Jumat, Juli 08, 2016

Jawabanku untuk members di Group kajian fikih dan hadis


081334342562. Zain ali menulis  :    
 Bugiyatul mustarsidin hal 255 :
( ﻓَﺎﺋِﺪَﺓٌ ‏) ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺃَﻧَّﻪُ ﻳَﻜْﻔِﻰ ﻓِﻰ ﺍﻷُﺿْﺤِﻴَﺔِ ﺇِﺭَﺍﻗَﺔُ ﺍﻟﺪَﻡِ ﻭَﻟَﻮ ﻣِﻦْ ﺩَﺟَﺎﺟَﺔٍ ﻭَﺃَﻭْﺯٍ ﻛَﻤَﺎ ﻗَﺎﻟَﻪُ ﺍﻟﻤَﻴْﺪَﻧِﻰ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺷَﻴْﺨُﻨَﺎ ﻳَﺄَﻣُﺮُ ﺍﻟﻔَﻘِﻴْﺮَ ﺑِﺘَﻘْﻠِﻴْﺪِﻩِ ﻭَﻳَﻘِﻴْﺲُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻷُﺿْﺤِﻴَﺔِ ﺍﻟﻌَﻘِﻴْﻘَﺔَ ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﻟِﻤَﻦْ ﻭُﻟِﺪَ ﻟَﻪُ ﻣَﻮﻟُﻮﺩٌ ﻋَﻖَّ ﺑِﺎﻟﺪِّﻳْﻜَﺔِ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺬْﻫَﺐِ ﺇِﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱ ‏( ﻣَﺴْﺄَﻟَﺔٌ ‏) ﻣَﺬْﻫَﺐُ ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻲ ﻭَﻻَ ﻧَﻌْﻠَﻢُ ﻟَﻪُ ﻣُﺨَﺎﻟِﻔًﺎ ﻋَﺪَﻡَ ﺟَﻮَﺍﺯِ ﺍﻟﺘَﻀْﺤِﻴَّﺔِ ﺑِﺎﻟﺸَّﺎﺓِ ﻋَﻦْ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻦْ ﻭَﺍﺣِﺪٍ … ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻥْ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺨَﻄِﻴْﺐُ ﻭَ ﻡ ﺭ ﻭَﻏَﻴْﺮُﻫُﻤَﺎ ﻟَﻮ ﺃَﺷْﺮَﻙَ ﻏُﻴْﺮُﻩُ ﻓِﻰ ﺛَﻮَﺍﺏِ ﺃُﺿْﺤِﻴَﺔِ ﻛَﺄَﻥْ ﻗَﺎﻝَ ﻋَﻨِّﻰ ﻭَﻋَﻦْ ﻓُﻼَﻥٍ ﺃَﻭْ ﻋَﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻰ ﺟَﺎﺯَ ﻭَﺣَﺼَﻞَ ﺍﻟﺜَﻮَﺍﺏُ ﻟِﻠْﺠَﻤِﻴْﻊِ
( Faidah) dari Ibn 'Abbas rodliyallaahu 'anh : "Sesungguhnya dalam berqurban cukup dengan mengalirkan darah meskipun dari ayam jago atau angsa sebagaimana dikatakan oleh Al-Maidani. Syaichuna (Imam Abu Yahya Zakariya Al-Ansori) menganjurkan orang-orang fakir untuk mengikuti madzhab tersebut, aqiqah juga di analogkan pada masalah qurban. Syaichuna juga mengatakan bagi orang yang melahirkan bayi dapat meng-aqiqahi dengan ayam jago menurut madzhab Ibn Abbas. (Masalah) Madzhab Syafii dan saya tidak mengetahui ulama yang berbeda pendapat dengannya tentang ketidakbolehan berqurban dengan seekor kambing untuk orang yang lebih banyak dari satu orang … sampai pada pernyataan pengarang, Imam Khatib, Imam Ramli dan ulama yang lainnya berpendapat kalau orang lain bersekutu dalam masalah pahala qurban seperti ucapan seseorang: untukku atau ahli baitku maka hukumnya boleh dan pahalanya dapat diperoleh semuannya
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ibnu Abbas memperbolehkan korban dengan ayam tanpa dalil.
Bila kita ikuti, mk kita akan menyalahi tuntunan Nabi  shallallahu alaihi wasallam  dan para sahabat yg tdk pernah berkorban dengan ayam. IKuti sj hadis ini:
ثُمَّ انْكَفَأَ إِلَى كَبْشَيْنِ يَعْنِي فَذَبَحَهُمَا ثُمَّ انْكَفَأَ النَّاسُ إِلَى غُنَيْمَةٍ فَذَبَحُوهَا *
Lantas Nabi saw,  pergi  ke dua kambing  lalu di sembelih dengan tangannya . Kemudian orang – orang sama pergi ke kambing , lalu di sembelih sendiri 
Tdk boleh mengikuti orang tanpa dalil.
Imam Malik berkata :
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah . Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah .
 Imam Syafii yang menyatakan :
إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي .
Bila ada hadis sahih , maka  lemparkan perkataanku ke tembok . Bila kamu lihat hujjah telah berada di jalan , maka  itulah perkataan ku
 لاَ تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut orang , sebab  mereka mungkin juga salah .




Abahkm 2016 menulis  :
Baik, Kiyai Mahrus Ali..
Tolong kutipkan lagi hadits larangan memakan burung bercakar berikut riwayatnya..
Kita kaji bersama

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ وَعَنْ كُلِّ ذِي مِخْلَبٍ مِنَ الطَّيْرِ
Rasulullah SAW melarang  setiap binatang buas bertaring dan setiap burung yang punya cakar HR Muslim  1934
Sebetulnya hadis tsb  sudah jelas, tidak samar lagi. Karena kalimat mikhlab di takwil atau  ditafsiri  dengan  cakar yang memangsa. Ini yang menjadikan pengertiannya kabur. Tidak jelas  seperti  arti semula. Bila di artikan  spt  di kamus  yaitu  mikhlab  cakar  baik yang memangsa  atau  tidak, maka persoalan  selesai dan tidak berlarut – larut sampai kapanpun akan tetap menjadi persoalan seolah tidak ada solusinya.
Solusinya yang lain adalah ikut istri  Rasul dan  para  sahabat yang tidak makan Ayam. Ini cukup jelas.
Anda menyatakan lagi:
Kemudian beliau menyatakan bhw Ulama yg mendefinisikannya sbg cakar utk memangsa adalah pendefinisian scr takwil,
Komentarku ( Mahrus  ali ):
Maksud saya adalah asal arti cakar itu  umum baik yang memangsa atau bukan. Biarkan arti umum, jangan dihususkan untuk  cakar yang memangsa, lalu cakar Ayam bukan mikhlab karena tidak memangsa. Penghususan arti mikhlab dengan cakar yang memangsa ini pelintiran, bukan arti yang sebenarnya tapi arti palsu. Istilah saya "dengan ditakwil". Ya`ni asalnya untuk umum lalu dihususkan untuk yang memangsa dan cakar Ayam tidak  termasuk.
Bahasa arabnya  cakar ayam apa? Ttp mikhlabud dajaj.
Bila mikhlab di artikan husus cakar memangsa, mk apa bhs arabnya  cakar ayam.

Ahmad farid menulis  :
Apa g burung yg berkuku tajam yg diharamkan..???
[06:38, 7/8/2016] +62 857-3190-2556: Contohnya..
Burung hantu.
Burung Elang.. menulis  :
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Dlm bahasa pasaran arab: “ cakar ayam bahasa arabnya mikhlabud dajaj”. Lantas mengapa  mikhab di khususkan untuk cakar yg tajam , mn dalilnya .

Ahmad Satory menulis  ::
Para sahabat suka makan ayam.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Mana  dalilnya pr sahabat  suka makan ayam. Jangan berkata tanpa dalil.
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu( dalilmu ), jika kamu memang orang-orang yang benar". Namel 64
Di ayat lain, Allah menyatakan:
أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ(156)فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata? Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar. Shoffat.
Ayam di waktu pr sahabat spt kucing di sini , tdk dimakan.

H. Umar Abdullah menulis  :.
Kalo bebek halal karena kaki berselaput...
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sm saja bercakar. Tdk boleh makan bebek.
Bila dimakan , mk anda termasuk makan hewan yg bercakar.
Apa bhs INdonesianya  cakar bebek dan arabnya kan sama.



Wahyu Widayana menulis  :
Sebenarnya kata kuncinya itu di kalimat "mikhlab". Seandainya rujukannya ga usah jauh2, misalnya ke "Lisanul Arab" n bukan ke wikipedia pasti tidak akan muncul pendapat syadz seperti ini, n ga usah jauh2 pula analisanya
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Lihat di kamus lain :
فقه اللغة وسر العربية (ص: 92)
بُرْثُنُ السَّبُعِ. مِخْلَبُ الطَّائِر
Cakar hewan buas menggunakan kalimat burtsun. Untu  cakar burung menggunakan  mikhlab.
Tunjukkan hadis sahih yg tdk cacat dan tdk tafarrud pd zahdam bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   makan ayam.
Bila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   makan ayam, mesti akan ditiru para sahabatnya.
Tunjukkan hadis mereka makan ayam.


Wahyu Widayana menulis  :
Abu Isa at Turmudzi menilainya HASAN
Komentarku: Mahrus ali.
Meski Tirmidzi menyatakan hasan, lainnya mengatakan  sahih tetap sanadnya tafarrud pd  zahdam. Ia  hadis munkar.
وَإِطْلاَقُ الْحُكْمِ عَلَى التَّفَرُّدِ بِالرَّدِّ وَالنَّكَارَةِ أَوِ الشُّذُوْذِ مَوْجُوْدٌ فِي كَلاَمِ كَثِيْرٍ مِنْ أَهْلِ الْحَدِيْثِ
 Mengghukumi perawi yang secara sendirian meriwayatkan   tertolak , dikatakan mungkar , syadz memang ada dlm perkataan kebanyakan ahli hadis . Ulumul hadis 12/1
- حكم تفرد الراوي بالحديث:
1- كراهية المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه الناس" 1،
Hukum hanya seorang perawi yang meriwayatkan  hadis.( tafarrud )
1.         Ulama hadis  dahulu tidak suka atau benci terhadap riwayat  gharib ( nyeleneh )
Ulama hadis dahulu benci  terhadap  terhadap riwayat – riwayat yang gharib ( nyeleneh )  dan  hadis yang  di riwayatkan   oleh seorang  perawi , lalu di anggap   sebagai  hadis yang  terjelek  sebagaimana  di katakan   oleh Imam Malik rahimahullah: Ilmu  terjelek  adalah  yang gharib  dan  ilmu yang  terbaik adalah  yang tampak yang di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ). 1
 وقال سليمان الأعمش: »كانوا يكرهون غريبَ الحديث«2،
Sulaiman  al a`masy berkata : Mereka  tidak suka  dengan  hadis yang gharib 2.
 بل إن الإمام أحمد بن حنبل جعل مصطلح الغريب دليلا على الوهم، فقد نقل عنه محمد بن سهل بن عسكر أنه قال: « إذا سمعت أصحاب الحديث يقولون: «هذا الحديث غريب» أو« فائدة» فاعلم أنه خطأ، أو دخل حديث في حديث، أو خطأ من المحدث، أو ليس له إسناد، وإن كان قد رواه شعبة وسفيان»3.
Bahkan imam Ahmad bin Hambal  menjadikan istilah gharib sebagai tanda kekeliruan.  Sungguh  Muhammad bin Sahal bin Askar mengutip dari Imam Ahmad  bahwa beliau menyatakan: Bila  kamu  mendengar ahli hadis  berkata: Ini hadis gharib , atau faidah , ketahuilah ia adalah kekeliruan, atau hadis  masuk  dalam  hadis lain, atau kekeliruan dari  ahli hadis  atau orang yang menceritakannya  atau ia tidak punya sanad sekalipun diriwayatkan oleh Sufyan atau Syu`bah. 3

ذهب الخليلي إلى أن الحديث الذي تفرد به الثقة: "يتوقف فيه، ولا يحتج به".4
Al khalili menyatakan bahwa hadis  yang hanya seorang perawi  terpercaya yang meriwayatkannya di tahan dulu ( di inventarisir atau masih bimbang ) dan tidak boleh di buat hujjah  4.
واعتبر أبو عبد الله الحاكم ما تفرد به الثقة من قبيل الشاذ، فقال: "فأما الشاذ فإنه الحديث يتفرد به ثقة من الثقات وليس للحديث أصل متابع لذلك الثقة".5
 Abu Abdillah  al hakim  menganggap  hadis yang di riwayatkan  oleh hanya seorang perawi  terpercaya  ( tafarrud )   termasuk  syadz  / ganjil . Beliau berkata: Hadis  syadz  adalah hadis  yang  di riwayatkan    hanya seorang perawi terpercaya  dan tidak mempunya  asal ( hadis  lain ) yang mendukung perawi terpercaya  itu.

UR Bandung menulis  :  .
Klo boleh tahu gurunya ust mahrus ali tentang ilmu bahasa, hadits dan fiqihnya siapa yach ?
Apakah itu kesimpulan  pribadi ust mahrus ali dari yang dibaca atau kesimpulannya sdh dikonfirmasi kpd guru2 beliau kalau makna yang dimaksud dalam kitab yang dibacanya spt itu
Ditungggu ustadz
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bila sy taklid buta pd guru, mk  sy akan mengekornya dan tdk berani menyatakan keharaman ayam, bebek dan semua burung. Karena bercakar.
Keharaman  ayam ini , bila sy katakana dari guru, mk  sy berdusta. Lebih baik sy katakana dari  pengkajian  sy terhadap dalil yg berkaitan  dengannya dari ratusan  kitab  hadis yg saya miliki baik di bidang sanad, matan hadis , lughoh dll.
Taklid buta menyesatkan orang dulu juga orang sekarang.
Imam Ahmad berkata : .
لاَ تُقَلِّدْنِي وَلاَ مَالِكًا وَلاَ الثَّوْرِيَّ وَلاَ الشَّافِعِيَّ ;
Jangan ikut kepadaku ,atau Imam Malik , Tsauri atau Syafii 

Ali ra  berkata :
مَا كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ *
Aku  tidak akan meninggalkan sunah Nabi  S.A.W.    karena  perkataan orang “.
Imam Syafii menyatakan:
لَا تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا.
Dalam masalah agama,jangan ikut orang, sebab  mereka mungkin juga salah. 

Badrut tamam menulis  :.
Hadits nabi makan daging ayam ...mau di jawab bagaimana...?
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hadis itu tafarrud pd zahdam yg penduduk Basrah bukan penduduk Medinah.
Dalam majalah Buhus Islamiyah  terdapat keterangan:
ولهذا نقول إنه ينبغي لطالب العلم أن ينظر أن من قرائن الإعلال والرد للأحاديث، في تفردات الكوفيين والعراقيين على وجه العموم،
مجلة البحوث الإسلامية

Karena ini, kami katakan: Layak sekali bagi thalib ilm untuk melihat bahwa sebagian tanda cacat dan tertolaknya beberapa hadis adalah tafarrudnya perawi Kufah dan Irak secara umum .
BIla hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   mkn ayam itu sahih, mengapa para sahabat tdk meneladaninya lalu memakan nya ?
Mengapa ayam tdk di jual belikan di pasar.
Kpn para sahabat dan istri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   makan ayam.
Bila sy makan ayam, mn tuntunannya.

Jumaldi menulis  :
Mengharamkan apa yg dihalalkan allooh.. sungguh terlalu.. makan dajjaaj gak bileh.. pigi makan dajjal sono
Dalil yang mana yg di ikuti?
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Mana dalilmu bleh makan ayam.
Kalao  sy tdk makan ayam karena ittiba`
Para  sahabat tidak makan ayam. Sy ikut ayat ini:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ(100)
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. 100 Tobat
Ikut sahabat yg tdk makan ayam akan diridhoi oleh Allah. Ikut orang sekarang yg ngetren mkn ayam di benci Allah.Paling tdk tidak ada tuntunannya.
Sy tdk mkn ayam berpegangan kpd dalil: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   melarang burung yg bercakar .
Bila sy makan ayam, sy tdk punya dalil kecuali dalil yg masih bermasalah.



Emyu menulis  :
Andai Dalil nya berbunyi soreh "Ayam haram" its OK

Tp ini dalil nya kan berbunyi

"Burung yg punya cakar"

Apakah ayam masuk kdlm kategori "Burung yg bercakar" ?
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bila ayam tdk termasuk binatang bercakar, lalu termasuk apa ?
Bila cakar ayam tdk di katakan cakar, lalu dikatakan apa ?
Mikhlabud dajaj kalimat yg mashur di Negara arab.


Emyu menulis :
Disinilah :
1.smua imam Mujtahid dan smeua ulama salaf smapai mutaakhhirin (selain antum) memahami bhw aym tdk termasuk pada maksud hadis "burung yg punya cakar"
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ada sebagian ulama menyatakan:
وكم من إجماعٍ نقلوه وهو أبطل من الباطل. ولنا أن نذكر مقولة الإمام أحمد: «من ادعى الإجماع فهو كاذب
Banyak  ijma` yang mereka kutip  ternyata paling keliru. Kita ingat perkataan Imam Ahmad : Barang siapa yang  menyatakan Ijma` adalah  pendusta.
Ibnu Taimiyah berkata:
ولكن كثير من المسائل يظن بعض الناس فيها إجماعا ولا يكون الأمر كذلك بل يكون القول الآخر أرجح في الكتاب والسنة.
Tapi banyak sekali masalah – masalah yang dikira sebagian manusia mendapat Ijma`. Tapi hakikatnya  tidak begitu. Bahkan perkataan lainya  lebih  rajih ( dominan ) dalam  kitab al Quran dan sunnah ( maksudnya pendapat yang lain lebih cocok  menurut  al quran dan sunnah ) . Lihat  di Majmu`  fatawa  juz 20
Ibnu Hazem berkata:
المحلى [مشكول و بالحواشي] - (ج 7 / ص 345)
وَرَحِمَ اللَّهُ أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ فَلَقَدْ صَدَقَ إذْ يَقُولُ: مَنْ يَدَّعِي الإِجْمَاعَ فَقَدْ كَذَبَ، مَا يُدْرِيهِ لَعَلَّ النَّاسَ اخْتَلَفُوا  لَكِنْ لِيَقُلْ: لا أَعْلَمُ خِلافًا، هَذِهِ أَخْبَارُ الْمَرِيسِيِّ، وَالأَصَمِّ.
Semoga Allah memberi rahmat  kepada Imam  Ahmad bin Hambal . Sungguh benar beliau ketika  berkata: Barang  siapa yang mengaku Ijma` maka  sungguh dia berdusta.  Apakah dia tahu  barang kali manusia beda pendapat. Tapi katakan saja: Aku tidak tahu hilap dalam masalah ini. ………. Ini  adalah  berita – berita al marisi dan al asham (  ya`ni kabar Burung ).
وقال ابن القيّم :
« وكذلك الشافعي أيضا نصّ في رسالته الجديدة على أنّ ما لا يعلم فيه خلاف لا يقال له إجماع ، ولفظه لا يعلم فيه خلاف ، فليس إجماعا

Ibn Qayyim berkata: Begitu juga Imam Syafii menulis nas dalam  risalahnya yang baru bahwa  masalah yang  tidak diketahui terdapat hilap padanya  tidak boleh dikatakan Ijma` . Kalimatnya :
لا يعلم فيه خلاف ، فليس إجماعا
Tiada  hilap dalam suatu masalah bukan menunjukkan  Ijma`.

Emyu menulis:
2.antum memasukkan ayam dlm kategori "burung bercakar"
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bila ayam tdk termasuk gol burung lalu di masukkan ke  gol apa ?
Bukti ayam termasuk burung dari wikipedia , kalimatnya sbb:
الدَّجَاجُ، وَهُوَ جِنْسٌ مِنَ الطُّيُور
Ayam termasuk jenis burung.
Sumber: http://ar.wikipedia.org/wiki/%D8%AF%D8%AC%D8%A7%D8%AC%D8

Jadi antum bukan ikut dalil (dalil soreh) tapi antum ikut pemahaman antum sendiri dan menyelisihi pemahamn semua ulama salaf-mutaakhirin


Musriwan menulis  :.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

[Surat Al-Maeda : 87]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Yg menghalalkan ayam itu dalilnya mn.
Ber arti mereka tdk punya dalil  dlm memperbolehkan ayam.
Kalau sy  ittiba`, para sahabat tdk mkn ayam. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   melarang hewan yg bercakar burung atau ayam.

Wahyu widayana.
Saya jadi ingin tahu, menurut ust Mahrus, kedudukan kalimat من الطير dari hadits di atas sebagai apa? Tolong dijawab
Komentarku ( Mahrus ali ) :
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ وَعَنْ كُلِّ ذِي مِخْلَبٍ مِنَ الطَّيْرِ
Rasulullah SAW melarang  setiap binatang buas bertaring dan setiap burung yang punya cakar HR Muslim  1934
Minat thoiri jarun wa majrur,  atthoiri majurrun bikasrah liannhuu ismun mufradun

Nah sekarang kamu yg meng i`rab seluruhnya . ayo di coba.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan