Minggu, Juni 26, 2016

Zakat fitrah yang tepat adalah korma bukan beras


Di tulis oleh H Mahrus ali
Zakat fitrah kurma lebih tepat
Untuk bahan makanan pokok beras, saya sendiri belum menjumpai dalil yang akurat yang memperkenankan untuk zakat fitrah. Saya masih senang sami`na wa atho`na terhadap pilihan Rasulullah SAW dlm zakat fitrah sebagaimana hadis sbb :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ حُرٍّ وَعَبْدٍ ذَكَرٍ وَأُنْثَى صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ *
Ibnu Umar ra berkata :” Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah bagi setiap orang kecil, besar , budak , merdeka atau lelaki dan perempuan satu gantang kurma atau gandum . Ibnu Umar ra sendiri selalu mengeluarkan zakat fitrah dengan kurma , terkadang gandum tapi jarang .Dan tiada satupun sahabat yang mengeluarkan zakat fitrah beras , lalu kita ikut mereka . Manusia lebih condong kepada pendapat yang nyeleot yang tidak ada dalilnya .
بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ
Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.
Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ أُمَّتِي كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا فَجَعَلَتِ الدَّوَابُّ وَالْفَرَاشُ يَقَعْنَ فِيهِ فَأَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ وَأَنْتُمْ تَقَحَّمُونَ فِيهِ
Sesungguhnya perumpamaan ku dan umatku laksana seorang lelaki yang menghidupkan api ,lalu laron – laron dan serangga – serangga berjatuhan kepadanya . Aku pegang tempat ikatan sabukmu , sedang kamu mau masuk ke dalam api . Jadi ajaran hadis ini penyetop agar kamu tidak terbakar api Neraka . terserah kamu ingin ke surga atau sebaliknya .Bila ingin ke surga ,peganglah hadis , kamu akan tenang, sreg ,dan Allah membelamu .

Silahkan hubungi kami 
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )
 https://www.facebook.com/mahrus ali MKnu
watsApp 088803080803
BBM invite 5E6821C9

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan