Minggu, Juni 19, 2016

Komentarku untuk Imam Ramli


فتاوى الرملي - (ج 2 / ص 172)
( سُئِلَ ) عَنْ الْمُرَقِيِّ الَّذِي يَخْرُجُ أَمَامَ الْخَطِيبِ يَقُولُ { إنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ } الآيَةُ هَلْ لِذَلِكَ أَصْلٌ فِي السُّنَّةِ وَهَلْ فُعِلَ ذَلِكَ بَيْنَ يَدَيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا هُوَ مَفْعُولٌ الآنَ أَوْ فَعَلَهُ أَحَدٌ مِنْ الصَّحَابَةِ أَوْ التَّابِعِينَ رِضْوَانُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ بِهَذِهِ الصِّفَةِ الْمَذْكُورَةِ ؟
Dalam Fatawa arramli Juz 2/172
(Ditanya) untuk muraqqi  yang datang di depan al-Khatib lalu mengatakan bahwa Allah dan para malaikat-Nya membaca sholawat pada Nabi! Ayat .
Apakah ada landasannya dlm sunnah rasul?.
Apakah hal itu dilakukan dimuka  Nabi saw, seperti apa yang di jalankan  sekarang, atau salah satu sahabat atau pengikut mereka, Allah radhilyalloh anhuma. Mereka melakukan ini dengan cara yang  disebutkan tadi ?

( فَأَجَابَ ) بِأَنَّهُ لَيْسَ لِذَلِكَ أَصْلٌ فِي السُّنَّةِ وَلَمْ يُفْعَلْ ذَلِكَ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ { كَانَ يُمْهِلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ حَتَّى يَجْتَمِعَ النَّاسُ فَإِذَا اجْتَمَعُوا خَرَجَ إلَيْهِمْ وَحْدَهُ مِنْ غَيْرِ شَاوِيشٍ يَصِيحُ بَيْنَ يَدَيْهِ
(Beliau menjawab) bahwa itu tidak ada landasannya  dalam  sunnah Rasul. Dan tidak dilakukan dimuka  Nabi saw, tetapi {Rasulullah SAW menunggu pada hari Jumat hingga orang-orang  berkumpul . Jika mereka berkumpul , Rasulullah SAW sendiri  keluar tanpa syawis yang  berteriak di mukanya

Komentarku ( Mahrus ali )
Mungkin di Indonesia , maksudnya adalah Bilal atau Muraqqi yang bid`I itu.
Lantas Imam Ramli melanjutkan tulisannya sbb :

فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ سَلَّمَ عَلَيْهِمْ فَإِذَا صَعِدَ الْمِنْبَرَ اسْتَقْبَلَ النَّاسَ بِوَجْهِهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ ثُمَّ يَجْلِسُ وَيَأْخُذُ بِلاَلٌ فِي اْلأَذَانِ فَإِذَا فَرَغَ مِنْهُ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ مِنْ غَيْرِ فَصْلٍ بَيْنَ اْلأَذَانِ وَالْخُطْبَةِ } لاَ بِأَثَرٍ وَلاَ خَبَرٍ وَلاَ غَيْرِهِ
Jika Rasulullah SAW memasuki masjid, membaca salam kepada  mereka jika pergi ke podium  , beliau menghadap orang-orang dan membaca salam  kepada mereka. Kemudian duduk, dan   Bilal membaca adzan.
Ketika ia selesai,  Nabi saw berdiri  untuk berkhotbah tanpa  pemisah antara adzan dan khotbah} tidak membaca atsar , hadis  atau apapun,

Komentarku ( Mahrus ali )
Mana dalilnya ketika Rasulullah SAW masuk masjid dan duduk di mimbar membaca salam terlebih dahulu . Berkatalah yang jujur agar umat ini bisa meniru perbuatan Rasulullah SAW yang orginal . Katakan itu budaya yang tidak berlandaskan dalil yang pas. Hal ini bila tidak sy komentari , mk  umat tdk paham tuntunan Rasul yg asli  ketika  akan hutbah. Lalu  budaya lingkungan yg menyebar dan di pakai masarakat  tanpa  Tanya  dalilnya . Lihat hadis sbb : 
Lihat hadis sbb :

Ibnu Abbas raberkata:
خَرَجَ رَسُولُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ بِمِلْحَفَةٍ قَدْ عَصَّبَ بِعِصَابَةٍ دَسْمَاءَ حَتَّى جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ النَّاسَ يَكْثُرُونَ وَيَقِلُّ اْلأَنْصَارُ حَتَّى يَكُونُوا فِي النَّاسِ بِمَنْزِلَةِ الْمِلْحِ فِي الطَّعَامِ فَمَنْ وَلِيَ مِنْكُمْ شَيْئًا يَضُرُّ فِيهِ قَوْمًا وَيَنْفَعُ فِيهِ آخَرِينَ فَلْيَقْبَلْ مِنْ مُحْسِنِهِمْ وَيَتَجَاوَزْ عَنْ مُسِيئِهِمْ فَكَانَ آخِرَ مَجْلِسٍ جَلَسَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Rasulullah SAW  keluar waktu sakit akhir hayatnya dengan mengenakan kemul dan mengikat kepalanya dengan ikat hitam, lalu duduk di mimbar. Beliau memuji kepada Allah, lalu berkata: Amma` ba`d. sesungguhnya manusia akan menjadi banyak dan sahabat Ansor sedikit sehingga mereka di kalangan manusia laksana garam di makanan. Barang siapa diantaramu menduduki kekuasaan yang bisa berbuat bahaya kepada suatu kaum dan bermanfaat kepada kaum lainnya, maka terima orang baik di antara Ansor dan maafkan yang jelek. Itulah akhir majlis yang di lakukan oleh Rasulullah SAW [1] Hadis lemah karena perawi Abd rahman bin Sulaiman yang lemah.
Tapi  ada riwayat sahih imam Ahmad nomer 1561[2] Al bani juga menyatakan hadis tsb sahih [3]  Imam Muslim meriwayatkannya dengan jalur sahih di nomer 1387
Dalam hadis yang baru kita  baca itu , ternyata Rasulullah tidak membaca salam ketika keluar  atau ketika duduk di mimbar .




[1] HR Bukhori 3429,
[2] Hadis tsb juga tercantum di kitab Jamiul masanid  140/2 55/3. Misykatul mashobih   592/10 Al fathul kabir 252/1
[3] Sahihul jami` 1352
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan