Jumat, Oktober 28, 2016

Pendapat imam madzhab empat kadang keliru

Sikap kita  ini adalah mengikuti quran dan hadis.
Jg ngoreksi kesalahan ulama  dan juhala  dulu lalu mengikuti pendapat mereka yg benar.
Pendapat imam Madzhab empat jg kadang salah kadang benar.
Bila benar kita ikuti  dan bila salah kita buang. Liht perkataan Imam madzhab  sendiri  sbb:
Imam Malik berkata :
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah . Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah .
 لاَ تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut orang , sebab  mereka mungkin juga salah.
Ali ra  berkata :
مَا كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ *
Aku  tidak akan meninggalkan sunah Nabi  S.A.W.    karena  perkataan orang “. [1]
Imam Syafii yang menyatakan :
إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي .
Bila ada hadis sahih , maka  lemparkan perkataanku ke tembok . Bila kamu lihat hujjah telah berada di jalan , maka  itulah perkataan ku 
Pendapat pendiri madzhab  sendiri  kdg keliru   kadang benar.
Salah semua  tdk , benar semua jg tidak.
Imam Abu Hanifah berkata:
لاَ يَحِلُّ ِلأَحَدٍ أَنْ يَأْخُذَ بِقَوْلِنَا؛ مَا لَمْ يَعْلَمْ مِنْ أَيْنَ أَخَذْنَاهُ
"Tidak halal bagi siapapun mengambil pendapat kami, selama ia tidak tahu darimana kami mengambilnya (dalilnya)"
[Diriwayatkan Ibnu 'Abdil Barr dalam Al Intiqa 145, Hasyiah Ibnu 'Abidin 6/293]
→ Imam Ahmad bin Hambal berkata:
لاَ تُقَلِّدْنِي، وَلاَ تُقَلِّدْ مَالِكاً، وَلاَ الشَّافِعِيَّ، وَلاَ اْلأَوْزَاعِيَ، وَلاَ الثَّوْرِي، وَخُذْ مِنْ حَيْثُ أَخَذُوا
"Jangan taqlid kepada pendapatku, juga pendapat Malik, Asy Syafi'i, Al Auza'i maupun Ats Tsauri. Ambilah darimana mereka mengambil (dalil)"
[Diriwayatkan oleh Ibnul Qayyim dalam Al I'lam 2/302]
→ Imam Asy Syafi'i berkata:
أَجْمَعَ النَّاسُ عَلَى أَنَّ مَنِ اسْتَبَانَتْ لَهُ سُنَّةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ لَهُ أَنْ يَدَعَهَا لِقَوْلِ أَحَدٍ مِنَ النَّاِس
"Para ulama bersepakat bahwa jika seseorang sudah dijelaskan padanya sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam tidak boleh ia meninggalkan sunnah demi membela pendapat siapapun"
[Diriwayatkan oleh Ibnul Qayyim dalam Al I'lam 2/361]
Kita ikut sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   dan al kitab, bukan madzhab empat.

Realitanya pengikut madzhab empat di Indonesia ini  atau  di tempat lain  adalah ahli bid`ah , terkadang nolak  dalil dan mengedepankan pendapat ulama yg kadang menyelisihi dalil. 
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan