Kamis, Agustus 25, 2016

Jawabanku untuk para asatidz dan masyayekh di FMP


Ust. Tommi Marsetio menulis :

Martabak telor haram ya pak yai?
Ada lg yg komen:

Di zaman Rasulullah SAW tidak ada martabak telor Syaikh.


Ust. Imam Arifin  Al Hafizh
I

Berarti ayam termasuk hewan yg dihindari begitu yai?
Ust. Rabi` permana  menulis :

Padahal bolu lebaran pake telor..

Baru saja menyucikan diri, udh d kotori lg dgn mkn kue lebaran
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sebelas tahun  lamanya sy tdk pernah makan  makanan yg ada telurnya, baik martabak, rati produk pabrikan , atau makanan  karya penduduk kampung  baik  waktu dlm berpergian atau  sedang mukim di rumah. Sy anti mkn telur bukan karena alergi pdnya dari  sg kesehatan tp karena patuh hukum , taat ajaran religius.
Waktu kecil sy paling ngefan dg telur ayam atau bebek. Waktu di Mekkah  sy juga sering beli telur satu krak atau thobaq. Now nauudzubillah eat eggs again/  mkn telur lg.
Bila  sy mkn telur, sy tdk menjumpai tuntunannya , dalilnya dr hadis atau al quran.
Kpn Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   pernah menghalalkan telur atau pernah memakannya . Pr sahabat jg tdk pernah makan telur dlm atsar yg sahih .
Jd telur di masa sahabat di biarkan sj, tdk di jual belikan apa lg di mkn. Pd hal saat itu , ayam dan burung jg ada. Ber arti  ada telur jg. Masak mungkin ada ayam tdk ada telurnya.
Umar ra berkata :
إِنِّي رَأَيْتُ كَأَنَّ دِيكًا نَقَرَنِي ثَلَاثَ نَقَرَاتٍ وَإِنِّي لَا أُرَاهُ إِلَّا حُضُورَ أَجَلِي
Sesungguhnya  aku  bermimpi seolah ayam jantan mematuk aku  tiga kali, aku berpendapat ajalku tiba ( aku akan mati ) [1]  Umar bin Al Khotthob ra  juga  mengenal ayam , begitu juga sahabat – sahabatnya .

Imam Muslim membikin bab :
بَاب اسْتِحْبَابِ الدُّعَاءِ عِنْدَ صِيَاحِ الدِّيكِ *
Bab sunat berdo`a ketika ayam jantan berkokok [2]

  Rasulullah  saw,   bersabda :
لَا تَسُبُّوا الدِّيكَ فَإِنَّهُ يُوقِظُ لِلصَّلَاةِ *
Jangan mencaci  ayam jantan, sesungguhnya ia membangunkan untuk salat [3] Di Madinah  juga ada ayam yang berkokok waktu pagi .


1740حَدِيْثُ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ: إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ، فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ، فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا
أَخْرَجَهُ اْلبُخَارِي فِي: 59 كِتَابُ بَدْءِ الْخَلْقِ: 15 بَابُ خَيْرُ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعْفَ الْجِبَالِ


1740. Abu Hurairah ra menuturkan : “Nabi saw bersabda : “Jika kalian mendengar suara ayam berkokok, maka mohonlah sesuatu kepada Allah karena ia sedang melihat malaikat. Dan jika kalian mendengar suara keledai meringkik, maka mohonlah perlindungan Allah dari gangguan setan, karena ia sedang melihat setan.” .” (Bukhari, 59, kitabut Bad-ul Khalqi, 15, bab Sebaik-baik harta seorang muslim adalah kambing-kambing yang digembalakan di atas bukit).
Al albani menyatakan : Hadis tsb Muttafaq alaih  lihat di buku karyanya : Misykatul mashobih 2419 ( 4)

Mengapa ayam jago  di era  sahabat tdk di sembelih, tdk di makan, tdk dijual belikan di pasar. Tp di biarkan sj hidup spt kucing di kampung kita.
Tdk ada satupun  sahabat yg mkn  daging ayam apalgi telurnya.Saat sekarang mkn telur dan ayam adalah trendy sekali. Bgtlah  keharaman selalu membudaya  dn mkanan  yg halal di isolasikan . Sy ingat ayat:
وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.[4]

Bila sy mkn telur dan sy tdk  tahu dalilnya, mk sy melanggar ayat :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
               Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ( Al isra` 36 ).
Bila telur di halalkan mengapa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   dan pr sahabaynya  tdk pernah memakannya ? walau sekali.
Bila Allah menghalalkan  telur pasti ada ayatnya .
Bila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   pernah menghalalkannya pasti ada hadisnya .
Bila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   dan para sahabat pernah makan telur pasti ada hadisnya.
Ternyata hadis dan ayatnya tdk ada. Jd Mereka tdk pernah makan, dan Allah dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   tdk pernah menghalalkan.

السؤال: هل بيض الطير محلل اكله ؟
الجواب: بيض الطير تابع له في الحلّ والحرمة فبيض المحلل حلال وبيض المحرّم حرام، وما اشتبه أنه من المحلل أو المحرّم يؤكل ما اختلف طرفاه وتميز اعلاه من أسفله مثل بيض الدجاج، دون ما اتفق وتساوى طرفاه.
Intinya:
Sayyid Ali al Husaini Asistani  berkata :
Telur hewan yg halal di makan halal. Dan telur hewan yg haram di makan, mk telurnya jg haram.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sang mufti adalah  tokoh Syi`ah bukan tokoh ahlus sunnah. Beliau figure publiknya yg berfatwa  spt itu. Namun  Syi`ah ttp menghalalkan ayam, hingga telurnya bg mereka halal.
Bila sy mkn telur ikut ulama  Syi`ah yg menghalalkannya, mk  sy akan menyelisihi para sahabat dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   yg tdk pernah mkn telur.
Sy berpegangan kpd ayat sbb:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ(100)
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. 100 Tobat

Orang – orang yg mendapatkan rida Allah adalah  yg mengikuti pr sahabat dg baik bukan menyelisihinya dg jelek, termasuk masalah dlm topic kita ini yaitu mkn telur.
Sy  tdk pernah mkn telur ayam atau burung lainnya, bgt jg daging nya  sejak 11 tahun yg lalu.
Allah mengharamkan babi dlm S Baqarah 173, mk sdh tentu janinnya di haramkan. Tdk mungkin janin babi di halalkan dan  induknya diharamkan. Kucing di haramkan, mk janinnya jg diharamkan. Nah bgt juga burung dan ayam  diharamkan mk janinnya tetap  haram. Telur adalah bekal yg akan menjadi janin.  Bila di halalkan mn dalilnya . Bila  di haramkan, mk  sy bisa jwb: Karena ia berasal  dr hewan yg haram.  Sy ingat hadis  sbb:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ وَعَنْ كُلِّ ذِي مِخْلَبٍ مِنَ الطَّيْرِ
Rasulullah SAW melarang  setiap binatang buas bertaring dan setiap burung yang punya cakar HR Muslim  1934

Lalu ada orang yang mentakwil, itu maksudnya hewan yang menerkam mangsanya  tanpa dalil. Itu takwilan sendiri tanpa dalil  dan mengarah kepada penyimpangan arti.
Sebetulnya hadis tsb  sudah jelas, tidak samar lagi. Karena kalimat mikhlab di takwil atau  ditafsiri  dengan  cakar yang memangsa. Ini yang menjadikan pengertiannya kabur. Tidak jelas  seperti  arti semula. Bila di artikan  spt  di kamus  yaitu  mikhlab  cakar  baik yang memangsa  atau  tidak, maka persoalan  selesai dan tidak berlarut – larut sampai kapanpun akan tetap menjadi persoalan seolah tidak ada solusinya.
Solusinya yang lain adalah ikut istri  Rasul dan  para  sahabat yang tidak makan Ayam, apalagi telurnya . Ini cukup jelas, tiada kesamaran kcl bg orang yg ingin menyelisihi mereka.
Kita ini diperintahkan makan sbg mn makanan  para Rasul dlm ayat :
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Mukminun 51
Allah memerintah kaum mukminin juga begitu sama  dengan perintah kepada Rasul . Ini perintahNya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. . Al baqarah 172.
 Jenis makanan yang diperintahkan Allah kepada para Rasul dan kaum mukminin adalah  sama yaitu thoyyibat. Para  Rasul hanya makan thoyyibat. Karena itu, kita pengikut para Rasul hendaknya mematuhi perintah Allah yaitu makan thoyyibat Rasul waktu dulu diperintahkan makan thoyyibat dan tdk mkn telur ayam  dan burung maka  kita yang hidup sekarang juga  harus begitu.
Uswah kita dlm hal makanan adalah jls Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para nabi. Mereka yg mkn  telur dan burung tdk komit dlm beruswah, di hiasi oleh setan lalu mkn apa sj yg  tdk dimkn  oleh para nabi. Ingatlah ayat:
 تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih. Nahel 63
Bebek bila di ambil  telurya akan marah, bgt jg hewan yg lain. Karena itu , telurnya di selinapkan agar tdk terganggu oleh manusia dan hewan lain.  Memang manusia ini sangat  dhalim . Sy ingat ayat:
إِنَّا عَرَضْنَا اْلأَمَانَةَ عَلَى السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ْالإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولاً
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,
Benar manusia  itu sangat bodoh  dengan ajaran agama yang benar, dan pandai dengan ajaran yang sudah di kotori dengan pendapat manusia, tidak murni  dari  Allah dan RasulNya.


Bersambung………..,









[1] HR Muslim  567
[2] Sahih Muslim
[3] HRAbu Dawud  5101.
[4]  Al Maidah 62
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan