Selasa, Juni 07, 2016

Kisah pedét ajaib





Imam Al Baghowi bercerita dalam kitab Al Ma`alim:Seorang lelaki  salih mempunyai anak masih kecil dan  pedet  betina  yang dibawanya ke  hutan,   lalu berkata: "Ya Allah aku menitipkan padamu pedet ini untuk anakku, hingga anakku besar."
Lelaki itu meninggal dunia, dan pedet masih hidup di hutan dengan bebas, tidak ada orang yang menggembalanya. la senantiasa lari dari orang yang  memandangnya. Ketika anak dewasa, ternyata amat baik dan berbakti kepada ibunya. Dia  membagi malam menjadi tiga ; sepertiga malam untuk menjalankan salat,
sepertiga lagi untuk tidur dan  sepertiga lagi untuk berbakti kepada ibunya. la senantiasa duduk di dekat kepala ibunya yang lagi tidur.
Bila pagi telah tiba, Dia berangkat kehutan untuk mencari kayu dan dibawanya dengan punggungnya, lalu dijual di pasar. Kemudian bila berhasil memperoleh uang,  dibagi tiga, 1. sepertiga untuk disedekahkan. 2. sepertiga lagi untuk ibunya 3. dan sepertiga lagi untuk makan.
Pada suatu hari, ibunya berkata: Ayahmu memberi warisan  lembu betina padamu
yang dititipkan di hutan ini............ Oleh karena itu,cepatlah pergi ke sana dan berdoalah kepada Tuhan Nabi lbrahim, Ismail, Ishak dan Ya'qub agar mengembalikan lembu itu padamu. Tandanya bila kamu melihatnya kamu akan "mengira bahwa ada sinar mata hari yang keluar dari kulitnya."
 Ibunya sendiri memberi nama pedet itu dengan pedet berkulit emas, lantaran  warnanya  kuning dan dipandang indah.
Pemuda itupun datang ke hutan, lantas melihat lembu itu sedang memakan rerumputan, lalu berteriak dan berkata: "Aku memanggil engkau dengan nama Tuhan lbrahim, Ismail, Ishak dan Ya'qub, hendaklah kamu cepat kemari."
 Lembu itu datang menghampirinya, sehingga di hadapannya, lantas dipegang lehernya dan dituntun. Akhirnya lembu itu berkata: "Wahai pemuda yang berbakti kepada ibunya, naiklah di punggungku, kamu akan lebih ringan,tidak lelah dalam perjalanan."
Pemuda itu menjawab:"Sesungguhnya ibuku tidak memerintahkan aku untuk naik di atas punggungmu, tetapi ibuku hanya berkata:
"Peganglah lehernya."
Lembu itu berkata: "Dengan nama Tuhan Banu Israil, bila kamu naik di atas punggungku, kamu tidak akan mampu menguasaiku lagi untuk selama-nya. Oleh karena itu, pergilah kamu bersama kami, seandainya kamu mau memerintah gunung untuk pergi bersamamu maka gunung itu akan ikut padamu sebab engkau berbakti kepada ibumu."
Pemuda itu membawa lembunya hingga sampai di hadapan ibunya, lalu ibunya berkata:  "Sesungguhnya engkau ini orang fakir, kamu mungkin merasa lelah mencari kayu di hutan diwaktu siang dan salat diwaktu malam.
Oleh karena itu, berangkatlah dan juallah lembu ini."
Pemuda itu berkata: "Dengan harga berapa aku menjualnya?" Sang ibu menjawab: "Juallah dengan harga tiga dinar dan kamu jangan sampai menjual kecuali setelah bermusyawarah dengan aku."
Jadi harga lembu itu tiga dinar lalu pemuda itu pergi ke pasar, lantas Allah mengutus malaikat untuk melihat makhluk yang taat ini dan kekuasaanNya, disamping untuk menguji  kebaktian pemuda ini kepada ibunya.
Sungguhpun demikian Allah Maha Waspada kepadanya. Lantas malaikat bilang kepada pemuda itu; "Dengan harga berapa kamu menjual lembu ini?" Pemuda itu menjawab: "Dengan harga tiga dinar, tapi aku masih perlu bermusyawarah kepada ibuku terlebih dahulu."
 Malaikat berkata: "Saya beli dengan harga enam d inar, tapi kamu jangan sampai pergi teriebih dahulu kepada ibumu untuk minta pendapatnya."
Pemuda itu dengan tegas menjawab: "Seandainya kamu memberiku emas seberat lembu ini, aku tidak akan memberikan kepadamu kecuali aku bermusyawarah terlebih dahulu dengan ibuku." Pemuda itu pergi ke ibunya dan memberi tahunya tentang penawaran harga lembu.
Ibunya berkata lagi: "Nah sekarang juallah dengan harga enam dinar dengan syarat kamu jangan menjual lembu itu kecuali harus bermusyawarah kepadaku lagi sehingga engkau mendapat kerelaanku."
Pemuda itu berangkat lagi ke pasar, lalu malaikat datang lagi dan berkata: "Bagaimana kamu sudah bermusyawarah pada ibumu?"
Pemuda itu berkata: "Aku tidak boleh menjualnya kecuali dengan harga enam dinar, tapi aku harus kembali lagi untuk bermusyawarah pada ibuku teriebih dahulu."
Malaikat berkata: "Sesungguhnya aku memberi mu dua belas dinar dengan syarat kamu tidak usah minta pendapat ibumu lagi.
Sungguhpun demikian pemuda itu masih enggan menjualnya dan memberitahu kepada ibunya tentang penawaran yang terakhir ini.
Ibunya bilang: "Sesungguhnya orang yang datang padamu itu adalah malaikat yang diutus oleh Allah padamu dengan rupa manusia biasa untuk mengujimu. Bila nanti datang lagi kepadamu,  katakan kepadanya: "Apakah kamu menyuruhkun untuk menjual lembu ini atau tidak?"
 Pemuda itu mengikuti perintah ibunya, lalu malaikat itu berkata: "Pergilah kepada ibumu, dan katakan kepadanya: "Jangan jual lembu ini, sebab nanti Musa bin lmran akan membelinya untuk salah satu orang banu Israil yang terbunuh. Oleh karena itu, janganlah dijual teriebih dahulu kecuali dengan harga emas yang memenuhi kulitnya. "
Akhirnya pemuda itu tidak jadi menjual lembunya, lantas Allah mentakdirkan kepada banu Israil untuk menyembelih lembu itu, dimana mereka minta bagaimana sifat lembu yang  diperintahkan oleh Allah untuk menyernbelihnya, sehmgga Allah memerintahkan mereka untuk menyembelih lembu dengan sifat yang persis milik pemuda itu.
Karunia dan rahmat yang diberikan oleh Allah kepada pemuda itu lantaran kebaktiannya kepada ibunya.
Aku  ( penulis  ) berkata:” Aku belum menjumpai hadis atau ayat yang mendukung kisah di atas.
Di riwayatkan tentang kisah lembu  beberapa kisah  sbb:
Sesungguhnya seorang lelaki  dari Banu Israil  mempunyai anak lelaki. Dia punya  anak lembu,   lalu di lepaskan di hutan  lalu berdoa: “ Ya Allah ! Sesungguhnya  aku menitipkan  anak lembu ini kepada mu untuk anak kecil ini
Lelaki itu meninggal dunia. lalu sang anak menjadi besar dan berbakti kepada ibunya,   ibunya berkata kepadanya: Sesungguhnya  ayahmu menitipkan  anak lembu kepada Allah untukmu,  pergilah dan ambillah. Ketika   lembu itu melihat,lalu datang kepadanya.Sang  anak  memegang kedua tanduknya.
Lembu itu buas, lalu di tuntun ke ibunya.  Banu Israil menjumpainya,  lalu mereka melihatnya sesuai dengan sifat lembu yang di cari, lalu  mereka menawarnya, lalu mereka keberatan tentang harganya.Harganya masih tidak menentu [1]
Menurut Ikrimah,  harganya  tiga dinar, lalu mereka  datang kepada Nabi Musa as, lalu berkata:”Harganya  membikin kami berat “.
Musa berkata:”  Relakanlah dia untuk memberi harga miliknya,   mereka membelinya  sesuai dengan timbangan  lembu itu  atau sepuluh kali lipatnya sebagaimana di katakan oleh Assudi
Ada yang berkata:   Dinar yang memenuhi muatan kulitnya.
Makki berkata: “ Lembu ini dari langit  bukan dari jenis lembu bumi. Wallahu a`lam [2]
Aku  ( penulis  )berkata:  Di kitab tafsir Qurthubi di jelaskan dengan kalimat: “ Diriwayatkan “ sebagai tanda bahwa  kisah tsb lemah.   Di tafsir Ibnu kasir di katakan bahwa  kisah tsb sumbernya dari Abul aliyah  atau Ibnu Abbas  bukan dari nabi Muhammad SAW. tapi isi kisahnya berbeda sekali [3]



[1] Tafsir qurthubi  454 /1
[2] Tafsir qurthubi  455 /1
[3] Tafsir Ibnu Kasir  109/1
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan