Kamis, November 03, 2016

Keharusan salat dg sandal dg alasan

Keharusan salat dg sandal dg alasan sbb:
1 Adanya perintah mengenakan sandal  dlm salat  spt hadis  sbb:
إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلْيَنْظُرْ فَإِنْ رَأَى فِي نَعْلَيْهِ قَذَرًا أَوْ أَذًى فَلْيَمْسَحْهُ وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا
:” Bila seseorang dantaramu  datang ke masjid, lihatlah. Bila melihat kotoran di kedua sandalnya,usapkan ( kebumi ) lalu lakukan salat dengannya “.HR Abu Dawud  650    Hadis sahih
مشكاة المصابيح (1/ 238)
766 -[13] (صَحِيح)
Al albani menyatakan hadis  tsb sahih.

أصل صفة صلاة النبي صلى الله عليه وسلم (1/ 110)
1) { [أخرجه] أبو داود، وابن خزيمة، والحاكم وصححه، ووافقه الذهبي والنووي.
وهو مخرج في " الإرواء " (284) ، [و " صحيح سنن أبي داود " (657) ] } (*) .
Al hakim  jg menyatakan hadis  tsb sahih, di setujui  oleh Dzahabi  dan Nawawi . ……….
Kalimat perintahnya  adalah :
وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا
Dan lakukan salat dg kedua sandal
Perintah  tsb hendaknya di jalankan tdk boleh melakukan salat dg telanjang  kaki. Diperintahkan salat dg kedua  sandal ber arti  dilarang  melakukan salat dg  telanjang kaki.
Bila ada orang yg melakukan salat dg telanjang kaki pasti melanggar perintah itu. Kita berpegangan kpd hadis  sbb:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَعُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِسُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ
  Dari Abu Hurairah  dari Nabi SAW  bersabda : “ Tinggalkan aku , selama aku meninggalkanmu ( Jangan bertanya macam – macam )  . Sesungguhnya  bangsa sebelummu binasa karena  bertanya  dan hilaf dengan Nabi- nabinya . Bila aku melarang sesuatu padamu , hindarilah . Bila aku memerintah sesuatu kepadamu   , kerjakanlah  semampumu .
HR Bukhori /7288/ I`tishom / Muslim / Haji /1337. Fadhoil / 1337. Tirmidzi / Ilmu / 2679. Ibnu Majah / Muqaddimah / 7320.
Lakukanlah salat dg sandal karena ada ayat :
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. Al ahzab 70
Tp barang siapa yg durhaka kpd Allah dan RasulNya mk akan mengalami derita dan adzah, bahkan sesat .
ومن يعص الله ورسوله فقد ضلّ ضلالاً مبينًا
Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. Al ahzab 36

Dan Allah jg berfirman :
ويقول تعالى: {فليحذر الّذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul lullah saw,  takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. Annur 63
Perintah  untuk mengenakan sandal  dr  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   sdh jls ada.  Perintah  menjalankan salat  dg kaki telanjang  tdk ditemukan.
Bila  ada , akan bertentangan dg hadis  sahih itu.
Bagi orang yg menyelisihi  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   akan mendapat fitnah  dan siksaan yg amat pedih.
Sbg pendukung  kpd hadis  tsb sbb :
خَاِلفُوا اْليَهُوْدَ ؛ فَإِنَّهُمْ لاَ يُصَلُّوْنَ فِي نِعَالِهِمْ وَلاَ خِفَافِهِمْ

“Bedakan diri dengan Yahudi, mereka tidak shalat dengan mengenakan sandal dan tidak memakai khuf mereka” (HR. Abu Dawud, Al Hakim) Al bani mensahihkan.
قال الشوكاني في شرح المنتقي: ولا مطعن في إسناده، ومخالفة اليهود أمر مطلوب شرعاً.
ar.islamway.net/fatwa/16487/ما-حكم-الصلاة-بالنعال
Syaukani menyatakan , sanadnya tdk cacat, berbeda  dengan Yahudi adalah   tuntutan syar`I / sesuatu yg di kehendaki syariat.
 وصححه الشيخ الألباني،
Al bani menyatakan hadis  tsb sahih.
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=41475
Secara makna  hadis  tsb banyak di dukung hadis yg menganjurkan agar beda  dengan ahli kitab, tdk boleh menyamai  mereka . Aplg dlm masalah  salat.
جامع الأصول في أحاديث الرسول (4/ 734)
-           (خ م د س ت) أبو هريرة - رضي الله عنه - : أَنَّ رسولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قال : «إِن اليهود والنصارى لا يَصبُغُون فخالفوهم».أخرجه البخاري، ومسلم ، وأبو داود والنسائي.
INtinya;  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bersabda: Sesngguhnya  Yahudi dan Nasrani tdk mewarnai rambutnya ( yg putih ), mk  berbedalh dg mereka.   Muttafaq alaih.

مسند أحمد بن حنبل - غير مشكول (2/ 356)
-           حدثنا عبد الله حدثني أبي حدثنا يحيى بن إسحاق حدثنا أبو عوانة عن عمر بن أبي سلمة عن أبيه عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال Y اعفوا اللحى وخذوا الشوارب وغيروا شيبكم ولا تشبهوا باليهود والنصارى K صحيح وهذا إسناد حسن
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bersabda:  Peliharalah jenggot , potonglah  kumis , robahlah  ubanmu  dan jangan menyerupai Yahudi dan Nasrani …………………  Sahih   namun sanad ini hasan.
Hadis  tentang  memelihara jenggot  banyak sekali  dan ulama menyatakan bahwa memelihara jenggot itu wajib karena  perntah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  .
Aneh sekali  bila perintah memakai sandal dlm salat   di sunnahkan tdk di wajibkan . Pd hal sama – sama perintah  dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  . Dlm kaidah usul Kalimat  perintah menunjukkan wajib kecuali ada  qarinah – hadis lain  atau ayat  yg menyatakan sunnah.
Dlm hal memakai sandal dlm salat , kita tdk menjumpai data hadis yg sahih yg menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   tdk memakai sandal dlm salat.
Bila ada tunjukkan. Bila tdk ada , mk memakai sandal  dlm salat adalah wajib. Bila di sunnahkan , mk kita blm menemukan dalil sahih bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   menjalankan salat tanpa sandal.
Suatu hal yg aneh adalah  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   memerintah pakai sandal , lalu beliau sendiri melanggar nya  setelah  para  sahabat konsis .
Memakai sandal adalah perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   dlm salat , setelah pr sahabat konsis lalu beliau melanggarnya sendiri. Ini tdk rasional.
Bila  ada hadis yg menyatakan  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   tdk makai sandal dlm salat , mk  jls beliau melanggar perintahnya sendiri dan hrs di cek kebenaran hadis itu agar tdk  terjadi simpang siur arti.
Hrs di cek lg agar tdk membingungkan . Bila tdk di cek, sampai kiamat umat akan bingung.
Kita ingat ayat :
قالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali. HUd 88.
Seorang guru yg tdk konsis dg perkataannya  akan tdk dipercaya oleh muridnya bahkan dikatakan omongan doang. Apalagi seorang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  . Karena itu  kaidah yg menyatakan perintah itu ter arah  pd sunnah bila ada qarinah – data yg menunjukkan sunnah dg adanya  kalimat lain yg menunjukkan sunnah .
Dan qarinah ini sendiri dikalangan ulama masih hilap. Ada yg menyatakan  ia  benar qarinah dan ada yg menyatakan , ia bukan qarinah. Kareana itu lebih baik  kita kembali kpd ayat  88 Hud dan perintah makai sandal waktu salat itu wajib.
Kita diperintahkan dlm hadis lg:
وصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
Dan  lakukanlah salat sebagaimana  kamu melihat aku melakukan  salat. MUttafaq alaih.
Lalu kita  ikut salat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   yg  selalu  memakai sandal . Perintah itu wajib di taati. Bila dilanggar , mk  kita  akan menjalankan salat  yg tdk sesuai dg salat rasul lalu  kita cocok dg salat kebanyakan orang.
Ibnu taimiyah berkata :
فَإِذَا كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَأَصْحَابُهُ يُصَلُّونَ فِي نِعَالِهِمْ وَلَا يَخْلَعُونَهَا بَلْ يَطَئُونَ بِهَا عَلَى الْأَرْضِ وَيُصَلُّونَ فِيهَا فَكَيْفَ يَظُنُّ أَنَّهُ كَانَ يَتَّخِذُ سَجَّادَةً يَفْرِشُهَا عَلَى حَصِيرٍ أَوْ غَيْرِهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَيْهَا ؟ فَهَذَا لَمْ يَكُنْ أَحَدٌ يَفْعَلُهُ مِنْ الصَّحَابَةِ .
Bila Nabi  S.A.W.   dan sahabat –sahabatnya  melakukan salat dengan sandalnya  dan tidak mencopotnya tapi mereka  pakai diatas tanah  dan mereka gunakan untuk salat , bagaimana  orang bisa punya anggapan bahwa Nabi  S.A.W.   menggunakan sajadah yang di hamparkan ke tikar atau lainnya ,lalu melakukan salat dengannya . Hal ini tidak akan di lakukan oleh seorangpun diantara  sahabat  Majmuk Fatawal kubro karya Ibnu  Taimiyah , juz 22
حَدِيْثُ  أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ يَزِيْدَ الأَزْدِيِّ، قَالَ: سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ: أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  يُصَلِّي فِيْ نَعْلَيْهِ قَالَ: نَعَمْ
أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيْ فِى : 8 كِتَابُ الصَّلاَةِ  : 24 بَابُ الصَّلاَةِ فِي النِّعَالِ

325.Said ibu Yazid Al Azdi menuturkan: “Aku pernah bertanya kepada Anas ibnu Malik, apakah Nabi saw  shalat di atas kedua sandalnya?”
Jawab Anas ra: “Ya, .” (Bukhari, 8, kitab shalat, 24, bab shalat memakai sandal).

Jadi makna hadis  agar berbeda  dg yahudi  dlm salat itu benar , cocok dg realita  dan perbuatan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   dan para sahabatnya.

Grup WA baru sy anggotanya sdh mencapai 206 orang dr asatidz dan ikhwan Judul nya “ Mengkaji hadis – hadis ibadah “ / “ Koreksi ajaran Islam klasik “
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051

0812-4194-6733
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan