Kamis, November 17, 2016

Inilah Berbagai Penghinaan Ahok Terhadap Islam Dan Umat Islam


 ahoki


Zhong Wan Xie alias Ahok mau hapuskan kolom agama di KTP
Zhong mengatakan ayat suci Al-Qur’an ada dibawah ayat konstitusi
Zhong menggusur dua masjid di TIM (Taman Ismail Marzuki) dan Jatinegara.
Zhong berusaha merubah pakaian seragam sekolah muslim/ah pada hari Jum’at dari baju muslim menjadi pakaian adat.
Zhong menginginkan untuk merubah jam sekolah menjadi jam 9 pagi yang nantinya akan menyebabkan anak-anak umat Islam tidak lagi bangun shubuh.
Zhong mengurangi bantuan terhadap majelis taklim dari 900 majelis taklim menjadi 80 majelis taklim. Mungkin karena masih berusaha tidak mau terlalu kentara niat jahatnya, masih ia sisakan sedikit Majelis Ta’lim yang mendapat dana dari Pemprov DKI.
Zhong mengurangi kuota untuk bantuan pembangunan masjid dari 1.000 Masjid selama 1 tahun menjadi 300 masjid selama 1 tahun.
Zhong menghapuskan bantuan untuk madrasah dan sekolah Islam.
Menghentikan bantuan makan untuk jamaah haji DKI Jakarta di tahun 2014.
Mendukung pembangunan Gereja yang tidak sesuai dengan peruntukan.
Menempati posisi-posisi ketua lembaga-lembaga keislaman di bawah Pemda DKI Jakarta.
Banyak kemaksiatan dan kemunkaran yang dilakukan Ahok salah satunya akan melokalisasi tempat prostitusi/pelacuran.
Penghinaan Ahok terhadap ormas Islam yang menuntut penutupan semua tempat pelacuran dengan menyebutnya sebagai ormas munafik.
Tidak bisa mengayomi dan turun ke warga DKI Jakarta dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.
Penyalahgunaan jabatan untuk misi Kristenisasi dengan kedok lelang jabatan sehingga lurah-lurah non Islam menjadi lurah di tengah warga yang mayoritas beragama Islam. Ia juga sudah melelang jabatan Kepala Sekolah Negeri se DKI, saat ini di Jakarta Barat saat saja 80% kepala sekolah negeri beragama Kristen.
Arogansi Ahok terhadap PNS dari jajaran pemda DKI Jakarta hingga tingkat kelurahan, bahkan pernah memarahi mereka dengan menyebutnya sebagai “binatang”.
Penghinaan Ahok terhadap para anggota DPRD DKI Jakarta dengan menyebut mereka sebagai pemeras dan tukang palak serta suka memperbudak Pemda sebagaimana dilansir oleh berbagai media cetak dan elektronik.
Penghinaan Ahok terhadap rakyat dan pejabat di Jakarta dengan mengatakan “Bajingan di Jakarta mulai dari rakyat jelata hingga pejabat” yang dimuat Tribunnews dot com, Kamis, 4 September 2014.
Tidak legitimate karena Ahok bukan pilihan mayoritas warga DKI Jakarta. Terpilihnya Ahok hanya karena satu paket dengan Jokowi yang memiliki pencitraan dan elektabilitas tinggi. Itu pun yang memilih Jokowi-Ahok hanya sepertiga warga Jakarta.
Melanggar konstitusi dengan menerbitkan Instruksi Gubernur No 67 tahun 2014, saat menjabat Plt. Gubernur DKI Jakarta ketika Jokowi cuti untuk Pilpres, yang berisi tentang pelarangan penjualan hewan kurban di tempat umum dan pemotongannya di halaman sekolah dan masjid serta fasilitas publik lainnya pada saat hari raya Idul Adha. Dan kembali diulanginya lewat Instruksi Gubernur Nomor 168 Tahun 2015.
Melanggar kearifan lokal karena penjualan hewan kurban di tempat umum dan pemotongannya di halaman sekolah dan masjid serta fasilitas publik lainnya pada saat hari raya Idul Adha adalah sudah menjadi tradisi umat Islam Indonesia sejak ratusan tahun lalu.
Menodai Islam karena keputusan tersebut telah menghina syariat kurban yang menjadi bagian penting dari syiar Islam.
Penyebab terjadinya kerusuhan Tanah Abang dan insiden DPRD sebagai akibat dari keputusan kontroversialnya tersebut.
Menghujat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW dengan mengatakan nabi dipilih cuma karena pintar berdagang dan berteman
Menghujat Surat Al-Maidah dengan mengatakan ayat tersebut sudah tidak berlaku lagi, lalu kembali menistakan Al-Qur’an Surat Al-Maidah 51 dalam kunjungannya di Kepulauan Seribu 27/9/2016. Majelis Ulama Indonesia (MUI) SECARA RESMI sudah menyatakan Zhong Wan Xie adalah seorang penista agama, penista Kitab Suci Al-Qur’an dan telah menghina para ulama dan umat Islam.
* Pesan kami kepada umat Islam: WASPADA dan jangan mudah terkena tipu daya Zhong dan para cecunguknya yang kini gencar menebar selebaran gelap dan liar di masjid, musholla, majelis ta’lim, madrasah dan berbagai tempat publik lainnya dengan menyebar propaganda bahwa Zhong membangun masjid, Zhong meyumbang hewan kurban karena ITU SEMUA BOHONG BESUARRR!

Karena yang membangun Masjid, menyalurkan hewan kurban dan sebagainya adalah Pemprov DKI, dengan dana 100 persen dana APBD DKI yang nota bene memang uang rakyat, hak rakyat. Dan hal itu sudah rutin dilakukan sejak dulu setiap tahun, anggarannya memang sudah dipersiapkan.

Jadi siapapun Gubernurnya, dana bantuan sosial untuk rumah ibadah, anggaran pemotongan dan penyaluran hewan kurban dan sebagainya memang sudah disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sumber: gubernurmuslim.com/November 15, 2016

(nahimunkar.com)


You might also like
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan