Kamis, Desember 01, 2016

Kajian hadis siksa kubur yg kedua.


حَدَّثَنَا عَيَّاشٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا سَعِيدٌ قَالَ وَقَالَ لِي خَلِيفَةُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَبْدُ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتُوُلِّيَ وَذَهَبَ أَصْحَابُهُ حَتَّى إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ فَأَقْعَدَاهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَيُقَالُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنْ النَّارِ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنْ الْجَنَّةِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا وَأَمَّا الْكَافِرُ أَوْ الْمُنَافِقُ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيُقَالُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ
(BUKHARI - 1252) : Telah menceritakan kepada kami 'Ayyasy telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'laa telah menceritakan kepada kami Sa'id berkata; dan telah berkata, kepadaku Khalifah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Sa'id dari Qatadah dari Anas radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jika seorang hamba  sudah diletakkan didalam kuburnya dan teman-temannya sudah berpaling dan pergi meninggalkannya, Sesungguhnya  dia mendengar suara gerak langkah sandal sandal mereka, maka akan datang kepadanya dua malaikat yang keduanya akan mendudukkannya seraya keduanya berkata, kepadanya: "Apa yang kamu komentari tentang laki-laki ini, Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam?". Maka dia menjawab: "Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusanNya". Maka dikatakan kepadanya: "Lihatlah tempat dudukmu di neraka yang Allah telah menggantinya dengan tempat duduk di surga". Nabi Shallallahu'alaihiwasallam selanjutnya berkata,: "Maka dia dapat melihat keduanya". Adapun (jenazah) orang kafir atau munafiq akan menjawab: "Aku tidak tahu, aku hanya berkata, mengikuti apa yang dikatakan kebanyakan orang". Maka dikatakan kepadanya: "Kamu tidak mengetahuinya dan tidak paham". Maka kemudian dia dipukul dengan palu  terbuat dari besi diantara kedua telinganya sehingga berteriak  yang dapat didengar oleh yang ada di sekitarnya kecuali oleh dua makhluq (jin dan manusia)

 ".
Muttafaq alaih.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hadis tsb muttafaq alaih , Bukhari dan Muslim  jg meriwayatkannya.
Realitanya Ibn Majah, Tirmidzi,  dlm kitab sunannya dan Imam Malik  tdk meriwayatkannya  dlm kitab al Muwattha`.
Setahu  sy hadis itu di kalangan sahabat tdk dikenal. Setahu sy hanya sahabat Anas bin Malik yg meriwayatkannya. Sahabat yg lain  tdk kenal dgnya. Scr  sanad  ada  sisi kelemahan. Yaitu hanya Qatadah yg meriwayatkan  dan Dia perawi tunggalnya.
 المسند الجامع (1/ 419)
أخرجه أحمد 3/126 (12296) قال: حدَّثنا رَوْح بن عُبَادَة، حدَّثنا سَعِيد (ح) ويُونُس، حدَّثنا شَيْبَان. وفي 3/233 (13480) قال: حدَّثنا عَبْد الوَهَّاب، حدَّثنا سَعِيد بن أَبي عَرُوبَة. و"عَبد بن حُميد" 1180 قال: حدَّثنا يُونُس بن مُحَمد، حدَّثنا شَيْبَان بن عَبْد الرَّحْمان. و"البُخَارِي" 2/113 (1338) و2/123 (1374) قال: حدَّثنا عَيَّاش بن الوَلِيد، حدَّثنا عَبْد الأَعْلَى، حدَّثنا سَعِيد. وفي 2/113 (1338) قال: وقال لي خَلِيفَة، حدَّثنا ابن زُرَيْع، حدَّثنا سَعِيد. و"مسلم" 8/161 (7318) قال: حدَّثنا عَبْد بن حُمَيْد، حدَّثنا يُونُس بن مُحَمد، حدَّثنا شَيْبَان بن عَبْد الرَّحْمان. وفي 8/162 (7319) قال: وحدَّثنا مُحَمد بن مِنْهَال الضَّرِير، حدَّثنا يَزِيد بن زُرَيْع، حدَّثنا سَعِيد بن أَبي عَرُوبَة. وفي (7320) قال: حدَّثني عَمْرو بن زُرَارَة، أخبرنا عَبْد الوَهَّاب، يَعْنِي ابن عَطَاء، عن سَعِيد. و"أبو داود" 3231 و4752 قال: حدَّثنا مُحَمد بن سُلَيْمان الأَنْبَارِي، حدَّثنا عَبْد الوَهَّاب، يَعْنِي ابن عَطَاء، عن سَعِيد. و (االنَّسَائِي) 4/96 و97، وفي "الكبرى" 2187 و2189 قال: أخبرنا أحمد بن أَبي عُبَيْد الله الوَرَّاق، قال: حدَّثنا يَزِيد بن زُرَيْع، عن سَعِيد. وفي 4/97، وفي "الكبرى" 2188 قال: أخبرنا مُحَمد بن عَبْد الله بن المُبَارك، وإبراهيم بن يَعْقُوب بن إِسْحَاق، قالا: حدَّثنا يُونُس بن مُحَمد، عن شَيْبَان.
كلاهما (سَعِيد بن أَبي عَرُوبَة، وشَيْبَان بن عَبْد الرَّحْمان) عن قَتَادَة، فذكره.
-       صَرَّحَ قَتَادَة بالسَّمَاع، في رواية شَيْبَان، ورواية سَعِيد، عند البُخَارِي (
Intinya hadis tsb hanya  dari   Qatadah bukan orang lain. Dia perawi tunggal , bukan dua atau tiga. Identitasnya  sbb:

  ــ  قتادة بن دعامة بن قتادة ، و يقال قتادة بن دعامة بن عكابة ، السدوسى ، أبو الخطاب البصرى

المولد  : 60 هـ أو 61 هـ
الطبقة : 4  : طبقة تلى الوسطى من التابعين
الوفاة : 100 و بضع عشرة هـ بـ واسط
روى له : خ م د ت س ق
مرتبته عند ابن حجر : ثقة ثبت
مرتبته عند الذهبـي : الحافظ
mausuah ruwatil hadis 5518.
Intinya:
Qatadah adalah tingkat empat  setelah pertengahan tabiin.
Jd sekitar 90  th setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   wafat kalangan tabiin tiada yg kenal hadis itu kcl Qatadah . Sampai mati kebanyakan sahabat  tdk kenal hadis itu dan tdk memiliki  akidah mayat mendegar   suara  gerak sandal  pengiringnya   spt hadis  itu.

Hadis  tsb lemah karena perawi tunggalnya  bukan dr Medinah  tp  dari Irak . Hal ini tanda kelemahan hadis .
Dalam majalah Buhus Islamiyah  terdapat keterangan:

ولهذا نقول إنه ينبغي لطالب العلم أن ينظر أن من قرائن الإعلال والرد للأحاديث، في تفردات الكوفيين والعراقيين على وجه العموم،
مجلة البحوث الإسلامية

Karena ini, kami katakan: Layak sekali bagi thalib ilm untuk melihat bahwa sebagian tanda cacat dan tertolaknya beberapa hadis adalah tafarrudnya perawi Kufah dan Irak secara umum (seperti hadis masalah Bilal tadi).
Majalah buhus Islamiyah.
Syaikh Muhammad Hasan Abd Ghaffar menyatakan :
تعريف الحديث المنكر
تطلق النكارة عند المتقدمين على التفرد حتى ولو كان من الثقات، وأحمد كان يرى انفراد الثقة نكارة، وكان بعض المتقدمين يرى الانفراد من الضعيف نكارة.
http://audio.islamweb.net/audio/Fulltxt.php?audioid=179908
Devinisi hadis munkar .
Istilah hadis  munkar menurut pakar hadis  dulu  bisa di katakana kpd hadis  yg di riwayatkan oleh perawi  tunggal sekalipun  dia  termasuk perawi tsiqah ( terpercaya )
Imam Ahmad jg berpandangan  sedemikian. Sebagian kalangan ahali hadis  dulu berpandangan  hadis munkar  itu dr  perawi  lemah yg tunggal.

Dari segi  redaksi hadis, ada  sisi kelemahan.  Yaitu mayat mendengar  suara gerak langkah  sandal.
Mayat mendenngar hrs ada dalilnya dan mayat tdk mendengar jg hrs ada dalilnya.
Al quran  tlh menyatakan  bahwa mayat  tdk mendengar sbgmn ayat :
إِنَّكَ لاَ تُسْمِعُ الْمَوْتَى
Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar
وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي اْلقُبُوْرِ
dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.[1]
Hadis tsb bertentangan dg ayat al quran  dan ini tanda kelemahannya.
Mayat dipukul dg palu ini bentuk penyiksaan kpd mayat . Firaun  dan rakyat  yg mendukungnya sj tdk d siksa, mk layak sekali mukmin  yg di tanam dikuburan  untuk di selamatkan dr siksaan . Allah  berfirman:
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ(46)
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat., "Masukkanlah Fir''aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras." (QS. Al-Mu’min: 46)
  Firaun dan rakyat pendukungnya di lemparkan ke Neraka nanti pd hari kiamat . Sblmnya hanya  di tampakkan pd mereka.  
Juga bertentangan dg ayat :
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ قَالُوا يَاوَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ  إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ
Dan ditiuplah sangkakala,  tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). Cukup satu teriakan,tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Yasin 51-53

Dalam ayat tsb ahli kubur dalam keadaan tidur, lalu bagaimanakah mereka di siksa. Bila   disiksa, tdk akan bisa tidur.  Dan menjerit karena merasakan  siksaannya  itu.





[1] Fathir 22
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan