Ajaran
Allah vs ajaran manusia
ثُمَّ
جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ
أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas
suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu
dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. 18 Jatsiyah
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ -أَيُّهَا الرَّسُولُ- عَلَى
مِنْهَاجِ وَاضِح مِنْ أَمْرِ الدِّينِ،
فَاتُّبِع الشَّرِيعَةً الَّتِي جَعَلْنَاك عَلَيْهَا، وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ
الْجَاهِلِين بِشَرْعِ اللَّهِ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ. وَفِي
الْايَةِ دَلَالَةٌ عَظِيمَةٌ عَلَى كَمَالِ هَذَا الدَّيْنِ وَشَرَفِه، وَوُجُوبِ
الِانْقِيَادِ لِحُكْمِه، وَعَدَمِ الْمَيْلِ إلَى أَهْوَاء الْكَفَرَة
وَالْمُلْحِدِين
.
Kemudian
Kami telah menempatkanmu, [wahai Rasul], di jalan agama yang jelas. Maka
ikutilah hukum yang telah Kami tetapkan untukmu, dan janganlah kamu mengikuti
hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui hukum Allah dan tidak mengetahui
kebenaran. Ayat ini merupakan indikasi yang kuat tentang kesempurnaan dan
kemuliaan agama ini, kewajiban untuk tunduk pada hukum-hukumnya, dan larangan
untuk condong kepada hawa nafsu orang-orang kafir dan ateis.
Ayat
18 Gracia tersebut menunjukkan bahwa ajaran islam itu dari Allah bukan dari
manusia bukan dari jin dan bukan dari setan . Karena itu Allah memerintah
kepada nabi untuk mengikuti syariat tersebut , tidak boleh membikin sendiri
tapi ikutilah ajaran dari Allah tersebut
dan ada larangan mengikuti ajaran hawa
nafsu orang-orang bodoh. Maksudnya ikutilah ajaran dari Allah ini jangan
mengikuti kebidahan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, orang-orang yang
tidak berilmu atau berilmu tapi ilmunya salah, bukan ilmu yang benar tapi
menyesatkan. Ayat ini juga menganjurkan
kita untuk berpegangan kepada ajaran Allah dan menghindari kebidahan , jangan sampai diikuti tapi tinggalkan saja
kebidanan itu. Seba kebidahan bukan dari orang yang berilmu tapi dari
orang-orang bodoh.
إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي
الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
Aku
tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah
sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak
memikirkan(nya)?"
Al
an`am 50
Maka
dari itu cerita-cerita yang bertentangan dengan Alquran . Jangan dipercaya
sebab nabi tidak mengatakan seperti itu . Apa yang dikatakan oleh nabi itu
hanya mengikuti Wahyu. maksudnya cocok dengan ayat . Banyak hadis-hadis yang
menentang Alquran itu harus ditinggalkan karena itu bikinan orang, bukan dari
nabi dan bukan ajarannya.
Saya
mendengar perkataan pimpinan pondok
pesantren Gontor kyai haji Abdullah Sahal yang menyatakan santri Gontor yang
dari rumah nu maka kembali ke rumah akan tetap menjadi NU dan yang asalnya dari rumah Muhammadiyah maka akan
kembali ke desanya menjadi Muhammadiyah. Juga 4 menantu saya itu orang-orang NU
semua. Perkataan sedemikian ini berarti ajaran Gontor ini tidak murni cocok
dengan ajaran Allah tapi dicampur dengan ajaran-ajaran manusia atau populernya dikatakan ajaran kebidahan dan
Sunnah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan