Minggu, Juli 24, 2016

Ibu Hamil Tewas dalam Angkot, Ahok: Salah Suaminya



Nusanews.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebutkan peristiwa meninggalnya seorang ibu hamil di dalam angkot bukan karena kesalahan tindakan medis Puskesmas di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Justru, Gubernur menyalahkan suaminya kurang sigap dan menuding pemberitaan media malah mengaburkan fakta yang sebenarnya.

"Bukan itu bukan kesalahan Puskesmas, itu memang harusnya dia datang ke dokter hari ini misalnya, tapi suaminya nganternya besok, dan itu beritanya juga salah," kata Ahok, sapaan karibnya, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (22/07/2016).

Menurut Ahok, kesalahan pemberitaan yang dia maksud adalah ibu hamil bernama Aminah itu tidak pernah sampai ke Puskesmas di bilangan Ciracas melainkan langsung diantarkan sopir angkot ke RSUD Pasar Rebo ketika mendapati kandungan Aminah berkontraksi.


"Jadi dia bukan diantar ke Puskesmas pakai angkot, lalu Dokter Puskesmas merujuk ke RSUD pakai angkot, enggak gitu, dia langsung ke RSUD, langsung penanganan kok," tutur Gubernur.

Ahok pun bersikeras justru akan meminta catat kesehatan Almarhumah Aminah. "Karena orang ini hamil dia sering enggak cek, itu yang lagi kita suruh cek sekarang," katanya.

Sebelumnya diberitakan tentang nasib nahas yang menimpa Aminah dan bayinya. Aminah dan bayinya meninggal di dalam angkutan umum saat perjalanan menuju Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kejadian ini bermula ketika Aminah naik angkutan umum 03 jurusan Cililitan-Centex. Di dalam angkot itulah, Aminah tiba-tiba merasa mau melahirkan. Dia pun dibawa sopir angkot ke Puskesmas Ciracas. Sampai di sana para petugas medis langsung mengambil tindakan di dalam angkot.

Namun, pihak puskesmas merujuk ke RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur karena kondisi Aminah semakin memburuk. Sampai di RSUD Pasar Rebo, ibu hamil itu pun segera ditangani oleh tim dokter. Sayangnya, nyawa Aminah dan bayinya tidak tertolong meskipun tim dokter sudah berusaha semaksimal mungkin. (rn)

*[NUSANEWS.com]*
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan