Selasa, November 01, 2016

Salat dengan sandal


إذا سُمح لهؤلاء بالدخول في المسجد بنعالهم تجمعت القاذورات والأذى في الفرش، وتمنع بعض الناس من الصلاة في المسجد من أجل هذا فهو يجني على المصلين ويؤذيهم بما يتقذرون منه، وهو إنما جاء بقصد الخير وفعل السنة، فالسنة في هذه الحالة ألا يؤذي المصلين، وألا يُقذر عليهم مسجدهم. هذا هو الذي ينبغي للمؤمن، ولا شك أن الفرش تتأثر بكل شيء. وهذا هو الأفضل وهو مقتضى القواعد الشرعية، أما إذا كانت المساجد بدون فرش فإنه إذا صلى في نعليه فهو أفضل إذا كانت نظيفة وسليمة من الأذى عملاً بالسنة.
https://www.binbaz.org.sa/fatawa/4407
Bin Baz berkata :
Bila mereka ( orang – orang  yg mengenakan sandal ) di perkenankan untuk masuk masjid dg sandal , maka banyak kotoran yg terkumpul  di karpet / hambal .  Dan sebagian orang  tdk suka melakukan salat di masjid  karena ini.
Dia melukai   orang – orang yg menjalankan salat dan menyakiti mereka  dg apa yg mereka jijik pdnya.  Dia datang untuk  bermaksud kebaikan dan melakukan sunnah.
Pada hal sunnahnya  dlm kondisi sedemikian ini tdk menyakiti orang – orang yg  salat. Dan masjidnya tdk dikotori. Ini  hal yg layak dilakukan oleh seorang mukmin.
 Tdk diragukan lg bahwa karpet itu  berbekas dg segala  sesuatu.
Inilah yg terbaik dan yg cocok dengan  anjuran  kaidah sariat. Bila masjid – masjid tdk di karpet, mk bila dia  menjalankan  salat dg dua  sandalnya itulah yg lebih utama bila  sandal itu bersih  dan tdk ada  kotoran. Dan hal itu untuk  menjalankan  sunah.
Itulah sekedar kutipan dr perkataan Syaikh Bin Baz.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Jadi intinya menurut beliau ,  bila  masjid – masjid  di karpet, mk tdk usah memasukkan sandal di masjid dan tdk usah menjalankan salat dg nya . Tp salatlah dg kaki telanjang. Lalu mana hadis  yg  dibuat pegangan untuk diperbolehkan  salat tanpa  sandal atau sepatu. Beliau tdk bawakan dalil  dlm hal ini. Dan tdk akan ditemukan dalilnya yg sahih. Dalilnya hanya hadis yg cacat.
Pd hal tuntunan salat yg asli bukan yg palsu adalah salat dengan mengenakan  sandal bukan telanjang kaki.
Syaikh Muqbil al Wadi`I  berkata:
فقد تواتر أنّ النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم صلى في نعليه، والله سبحانه وتعالى يقول: {لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر}
Intinya : Hadis tentang Nabi  shallallahu alaihi wasallam  melakukan salat dg dua sandalnya adalah mutawatir (  tdk bisa di bantah lg ) . Allah jg berfirman :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri)Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.


وثبت أن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم أمر بالصلاة في النعال، والله سبحانه وتعالى يقول: {وما ءاتاكم الرّسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا3
Intinya : Jg ada hadis  sahih Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   memerintah  salat dg sandal.
Allah berfirman :
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah;( Al Hasyr 7 )


.
ويقول: {وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله ورسوله أمرًا أن يكون لهم الخيرة من أمرهم ومن يعص الله ورسوله فقد ضلّ ضلالاً مبينًا
Allah jg berfirman : ‘
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. Al ahzab 36

Dan Allah jg berfirman :
ويقول تعالى: {فليحذر الّذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul lullah saw,  takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. Annur 63
http://sonanmahjoura.blogspot

Maunya  syaikh Bin Baz  tdk usah melaksanakan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   tentang salat dg sandal bila masjidnya berkarpet.
Jadi tuntunan ini hrs  di hilangkan, tdk boleh dijalankan dlm kondisi masjid sedemikian ini. Dan sampai kiamat , masjid akan di karpet, di hambal dll.
Lalu kpn kita bisa menegakkan sunnah yg telah dimatikan orang banyak. Kita kok aneh malah mematikan sunnah.
Mestinya tegakkan  sunnah dan matikan bid`ah.
Mestinya kita tegakkan  sunnah yg dimatikan.
Bila pendapat Bin Baz itu  kita ikuti , mk  sampai mati kita tdk akan melaksanakan   tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   tentang salat bersandal itu. Apalagi  tuntunan tentang salat di tanah tanpa tikar dan karpet.
Di saat manusia  senang mematikan sunnah, kita benci pdnya dan kita hidupkan sunnah.
Katanya kita diperintahkan :
وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
Dan lakukanlah salat sebagaimana kamu melihat aku melakukannya
Dan seumur hidup Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   menjalankn salat dg bersandal  dan tdk pernah  dg telanjang kaki.
Bila  pernah buktikan dg refrensi hadis yg ada.
Bila tdk bisa buktikan, mk ikutilah  tuntunan salat bersandal.
Bila kita ikut pendapat Syaikh bin Baz itu kita akan menyelisihi hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Persoalah  pokok itu adalah  karena masjidnya dikarpet. Dan  sudah membudaya. Dan harus kekeliruan itu membudaya dan kebenaran itu terpencil. Bila tdk gt , mk salah hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   yg menyatakan :
بَدَأَ الْإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ *
Islam mulai dalam keadaan terasing ( terpencil  dan   jarang pengikutnya ) . Dan akan kembali dalam keadaan terasing. Beruntunglah  orang orang yang terpencil . Hadis sahih , Muslim/Iman /145

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).  ( 116  Al an`am )
syaikh Bin Baz  menyatakan

Inilah yg terbaik dan yg cocok dengan  anjuran  kaidah sariat.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Aneh sekali, salat dg telanjang kaki yg tiada tuntunannya  mlh dikatakan terbaik, bukan terjelek
Terus  salat spt itu  cocok dg kaidah sariat yg mn ?
Ya bgtlah pendapat manusia , kdg keliru jg kdg benar.
Imam Malik berkata:
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah . Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah .

Syaikh bin Baz menyatakan lg:

 Bila masjid – masjid tdk di karpet, mk bila dia  menjalankan  salat dg dua  sandalnya itulah yg lebih utama bila  sandal itu bersih  dan tdk ada  kotoran. Dan hal itu untuk  menjalankan  sunah.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bukan sj lebih  utama , malah itu lah keharusan seorang muslim menjalankan  salat dg sandal.

Grup WA baru sy anggotanya sdh mencapai 202 orang dr asatidz dan ikhwan Judul nya “ Mengkaji hadis – hadis ibadah “ / “ Koreksi ajaran Islam klasik “
Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah, penuh persaudaraan .
Mau ikut , hub 08883215524 .
0852-7312-5077
0 857-8715-4455
0812-3270-051
0812-4194-6733



Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan