Minggu, November 27, 2016

Pakai Ikat Kepala Tauhid, Abi Thamrin Bakar Semangat Umat Islam Bogor


Minggu, 27/11/2016 15:39:54 | Dibaca : 30528 Facebook  Twitter  Gplus KH Muhammad Husni 


Thamrin dalam tabligh akbar kebangsaan di Masjid Raya Bogor. (foto: suara islam)
Bogor (SI Online) - Ulama kharismatik KH Muhammad Husni Thamrin hadir dalam acara silaturahmi dan tablig akbar kebangsaan di Masjid Raya Bogor, Ahad (27/11/2016).

Dihadapan ribuan jamaah yang hadir, Kyai yang akrab disapa Abi Thamrin itu memakai ikat kepala bertuliskan lafazh Laa ilaa hailallah dan GBN (gerakan bela negara) sebelum menyampaikan ceramahnya. Sontak, apa yang dilakukan Abi tersebut, membangkitkan semangat jamaah yang hadir. Pekikan takbir bersautan ketika ia memakainya.

"Dengan memakai ikat kepala ini, kita harus siap berjuang menghadapi PKI gaya baru," tegasnya.

Menurutnya, dalam momen saat ini umat Islam telah bersatu, tidak lagi ada perbedaan. "NU, Muhammadiyah, Persis, PUI, FPI, HTI, Hasmi dan lainnya semua bersatu. Kita sekarang bersama-sama bergerak," ujar Abi.

Pimpinan Majelis Al Ihya Bogor itu juga menyerukan umat Islam untuk mengikuti Aksi Bela Islam III di Jakarta pada 2 Desember 2016 mendatang. Dengan sebuah pantun, Abi mengajak umat Islam agar semangat berjuang membela agama Islam.

"Kereta api dipanggil sepur, diatas sepur ada kondektur, daripada mati diatas kasur lebih baik mati di medan tempur," ujar Abi lalu disambut pekikan takbir jamaah.

Saat ini, kata Abi, sejumlah aparat kepolisian sudah mendatangi pesantren-pesantren dan lembaga Islam untuk melakukan pelarangan. Tidak hanya itu, organda juga diancam akan dicopot izinnya jika menyewakan bis kepada jamaah yang ikut aksi.

Meski demikian, dengan berharap dicabutnya larangan tersebut, Abi menyerukan kepada umat Islam untuk tetap berangkat dalam rangka menegakan hukum dan menyelamatkan negara.

red: adhila


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan