Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, Oktober 26, 2012

Bisnis sosial lebih langgeng



 

Jakarta, NU Online
Bisnis sosial mempunyai keunggulan lebih langgeng dibanding organisasi-organisasi berbasis amal dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

"Dalam organisasi (sosial) berbasis amal, Anda butuh dana segar untuk melakukannya (kegiatan sosial) lagi. Sedang di bisnis sosial, dana segar itu tidak dibutuhkan karena bisnis akan terus berjalan dengan sendirinya," kata pendiri Grameen Bank, Muhammad Yunus, selepas kuliah umum "Peran Kewiraswastaan Sosial dalam Konteks Pengentasan Kemiskinan" di Jakarta, Rabu.

Peraih nobel perdamaian pada 2006 itu mengatakan pendiri bisnis sosial tidak mengambil keuntungan dari perusahaan karena keuntungan perusahaan digunakan untuk memberdayakan masyarakat miskin seperti pinjaman mikro untuk modal usaha.

"Jika itu (bisnis sosial) tidak berkembang, itu akan berjalan sendiri karena itu merupakan bisnis yang menguntungkan...ketertarikan pemilik adalah menyelesaikan masalah," kata Yunus.

Perbedaan lain proses bisnis sosial dibanding mekanisme tanggung jawab sosial yang dilakukan perusahaan, menurut Yunus, terletak pada desain dan tujuan utama kegiatan pemberdayaan masyakarat.

"Dalam proses bisnis konvensional, Anda akan bertanya ke CEO berapa uang yang dapat dihasilkan?" kata Ekonom asal Bangladesh itu.

Sementara, lanjut Yunus, "Anda tidak akan tanya hal itu (keuntungan) ke CEO dalam bisnis sosial, tapi akan bertanya berapa masalah yang dapat diselesaikan tahun ini? seperti kesembuhan anak-anak dari malnutrisi." 

Komentarku ( Mahrus ali): 
Bisnis dan amal sosial yang anda lakukan bertujuan baik- yaitu ingin mengentas kemiskinan, sehingga kaum miskin akan berkurang, namun anda lupa dan tidak ingat bahwa tehnik yang anda  pakai harus di tinggalkan karena masih mengandung unsur haram yaitu riba. Anda ingin meraih pahala lalu mendapat dosa. Anda ingin mengentas kemiskinan lalu anda tenggelam dalam kedurhakaan riba.
Ingatlah ayat:
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ(276)
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. Baqarah 276
وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا(161)
dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. Nisa` 161
Dalam suatu hadis di jelaskan sbb :
لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ وَآكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَنَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَكَسْبِ الْبَغِيِّ وَلَعَنَ الْمُصَوِّرِينَ
Nabi SAW melaknat wanita yang mentato, minta di tato  ,pemakan riba , yang memberi makan  riba . Beliau melarang  hasil penjualan anjing , bayaran  wanita zina dan melaknat  orang – orang yang memfoto  atau menggambar


Senin, Desember 05, 2011

Pebisnis Menghilang 15 Menit 5 Kali Sehari , Apa yang Ia Lakukan?

REPUBLIKA.CO.ID, Bekerja di perusahaan software dirasakan Adam Ibrahim telah menuntunya menerima banyak karunia. Anugerah paling besar bagi pria asal Finlandia itu adalah memeluk Islam. Agama yang telah dianutnya sejak tahun 2000-an kini merasuk betul ke dalam hatinya.

Ia pertama kali mendengar tentang Islam tahun 1999. Ia bertemu dengan seorang wanita Mesir di chat room. Si wanita ini begitu penasaran tentang perangkat nirkabel. Keduanya lantas sering berdiskusi tentang solusi nirkabel dan teknologi di masa depan.

Tapi, sepanjang 'obrolan' itu pula Adam Ibrahim justru banyak bertanya tentang Islam. Ia penasaran bagaimana si wanita bisa mengimani agama itu. Beruntung, wanita itu cukup sabar dan mau menjelaskan pertanyaan yang diajukan oleh Adam. Adam banyak menanyakan seputar perbedaan anatara Islam dan Kristen.

Kehidupan beragama Adam dipupuk oleh sang ibu. Wanita yang melahirkannya ini adalah penganut Kristen yang taat. Ibunya memiliki dedikasi mendalam pada kehidupan spiritualnya. Adam cukup bisa melihat bagaimana sang ibu mewariskan seluruh keyakinannya pada anaknya itu.

Namun, melihat sikap dan kasih sayang ibu, jutru membuatnya lebih terbuka dalam mencari makna sejati dari kehidupan.  "Sebelum Islam, saya bisa dianggap sebagai orang Kristen. Tapi sebenarnya saya cuma agama KTP," kata Adam.

Ia mengaku sebelumnya tidak percaya kepada Tuhan. Ia tak pernah mengimani Tuhan pembuat dan pencipta takdirnya. “Aku pikir lebih baik mengatur nasibku sendiri daripada Tuhan yang mengaturnya,” kata dia. Sebelum mengenal Islam, bisa dibilang, ia hidup dengan aturan sendiri.

Para pebisnis menghilang selama 15 menit! Apa yang mereka lakukan?

Ketika bekerja di perusahaan software, ia berkenalan dengan banyak orang muslim. Hubungan bisnis yang terus berkembang membuat ia berkesempatan untuk pergi ke Kairo. Kebetulan, ketika itu bertepatan dnegan bulan Ramadhan. “Semua orang disana berpuasa, dan kami juga menghormati dengan tidak makan minum,” kata Adam. Satu hal yang cukup menggelitiknya selama di Kairo adalah para pebisnis itu sering menghilang selama 15 menit dalam waktu-waktu tertentu. Baginya itu sangat aneh.

Saat di Kairo untuk bisnis, ia bermitra dengan seseorang di bagian pemasaran dari salah satu perusahaan terbesar di Kairo . Ia menginap di rumah seseorang bernama Noha. Mereka kerap berdiskusi mengenai cara mengintegrasikan solusi nirkabel ke pasar bawah di Kairo.

Ketika malam hari mereka berdiskusi tentang presentasi yang akan dibawakan. “Saya menyadari bahwa pada waktu tertentu dalam sehari, ia (Ms Noha) sering menghilang  dan tiba-tiba kembali sekitar 15 menit kemudian,” ujar dia.

Setelah beberapa hari melihat itu, ia memutuskan untuk bertanya hal penting apa yang harus Noha lakukan selama 15 menit sehingga harus menunda persiapan presentasi. “Dengan malu-malu, dan setelah tak bisa menghindari pertanyaan, Ms Noha mengatakan dia  melakukan shalat. Ia shalat di waktu-waktu tertentu yang telah ditentukan oleh agama,” katanya. Perasaan jengkel pada awalnya sebab waktu diskusi sering tertunda berubah menjadi rasa kekaguman.

Sejak saat itu, ia yang tak pernah percaya Tuhan mengatakan ingin memiliki perasaan pentingnya Tuhan dalam hidup. Perlahan, ia mulai bertanya lebih banyak tentang Islam.

Noha tidak pernah mendorong tetapi membimbing saya ke arah mana ia bisa menemukan informasi yang saya perlu belajar lebih banyak. Saat kunjungan bisnis itu selesai, Adam akhirnya meninggalkan Kairo dengan keinginan membara untuk belajar Islam. Ia membawa sebuah koper berisi buku demi mendinginkan dahaganya terhadap ilmu.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Dwi Murdaningsih

Komentarku( Mahrus ali):
  Petunjuk itu datang tanpa pandang jenis, bangsa, tempat atau masa.Begitu juga kesesatan akan datang kepada seseorang sebagaimana  petunjuk. Adam Ibrahim yang kafir di negaranya lalu mendapat petunjuk di Mesir melalui perantara seorang wanita teman bisnisnya. Allah telah menyatakan sbb:
اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 Namun pertemanan yang begitu akrab antara Adam dan teman wanita bisnisnya  tetap tidak diperkenankan  sebagaimana ayat:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".[1]




[1] Annur 30

Rabu, September 14, 2011

Bisnis Penitipan Motor Menggeliat, Keuntungan Bersihnya Rp 1,5 Juta Perhari


Rabu, 14 September 2011 12:03 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK - Jasa penitipan motor menjamur di kota Depok. Banyaknya penggunaa kendaraan roda dua ini menambah usaha titip motor pun menjamur.
Jasa titip motor mudah ditemui di semua stasiun kereta api yang ada di Depok. Mulai dari stasiun Universitas Indonesia, Pondok Cina, Depok Baru, sampai Bojong Gede.
Di penitipan motor stasiun Depok Lama misalnya, terdapat 14 jasa penitipan motor di sepanjang jalan stasiun Depok Lama. Sedangkan di sekitar stasiun Depok Baru, ada sedikitnya tiga tempat penitipan motor.
Meski banyak tempat penitipan motor yang letaknya bersebelahan, masing-masing tempat ini tidak pernah kehabisan pelanggan. Semakin hari justru semakin banyak kendaraan roda dua yang menjejali tempat titip ini.
Untung Besar
Di banderol dengan tarif harian Rp 3.000 per hari, pemilik sepeda motor bisa memarkirkan kendaraannya dari pagi hingga sore hari. Jika motornya sampai menginap, pelanggan dikenakan tarif tambahan Rp 3.000.

Diakui pemilik titip motor, harga Rp 3.000 merupakan kesepakatan bersama. Sehingga walaupun banyak usaha sejenis, tidak ada satupun yang dirugikan.

Dengan pendapatan bersih 250 ribu hingga 1.5 juta per hari, banyak orang yang tertarik berinvestasi di lahan titip motor ini. Tidak perlu mengeluarkan modal tambahan. Asal ada tempat kosong, itu sudah bisa dijadikan bisnis titip motor ini. Kebanyakan pemilik titip motor memang hanya menyediakan tempat dan bukan lahan kosong.
Hal ini diakui Arie Permana, seorang pemilik titip motor, yang ingin menambah tempat untuk usaha titip motornya. Keterbatasan lahan di jalan Depok Baru mengurungkan niatnya untuk menambah pendapatan usahanya.
"Awalnya mau ditingkat, kaya di mal-mal. Tapi, itu kayaknya nggak mungkin," akunya. "Sambil lihat saja. Kalau ada yang mau lepas tempat, kemungkinan beli.''

Kendala yang dihadapi saat ini berkaitan dengan pengadaan tanah ataupun bangunan rumah. Banyak pemilik usaha titip motor yang mengaku ingin menambah tempat. Namun, ketiadaan tempat kosong dan tingginya harga jual tanah atau bangunan sering menjadi bahan pertimbangan kembali.
Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: C21
Komentarku ( Mahrus ali )
Penitipan sepeda  ini adalah amanat yang di serahkan kepada tukang parkir , karena itu harus jujur , ingat firman Allah :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.  [1]
Dalam suatu hadis di jelaskan :
عَنْ  أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Dari  Abu Hurairah r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w telah bersabda: Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara,: apabila bercakap ,bohong, apabila berjanji dia mungkiri dan apabila diberi amanah  berkhianat*  [2]
Untuk pemberian upah kepada tukang parkirnya itu sudah jelas di perbolehkan ,  dan harus di berikan , karena tukang parkir telah memberikan jasanya untuk memperhatikan sepeda yang di titipkan .
Saya ingat kepada ayat ini :
قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَاأَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ(26)قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ(27)قَالَ ذَلِكَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ أَيَّمَا الْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَانَ عَلَيَّ وَاللَّهُ عَلَى مَا نَقُولُ وَكِيلٌ(28)
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".Berkatalah dia (Syu`aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik".Dia (Musa) berkata: "Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan".  Lihat surat Al Qashas
Komentarku ( Mahrus ali )
Nabi Musa di suruh untuk menjadi buruh atau pembantu dalam rumah tangga  orang tua wanita itu  selama  delapan tahun  dan  upahnya  di jadikan maskawin untuk wanita  itu . lalu nabi Musa mau dengan akad seperti itu . Pembantu  disini  juga untuk mengembala kambing  yang dimiliki  orang tua tsb . Ia bagi Nabi Musa adalah amanat.  Ada  hadis :
حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ عَطِيَّةَ السَّلَمِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطُوا الْأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ


Bercerita kepada kami Ketikkan teks atau alamat situs web atau terjemahkan dokumen.

Terjemahan Arab ke Bahasa Indonesia

 Abbas bin al-Walid Ad dimasqi lalu berkata : Bercerita  kepada kami Wahab bin Said bin Attiya as salmi  , lalu berkata : Bercerita  kepada kami Abdul Rahman bin Zaid bin Aslam dari ayahnya dari Abdullah bin Umar berkata: Rasulullah saw bersabda : Berilah  karyawan  ( buruh )  upahnya sebelum kering keringatnya.[3]
Komentar al bani sbb :


مُخْتَصَرُ إِرْوَاءِ الْغَلِيْلِ - (جَ 1 / صَ 295)
1498 –
صَحِيْحٌ
Mukhtashar Irwa`il Ghalil  ( Juz 1/ Hal 295 )
1498 , ia sahih .

صَحِيْحُ الْتَّرْغِيْبِ وَالْتَّرْهِيْبِ - (جَ 2 / صَ 1831877 - ( صَحِيْحٌ لِغَيْرِهِ
قَالَ ابْنُ عَدِيٍّ أَحَادِيْثُهُ حِسَانٌ وَهُوَ مِمَّنْ احْتَمَلَهُ الْنَّاسُ وَصَدَّقَهُ بَعْضُهُمْ وَهُوَ مِمَّنْ يُكْتَبُ حَدِيْثُهُ انْتَهَى
Dalam kitab sahih Targhib wattarhib , juz 2/ hal 183 –
187 , hadis tsb di nyatakan sahih lighoirihi .
Ibnu Ady berkata  : Hadisnya ( Abd rahman bin Zaid ) adalah hasan . Ia termasuk orang yang di ragukan oleh  manusia . Sebagian mereka  menyatakan dia jujur . Dan dia termasuk perawi yang hadisnya boleh di tulis . ……………………….  ( selesai )

وَبَقِيَّةُ رُوَّاتِهِ ثِقَاتٌ وَوَهْبُ بْنُ سَعِيْدٍ بْنِ عَطِيَّةَ الْسَّلَمِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ الْوَهَّابِ وَثَّقَهُ ابْنُ حِبَّانَ وَغَيْرُهُ
Selain dia perawi – perawinya bisa di percaya . Sedang Wahab bin Sa`id bin Athiyah assalmi  namanya adalah Abd Wahab yang dipercaya  oleh Ibn Hibban  dan lainnya.

صَحِيْحُ وَضَعِيْفُ سُنَنِ ابْنِ مَاجَةَ - (جَ 5 / صَ 443)
تَحْقِيْقُ الْأَلْبَانِيِّ :
صَحِيْحٌ ، الْإِرْوَاءُ ( 1498 ) ، الْمِشْكَاةُ ( 2987 ) ، الْرَّوْضُ الْنَّضِيْرُ ( 193 ) ، الْتَّعْلِيْقُ الْرَّغِيبُ ( 3 / 58) ، أَحَادِيْثَ الْبُيُوْعِ
 Dalam kitab  Sahih wa dhoif Sunan Ibn Majah  ( Juz 5 / 443 )
Menurut kajian al albani   , di nyatakan  hadis tsb sahih .lihat al Irwa` 1498
Al Miskat  2987 Arraud annadhir  193 , Atta`liq arraghib  3/ 57 .  Hadis – hadis tentang  jual beli .

صَحِيْحُ وَضَعِيْفُ الْجَامِعِ الْصَّغِيْرِ - (جَ 5 / صَ 382)
(حَسَن ) انْظُرْ حَدِيْثُ رَقم : 1055 فِيْ صَحِيْحِ الْجَامِعِ
Dalam kitab :  sahih  wa dhoif jami` 5/ 382
Al bani menyatakan hadis tsb hasan . Lihat hadis  1055  dlm sahih al jami`.
 .
صَحِيْحٍ وَضَعِيْفٍ الْجَامِعِ الْصَّغِيْرِ - (جَ 7 / صَ 315)
) ضَعِيْفٌ ) انْظُرْ حَدِيْثُ رَقم : 943 فِيْ ضَعِيْفِ الْجَامِعِ مَا بَيْنَ قَوْسَيْنِ ضَعِيْفٌ عِنْدَ الْأَلْبَانِيُّ .
Dalam kitab  sahih wa dho if jami`  7 / 315 .
Al Bani menyatakan hadis tsb lemah , lihat  943 . di dalam  dhoif  jami`  . Antara dua kurung  menurut al bani adalah  lemah .
Komentarku ( Mahrus ali )
Maksud  kalimat dalam kurung adalah sbb :
وَ أَعْلِمْهُ أَجْرَهُ وَ هُوَ فِي عَمَلِهِ
Beritahukan gajinya  sedang dia dalam pekerjaannya .
Jadi  al bani dalam menilai hadis di atas , kadang  sahih , kadang  sahih li ghoirih , kadang  Hasan . Kadang lemah . Namun lemah ini dengan tambahan redaksi dlm kurung tadi .
Komentarku ( Mahrus ali )
Saya setuju lemah . karena hadis tsb setahu saya dari kalangan penyusun kutubut tis`ah hanya Ibn Majah yang meriwayatkannya dan ada perawi Abd Rahman bin Zaid yang lemah .
Lihat komentar Ibnu Hajar dlm hal ini .
نَصْبُ الْرَّايَةَ فِيْ تَخْرِيْجِ أَحَادِيْثِ الْهِدَايَةِ - (جَ 10 / صَ 395)
وَهُوَ مَعْلُوْلٌ بِعَبْدِ الْرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدٍ .
Dalam kitab Nasbur royah  dalam takhrij ahadisil hidayah  juz 10 / 395 .
Hadis tsb adalah cacat karena perawi Abd Rahman bin Zaid .

رَوْضَةٍ الْمُحَدِّثِيْنَ - (جَ 9 / صَ 300)
بُلُوْغِ الْمَرَامِ 188/1 )
Dalam kitab Raudhotul muhadditsin  Juz 9 / 300 dan Bulughul Maram  1/ 188.

**
ضَعِيْفٌ
**
قَالَ الْحَافِظُ فِىْ " الْبُلُوْغِ " 1 / 189 : وَ فِىْ الْبَابِ عَنْ أَبِىْ هُرَيْرَةَ رَضِىَ الله عَنْهُ عِنْدَ أَبِىْ يَعْلَى وَ الْبَيْهَقِى ، وَ جَابِرٍ عِنْدَ الْطَّبَرَانِى وَ كُلُّهَا ضِعَافٌ .
Hadis tsb lemah .
Al Hafidh Ibnu Hajar berkata  dlm kitab  bulughul maram  1/ 189  .
“Dalam masalah ini  ada hadis dari Abu Hurairah menurut riwayat Abu ya`la dan al baihaqi  ,  dan Jabir menurut Thabrani . Seluruhnya lemah .
Untuk identitas Abd rahman bin Zaid sbb :


عَبْدُ الْرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ الْقُرَشِى الْعَدَوِى مَوْلَاهُمُ ، الْمَدَنِى ، مَوْلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ( أَخُوْ عَبْدِ اللهِ بْنِ زَيْدٍ )
مَرْتَبَتُهُ عِنْدَ ابْنِ حَجَرْ : ضَعِيْفٌ
مَرْتَبَتُهُ عِنْدَ الْذَّهَبِـي : ضَعَّفُوْهُ
Abdul Rahman bin Zaid bin Aslam Qurashi al adawi  Maula mereka ,al madani ,
Maula  Umar bin Khattab (saudara Abdullah Bin Zaid)
Peringkat menurut Ibnu Hajar : Dia lemah
Peringkat menurut Dzahabi  Ulama melemahkannya .[4]
Komentarku ( Mahrus ali )
Jadi hadis tsb lemah .


[1] 27 Al anfal
[2]  Muttafaq alaih , Al Bayan 38 .
[3] HR Ibn Majah 2443

[4] Mausuah ruwatil hadis  3865