Sabtu, Agustus 13, 2016

Jawabanku untuk Grup FMP


Ust Muhammad Nur Muttaqien menulis:
(6) Pak Kiayi mengatakan hanya ittiba Rasul. Tidak mau ijtihad. Padahal Pak Kiayi tidak sedang ittiba Rasul. Pak Kiayi sedang ittiba pada Fiqih Pak Kaiyi sendiri. Sama halnya dengan kami. Kamipun sedang ittiba Fiqih kami. Namanya fiqhul hadis. Rasanya tidak mungkin orang terlepas dari fiqhul hadis saat mengamalkan hadis.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
تعريف فقه الحديث:
قال القاضي عياض: "ثم التفقه فيه، [وهو]استخراج الحكم والأحكام من نصوصه ومعانيه، وجلاء مشكل ألفاظه على أحسن تأويلها، ووِفق مختلفها على الوجوه المفصلة تنزيلها"[4].

وقال الطيبي: "هو ما تضمنه متن الحديث من الأحكام والآداب المستنبطة"[5].

ففي"فتح الباري" لابن حجر جاء : "[هو]استنباط معاني الحديث واستخراج لطائفه وأحكامه، من الحديث وتراجم الأبواب الدالة على ما له وصلة بالحديث المروي فيه[6] على فهم سلف الصالح[7]".


رابط الموضوع: http://www.alukah.net/sharia/0/29018/#ixzz4HAEnu4BI

Kalau  fikih hadis sy  jls dari hadis – hadis yg menjelaskan  salat wajib Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   yg langsung ke tanah sbgmn keterangan sy yg lalu .
Lantas anda  yg menjalankan salat wajib  di sajadah, karpet, keramik, lantai dua atau kendaraan  itu mengambil  fikih dr  hadis  yg mn?, tunjukkan .
Dan  selama  dialog sy dg para  asatidz , syuyukh yg ada dlm grup WA  FMP ini , konon   ada  dosen dari Medinah  atau  allumninya , lulusan al azhar , jg ada  dr  thalib  ilmi  dr Jamiah  Sudan , ternyata tidk ada satupun dr mereka yg mampu mendatangkan hadis  tentang salat wajib Nabi  shallallahu alaihi wasallam di tikar . lalu fikih hadisnya  dr hadis mn?. Hadisnya tidak ada, bgmn ada fikih hadisnya.
Jadi landasan  salat di masjid  sekarang yg berkarpet itu  tdk ada landasannya  dari fikih hadis atau hadisnya.
Fikih hadis itu ada yg benar dan ada yg keliru atau  salah phm. Yg benar di katakan ittiba` dan yg salah di katakan ibtida` atau bikin ajaran baru tnpa landasan hadis.
Apakah  salat wajib Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   di tanah tanpa tikar untuk selama hidupnya , lalu anda  ambil  fikih hadisnya boleh melakukan salat  wajib di sajadah keramik, tikar , lantai dua dll.
Bila demikian , mk alangkah kelirunya fikih hadis  spt itu.Ia menyesatkan umat, tdk mengarahkan kpd jln para utusan Allah tp jalan musuh mereka. 
Jadi anda memperbolehkan salat wajib di keramik atau tikar di masjid itu   mengambil dari fikih hadis yg tidak ada hadisnya.
Ia  bukan fikih hadis tp tahrif yg jls , bukan apa adanya, tp meng ada – ada.
Lantas bila sy  yg menjalankan salat wajib di tanah  tdk di katakan ittiba`, lalu yg bgmn yg di maksud ittiba` itu?
Apakah salat di sajadah di katakana ittiba`. Bila demikian , perlu di tanyakan kpn Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   menjalankan salat wajib di sajadah? Jls tdk ada.
Yg benar, salat wajib di tanah landasan ittiba` dan salat wajib di karpet, kramik, marmer, hambal, tikar, dipan, lantai dua , kendaraan tdk punya landasan sm sekali. Ia bid`ah yg tertolak. Perhatikanlah keterangan sbb:
فيض الباري على صحيح البخاري (3/ 446)
من عَمِلَ عملا ليس عَلَيْهِ أمرُنا، فهو رَدٌّ). اسْتَشْهَدَ به البخاريُّ على البُطْلان، وحَمَلَهُ الناسُ على المعصية. فمعنى قوله: «فهو رَدٌّ» عند البخاري: أي باطلٌ، وعند آخرين: فهو غيرُ مقبولٍ، ومعصيةٌ.
Intinya menurut Bukhari amalan Bid`ah itu batal / tdk sah. Dan orang – orang mengarahkannya  kpd ma`siat. Menurut Bukhari Batil  dan menurut yg lain  tdk di terima dan maksiat.
 وجملةُ المقال: إن التقسيمَ عنده: ثُنَائي، فالشيءُ عنده، إمَّا صحيحٌ، أو باطلٌ.
Intinya menurut Bukhari -  sesuatu itu ada  dua sahih  atau batil.

Bila salat wajib di karpet,sajadah bergambar ka`bah kramik, marmer, turbah Husainiyah Syi`ah, hambal, tikar, dipan, lantai dua itu dikatakan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   mn dalilnya?, Tidak ada tuntunannya dan dalilnya . Ini realita dialog bersama asatidz dan  syuyukh  di grup WA FMP – sbg forum ilmiyah yg mulia ini . dimn mereka blm bisa menyampaikan satu hadispun tentang masalah di maksud sampai detik ini. Dn  sampai kpn masih di tunggu  demi kebenaran  dan menghindari kesalahan.
Jadi ia bid`ah yg tertolak, mengarah tdk sah menurut pemahaman Imam Bukhari tentang maksud  bid`ah tertolak. Walaupun Imam Bukhari ketika menuturkan hal itu bukan dlm rangka menerangkan salat wajib di karpet atau  di tanah.
Tp  sy menyatakan bahwa  salat wajib di karpet, kramik, marmer, hambal, tikar, dipan, lantai dua bid`ah yg tertolak bukan sunnah yg diterima, tdk sah karena menyalahi  tuntunan qauli dan fi`li Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sbgmn keterangan sy yg lalu  . Ingatlah ayat :
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ
Dan kami tidak mengutus seseorang  Rasul, melainkan untuk dita`ati dengan seizin Allah. Nisa` 64.
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahRasullullah SAW takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih
 Bila tdk bid`ah tunjukkan dalilnya:
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah, “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar
Kebanyakan masjid yg ada di dunia sekarang bukan syar`i- atau mengikuti sunnah, tp menyelisihinya dan tdk syar`I tp bid`i. Sbb banyak kebid`ahan di dalamnya yg mengacu kpd hawa nafsu manusia bukan sariat. Hususan tdk berlantaikan tanah.
Jamaah  di dalamnya adalah jamaah  yg menyalahi tuntunan , bid`ah sekali. Apakah menjalankan kebid`ahan di beri pahala ? dan menjalankan tuntunan di beri dosa?
Bila  menjalankan kebid`ahan di beri phala  pasti ada  perintahnya dari Allah. Pdhal al quran perintahkan ittiba`. Lihat ayatnya:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ

“Katakanlah, jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imran: 31)

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَآ اَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا.

        "Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah.  Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan), maka Kami tidak mengutusmu untuk jadi pemelihara bagi mereka".  An-Nisa', 4:80.
Azan  yg di dengungkan di masjid berkarpet itu sm dengan mengajak  untuk salat jamaah yg tdk sesuai dengan tuntunan karena masjid berkarpet. Salat sendirian  salah  sj tdk boleh apalagi berjamaah. Solusinya mudah bongkar sj keramik dan karpetnya  ganti dg lantai tanah untuk tunduk pd ayat :
فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللهِ والرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ والْيَوْمِ اْلآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَاَحْسَنُ تَاْوِيْلاً.

"Jika kamu saling berbantah-bantahan dalam sesuatu perkara, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Quran) dan Rasul (as-Sunah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya".  An-Nisa, 4:59.
Sy jg lihat realita  di kalangan salafy  yg anti pati  dengan sajadah  di masjidnya tp cukup dg keramik  sj.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ini  realita yg  blm sempurna , masih kurang dan perlu di bongkar jg kramiknya  agar tepat  dengan  masjid  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   yg berlantaikan tanah.
 Sebab tempat sujud adalah tanah bukan karpet. Ada solusi lg bila  pr asatidz  dan masyayikh di FMP yg mulia ini mampu berikan dalil Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   pernah  salat wajib di tikar. Ini solusi ilmiyah bukan way out yg landasannya kebodohan  atau tanpa dalil dan refrensi.
Para donatur masjid  - masjid yg tdk syar`I itu tk layak mendapatkan  pahala. Bgmn mungkin bikin masjid yg menyalahi  tuntunan dpt pahala. Masjid  - masjid itu menghalangi manusia untuk sujud ke tanah. Penghalang bg mereka  untuk menjalankan salat jamaah yg persis dg sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Para takmir disana hanyalah pengurus  untuk tegakkan salat yg salah. Bgt juga  orang yg membikin buku , berceramah , pengajar atau guru  tuntunan salat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   tp di karpet atau tikar adalah menyesatkan dan mendapat dosa sekali. Mn mungkin mengajarkan kebid`ahan bisa mendapat phala. Ahli bid`ah sj jelek apalagi ulamanya. Setan  sudh masukkan mereka ke jaringannya tp di anggap benar. Ingatlah ayat:
تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih. 63 Nahel.
Ajaran Salat  Nabi Isa di kalangan umatnya kristiani sudah lenyap tinggal kebaktian. Ajaran  salat Yahudi  jg lenyap sudah.  Sekarang salat yg sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   jg hampir punah di kalangan umat Nabi  shallallahu alaihi wasallam .
Realita salat di masjid tanah sekarang tinggal sedikit , ada  di tempat sy, Bengkulu, Kelaten , 3 masjid jamaatul muslimin yg di pimpin oleh BPk Ahmad Soekamto. Sy dengar di NTB  dan daerah Semarang.  Pejuang – pejuang bersenjata ISIS ketika menjalankan salat  berjamaah  jg langsung ke tanah  dg sepatunya, bangsa arab badui. Bahkan ada  sopir Amir – amir  di Saudi bila  ketepatan waktu salat tiba langsung salat di tanah bersama  amirnya  itu  di ladang kurmanya. Sy mendengar cerita ini dari tamu  sy yg menjadi sopir amir Saudi.  Sy  jg  lihat milisi Palistina   ketika menjalankan salat wajib jg langsung ke tanah. Sy juga pernah lihat kelompok di Sudan atau Afrika  yg menjalankan salat Id di tanah dg sandalnya. 
Realita masjid berkarpet banyak sekali dan sedikit  sekali masjid berlantaikan  tanah. Istilahnya jd gharib.  Dan  gharib ini sinyal kebenaran dan mashurnya masjid berkarpet  sinyal kekeliruan . Ingatlah hadis :

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ * مشكاة المصابيح (1/ 56)
. رَوَاهُ مُسلم
Islam mulai dalam keadaan terasing ( terpencil  dan   jarang pengikutnya ) . Dan akan kembali dalam keadaan terasing. Beruntunglah  orang orang yang terpencil . Hadis sahih ,
Pelaku  salat di tanah, jg gharib dan pelaku  salat di sajadah membahana atau mendunia. Sy gembira sekali . Bila  salat wajib di tanah ini populer, mk sy meragukan  jg > Bila banyak penentangnya  , mk  sy tambah mantap . Sbb itulah  tanda kebenaran.
ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ ۖ فَهُم مُّعْرِضُونَ
Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling. Anbiya` 24
Kebanyakan manusia  itu bodoh terhadap ajaran Islam yg asli, pintar dg ajaran nya yg palsu. Bila  di beri kebenaran, mereka tdk mau.
Bila tdk bgt, mk ayat itu akan salah dan benarlah ayat setan.


Testimoni 
Ada orang yg kepalanya sakit, nyeri sekali, tiap malam minum  pil kapsul . Setelah  ikut jamaah salat di tanah , blm sampai satu minggu, nyeri di kepalanya hilang  tnpa menelan pil lg.
Ada orang Jogya setress sbb istrinya minta cerai, rumah yg di bngun  hrs gono gini . Lalu dia pergi ke saya dan ikut jamaah salat  di tanah. Blm sampai tiga hari  stressnya  hilang.
Ada orang yg ketika sujud ke tanah menangis  dan ingat nanti dikuburan juga berada di tanah.
Ketika menjalankan salat di tanah, mudah  menghindari keharaman . tp ketika  salat di tanah dilepaskan mudah sekali menjalnkan  kemaksiatan.
Ada murid  sy , ketika akan kawin, urung. Setiap akan kawin, tdk PD, keputusannya tdk teguh, tp ngambang terus. Setelah  melakukan salat di tanah, lima bulan lg dpt jodoh dan kawin > Sekarang  sdh punya anak lima atau enam. Keluarga bhagia al hamdulillah.
Sy dulu selalu memiliki pendapat dlm masalah agama mengambang> Lalu sy katakan , ajaran NU  benar, Muhammadiyah benar, salafy jg benar , hampir ajaran semua golongan sy katakan benar, tiada  yg salah . Sbb segi pandangan mereka pd dalil dri titik yg berbeda kataku dulu.
Setelah  sujud  di tanah sy kokoh dlm berpegangan kpd dalil dan bisa membedakan mn yg benar dan mn yg salah dr masalah hilafiyah itu.
Sy mudah sekali meninggalkan kemungkaran dan cepat sekali melakukan kebajikan tanpa takut manusia, Sy  tdk takut di caci, jg tdk ingin di puja.
Yg penting bg sy adalah menyampaikan kebenaran yg cocok  dengan dalil. Sy ingat ayat :
وَإِنْ تُكَذِّبُوا فَقَدْ كَذَّبَ أُمَمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلاَّ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ(18)
Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya."



Bersambung …………….,








Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan