Rabu, November 16, 2016

Jawabanku untuk member grup WA ku



Anda menyatakan:
Ibnu Hazm mengatakan bahwa Dhojnan adalah suatu daerah di antara Mekah dan Madinah. (Muhalla, 3/162, Maktabah Syamilah)
عَنْ جَابِرٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَمُطِرْنَا فَقَالَ « لِيُصَلِّ مَنْ شَاءَ مِنْكُمْ فِى رَحْلِهِ ».
Dari Jabir, beliau berkata, “Kami keluar untuk bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian ketika hujan, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Siapa yang mau silahkan mengerjakan shalat di rihal [kendaraannya masing-masing]‘. (HR. Muslim no. 1636)

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Terjemahan yg salah.
‘Siapa yang mau silahkan mengerjakan shalat di rihal [kendaraannya masing-masing]‘. (HR. Muslim no. 1636
Terjemahan yg benar.
‘Siapa yang mau silahkan mengerjakan shalat di rihal [ tempat nya , tempat yg terdapat barang – barangnya / bukan kendaran) .

الشافي في شرح مسند الشافعي (1/ 438)
والرِّحال": جمع رحل للإنسان وموضعه الذي يكون فيه متاعه.
التوضيح لشرح الجامع الصحيح (6/ 349)
ثم إن حديث ابن عباس لم يسلك فيه مسلك الأذان. ألا تراه قال: فلا تقل: حي على الصلاة، قل: صلوا في بيوتكم،

شرح مسند الشافعي (1/ 298)
الرحال جمع رحل: وهو المنزل والمسكن،

Intinya  Rihal bukan kendaran tapi tempat barang – barangnya , boleh dikatakan kemahnya  dlm berpergian.
Biasanya  jamaah  dilakukan dlm berpergian di tanah tp berhubung hujan, mk diperintahkan untuk salat di kemahnya  sj atau tempat barang – barangnya .
Anda menyatakan:
Lalu bgm sharusnya  mnyikapi persoalan saat kita di hadapkan dalam sikon yg tdk memungkinkan kita tuk bisa sholat di atas tanah tanpa tikar. Tp berhubung situasinya hujan , mk dilakukan sendirian di tempat barang – barangnya.
Jd hadis itu  tdk bisa  di buat  untuk bolehnya salat  di sajadah atau  tikar.
Anda menyatakan:
a.di mana hmpir seluruh masjid di bumi ini telah memilik lantai yg trbuat dari keramik dll,, kita sebut saja saat musim haji tiba apakah sholat ribuan jamaah haji mnjdi batil hny krn tdk mgerjakan sholat fardu di atas tanah....???

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bila salat  di karpet atau hamal dikatakan benar, mk  sy  tdk menjumpai dalilnya.
BiIa ada, tunjukkan.Tuntunannya dr Rasul jg sudah ada tentang salat ditanah.
Salat dikalangan kristiani sdh punah. Dan sy katakana  salat  yg persis dg tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   jg hampir  punah dikalangan umatnya. Yg menjalankan salat spt Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   sdh gharib. Ingatlah hadis ini:
بَدَأَ الْإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ *
Islam mulai dalam keadaan terasing ( terpencil  dan   jarang pengikutnya ) . Dan akan kembali dalam keadaan terasing. Beruntunglah  orang orang yang terpencil . Hadis sahih , Muslim/Iman /145

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).  ( 116  Al an`am )
Bila orang yg salat ditanah banyak, dan   membudaya  sbg mana  salat di sajadah mk hadis  dan ayat itu akan salah

 Anda menyatakan:
b.dan bgmn cara kita mngatasi masalah agar bisa mlaksanakan sholat fardu di atas kapal saat kita sedang mlakukan safar .. apakah juga sholat kita mnjadi bathil .....
Secara Pribadi saya akan ttp sholat fardu di atas keramik / kapal dgn mngambil manfaat kemudahan2 yg di berikan Allah mnjalankan syari'at berdasrkan dalil2 yg ada
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Km tinggal tunjukkan dalilmu tentang bolehnya salat di kramik dan kapal  sblm mati . Sbb  jgn berkata  atau berbuat tanpa dalil untuk patuh pd ayat:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai dalilnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [QS Al Isra`: 36]


Anda menyatakan :
Syari’at islam dibangun di atas dasar ilmu dan kemampuan orang yang dibebani. Tidak ada satu pun beban syari’at yang diwajibkan kepada seorang di luar kemampuannya. Allah Ta’ala sendiri menjelaskan hal ini dalam firman-Nya:

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Aneh salat di tanah tdk mampu dan salat di sajadah mampu.

Anda menyatakan:

izin brtnya sm khiayi mahrus dan ustad Adi hikmat brkaitan seputar masalah sholat fardu wajibnya hrs di atas tanah dan batal sholatnya jika sholat di atas selainya.. pembimbing dan admin sllu brhujjah dgn dalil2 sohih dan mngakatan perintah dalam dalil2 jelas maka berarti yg mnyelisihinya (sholat di atas selain tanah = sholatnya bathil)yg jadi pertanyaan :

1.ada brpakah bentuk perintah dlm ajaran islam

2.ada brapakah bentuk larangan dalam islam

3.baik perintah maupun larangan tolong sebutkan contoh2nya serta status hukumnya sprti apa jika di langgar.... mohon tanggapanya...

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sy  tdk bhs  hal itu scr mendetil , nanti  bertele – tele. Tp perintah yg berkaitan salat di tanah sj adalah wajib sebagaimana  hadis :
صحيح البخاري - (ج 11 / ص 237)
حَيْثُمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ وَالْأَرْضُ لَكَ مَسْجِدٌ
Dimana saja  kamu menjumpai waktu salat telah tiba , salatlah dan bumi adalah tempat sujudmu

Menurut riwayat Muslim  sbb:
صحيح مسلم - (ج 3 / ص 106)
ثُمَّ الْأَرْضُ لَكَ مَسْجِدٌ فَحَيْثُمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ
Lantas bumilah sebagai tempat sujudmu , dimana saja kamu menjumpai  waktu salat, salatlah.

فتح الباري لابن رجب - (ج 3 / ص 150)
الْمُرَادُ مِنْ هَذَا اْلحَدِيْثِ هَاهُنَا : أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - لَمْ يَكُنْ يُصَلِّي اْلمَكْتُوْبَةَ إِلاَّ عَلَى اْلأَرْضِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ ، فَأَمَّا صَلاَةُ الْفَرِيْضَةِ عَلَى اْلأَرْضِ فَوَاجِبٌ لاَ يَسْقُطُ إِلاَّ فِي صَلاَةِ شِدَّةِ اْلخَوْفِ ، كما قال تعالى: { فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالاً أَوْ رُكْبَاناً } [البقرة :239] .

Ibnu Rajab  berkata  dalam kitab Fathul bari  150/3 sbb:
Maksud hadis tsb ( hadis Rasul turun dr kendaraan )  adalah sesungguhnya Nabi SAW  tidak akan menjalankan salat  wajib kecuali  di tanah dengan  menghadap kiblat. Untuk menjalankan salat fardhu  di atas  tanah  ( langsung  bukan di sajadah atau keramik ) adalah  wajib kecuali  dalam salat  waktu peperangan  atau  keadaan  yang  menakutkan sebagaimana  firman Allah  taala  sbb:
Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan.
 Grup WA baru sy anggotanya sdh mencapai 222 orang dr asatidz dan ikhwan Judul nya “ Mengkaji hadis – hadis ibadah “ / “ Koreksi ajaran Islam klasik “
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051
0812-4194-6733



Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan