Kamis, Agustus 11, 2016

Sebuah Masjid di Semarang Digembok atas Usulan Yayasan Kristen?




Sebuah Masjid di Semarang Digembok atas Usulan Yayasan Kristen?

SEMARANG (voa-islam.com)—Masjid Attaqwa yang berlokasi di daerah Ndelik Sari, Kota Semarang, Jawa Tengah dikabarkan digembok oleh pengurus RW setempat atas usulan sebuah yayasan Kristen. Warga Muslim pun kesulitan untuk melaksanakan shalat di masjid tersebut.

Hal ini seperti yang dikatakan Ridho, warga Semarang yang juga aktifis Islam kepada Voa-Islam melalui sambungan telepon, Ahad (31/1/2016) pagi.

"Kalau masjid sendiri awalnya tidak seperti itu. Tapi memang karena banyak yang masuk Nasrani akhirnya di gembok. Awalnya dengan alasan menghemat biaya dan dana. Penggembokan ini usulan yayasan Kristen," ungkap Ridho.

Ridho menjelaskan bahwa daerah Ndelik Sari ini awalnya mayoritas berpenduduk Muslim. Namun lambat laun kini kondisi berubah.

"Awalnya kan Muslim, kebanyakan tidak mampu. Di daerah bukit banyak kristen, asalnya Islam seratus persen tapi sekarang menjadi Kristen 60 persen," jelas Ridho.

Menurut Ridho daerah Ndelik Sari ini memang menjadi daerah rawan kristenisasi. Diawali dengan kegiatan bimbel murah dan bantuan makanan akhirnya masyarakat diajak untuk piknik dan ikuti kegiatan gereja.

"Awalnya ada bimbel mata pelajaran dan anak itu dibantu makanan. Mereka diajak piknik dan ke gereja sama anak-anak. Dari situ banyak yang terpengaruh dan masuk Nasrani," ujar Ridho.

Penggembokan masjid Attaqwa sempat diprotes oleh warga Muslim. Namun usaha itu tidak berhasil, warga hanya bisa pasrah melihat masjid digembok atas keputusan RW setempat.

"Warga sempat protes, tapi memang sudah keputusan RW jadi walaupun protespun tidak ada artinya," kata Ridho.

Ridho juga mengaku bahwa kasus ini sempat akan dilaporkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang. Namun, niat ini belum kesampaian, karena kantor MUI Kota Semarang selalu sepi.

“Kantornya saja sepi, paling ada jam jam tertentu. Jadi susah kalau ajukan laporan seperti ini. MUI Semarang juga memang baru didirikan Oktober kemarin,” ujar Ridho.

Warga dibantu beberapa aktifis Muslim pun berusaha mediasi ke sejumlah tokoh dan lembaga Islam. Alhamdulillah, Muhammadiyah merespon baik untuk membantu advokasi kasus ini

"Paling Muhammadiyah sempat respon dan akan bantu prosesnya,” jelas Ridho. * [Sendia/Syaf/voa-islam.com]




Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan