabur hapalannya . Said bin Abi Zaid yang lemah . Dan sungguh ia juga diriwayatkan oleh Syarik tapi sama lemahnya dari Laits.
Hadis sahih atau lemah yg anda sampaikan tentang sholawat atau yg blm anda sampaikan tetap mengarah kpd sholawat yg tidak syirik, afdholnya sholawat yg dari Rasulullah shallahu alaihi wasallam, bukan sholawat bid`ah , apalagi yang syirik spt Nariyah dan Thibbul qulut atau Nuril anwar.
Saya sendiri sampai saat ini tidak mengetahui dengan data yg valid siapakah sosok yang mengarang sholawat Nariyah , apakah  dia  ulama  atau juhala, penjahat  atau orang baik, pendusta atau orang jujur, ahli syirik atau ahli tauhid?

Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )
wastsApp 088803080803
BBM invite 5E6821C9


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan