Minggu, Januari 01, 2017

Jawabanku untuk ust Qasim bin Ali ke 5

Jawabanku untuk ust Qasim bin Ali ke 5
Ust Qasim bin Ali menulis :
Dalil Adanya Siksa Kubur,

Banyak sekali orang yang menolak adanya siksa kubur.

Didalam kesempatan ini saya ingin menunjukan dalil adanya siksa kubur dalam al-quran. Setidaknya ada 6 ayat yang menjadi Dalil Adanya Siksa Kubur.

Dalil Adanya Siksa Kubur pertama adalah At-Taubah ayat 101

وَمِمَّنْ حَوْلَكُم مِّنَ الأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُواْ عَلَى النِّفَاقِ لاَ تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ

Artinya: “Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah, mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (Q.S At-Taubah: 101)

Ketika menjelaskan ayat ini Imam Suyuthi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan di siksa dua kali adalah siksaan di dunia dan di alam kubur. Dalam tafsir jalalain beliau menjelaskan:

{ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ } بالفضيحة أو القتل في الدنيا وعذاب القبر { ثُمَّ يُرَدُّونَ } في الآخرة { إلى عَذَابٍ عَظِيمٍ } هو النار

Artinya: { Nanti mereka akan Kami siksa dua kali} dengan hinaan atau dibunuh dan siksaan alam kubur.




Ibn Katsir dalam tafsirnya menukil pendapat Hasan Bashri mengenai maksud kalimat di siksa dua kali bahwa yang dimaksud adalah siksa dunia dan siksa alam kubur.
Dari Ibnu Abbas, dia berkata tentang makna ayat “Mereka akan kami azab dua kali”: Maka azab pertamanya adalah ketika mereka (orang munafik) diusir dari mesjid, azab yang kedua adalah di kubur. (Tafsir Ibnu Katsir)

Mujahid mengatakan sehubungan dengan firman di atas adalah dibunuh dan ditawan. Dalam riwayat lain disebutkan dengan kelaparan dan siksa kubur. (Tafsir Ibnu Katsir)
“Kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar”

Menurut Ibnu Juraij adalah azab dunia dan azab kubur, kemudian mereka dikembalikan kepada azab yang besar, yaitu neraka. Menurut Al-Hasan Al-Basri adalah azab di dunia dan azab kubur. (Tafsir Ibnu Katsir)
Sa’id telah meriwayatkan dari Qatadah tentang “Nanti mereka akan Kami azab dua kali” adalah azab di dunia dan azab di alam kubur. (Tafsir Ibnu Katsir)
https://qosimaly.blogspot.co.id/2014/11/dalil-adanya-siksa-kubur.html

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Mengapa kalimat “Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.”  di fokuskan pd siksa kubur. Bukan penderitaan   di dunia  atau  bukan siksaan  di dunia .
Bila  di ikuti tafsiran mrk itu, mk ayat itu hrs bertentangan dg ayat  51- 53 surat Yasin yg menyatakan bahwa mayat tidur.
Bila  disiksa , mk mayat ber arti punya roh, di hidupkan lg dan ini menyalahi ayat
قَالُوا رَبنَا أمتنَا اثْنَتَيْنِ وأحييتنا اثْنَتَيْنِ
 11 )   Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula). Ghafir 11.
Hidup  itu hanya dua kali, bukan tiga kali atau lebih.  Hidup  didunia  dan kelak  ketika  dibangkitkan akan masuk surga atau Neraka. Jadi bila  di kuburan  manusia dihidupkan untuk di tanya mk  hidupnya  tiga kali  dan ini nyalahi ayat itu.
Mayat itu disiksa tanpa dihidupkan lg mk tidak terasa. Mayat disiksa tidak terasa sakit  di beri nikmat makanan atau istri jg tdk terasa nikmat. Bila dihidupkan, nyalahi ayat:
أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
( 21 )   (Berhala-berhala itu atau mayat  - mayat  yg di mintai ) mati tidak hidup, dan mereka  tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.
Boleh di artikan dan mayat – mayat yg dimintai  tdk mengerti kapan di bangkitkan.
Dlm ayat  16 al mukminun itu diterangkan dg gamblang bahwa  pd hari kiamat mayat  di bangkitkan, rohnya  di kembalikan, bukan dikuburan.
Mayat tdk ngerti kpn mereka dibangkitkan.

Mengapa kalimat itu ““Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar”  tdk di tafsiri  sesuai  dengan ayat :
{لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا (60) مَلْعُونِينَ أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلًا (61) سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا (62) } [الأحزاب: 60 - 62]
( 60 )   Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar,
( 61 )   dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.
( 62 )   Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati peubahan pada sunnah Allah.

Dlm ayat itu dijelaskan bahwa  kaum  munafik  akan disiksa , menderita karena  diperangi, tidak kerasan / tdk enak hidup di Madinah, di tangkap dan di bunuh . Itulah  sunnatullah  yg sdh berjalan untuk mereka .
Dlm ayat itu yg jg menerangkan ttg penderitaan  kaum munafikin  tdk ada keterangan siksa  kubur.
Mengapa  anda  mengambil pendapat ulama  ahli tafsir yg keliru dan tdk mengambil pendapat mrk yg benar .
الصحيح المسبور من التفسير بالمأثور (2/ 483)
قال الطبري: حدثنا محمد بن عبد الأعلى، قال: حدثنا محمد بن ثور، عن ابن أبي نجيح، عن مجاهد: (سنعذبهم مرتين) قال: القتل والسباء.
وسنده صحيح
Intinya : Pendapat  imam Mujahid menyatakan maksud siksa dua kali  adalah mereka dibunuh dan di tawan. Sanadnya sahih.
التفسير الواضح (2/ 10)
هؤلاء سنعذبهم مرتين: مرة في الدنيا بفضيحتهم وهتك سترهم وتكليفهم بتكاليف الإسلام من جهاد وزكاة، والحال أن أعمالهم كسراب بقيعة لا تنفعهم بشيء.. ومرة في الآخرة بالعذاب الشديد والجزاء المناسب لجرم عملهم وسوء صنيعهم ثم يردون إلى عذاب عظيم
Intinya dlm kitab tafsir tsb maksud “Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar” adalah di dunia namanya tercemar, kemunafikannya terbongkar , di perintah  untuk menjalankan jihad, zakat > pd hal amalan mrk tdk diterima oleh Allah  dan  nanti di akhirat mereka akan tersiksa  dg siksaan yg pedih.  Tidak ada keterangan siksa kubur.
الموسوعة القرآنية (10/ 38)
سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ أي القتل وعذاب الآخرة.
Intinya maksud siksa  dua kali terbunuh  dan siksa akhirat ………………….. dan ini jga tdk menyebut  siksa  kubur
تفسير الشعراوي (9/ 5454)
فيأتي فيهم القول الحق: {سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إلى عَذَابٍ عَظِيمٍ} .
هم إذن سيعذبون مرتين في الدنيا، ثم يردون لعذاب الآخرة، وأول عذاب لمن يستر نفاقه أن يفضح نفاقه؛
Intinya dlm kitab  itu diterangkan maksud siksa dua kali adalah di dunia ( bukan siksa kubur )  lalu kelak  di siksa di akhirat …………
التفسير الحديث (9/ 526)
 ولسوف يعذبهم الله مرتين قبل يوم القيامة ثم يردون إلى عذاب عظيم في ذلك اليوم جزاء خبثهم ومكرهم.
Intinya : Dua siksaan itu di dunia   bukan di kuburan .

Yg paling benar  maksud  dua siksaan  itu didunia spt di jlskan dg gamblang di ayat  60 -62 al ahzab. Dan paling  salah  adalah bila  dua siksa itu termasuk siksa kubur.
Dari segi makna ayat tdk cocok , mrk  di siksa  dua kali   dan kelak  jg di siksa di akhirat menunjukkan bahwa  dua siksa  itu di dunia.
Bila  diartikan untuk siksa kubur akan nentang banyak ayat , dan kita akan kufur  dg beberapa ayat tsb dan beriman kpd pendapat ulama yg keliru. Sy ingat ayat :
سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ ءَايَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan