Sabtu, Oktober 15, 2016

Tiada salat sirriyah


                                عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كُنَّا نَحْزِرُ قِيَامَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فَحَزَرْنَا قِيَامَهُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنَ الظُّهْرِ قَدْرَ قِرَاءَةِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةِ وَحَزَرْنَا قِيَامَهُ فِي الْأُخْرَيَيْنِ قَدْرَ النِّصْفِ مِنْ ذَلِكَ وَحَزَرْنَا قِيَامَهُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنَ الْعَصْرِ عَلَى قَدْرِ قِيَامِهِ فِي الْأُخْرَيَيْنِ مِنَ الظُّهْرِ وَفِي الْأُخْرَيَيْنِ مِنَ الْعَصْرِ عَلَى النِّصْفِ مِنْ ذَلِكَ وَلَمْ يَذْكُرْ أَبُو بَكْرٍ فِي رِوَايَتِهِ الم تَنْزِيلُ وَقَالَ قَدْرَ ثَلَاثِينَ آيَةً *
  Dari  Abu said  Al Khudri  berkata : “Kami mengukur  berdirinya Rasulullah SAW  dlm salat Lohor dan Asar .   Kami ukur berdirinya dlm dua rakaat pertama sekitar bacaan Alif lammim  Assajdah  ( 30 ayat  untuk masing – masing rakaat )  . Kita ukur  berdirinya  dlm dua rakaat terahir   kira – kira separuhnya  ( 15  ayat ) .  Kita ukur pula  berdirinya dlm dua rakaat pertama Asar  sama  panjangnya dengan  dua rakaat Lohor yang terahir  ( 15 ayat )  , lalu dua  rakaat  berikutnya  ,lamanya  sama dengan separuhnya  .  Dlm riwayat Abu bakar tidak menyebut  alif lammim Assajdah tapi  cukup dengan 30 ayat . HR  Muslim 452

Kalimat “Kami ukur berdirinya dlm dua rakaat pertama sekitar bacaan Alif lammim  Assajdah  ( 30 ayat  untuk masing – masing rakaat )  “.
 Kami  ukur , bhs arabnya  Hazarnaa .
ADa  yg mengartikan :  Kami menduga, mengira, menerka.

مطالع الأنوار على صحاح الآثار (2/ 267)
قوله: "وَحَزَرْتُهُمْ" (1) و"حَزَرْنَا قِرَاءَةَ (2) رَسُولِ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - " (3) أي: قدَّرْنا ذلك.
Kita taksir , tentukan………..

Bagi mereka yg masih bersikukuh  salat zhuhur dan Asar  termasuk salat sirriyah bukan jahriyah, hazarna  di artikan menaksir atau memperkirakan.
Dg terjemahan spt itu, mk  boleh jadi saat itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   menjalankan salat   zhuhur dengan  bacaan yg berbisik bisik.
Sy katakana :
Kata – kata kami ukur atau kami perkirakan  itu ada  dua kemungkinan .
    1. Mungkin saat itu  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   baca  tiga puluh ayat dg suara sedang. Lalu sahabat bilang  kita ukur kira  - kira  tiga puluh ayat.
   2. Boleh jadi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   membaca dlm keadaan berbisik – bisik lalu  para sahabat mengukur lamanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   sekitar   tiga puluh ayat.

Bila  di artikan yg pertama  yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bc dengan bersuara sedang  lalu di taksir sekitar tiga puluh ayat , mk  cocok dg ayat 110 al isra`, dan  tdk ada masalah lagi.  Juga cocok dengan hadis  yg sama dr Abu Said al Khudri  sbb :
صحيح مسلم (1/ 334)
7 - (452)
-  (452) حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنِ الْوَلِيدِ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ النَّاجِيِّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الظُّهْرِ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ قَدْرَ ثَلَاثِينَ آيَةً، وَفِي الْأُخْرَيَيْنِ قَدْرَ خَمْسَ عَشْرَةَ آيَةً أَوْ قَالَ نِصْفَ ذَلِكَ - وَفِي الْعَصْرِ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ قَدْرَ قِرَاءَةِ خَمْسَ عَشْرَةَ آيَةً وَفِي الْأُخْرَيَيْنِ قَدْرَ نِصْفِ ذَلِكَ "
Intinya  arti hadis  itu sm  dg hadis  di atas. Cuman  disini tanpa ada kalimat mentaksir , mengira atau mengukur . Langsung di tegaskan  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bc dlm dua rakaat pertama  salat  zhuhur  , pd  tiap rakaatnya   tiga puluh ayat. …………….. Hadis  sahih  HR Muslim

BIla  ikut yg kedua  yaitu di perkirakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   saat itu bc dengan suara berbisik, mk jls bertentangan dengan ayat 110 al Isra`, jg hadis  riwayat Muslim tsb. Jadi bermasalah lg .
Bila  perkiraan yg kedua itu  di buat landasan untuk menetapkan salat zhuhur  dg bacaan berbisik juga tidak bisa. Sbb perkiraan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bc dengan berbisik itu tdk bisa  di buat landasan . Landasan itu hrs jls , tegas  tanpa ada kemungkinan gini , kemungkinan gitu. Landasan tdk boleh rapuh, tdk boleh perkiraan , hrs mantap.
Lalu kita  renungkan . Bila saat itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bc dengan berbisik 30 ayat itu cukup lama . Lalu para sahabat  yg bermakmum di belakangnya itu  diam sj , bc apa ? Kan  hrs  ada  refrensi yg jelas dan hadis yg jls apa yg mereka. Hadisnya tdk ada yg nerangkan gitu.
Bila mereka diam sj   selama tiga puluh ayat yg  di baca  oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  , ini  lucu sekali.
Tp kalau Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bc  30 ayat  dengan suara sedang , lalu sahabat mendengarkan mk banyak faedahnya , bisa mendengarkan nasehat Allah dlm al Quran . Aplg mereka banyak yg phm artinya.  Dan mereka bisa husyu` mendengarkannya   sesuai dengan ayat :
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْءَانُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
             Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. ( Al a`raf 204 ) .


Grup WA baru sy anggotanya sdh mencapai 147 orang dr asatidz dan ikhwan Judul nya “ Masa il diniyah “ / “ Koreksi ajaran Islam klasik “
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051

0812-4194-6733
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan