Jumat, Mei 20, 2016

Pertanyaan dr bapak H. Nuruddin

Pertanyaan dr bapak H. Nuruddin

Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran di malam yang berkah, dan sesungguhnya Kami yang memberi peringatan. () Di malam itu diturunkan setiap takdir dari Yang Maha Bijaksana.” (QS. Ad-Dukkhan: 3 – 4).

Diriwayatkan dari Ikrimah – rahimahullah – bahwa yang dimaksud malam pada ayat di atas adalah malam nisfu syaban. Ikrimah mengatakan:

أن هذه الليلة هي ليلة النصف من شعبان ، يبرم فيها أمر السنة

Sesungguhnya malam tersebut adalah malam nisfu syaban. Di malam ini Allah menetapkan takdir setahun. (Tafsir Al-Qurtubi, 16/126). Pernyataan ini shohih tdk usntad, trims
وهذا أثر مقطوع من قول عكرمة، وجمهور المفسرين من الصحابة والتابعين، وأئمة التفسير على أن المراد بالآية ليلة القدر، لأنها هي التي نزل فيها القرآن. 
والله أعلم. 

Atsar ini  terputus, ia hanya perkataan Ikrimah .
JUmhur ahli tafsir dari kalangan sahabat , tabiin  dan Imam – imam Tafsir menyatakan bahwa maksud ayat tsb adalah lailatul qadar > Sebab , itulah malam  turunnya al quran.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Itu hanya pendapat ikrimah bukan hadis.
Bila benar bgt, mk tiada lailatul qadar di bulan Ramadhan dan akan menentang dengan hadis – hadis  sahih  untk mencari lailatul qadar di mlm dua puluh ke atas yg ganjil
Bila kita dahulukan pendapat Ikrimah, kita akan buang hadis Rasul shallahu alaihi wasallam tentang lailatul qadar.

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=11483
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan