Jumat, April 01, 2016

Jawabanku untuk seorang Ustadz di As sa`adah

As-sa'adah Darusshofa Shofa Al-chafid Ya ada pd sholawat nariyah itu bukan minta langsung pd Nbi Muhammad SAW.
Coba lihat terjemahnya:
Tanhalu bihil uqodu dn seterusnya.
Arti kta:
TANHALU ;semoga terurai.
BIHI: dengan berkahnya Ni Muhammad SAW.
UQODU : segala buhulan.
Jd kata2 BIHI di situ berarti dg berkahNya
( kekasihnya Allah)
Suka • Balas • 43 menit
Mahrus Ali Mknu
Mahrus Ali Mknu As-sa'adah Darusshofa Shofa Al-chafid , mengapa tdk langsung berdoa pada Allah, apakah tidak dengan pertolongan Allah buhul buhul atau kesulitan bisa di bereskan , kok dengan berkahnya mayat . Mana dalilnya kesulitan bisa beres dengan berkahnya mayat
Komentarku ( Mahrus ali ):
Anda menyatakan:
As-sa'adah Darusshofa Shofa Al-chafid Ya ada pd sholawat nariyah itu bukan minta langsung pd Nbi Muhammad SAW.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Sholawat nariyah itu sholawat , ya`ni minta pada Allah bukan pada Nabi shallahu alaihi wasallam agar memberikan rahmat kepada Nabi shallahu alaihi wasallam .
Yang menjadi persoalan adalah dengan Nabi Muhammad buhul atau kesulitan bisa terselesaikan atau buhul bisa terlepas bukan dengan Allah yang Maha Esa.
Untuk lebih jelasnya kita ini harus tahu redaksi sholawat Nariyah sbb:
اللهُمَّ صَلِّ صَلاَةً دَائِمَةً وَسَلِّمْ سَلاَماً تَامّاً عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الكُرَبُ وَتُناَلُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَتُقْضَى بِهِ الحَوَائِجُ وَيُسْتَسْقَى الغَماَمُ بِوَجْهِهِ الكَرِيِمِ عَدَ دَ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
Ya Allah berikan rahmat yang langgeng dan kesejahteraan yang sempurna kepada sayyidina Muhammad yang dengannya segala ikatan lepas ( segala kesulitan akan terselesaikan bukan dengan Allah) dan segala kesedihan akan lenyap karenanya ( jadi bukan karena pertolongan, rahmat atau karunia Allah ), dan dengan Nabi Muhammad segala cita – cita tercapai, segala kebutuhan akan di raih dan awan menurunkan hujan dengan nya ( dengan wajahnya Nabi Muhammad yang mulia ) sejumlah tiap kedip atau senafas dan sebanyak seluruh apa yang Engkau ketahui
Titik rawan adalah kalimat :
sayyidina Muhammad yang dengannya segala ikatan lepas ( segala kesulitan akan terselesaikan bukan dengan Allah) dan segala kesedihan akan lenyap karenanya ( jadi bukan karena pertolongan, rahmat atau karunia Allah ), dan dengan Nabi Muhammad segala cita – cita tercapai, segala kebutuhan akan di raih dan awan menurunkan hujan dengan nya ( dengan wajahnya Nabi Muhammad yang mulia )
Segala kesulitan bisa terselesaikan dengan Muhammad yang sudah meninggal dunia .
Kalau di lihat dari redaksi yang umum tsb maka mencakup nabi masih hidup atau sudah meninggal dunia. Bila dikatakan masih hidup akan menyalahi realita dimana sholawat ini belum ada. Dan dimasa sahabat maupun tabiin sholawat Nariyah ini belum ada. Tapi di ada – adakan setelah nya.  Dan ini termasuk sholawat yang bid`ah yang tertolak, bukan sunnah yang diterima. Ingatlah hadis sbb:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ (رواه البخاري ومسلم)
“Barangsiapa mengada-adakan sesuatu yang baru di dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk di dalamnya, maka ia tertolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bila dikatakan sholawat nariyah itu diterima oleh Allah, maka bagaimanakah kebid`ahan itu bisa di terima. Ia tertolak dan sesat.
Syaikh Muhammad Shaleh al Munajjid berkata:
أن فيها عبارات مخالفة للشرع ، وشركاً وغلواً في النبي صلى الله عليه وسلم ، ونسبة أفعال له لا يصح أن تنسب إلا لله عز وجل ، كقضاء الحوائج ، وحل العُقد ، ونيل الرغائب ، وحسن الخاتمة . وقد أمر الله نبيه صلى الله عليه وسلم أن يقول : ( قل إني لا أملك لكم ضراً ولا رشداً ) ،
Sesungguhnya dalam sholawat Nariyah terdapat redaksi yang menyalahi sariat, syirik dan berlebihan dlm menjunjung Nabi shallahu alaihi wasallam dan menyandarkan perbuatan yang tak boleh di sandarkan kecuali kepada Allah azza wajal seperti tujuan – tujuan bisa tercapai , kesulitan bisa terselesaikan dan husnul khatimah . ( Perbuatan ini adalah milik Allah, jangan disandarkan kepada Nabi shallahu alaihi wasallam yang menyelesaikannya ) .
Sungguh Allah telah memerintah kepada Nabi shallahu alaihi wasallam untuk berkata : Sesungguhnya aku tidak bisa berbuat bahaya atau manfaat / petunjuk untuk mu.
https://islamqa.info/ar/7505
Komentarku ( Mahrus ali ):
Segala kesulitan terselesaikan dengan Muhammad yang sudah meninggal dunia bukan dengan Allah yang Maha hidup.
Mestinya segala kesuitan itu akan beres dengan pertolongan Allah, bukan karena Muhammad yang sudah meninggal dunia. Kita ingat ayat:
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Di waktu hidupnya , Rasulullah shallahu alaihi wasallam sebagai nabi juga sering tertimpa musibah dan beliau tidak mampu untuk melenyapkannya tanpa pertolongan dari Allah , lalu bagaimana setelah wafatnya beliau bisa menyelesaikan seluruh kesulitan manusia disini atau di Negara lain , mulai beliau wafat sampai sekarang. Bukan Allah yang menyelesaikannya tapi Nabi shallahu alaihi wasallam yang terkubur di Madinah. Ini akidah menyimpang dari ajaran al quran. Ia ajaran orang sesat.
Ada yang bilang maksudnya adalah dengan berkah Nabi shallahu alaihi wasallam .
Saya katakana: Mana dalilnya bahwa persoalan seluruh manusia dan jin di seluruh dunia mulai dulu sampai sekarang terselesaikan dengan berkah Nabi shallahu alaihi wasallam yang sudah wafat, bukan dengan rahmat Allah yang Maha hidup.
Persoalan yang sulit bisa terselesaikan dengan izin Allah tanpa berkah Rasulullah shallahu alaihi wasallam atau berkah seluruh wali dan Rasul.
Meski dengan berkah mereka, bila Allah tidak mengizinkan, maka kesulitan tidak akan terselesaikan.
Berkah mayat bisa menyelesaikan seluruh persoalan umat ini bertentangan dengan ayat YUnus 107 tadi.
Allahlah yang menyelesaikan persoalan umat bukan mayat Nabi atau lainnya , mulai dulu sampai sekarang. Ini akidah tauhid dan persoalan selesai berkat wali atau nabi adalah syirik.
Makanya sholawat Nariyah itu tinggalkan saja untuk menyelamatkan akidah kita, lakukan sholawat yang sesuai dengan tuntunan bukan sholawat yang syirik itu.

Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )
wastsApp 088803080803
BBM invite 5E6821C9


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan