Minggu, Juli 10, 2016

Jawabanku untuk Abuya kanaya

 
[06:52, 7/9/2016] +62 895-3449-88036: Wajh istidlal :
صل على الارض.
Stelah sebelumnYa ada :
فراه يصاى على وسادة
Ust.Abuya kanaya menulis : 
[06:52, 7/9/2016] +62 896-1266-5884: Ini dalil sholat wajib bukan di atas tanah
[06:54, 7/9/2016] +62 817-0214-141: nah tinggal dijawab pertanyaan ana hadits itu dloif atau tidk,. apabila shohih/hasan maka keihtimalan bhw al ardlu disana umum bisa gugur dgn hadits yg ana pertanyakan diatas. wallahu a'lam.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Menurut al albani  hadis tsb sahih , lihat hadisnya sbb:
عن جابر أن رسول الله صلى الله عليه و سلم عاد مريضا فرآه يصلي على وسادة فأخذها فرمى بها فأخذ عودا ليصلي عليه فأخذه فرمى به وقال : صل على الأرض إن استطعت وإلا فأوم إيماء واجعل سجودك أخفض من ركوعك . رواه البيهقي بسند قوي (4359)، وصححه الألباني في السلسة الصحيحة (323)
Dari Jabir , sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   berkunjung kpd orang sakit. Rasul melihatnya melakukan salat  ( dengan  sujud ) pd bantal.
Bantal itu di ambil oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  , lalu dilemparkan. Dia mengambil kayu untuk  salat di atasnya ( sujud padanya ).
Lantas kayu itu di ambil oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  , lalu di lemparkan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bersabda : Salatlah di atas bumi bila kamu mampu / Bila  tdk , cukup beri isarat. Jadikan sujudmu lebih rendah dari pd rukukmu . HR Baihaqi dengan sanad kuat.  Al albani mensahihkan dlm kitab silsilah  as sahihah  323.
أصل صفة صلاة النبي صلى الله عليه وسلم (1/ 97)
2) {أي: خشبة؛ في " لسان العرب ":
" (العود) : كل خشبة دَقَّت. وقيل: (العود) : خشبة كل شجرة - دَقَّ أو غَلُظَ –
Ust.Abuya kanaya menulis : 
[06:52, 7/9/2016] +62 896-1266-5884: Ini dalil sholat wajib bukan di atas tanah
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Pahamku hadis tsb menunjukkan perintah salat di atas tanah, larangan  salat atau bersujud  di bantal atau kayu.
Bila  hadis itu di artikan perintah untuk salat di selain tanah, mk  untuk apa bantal dan kayunya yg akan  di buat  sujud di ambil dan di lemparkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  .
Bila hadis itu di buat landasan bolehnya salat di atas sajadah, mk untuk apa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bersabda : Salatlah di atas bumi atau tanah bila kamu mampu. Maksudnya sujudlah di bumi atau tanah. Jangan sujud di tikar atau sajadah.
Bla kita sujud di sajadah dlm  salat  wajib , mk kita menon aktifkan hadis itu , mencancelnya , membuangnya. Dan kita termasuk tdk taat pd RasulNya. Ingatlah ayat :
مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَآ اَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا.

        "Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah.  Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan), maka Kami tidak mengutusmu untuk jadi pemelihara bagi mereka".  An-Nisa', 4:80.

Manshur al Buraidi mengatakan:
أجمع العلماء أنه لا يجوز أن يصلي أحد فريضةً على الدابة من غير عذر ، وأنه لا يجوز له ترك القبلة إلا فى شدة الخوف8، لحديث عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ ، قَالَ : رَأَيْتُ النَّبِيّ وَهُوَ عَلَى الرَّاحِلَةِ يُسَبِّحُ ، يُومِئُ بِرَأْسِهِ قِبَلَ أَىِّ وَجْهٍ تَوَجَّهَ ، وَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي الصَّلاةِ الْمَكْتُوبَةِ .رواه البخاري ومسلم . وروى ابن عُمَرَ وَجَابِر مثله ، وَقَالَ جَابِر : فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يُصَلِّىَ الْمَكْتُوبَةَ نَزَلَ ، فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ
Ulama telah ijma` tidak diperkenankan menjalankan shalat wajib di atas binatang ( unta atau lainnya ) tanpa ada uzur. Tidak diperkenankan meninggalkan menghadap kiblat kecuali dalam keada an sangat takut karena ada  hadis Amir bin Rabi`ah  yang berkata: Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  menjalankan shalat  sunat di atas kendaraannya   dengan berisarat dengan kepalanya  dan menghadap kemana saja. Namun hal itu tidak di lakukan oleh beliau dalam shalat wajib. HR Bukhari dan Muslim.
Ibnu Umar dan Jabir juga meriwayatkan hadis yang sama denganya.
Jabir sendiri berkata: Bila berkehendak untuk menjalankan shalat wajib, maka beliau turun dan menghadap kiblat.
-         
قال الإمام الصنعاني : والحديث دليل على أنه لا يتخذ المريض ما يسجد عليه حيث تعذر سجوده على الأرض ، وقد أرشده إلى أنه يفصل بين ركوعه وسجوده ، ويجعل سجوده أخفض من ركوعه ، فإن تعذر عليه القيام والركوع فإنه يومئ من قعود لهما جاعلا الإيماء بالسجود أخفض من الركوع ، أو لم يتعذر عليه القيام ، فإنه يومئ للركوع من قيام ، ثم يقعد ويومئ للسجود من قعود ؛ وقيل في هذه الصورة يومئ لهما من قيام يقعد للتشهد ، وقيل يومئ لهما كليهما من القعود ، ويقوم للقراءة ، وقيل : يسقط عنه القيام ، ويصلي قاعدا ، فإن صلى قائما جاز ، وإن تعذر عليه القعود أومأ لهما من قيام . سبل السلام (2/ 207)
Intinya: As shon`ani berkata:  Hadis itu sbg dalil  seorang yg sakit tdk diperkenankan membuat sesuatu untuk sujud bila dia tdk mampu sujud ke tanah……………….
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Apalagi yg segar bugar dan salat di masjid yg ber ac  lalu membuat sajadah , bantal , keramik  atau karpet untk  sujud tambah menyelisihi tuntunan. Dan tdk bisa  di katakana salat wajib di sajadah adalah  sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam .

Bila  benar bgt , mn dalilnya. 
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan