Senin, Oktober 24, 2016

Jawabanku untuk Ust Husni



 Ulis Ust Husni menulis :
TERJEMAHAN YANG DI ATAS DAN PENJELASANNYA

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kalo menulis terjemahan  sekalian ikutkan arabnya, hingga mudah ditelaah , tdk  sulit lg mencari mn arabnya.
Dan mudah lg dikoreksi apakah terjemahan itu valid atau salah .
Sbb masalah agama ini serius bukan main – main.
Karena itu, diperlukan validitas data dan kebenaran terjemahan dan perlu di tinggalkan terjemahan yg  keliru.
 Sy jg senang pengkoreksian dr orang atas tulisan sy sbgmn sy juga hrs mengkoreksi tulisan  orang . Sbb  ini kosumsi masalah agama untuk orang banyak.
Walaupun untuk diri sendiri perlu  dikoreksi jg. Bila salah , nanti di akhirat diri  kita  ini menerima dzabnya .

Anda menyatakan :
Dan para Ulama sepakat akan keshahihan hadits ini dan diterima
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Salaf yg mn , pr sahabat  atau tabiin ?
Dikalangan mereka  hadis itu tdk dikenal hanya satu orang. Bgmn mrk sepakat , itu tdk layak di katakana.

Anda menyatakan :
Mayoritas ulama salaf berpendapat bahwa hadits ini sepertiga Islam. Mengapa demikian?
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Salaf yg mn , para sahabat atau tabiin ?.
Bgmn mereka mengatakan spt itu, hadis  Innamal a`malu  binniyat itu tafarrud di masa  sahabat , hanya Umar yg meriwayatkannya. Bukan orang lain, dan tdk ada lainnya yg tahu, lalu bgmn mereka bisa mengatakan spt itu ? Bila tdk percaya buktikan .  Siapa di antara  ribuan sahabat  dan tabiin yg mengatakan spt itu.
Bila tdk bisa buktikan mk nonsen sj perkatan spt itu.

Anda menyatakan:
Berdasarkan hadits di atas maka gharib tidak bisa diartikan dengan arti nyeleneh seperti yang diartikan oleh sebagian ahli bid'ah dan para pengikut hawa nafsu.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Asal arti hadis  gharib itu  ya hadis yg nyeleneh.
Mengapa dikatakan nyeleneh. Karena hanya satu orang yg menriwayatkan dan ribuan orang tdk tahu, apalagi meriwayatkan.
Anda menulis :
 “بدأ الإسلام غَريبًا وسيعود غريبًا كما بدأ، فطُوبى للغرباء
(Islam mulai dalam keadaan garib/asing dan akan kembali garib/asing, maka beruntunglah orang-orang yang garib/asing).

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Arti tsb kurang tepat , arti  yg benar  sbb:
 “بدأ الإسلام غَريبًا وسيعود غريبًا كما بدأ، فطُوبى للغرباء
Islam mulai dalam keadaan garib/asing/ aneh  dan akan kembali garib/asing/ aneh  sebagaimana semula  maka beruntunglah orang-orang yang garib/asing).
Anda menyatakan:
Seluruh ulama Salaf dari kalangan sahabat,tabi'in dan tabi'ut tabi'in yang merupakan generasi terbaik semua berhujjah dengan hadits Ahad (masyhur,aziz,garib), baik dalam masalah aqidah maupun hokum
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Dlm konteknya  hadis garib  atau lebih husus lg Innamal a`malu  binniyat, ini para sahabat dan siapa namanya  yg berhujjah  dgnya ? Tunjukkan , jangan  ngomong sj.
Bgmn cara peraktek mereka  tentang hadis tsb ? Tunjukkan.
Pertanyaan  sy di atas  hrs di jwb.
Jg kacau makna  hadis Innamal a`malu  binniyat
Yg satu menyatakan bahwa Umar mengatakan spt itu di mimbar dan yg lain  tdk menyatakan spt itu ,ini kacau makna , apakah masih  singkron ? Lalu  singkron bgmn maksud idhtirabul makna itu ?
Pertanyaan syyg dulu jg blm di jwb, buktikan hadis Innamal a`malu  binniyat tdk tafarrud
Grup WA baru sy anggotanya sdh mencapai 172 orang dr asatidz dan ikhwan Judul nya “ Kajian hadis  ibadah  “ / “ Koreksi ajaran Islam klasik “
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051
0812-4194-6733

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan