Kamis, Februari 05, 2026

luruskan barisan salat ke 2

 

 

أتِمُّوا الرُّكوعَ والسجودَ، فواللهِ إنِّي لأراكم من خلفِ ظهري، في ركوعِكم وسجودِكم

الراوي: أنس بن مالك • الألباني، صحيح النسائي (١١١٦) • صحيح • أخرجه النسائي (١١١٧) واللفظ له، وأخرجه البخاري (٦٦٤٤)، ومسلم (٤٢٥) باختلاف يسير • شرح حديث مشابه

Sempurnakan rukuk dan sujudmu, karena demi Allah, aku melihatmu dari belakangku, dalam rukuk dan sujudmu.

 

Diriwayatkan oleh: Anas bin Malik • Al-Albani, Sahih An-Nasa’i (1116) • Sahih • Diriwayatkan oleh An-Nasa’i (1117) dengan redaksi ini, dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6644) dan Muslim (425) dengan sedikit variasi • Penjelasan hadits serupa

أتمُّوا الرُّكوعَ والسُّجودَ إذا رَكعتُم وسجدتُم

الراوي: أنس بن مالك • الألباني، صحيح النسائي (١٠٥٣) • صحيح • أخرجه النسائي (١٠٥٤) • شرح حديث مشابه

Sempurnakan rukuk dan sujudmu ketika kamu rukuk dan sujud.

 

Diriwayatkan oleh: Anas bin Malik • Al-Albani, Sahih An-Nasa'i (1053) • Sahih • Diriwayatkan oleh An-Nasa'i (1054) • Penjelasan hadits serupa

Ternyata Imam Malik , Abu awud, Tirmidzi tidak meriwayatkannya > Penduduk Madinah I masa Imam Malik tidak mengertinya.

Mālik ibn Anas bin Malik bin 'Āmr al-Asbahi atau Malik bin Anas, Bahasa Arab: مالك بن أنس, lahir di Madinah pada tahun 711 M / 90H dan meninggal pada tahun 795M / 174H. Ia adalah pakar ilmu fikih dan hadis, serta pendiri Mazhab Maliki. Juga merupakan guru dari Muhammad bin Idris pendiri Madzhab Syafi'i. Wikipedia

Kelahiran: 711 M, Madinah, Arab Saudi

Meninggal: 795 M, Madinah, Arab Saudi

Buku: Al-Mudawwana al-Kubra

Orang tua: Anas ibn Malik, Aaliyah bint Shurayk al-Azdiyya

Anak: Fatimah binti Malik bin Anas

Tempat pemakaman: Al Baqi Cemetery, Madinah, Arab Saudi

Murid: Imam Asy-Syafi'i../... 29+

Hadis tsb hanya qatadah yang tahu. Beliau lahir pada tahun 60 H Wafat  117 H.  hadis ini nyeleneh, mungkar, tidak bisa dibuat pegangan, tapi lepaskan saja , anggap tidak ada. Bagaimana mengetahui manusi a dari belakangnya > Rasul adalah manusia biasa, bukan yang aneh, bukan jin dll. Lihat ayat sbb :

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, fusshilat 6.

 

Rasul itu mamusia biasa , tidak punya mata di belakang  pungggungnya , tapi di wajahnya seperti kita . Bila kita menyatakan bahwa beliau punya mata di belakang punggungnya atau bisa memelihat dari belakang, maka kita ini mendustakan ayat itu, tidak beriman keadanya . Dan ini bahaya sekai , tidak bikin kita aman di alam baqa`. Kita beriman kepad ayat dan tidak mendustakannya lalu membenarkan perkataan perawi  Perawi menyalahi al quran maka kita akan berpegangan kepaanya. Bukan sebaliknya.

Hadis itu muttafaq alaih tapi artinya atau maknanya tidak bisa di benarkan an harus disalahkan . Terus manusia mana yang bisa memandang dari belakang mulai dulu sampai sekarang. Kita ini jadi kurang cerdas dan bikin kita di bodohi orang lalu kita tidak menoolak , malah percaya.

 Kalau di tinjau riwayat Qatadah yang dulu jelas tanpa menggunakan kalimat Rasul melihat daribelakang punggung. Ini tambahan perwi . Bila tdak , mengapa ada kalimat tersebut sedang riwayat yang awal tidak ada. Ini sama dengan kedustan atas nama Rasul.

لا تَكْذِبُوا عَلَيَّ، فإنَّه مَن كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَلِجِ النّارَ.

الراوي: علي بن أبي طالب • البخاري، صحيح البخاري (١٠٦) • [صحيح] • شرح الحديث

 

Janganlah kalian berdusta kepadaku, karena barangsiapa berdusta kepadaku  akan masuk neraka.

 

Diriwayatkan oleh: Ali ibn Abi Talib • Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari (106) • [Sahih] • Penjelasan Hadits

Berdusta kepada orang tidak diperkenankan apalagi terhadap Rasul. Berekatakalah yang sungguh bila menyampaikan hadis, jangan di tambah atau di kurangi, ini Namanya I korupsi. jangan menyebarkan hadis hadis yang hakikatnya tidak sahih.