Senin, Oktober 31, 2016

Salat dengan mengenakan sandal

Akhina Rifki menulis :
Sekedar info saja :
Syaikh Abdullah bin Humaid mengatakan;
لكن الشرط أن تكون النعال طاهرة ، فإذا كانت النعال فيها نجاسة أو وطئ بها
أذى ، فلا ينبغي أن يصلي الإنسان منتعلاً
Hanya saja ada syaratnya, sandal harus suci, maka jika sandalnya ada najis atau menginjak kotoran, maka tidak selayaknya orang menggunakannya untuk salat.
(Fatwa Islam, no.12033)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Apa yg dikatakan oleh Syaikh Abdullah bin Humaid  itu bnr, tp masih ada solusi yaitu bila  sandal najis mk cukup di gosokkan ke tanah  sebagaimana hadis  sbb:
Abu  Hurairah  ra berkata ;’   Rasulullah  saw  bersabda :
إِذَا وَطِئَ أَحَدُكُمْ بِنَعْلِهِ الْأَذَى فَإِنَّ التُّرَابَ لَهُ طَهُورٌ
    Bila seseorang diantaramu  menginjak kotoran dengan  sandalnya, maka debulah sebagai alat pembersihnya “.[1]  Hadis sahih
مشكاة المصابيح (1/ 156)
503 -[14] (صَحِيحٌ)
Al albani menyatakan  hadis  tsb  sahih  dlm kitab Misykatul mashabih .
Jd dg hadis ini salat ttp hrs pakai  sandal  atau sepatu. Jangan sampai  salat tanpa sandal  dg alas an sandal najis.

Syaikh bin Baz mengatakan;
حكمها الاستحباب بعد التأكد من نظافتها ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم كان
يصلي في نعليه… وإذا كان المسجد مفروشا فإن الأولى خلعها ؛ حذراً من توسيخ
الفرش ، وتنفير المسلمين من السجود عليها
Hukum menggunakan sandal ketika salat dianjurkan(mustahab), setelah dipastikan sandal itu bersih, karena Nabi saw pernah salat dengan memakai sandal, namun jika masjidnya beralas karpet, yang lebih baik adalah tidak memakai sandal, agar tidak mengotori karpet dan membuat kaum muslimin enggan untuk sujud di karpet.
(Fatawa bin Baz, Fatwa Islam no. 69793)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Dlm  keterangan tsb  Syaikh bin Baz menyatakan salat dg mengenakan dua  sandal adalah sunnat belaka  atau  sangat di anjurkan  dg sarat bersih. Maksudnya masih boleh melakukan salat tanpa sandal.
Bila di ikuti, mk kita ini  menyelisihi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   yg memerintahkan mengenakan  sandal  :
خَاِلفُوا اْليَهُوْدَ ؛ فَإِنَّهُمْ لاَ يُصَلُّوْنَ فِي نِعَالِهِمْ وَلاَ خِفَافِهِمْ

“Bedakan diri dengan Yahudi, mereka tidak shalat dengan mengenakan sandal dan tidak memakai khuf mereka” (HR. Abu Dawud, Al Hakim) Al bani mensahihkan.
حَدِيْثُ  أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ يَزِيْدَ الأَزْدِيِّ، قَالَ: سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ: أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  يُصَلِّي فِيْ نَعْلَيْهِ قَالَ: نَعَمْ
أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيْ فِى : 8 كِتَابُ الصَّلاَةِ  : 24 بَابُ الصَّلاَةِ فِي النِّعَالِ

325.Said ibu Yazid Al Azdi menuturkan: “Aku pernah bertanya kepada Anas ibnu Malik, apakah Nabi saw  shalat di atas kedua sandalnya?”
Jawab Anas ra: “Ya, .” (Bukhari, 8, kitab shalat, 24, bab shalat memakai sandal).

     Allu`lu` wal marjan 167/1 Al albani berkata :  sahih
Lihat di kitab karyanya : Sahih wa dho`if  sunan Tirmidzi  400/1
  Dan  sy sendiri blm pernah menjumpai hadis  yg menjelaskan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   menjalankan salat tanpa  sandal  dlm hadis yg sahih.  
Bin Baz menyatakan:

وإذا كان المسجد مفروشا فإن الأولى خلعها ؛ حذراً من توسيخ
الفرش ، وتنفير المسلمين من السجود عليها
namun jika masjidnya beralas karpet, yang lebih baik adalah tidak memakai sandal, agar tidak mengotori karpet dan membuat kaum muslimin enggan untuk sujud di karpet.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Itu  perlu dalil , dn beliau tdk membawakan dalil.Kita ikut  sj  ayat :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
               Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [2]
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".[3]

Bila pendapat Bin Baz itu diikuti , mk kita ini menyelisihi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   dlm dua hal  yaitu  salat tanpa  sandal  dan salat di karpet. Namun  untuk  salat  di karpet ini jgn dibhs sekarang . Sbb kita masih focus bhs salat dengan sandal


 Kita  ikut dalil sj dimana  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   menjalankan salat dg sandal dn blm pernah  dg kaki  telanjang.
Grup WA baru sy anggotanya sdh mencapai 202 orang dr asatidz dan ikhwan Judul nya “ Mengkaji hadis – hadis ibadah “ / “ Koreksi ajaran Islam klasik “
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051
0812-4194-6733



[1] HR Abu Dawud   385
[2] Al isra` 36          
[3] Annamel 64 
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan