Selasa, Agustus 09, 2016

Bung Hata: Banyak WNI turunan Cina memihak bangsa aslinya, WNI turunan Arab benar-benar berjuang untuk tanah airnya yang baru


BWKGO.COM, JAKARTA -  Surat Bung Hata: Sumpah Pemuda Indonesia Keturunan Arab dan Bedanya dengan Keturunan Cina

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husain Syihab mempublikasikan sebuah catatan dari Bapak Proklamasi Republik Indonesia, Muhammad Hatta, pada Selasa (9/8/2016).

Dalam catatan yang diunggah Habibrizieq.com, situs resmi milik Imam Besar FPI itu, dikemukakan tentang “Sumpah Pemuda Indonesia Keturunan Arab” pada tahun 1934.

Ditegaskan pula, beda sikap antara pemuda Indonesia keturunan Arab dengan keturunan Cina. Di mana, banyak sekali WNI turunan Cina yang pergi dan memihak kepada bangsa aslinya RRC. Berikut ini catatan selengkapnya.

Surat Bung Hatta:*

Tentang Sumpah Pemuda Indonesia Keturunan Arab 1934

Sumpah Pemuda Keturunan Arab ini, yang berisikan:

Tanah Air Peranakan Arab adalah Indonesia.
Karenanya mereka harus meninggalkan kehidupan sendiri (isolasi).
Dengan sumpah ini, yang ditepati pula sejak itu dalam perjuangan nasional Indonesia menentang penjajahan sambil ikut dalam organisasi GAPI dan kemudian lagi ikut dalam peperangan kemerdekaan Indonesia dengan laskarnya dengan memberikan kurban yang tidak sedikit, ternyata bahwa pemuda Indonesia keturunan Arab, benar-benar berjuang untuk Kemerdekaan Bangsa dan Tanah Airnya yang baru.


Sebab itu tidak benar apabila warga negara keturunan Arab disejajarkan dengan WN turunan Cina. Dalam praktik hidup kita alami juga banyak sekali WNI turunan Cina yang pergi dan memihak kepada bangsa aslinya RRC, WN Indonesia keturunan Arab boleh dikatakan tidak ada yang semacam itu. Indonesia sudah benar- benar menjadi tanah arinya.

Sebab itulah, salah benar apabila kedua macam WNI itu disejajarkan dalam istilah “nonpribumi”.

Jakarta, 24 November 1975


Mohammad Hatta

*Catatan asli surat tersebut ada pada A.R. Baswedan, Yogyakarta, Bapak Hari





Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan