Meluruskan Ritual-ritual Ahli Bid'ah yang dianggap Sunnah. Menggugat sholawat dan dzikir syirik. Menyampaikan pengkajian hadis secara jujur dan ilmiyah Pergilah ke blog ke II : www.mantankyainu2.blogspot.com
Sabtu, Maret 28, 2026
Minggu, Maret 22, 2026
kajian salat jumat ke 11
أن النبي صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ كان يقرأ في العيدين والجمعة ب { سبح
اسم ربك الأعلى } و{ هل أتاك حديثُ الغاشية } وربما اجتمعا في يوم فيقرأ بهما
خلاصة حكم المحدث : صحيح
الراوي : النعمان بن بشير | المحدث : البخاري | المصدر : العلل الكبير |
الصفحة أو الرقم : 92
| التخريج : أخرجه أبو داود (1122)، والنسائي (1568)، والطبراني في
((المعجم الكبير)) (21/ 134) (166)، والبيهقي (6262)، والترمذي في ((العلل)) (152)
جميعا بلفظه.
سنن النسائي (3/ 112)
Nabi
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam membaca Surah Al-A'la (87) dan Surah
Al-Ghashiyah (88) pada kedua shalat Id dan shalat Jumat. Terkadang, jika shalat
Id dan Jumat bertepatan, beliau membacanya bersama-sama.
Pendapat
ulama hadits: Sahih
Perawi:
Nu'man bin Bashir | Diriwayatkan oleh: Al-Bukhari | Sumber: Al-'Ilal Al-Kabir |
Halaman atau Nomor: 92
| Referensi:
Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1122), An-Nasa'i (1568), At-Tabarani dalam
Al-Mu'jam Al-Kabir (21/134) (166), Al-Bayhaqi (6262), dan At-Tirmidhi dalam
Al-'Ilal (152), muanya dengan redaksi yang sama.
Sunan
An-Nasa'i (3/112)
المسند الجامع (15/ 508)
ستتهم (سُفْيَان الثَّوْرِي،
وجَرِير، وأبو عَوَانَة، ومِسْعَر، وشُعْبة، وسُفْيان بن عُيَيْنَة) عن إبراهيم بن
مُحَمد بن المُنْتَشِر، عن أبيه، عن حَبِيب بن سالم، فذكره
Al-Musnad al-Jami' (15/508)
Enam diantaranya (Sufyan al-Tsawri,
Jarir, Abu ‘Awanah, Mis’ar, Shu’bah, dan Sufyan bin ‘Uyaynah) meriwayatkan dari
Ibrahim bin Muhammad bin al-Muntashir, dari ayahnya, dari Habib bin Salim, dan
beliau menyebutkannya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Intinya perawi tunggalnya
adalah Ibrahim bin Muhammad tidak ada tabiin atau pengikutnya di Madinah yang tahu hadis itu.
لأسم : إبراهيم بن محمد بن
المنتشر بن الأجدع
الشهرة : إبراهيم بن محمد
الهمداني
النسب : الكوفي, الهمداني
الرتبة : ثقة
عاش في : الكوفة
Nama : Ibrahim bin Muhammad bin al-Muntasyir bin
al-Ajda'
Dikenal sebagai: Ibrahim bin Muhammad al-Hamdani
Kebangsaan: Kufan, al-Hamdani
Peringkat: Dapat Dipercaya
Tinggal di: Kufah
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ibrahim bn Muhammad memilik murid banyak juga antara
lain Imam Abu Hanifah yang wafat pada tahun 150 . Berarti sebelum tahun itulah
hadis tsb masih di ketahu satu orang. Ini namanya hadis gharib, nyeleneh
حكم تفرد الثقة الذي لم يخالف
فيما تفرد به.
ذهب الخليلي إلى أن الحديث الذي
تفرد به الثقة: “يتوقف فيه، ولا يحتج به”.
واعتبر أبو عبد الله الحاكم ما
تفرد به الثقة من قبيل الشاذ، فقال: “فأما الشاذ فإنه الحديث يتفرد به ثقة من
الثقات وليس للحديث أصل متابع لذلك الثقة”.
Hukum mengenai riwayat tunggal dari perawi terpercaya
yang tidak pernah menyelisihi dalam apa yang diriwayatkannya sendiri.
Al-Khalili berpendapat bahwa hadits yang diriwayatkan
hanya oleh perawi yang tunggal terpercaya harus diperlakukan dengan hati-hati (
di tangguhkan ) dan tidak digunakan sebagai bukti ( hujjah atau pegangan )
Abu Abdullah al-Hakim menganggap apa yang diriwayatkan
oleh perawi terpercaya yang tunggal sebagai
sesuatu yang anomali, dengan mengatakan: “Adapun hadits anomali, yaitu hadits
yang diriwayatkan hanya oleh satu perawi
terpercaya yang tidak memiliki riwayat pendukung.”
توفي الإمام أبو حنيفة النعمان
في بغداد عام 150 هـ (767 م) عن عمر ناهز 70 عاماً، ودفن في مقبرة الخيزران
(بمنطقة الأعظمية حالياً)، وذلك في عهد الخليفة العباسي أبي جعفر المنصور. وتذكر
المصادر أنه توفي في السجن إثر سجنه بسبب رفضه تولي القضاء، وصلى عليه نحو 50 ألف
شخص
Imam Abu Hanifa al-Nu'man wafat di Baghdad pada
tahun 150 H (767 M) pada usia sekitar 70 tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman
al-Khayzuran (di distrik al-Adhamiya saat ini) pada masa pemerintahan Khalifah
Abbasiyah Abu Ja'far al-Mansur. Sumber-sumber menunjukkan bahwa beliau wafat di
penjara setelah dipenjara karena menolak menduduki jabatan hakim. Sekitar
50.000 orang menghadiri salat jenazahnya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hadis itu tidak bias di buat sandaran
karena riwayat tunggal . Dan ulama ahli haadis dulu tidak memperbolehkan untuk membuat
pegangan kepada hadis riwayat tunggal . harus di tangguhkan hingga ketemu riwayat
lain yang mendukung da tidak di temukan. Sebab masa sebelum Abu Hanifah wafat saja
yaitu 150 hijriyah masih di ketahui satu orang , yaitu Ibrahim bin Muhammad.
Kita tetap berpegangna kepada ayat
78 Al isra` :
78أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ
الشَّمْسِ
Dirikanlah shalat dari sesudah
matahari tergelincir
Ayat ini untuk hari kamis , jumat
atau hari lainnya,lalu mengapa pada hari jumat ayat ini di non aftifkan . Mengapa
ia hanya ddi lakukan pada hari lainnya. Bila kita tidak melakukan salat lohor pada
hari jumat , maka kita akan berdosa karena
kita melalaikan ayat itu tanpa dasar izin dari Allah.
Kamis, Maret 19, 2026
Kajin salat jumat ke 10
{منتديات كل السلفيين}
{ Forum segenap Salafi}
https://www.kulalsalafiyeen.com › ..
ثم يخلص من هذا إلى نتيجة إجمالية بقوله: إنه بناء على
ما تقدم أصبح النقاد في المرحلة الأولى يعني المتقدمين هم العمدة والمصدر الرئيس
لمباحث علو برديجي (١).
Kemudian ia menyimpulkan dari hal ini dengan hasil umum dengan
mengatakan: Berdasarkan apa yang telah dipaparkan, para kritikus pada tahap
pertama, yaitu para pendahulu, menjadi sumber utama dan sumber primer bagi
penelitian Al Bardiji (1).
كان يقرأُ في الجمعةِ بسبحِ اسمِ
ربِّك الأعلى وهل أتاكَ حديثُ الغاشيةِ
الراوي: أبو عنبة الخولاني • الشوكاني، نيل الأوطار (٣/٣٤٠) • في إسناده
سعيد بن سنان ضعفه أحمد وابن معين وغيرهما • أخرجه ابن ماجه (١١٢٠)، واللفظ له،
والترمذي تعليقا بعد حديث (٥١٩)، وابن أبي شيبة كما عند السيوطي في ((الدر
المنثور)) (٨/ ٤٨٠)
- Beliau
biasa membaca pada hari Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” (بسبحِ اسمِ ربِّك الأعلى ) dan “Apakah telah
sampai kepadamu riwayat tentang peristiwa yang dahsyat itu?” (وهل أتاكَ حديثُ الغاشيةِ) Hadis lemah .
Perawi: Abu Anaba al-Khawlani • Al-Shawkani, Nayl al-Awtar (3/340) •
Dalam sanadnya terdapat Saeed bin Sinan, yang oleh Ahmad, Ibn Ma’in, dan
lainnya dianggap lemah • Diriwayatkan oleh Ibn Majah (1120), dan redaksinya
adalah miliknya, dan oleh al-Tirmidhi sebagai riwayat yang terhenti ( hadis
ta`liq )setelah hadits (519), dan oleh Ibn Abi Shaybah
sebagaimana disebutkan oleh al-Suyuti dalam “al-Durr al-Manthur” (8/480)
Haddis tsb tetap lemah.
قال يحيى بن معين : قال أهل حمص : هو من كبار التابعين ، وأنكروا أن تكون
له صحبة .
قلت : هذا يحمل على إنكارهم الصحبة التامة لا الصحبة العامة .
Yahya bin Ma'in berkata: Penduduk
Homs berkata: Dia adalah salah satu pengikut senior (tabiin), tetapi mereka
menyangkal bahwa dia adalah seorang Sahabat.
Saya katakan: Ini menunjukkan bahwa mereka menyangkal persahabatannya
secara penuh, bukan hanya persahabatan secara umum
Komentarku ( Mahrus
ali ) : Hadis tsb terputus sanadnya sebab Abu Naba al khaulani bukan sahabat. Apa lagi
ada perawi yang lemah. Jadi tidak bisa di buat pegangan. Ia tidak sahih.
Kembalilah kepada ayat 78 al isra`.
Imam Malik dan
penduduk Madinah tidak tahu dan jarang sekali kitab kitab hadis yang memuat
hadis tsb
كان رسولُ اللهِ ﷺ يقرأُ في الجمعةِ بسبحِ اسمَ ربِّكَ الأعلى وهل أتاكَ
حديثُ الغاشيةِ
الراوي: سمرة بن جندب • ابن حزم، المحلى (٤/١٠٧) • احتج به ، وقال في
المقدمة: (لم نحتج إلا بخبر صحيح من رواية الثقات مسند) • أخرجه أبو داود (١١٢٥)،
والنسائي (١٤٢٢)، وأحمد (٢٠١٥٠) به. • شرح حديث مشابه
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam membaca dalam shalat Jumat,
“Sucikanlah Nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,” dan “Apakah telah sampai kepadamu
riwayat tentang peristiwa yang dahsyat itu?”
Diriwayatkan oleh: Samurah ibn Jundub • Ibn Hazm, Al-Muhalla (4/107) •
Beliau mengutipnya sebagai bukti dan berkata dalam pengantar: “Kami hanya
menggunakan hadits-hadits sahih yang diriwayatkan oleh perawi terpercaya dengan
sanad yang lengkap.” • Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud (1125),
An-Nasa’i (1422), dan Ahmad (20150). • Penjelasan hadits serupa
جمع الفوائد من جامع الأصول ومجمع الزوائد (1/ 313)
- سَمُرَةُ بْنُ جُنْدَبٍ:
أَنَّ النبي - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ بِسَبِّحِ
اسْمَ رَبِّكَ، وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ. لأبي داود، والنسائي (1).
_________
(1) رواه أبو داود (1125)، والنسائي 3/ 111 - 112، وصححه الألباني في «صحيح أبي
داود» (1030).
(1) Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1125), dan
Al-Nasa’i 3/111-112, dan disahihkan oleh Al-Albani dalam “Sahih Abi Dawud”
(1030).
فتح الغفار الجامع لأحكام سنة نبينا المختار (2/ 649)
وعن سمرة: «أن النبي - صلى الله عليه وسلم - كان يقرأ في
العيدين بسبح اسم ربك الأعلى، وهل أتاك حديث الغاشية» رواه أحمد (3)
Tafsir Lengkap Al-Ghaffar tentang Hukum-hukum Sunnah Nabi Pilihan Kita
(2/649)
Dari Samurah: “Nabi (shalawat dan salam kepadanya) biasa membaca dalam
dua shalat Id ‘بسبح اسم ربك الأعلى Sucikanlah Nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi’ dan ‘وهل أتاك حديث الغاشية Apakah telah sampai kepadamu riwayat tentang
peristiwa yang dahsyat itu?’” Diriwayatkan oleh Ahmad (3)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hadis di atas yang katanya al bani sahih ternyata lemah di karena kalimatnya kacau. Hadis
pertama sama dari samurah bin judub menjelaskan saat itu melakuKAN SALAT jumat. Tapi hadis kedua menerangkan Rasul tidak
melakukan salat jumat tapi salat dua idul fitri. Ini namanya cacat matan atau noda
klimat hadis yng termasuk signal kelemahan.
Senin, Maret 16, 2026
Perawi tunggal bikin hadis mungkar ( kajian salat jumat ke 9 )
Perlu dicatat bahwa Imam Malik menganggap praktik penduduk Madinah lebih kuat daripada hadits yang diriwayatkan oleh satu perawi. Ini tidak berarti bahwa beliau tidak mengetahui hadits tersebut, tetapi lebih tepatnya beliau tidak menganggapnya sesuai dengan hukum Islam.
Minggu, Maret 15, 2026
Pandangan ulama ulu tentang perawi tunggal
شبكة الألوكة
أبرز ضوابط وتفصيلات تفرد الراوي عند المتقدمين:
التوقف لا الرد
المطلق: لا يرد المتقدمون كل تفرد، بل يتوقفون فيه للنظر (هل خالف؟ هل أخطأ؟).
Jaringan Al-Aluka
Pedoman dan Detail Utama Mengenai
Perawi tunggal Menurut Ulama Awal / dulu:
Penangguhan, Bukan Penolakan
Mutlak: Ulama awal tidak menolak setiap riwayat yang perawinya tunggal ; melainkan, mereka berhenti
sejenak untuk mempertimbangkannya (Apakah ia bertentangan dengan yang lain?
Apakah ia melakukan kesalahan?).
منهج النقاد (القطان
وأحمد): النكارة عند يحيى القطان والإمام أحمد لا تزول إلا بالمتابعة، فما انفرد
به الثقة أو الصدوق يتوقف فيه.
Metodologi Kritikus hadis (Al-Qattan dan
Ahmad): Menurut Yahya Al-Qattan dan Imam Ahmad, sebuah riwayat yang dianggap
tidak biasa ( tunggal ) hanya dapat dibantah dengan penguat ( dukungan hadis
lain ). Oleh karena itu, ketika seorang perawi yang terpercaya atau jujur meriwayatkan
sesuatu secara sendirian, masalah tersebut masih perlu dipertimbangkan lebih
lanjut ( tidak langsung di terima )
قدّم فيها الإمام مالك بن أنس عمل أهل المدينة
(التابعين وتابعيهم) على بعض أحاديث الآحاد، أو اعتمد قواعد أصولية جعلته لا يعمل بحديث
معين، رغم ثبوته عند غيره. من أشهر الأمثلة:
قبض اليدين في الصلاة: عندما سُئل عنه قال "لا أعرفه"، مفضلاً
الإرسال (السدل) الذي اعتاده أهل المدينة، رغم وجود أحاديث الضم.
صيام الست من شوال: أنكره مالك، وذكرت بعض الآثار أن سبب ذلك هو عدم معرفته
به أو عمل أهل المدينة بخلافه.
يُذكر أن الإمام مالك كان يرى أن عمل أهل المدينة أقوى من حديث الآحاد،
وهذا لا يعني بالضرورة جهله بالحديث، بل يراه غير معمول به
Ungkapan "Malik tidak mengetahui hadits ini" sering merujuk
pada situasi di mana Imam Malik bin Anas memprioritaskan praktik penduduk
Madinah (para Penerus dan pengikut mereka ( Tabi`in dan pengikut mereka)
daripada hadits-hadits tertentu yang diriwayatkan oleh satu perawi (ahad), atau
di mana beliau mengandalkan prinsip-prinsip fiqih yang membuatnya mengabaikan hadits
tertentu, meskipun hadits tersebut sahih menurut ulama lain. Di antara contoh
yang paling terkenal adalah: Melipat tangan dalam shalat ( Bersedekap ): Ketika
ditanya tentang hal itu, beliau berkata, "Saya tidak mengetahuinya,"
lebih memilih praktik membiarkan tangan ( tanpa sedekap ) menjuntai (sidl) yang
biasa dilakukan penduduk Madinah, meskipun ada hadits yang menganjurkan melipat
tangan.
Puasa enam hari di bulan Syawal: Malik tidak menyetujui hal ini, dan
beberapa riwayat menunjukkan bahwa alasannya adalah kurangnya pengetahuan
beliau tentang hal itu atau praktik yang bertentangan di kalangan penduduk
Madinah.
Perlu dicatat bahwa Imam Malik menganggap praktik penduduk Madinah lebih
kuat daripada hadits yang diriwayatkan oleh satu perawi. Ini tidak berarti
bahwa beliau tidak mengetahui hadits tersebut, tetapi lebih tepatnya beliau
tidak menganggapnya sesuai dengan hukum Islam.
Para ikhwan , setiap tahun
kami mengadakan zakat fitrah kurma an kami salurkan kepada yang berhak. Tahun
ini harga kurma firah setus ribu per orang / 2 kilo setengah kurma . Bila ada
yang ikut silahkan di transfer ke rekening bca saya 2160591725 an mahrus ali ,
atau telp 088989362502 . Semoga Allah memberikan kemudahan kepada mu untuk
melaksanan tuntunan yang jelas dalilnya yaitu fitrah dengan kurma bukan beras
yang tidak ada dalilnya.
Sabtu, Maret 14, 2026
Bahaya perawi tunggal
تفرد الراوي عند
المتقدمين (كأحمد، والقطان، وابن معين) لا يعتبر علة مطلقة، لكنه مدعاة للتوقف
والنقد، حيث يميلون لرد تفرد الراوي -وإن كان صدوقاً- إذا لم يتابع عليه، خاصة في
الأصول أو إذا كان شيخه مكثراً، ويعتبرونه علة (نكارتاً) حتى تثبت المتابعة، بخلاف
المتأخرين الذين يقبلون تفرد الثقة.
Perawi tunggal di kalangan ulama
terdahulu (seperti Ahmad, Al-Qattan, dan Ibn Ma’in) tidak dianggap sebagai
cacat mutlak, tetapi menjadi alasan untuk ragu dan mengkritik ( boleh di
keritik ), karena mereka cenderung menolak perawi tunggal tersebut – walaupun ia
jujur - jika tidak ada tindak lanjut ( dukungan ), terutama dalam hal-hal
mendasar atau jika gurunya produktif ( banyak meriwayatkan hadis), dan mereka menganggapnya
sebagai cacat (ketidakadilan) sampai tindak lanjut tersebut ( dukungan hadis
lain ) terbukti, tidak seperti ulama kemudian yang menerima tunggal orang yang dapat dipercaya.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Ahli hadis belakangan ini gegabah dalam
menilai hadis dan tidak ketat seperti ulama hadis yang dulu. Bila di ikuti maka
kita ini tidak logis. Ahli hadis dulu mengatakan hadis yang perawinya tunggal
sebagai hadis gharib , nyeleneh bahkan mungkar . Lalu ulama sekarang berani
mensahihkan.
Masak penduduk Madinah tidak
mengerti hadis yang hanya di riwayatkan satu orang dari penduduk Irak di tahun
200 H suatu misal lalu di sahihkan. Bila di ikuti, ini tidak logic.
شبكة الألوكة
أبرز ضوابط وتفصيلات تفرد الراوي عند المتقدمين:
التوقف لا الرد
المطلق: لا يرد المتقدمون كل تفرد، بل يتوقفون فيه للنظر (هل خالف؟ هل أخطأ؟).
Jaringan Al-Aluka
Pedoman dan Detail Utama Mengenai
Perawi tunggal Menurut Ulama Awal / dulu:
Penangguhan, Bukan Penolakan
Mutlak: Ulama awal tidak menolak setiap riwayat yang perawinya tunggal ; melainkan, mereka berhenti
sejenak untuk mempertimbangkannya (Apakah ia bertentangan dengan yang lain?
Apakah ia melakukan kesalahan?).
منهج النقاد (القطان
وأحمد): النكارة عند يحيى القطان والإمام أحمد لا تزول إلا بالمتابعة، فما انفرد
به الثقة أو الصدوق يتوقف فيه.
Metodologi Kritikus (Al-Qattan
dan Ahmad): Menurut Yahya Al-Qattan dan Imam Ahmad, sebuah riwayat yang
dianggap tidak biasa ( tunggal ) hanya dapat dibantah dengan penguat ( dukungan
hadis lain ). Oleh karena itu, ketika seorang perawi yang terpercaya atau jujur
meriwayatkan sesuatu secara sendirian, masalah tersebut masih perlu
dipertimbangkan lebih lanjut.
قدّم فيها الإمام مالك بن أنس عمل أهل المدينة
(التابعين وتابعيهم) على بعض أحاديث الآحاد، أو اعتمد قواعد أصولية جعلته لا يعمل
بحديث معين، رغم ثبوته عند غيره. من أشهر الأمثلة:
قبض اليدين في الصلاة: عندما سُئل عنه قال "لا أعرفه"، مفضلاً
الإرسال (السدل) الذي اعتاده أهل المدينة، رغم وجود أحاديث الضم.
صيام الست من شوال: أنكره مالك، وذكرت بعض الآثار أن سبب ذلك هو عدم معرفته
به أو عمل أهل المدينة بخلافه.
يُذكر أن الإمام مالك كان يرى أن عمل أهل المدينة أقوى من حديث الآحاد،
وهذا لا يعني بالضرورة جهله بالحديث، بل يراه غير معمول به
Ungkapan "Malik tidak mengetahui hadits ini" sering merujuk
pada situasi di mana Imam Malik bin Anas memprioritaskan praktik penduduk
Madinah (para Penerus dan pengikut mereka ( Tabi`in dan pengikut mereka)
daripada hadits-hadits tertentu yang diriwayatkan oleh satu perawi (ahad), atau
di mana beliau mengandalkan prinsip-prinsip fiqih yang membuatnya mengabaikan
hadits tertentu, meskipun hadits tersebut sahih menurut ulama lain. Di antara
contoh yang paling terkenal adalah: Melipat tangan dalam shalat ( Bersedekap ):
Ketika ditanya tentang hal itu, beliau berkata, "Saya tidak
mengetahuinya," lebih memilih praktik membiarkan tangan menjuntai (sidl)
yang biasa dilakukan penduduk Madinah, meskipun ada hadits yang menganjurkan
melipat tangan.
Puasa enam hari di bulan Syawal: Malik tidak menyetujui hal ini, dan
beberapa riwayat menunjukkan bahwa alasannya adalah kurangnya pengetahuan
beliau tentang hal itu atau praktik yang bertentangan di kalangan penduduk
Madinah.
Para ikhwan , setiap tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma an kami salurkan kepada yang berhak. Tahun ini harga kurma fitrah seratus ribu per orang / 2 kilo setengah kurma . Bila ada yang ikut silahkan di transfer ke rekening bca saya 2160591725 an mahrus ali , atau telp 088989362502 . Semoga Allah memberikan kemudahan kepada mu untuk melaksanan tuntunan yang jelas dalilnya yaitu fitrah dengan kurma bukan beras yang tidak ada dalilnya.
Jumat, Maret 13, 2026
Salat jumat dua rakaat menyalahi ayat 78 al isra`
(قَالَ الشَّافِعِيُّ) :
أَخْبَرَنَا إبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ
عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ «عَنْ النَّبِيِّ -
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ
{سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} [الأعلى: 1] وَ {هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ
الْغَاشِيَةِ} [الغاشية: 1] »
-(Al-Shafi’i
berkata): Ibrahim bin Muhammad memberitahukan kepada kami, katanya: Mis’ar bin
Kidam memberitahuku, dari Ma’bad bin Khalid, dari Samurah bin Jundub, dari Nabi
- semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan - bahwa beliau membaca pada
hari Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” [Al-A’la: 1] dan “Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari
pembalasan?
yang dahsyat itu?” [Al-Ghashiyah:
1]
Di kitab manapun hadis dengan sanad seperti itu tidak ada kecuali di
kitab takhrij ahadisil ihya` ulumud din .
Komentar ( Mahrus ali ) : Perawi yang tunggal disini adalah Ma`bad bin
Khalid.
الأسم : معبد بن خالد بن ربيعة بن مريد بن جابر بن ناضرة بن عمرو بن سعد بن
علي بن رهم بن ناج
الشهرة : معبد بن خالد الجدلي , الكنيه: أبو القاسم
النسب : القيسي, الجدلي, الكوفي
الرتبة : ثقة
عاش في : القيس, الكوفة
الوظيفة : القاص
توفي عام : 118
Nama : Ma'bad bin Khalid bin Rabi'ah bin Murid bin Jabir bin Nadirah bin
'Amr bin Sa'd bin 'Ali bin Rahm bin Naj
Dikenal dengan nama : Ma'bad bin Khalid al-Jadali
Kunya: Abu al-Qasim
Hidup di : Al-Qaysi, al-Jadali, al-Kufi
Peringkat: Dapat Dipercaya
Tinggal di: Qays, Kufah
Pekerjaan: Pendongeng
Meninggal pada: 118
نَّ رسولَ اللهِ ﷺ كان يقرَأُ في صلاةِ الجمعةِ بـ ﴿سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ
الْأَعْلى﴾ [الأعلى: ١] و﴿هَلْ أَتاكَ حَدِيثُ الْغاشِيَةِ﴾ [الغاشية: ١]
الراوي: سمرة بن جندب • ابن حبان، صحيح ابن حبان (٢٨٠٨) • أخرجه في صحيحه •
أخرجه أبو داود (١١٢٥) والنسائي(١٤٢٢) وأحمد (٢٠١٥٠) بلفظه
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat
Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” [Al-A'la: 1] dan “Apakah
telah sampai kepaduuuurrrrrruuuuuuuurramu riwayat tentang peristiwa yang
dahsyat itu?” [Al-Ghashiyah: 1].
Diriwayatkan oleh: Samurah ibn Jundub • Ibn Hibban, Sahih Ibn Hibban
(2808) • Beliau memasukkannya dalam Sahihnya • Diriwayatkan oleh Abu Dawud
(1125), An-Nasa'i (1422), dan Ahmad (20150) dengan redaksi yang sama
مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ
تبة : ثقة ثبت
توفي عام : 153
Mis'ar ibn Kidam
Tabba: Terpercaya dan dapat
diandalkan
Wafat pada: 153
Dia perawi tunggal kedua. Perawi tunggal
satu saja sudah boleh di katakana hadis gharib, apalagi dua perawi.Ia juga
dkatakan hadis mungkar. Pada tahun 150 H saja masih satu orang itu yang tahu
hadis tsb,
Komentarku ( Mahrus ali ):
Andaikan hadis tsb sahih mengapa penuduk Madinah saat itu tidak tahu, Imam malik sebagai tokoh madinah saja tidak mngerti , apakah imam malik mengerti lalu tidak meriwayatknnya . Dan menyimpan ilmu yang penting ini dan termasuk di laknat karena menyimpan ilmu. Bahkan Bukhari dan muslim tidak memasukkannya dalam kitab sahihnya , lalu bagaimana tidak dikatakan lemah bahkan di katakana sahih pada hal ia hadis gharib yang nyeleneh, bukan hadis yang mashur.
Imgat ! bertahun tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma , karena dailnya jelas bukan zakat fitrah beras yang tidak ada dalilnya. Kami juga akan menyalurkannya dengan cara yang tepat . Harga kurma per orang 100 ribu . BIla ingin silahkan hubungi kami no telp 088989362502 rekening bca 2160591725. Semoga Allah memberimu kemudahan untuk menjalankan zakat firahyang tepat
Rabu, Maret 11, 2026
ٍsalat jumat dua rakaat tidak ada dalilnya
جامع الأصول (5/ 688)
(م د ت) عبيد الله (1) بن أبي رافع: قال: «استخلف
مروانُ أبا هريرة على المدينة، وخرج إلى مكة، فصلَّى لنا أبو هريرة الجمعة فقرأ -
بعد الحمد [لله]- (سورة الجمعة) في الأولى، و {إذا جاءَك المنافقون} - في الثانية،
قال: فأدركت أبا هريرة حين انصرف، فقلت له: إنك قرأت بسورتين كان علي بن أبي طالب
يقرأُ بهما في الكوفة، قال أبو هريرة: فإني سمعتُ رسولَ الله - صلى الله عليه
وسلم- يقرأُ بهما» أخرجه مسلم والترمذي وأَبو داود، إلا أن أبا داود لم يذكر حديث
استخلاف مروان أبا هريرة
Jami' al-Usul (5/688)
(M D T) 'Ubayd Allah (1) ibn Abi Rafi' berkata: "Marwan mengangkat
Abu Hurayrah sebagai wakilnya di Madinah dan pergi ke Mekah. Abu Hurayrah
memimpin kami dalam shalat Jumat dan membaca – setelah Al-Hamd [Allah] – Surah
Al-Jumu'ah di rakaat pertama dan Surah Al-Munafiqun di rakaat kedua. Aku
menyusul Abu Hurayrah ketika dia selesai dan berkata kepadanya: 'Kamu membaca
dua surah yang dibaca oleh 'Ali ibn Abi Talib di Kufa.' Abu Hurayrah berkata:
'Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam membacanya.'"
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim, At-Tirmidhi, dan Abu Dawud, kecuali Abu
Dawud tidak menyebutkan hadits tentang Marwan yang mengangkat Abu Hurayrah
sebagai wakilnya.
الراوي: أبو هريرة • مسلم، صحيح مسلم (٨٧٧) • [صحيح] • من أفراد مسلم على
البخاري • شرح الحديث
Perawi: Abu Hurairah • Muslim, Sahih Muslim (877) • [sAHIH] • Salah satu
riwayat yang hanya dimiliki MusliM TANPA Bukhari • Penjelasan Hadits
جامع الأصول (5/ 688)
عن جعفر بن محمد، عن أبيه، عن عبيد الله بن أبي رافع، فذكره
Jami' al-Usul (5/688)
Dari Ja'far ibn Muhammad, dari ayahnya, dari 'UbaId Allah ibn Abi Rafi',
dan dia menyebutkannya
Al-Khaṭīb al-Baghdādī (d. 1071
CE) - Tārīkh Baghdādالخطيب البغدادي - تاريخ بغداد
جَعْفَر بن مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَر بن الْحَسَن بن جعفر بن الْحَسَنِ بْنِ
الْحَسَنِ ابْنِ عَلِيّ بْنِ أَبِي طالب، أَبُو عَبْدِ اللَّهِ
. تَفَرَّدَ
بِهِ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْعَلَوِيُّ الْحَسَنِيُّ بِهَذَا الإِسْنَادِ.
خْبَرَنِي أَبُو الْحَسَن مُحَمَّد بْن عَبْد الواحد
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ عُمَرَ بْنِ مُحَمَّدٍ السُّكَّرِيُّ قَالَ: وجدت في
كتاب أخي: مات أبو عَبْدِ اللَّهِ العلوي الحسني فِي سنة ثمان وثلاثمائة يوم
الأربعاء أول يوم من ذي القعدة، ودفنوه يوم الخميس.
Ja`far ibn Muhammad ibn Ja`far ibn al-Hasan ibn Ja`far ibn al-Hasan ibn
al-Hasan ibn `Ali ibn Abi Thalib, Abu `Abd Allah.
Hadits ini diriwayatkan secara unik oleh Abu `Abd Allah al-`Alawi al-Hasani
dengan rantai sanad ini.
Abu al-Hasan Muhammad ibn `Abd al-Wahid memberitahukan kepadaku, ia
berkata: `Ali ibn `Umar ibn Muhammad al-Sukkari menceritakan kepada kami: Aku
menemukan dalam kitab saudaraku: Abu `Abd Allah al-`Alawi al-Hasani wafat pada
tahun 308 H, pada hari Rabu, hari pertama Dhu al-Qi`dah, dan ia dimakamkan pada
hari Kamis.
Jadi pada tahun tiga ratus hijriyah hadis itu masih satu orang yang tahu.
Penduduk Irak , Madinah , mekkah tidak tahu hadis itu , hanya satu orang itu . Jadi
ia munkar.
Ada lagi perawi Ibrahim bin Muhammad dia juga perawi tunggal , wafatnya
pada tahun 238. Jadi pada saat itu yang tahu dari penduduk Madinah tentang
hadis itu hanya dia . Ia juga dari abu Hurairah ini hanya satu orang yang tahu.
Dikatakan dalam hadits ini Rasulullah membaca dalam dua rakaat Jumat dengan
surat Jumat dan munafiqun . Dan bila benar hadis ini maka bisa dikatakan salat
Jumat itu rakaatnya hanya dua dengan dasar Nabi hanya membaca dua surat yaitu
Al munafiqun dan Al jumat. Tapi kita
kadang ditentang orang, Rasulullah dalam salat zuhur dan ashar juga baca dua
surat di hadis-hadis yang ada di shahih Bukhari maupun muslim juga . Apakah di sini rakaatnya salat zuhur dan ashar
itu 2 rakaat bukan 4 rakaat . Dalam
hadis Jabir bin samurai Rasulullah salat
zuhur dan ashar juga baca dua surat. Apakah salat lohor dan Asarmenjadi dua
rakaat ?
Ada hadis lagi di mana abu Hurairah menjalankan salat Jumat lalu membaca
surat Jumat dan munafiqun dan ini katanya abu Hurairah Rasulullah membaca nya .
sebetulnya tidak sahih mengapa begitu, hadis ini hanya diriwayatkan oleh satu
orang yaitu Ja'far bin Muhammad, walaupun orang Madinah tapi dia satu orang.
Bila kita menjalankan salat jumat dua rakaat, maka kita berpegangan kepada
hadis mungkar ini, lalu tinggalkan 78 al isra` yang memerintahkan salat lohor di
hari apapun
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ
الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ
خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at,
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang
demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 9 jumat.
Terjemahan itu dari depag dan keliru . Mestinya untuk menunaikan salat di hari jumat . Bukan salat jumat. Terjemahan ini menyesatkan , tidak benar. Salah sekali , harus di luruskan kasihan orang banyak.