Selasa, Februari 10, 2026

luruskan barisan salat ke 5

المسند الجامع (16/ 726)

- وفي رواية: " (صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الظُّهْرَ، فَلَمَّا سَلَّمَ، نَادَى رَجُلاً كَانَ فِي آخِرِ الصُّفُوفِ، فَقَالَ: يَا فُلاَنُ، أَلاَ تَتَّقِي اللهَ، أَلاَ تَنْظُرُ كَيْفَ تُصَلِّي، إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ يُصَلِّي، إِنَّمَا يَقُومُ يُنَاجِي رَبَّهُ، فَلْيَنْظُرُ كَيْفَ يُنَاجِيهِ، إِنَّكُمْ تَرَوْنَ إِنِّي لاَ أَرَاكُمْ، إِنِّي وَاللهِ لأَرَى مِنْ خَلْفِ ظَهْرِي كَمَا أَرَى مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ.) ".

- Dan dalam sebuah riwayat: “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam memimpin kami dalam shalat Zuhur. Setelah selesai, beliau memanggil seorang laki-laki yang berada di belakang barisan dan berkata: ‘Wahai fulan, tidakkah engkau takut kepada Allah? Tidakkah engkau melihat bagaimana engkau shalat? Ketika salah seorang dari kalian berdiri untuk shalat, ia hanya berdiri untuk berbisik dengan Tuhannya, maka perhatikanlah bagaimana ia berbisik dengan-Nya. Engkau melihat bahwa aku tidak melihatmu, tetapi demi Allah, aku melihat apa yang ada di belakangku sebagaimana aku melihat apa yang ada di depanku.’”

Sama lemahnya karena ada perawi Said bin Abu Said yang menunggal. Seluruh penduuk Madinah tidak tahu hadis itu kecuali beliau. Ini mustahil karena kondisinya dalam salat berjamaah.

- وفي رواية: " (صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْعَصْرَ، فَبَصَرَ بِرَجُلٍ يُصَلِّي، فَقَالَ: يَا فُلاَنُ، اتَّقِ اللهَ، أَحْسِنْ صَلاَتَكَ، أَتَرَوْنَ أَنِّي لأَرَاكُمْ، إِنِّي لأَرَى مِنْ خَلْفِي كَمَا أَرَى مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، أَحْسِنُوا صَلاَتَكُمْ، وَأَتِمُّوا رُكُوعَكُمْ وَسُجُودَكُمْ.) ".

أخرجه مسلم (888) قال: حدَّثنا أبو كريب، محمد بن العلاء الهمداني، حدَّثنا أبو أسامة، عن الوليد، يعني ابن كثير. و ((النَّسائي

Dan dalam riwayat lain: “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam memimpin kami dalam shalat Ashar, dan beliau melihat seorang laki-laki sedang shalat. Beliau berkata, ‘Wahai fulan, takutlah kepada Allah dan sempurnakan shalatmu. Apakah kamu pikir aku dapat melihatmu? Aku melihat di belakangku sebagaimana aku melihat di depanku. Sempurnakan shalatmu dan sempurnakan rukuk dan sujudmu.’”

 

Diriwayatkan oleh Muslim (888). Beliau berkata: Abu Kurayb, Muhammad ibn al-‘Ala’ al-Hamdani, meriwayatkan kepada kami, Abu Usamah meriwayatkan kepada kami, dari al-Walid, yaitu Ibn Kathir. Dan (An-Nasa’i)

Komentarku ( Mahrus ali ) : redaksi hadis kacau belau , dan ini kelemahannya  tidak bisa di saihihkan. Perawinya juga manunggal kepada saad . Bukhari , Imam malik tidk meriwayatkannya .

رُصُّوا صفوفَكم وقارِبوا بينها وحاذُوا بالأعناقِ فوالذي نفسي بيدِه إني لَأَرى الشيطانَ يدخلُ من خللِ الصفِّ كأنها الحذفُ

 

Rapatkan barisanmu, berdirilah berdekatan, dan sejajarkan lehermu, karena demi Dia yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku melihat Setan masuk melalui celah-celah barisan seolah-olah dia adalah umpan.( Kambing kecil  ).

(HR. Abu Daud 667, Ibn Hibban 2166, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

الراوي: أنس بن مالك • أبو داود، سنن أبي داود (٦٦٧) • سكت عنه [وقد قال في رسالته لأهل مكة كل ما سكت عنه فهو صالح] • أخرجه أبو داود (٦٦٧) واللفظ له، والنسائي (٨١٥)، وأحمد (١٣٧٦١). Perawi: Anas bin Malik

• Abu Dawud, Sunan Abi Dawud (667) • Dia tetap diam mengenai hal itu [dan dia berkata dalam suratnya kepada penduduk Mekah bahwa segala sesuatu yang dia diamkan adalah dapat diterima] • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (667) dan redaksinya adalah miliknya, dan oleh Al-Nasa’i (815), dan Ahmad (13761).



الراوي: أنس بن مالك • المنذري، الترغيب والترهيب (١/٢٣١) • [ لا ينزل عن درجة الحسن وقد يكون على شرط الصحيحين أو أحدهما] • أخرجه أبو داود (٦٦٧) واللفظ له، والنسائي (٨١٥)، وأحمد (١٣٧٦١). • شرح حديث مشابه

Perawi: Anas ibn Malik • Al-Mundhiri, At-Targhib wa At-Tarhib (1/231) • [Hadits ini tidak termasuk dalam kategori Hasan ( maksudnya tidak sampai lemah )dan mungkin juga dapat memenuhi syarat kedua kitab Sahih atau salah satunya] • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (667), dan redaksi hadits ini adalah miliknya, An-Nasa'i (815), dan Ahmad (13761). • Penjelasan hadits serupa

بن حجر العسقلاني، هداية الرواة (١/٤٧٧) • [حسن كما قال في المقدمة]

Ibnu Hajar al-Asqalani, Hidayat al-Ruwat (1/477) • [Hasan seperti yang dikatakannya pada pendahuluan]

المحرر في الحديث (ص: 249)

رَوَاهُ أَحْمد، وَأَبُو دَاوُد، النَّسَائِيّ وَابْن حبَان البستي

 

Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, al-Nasa'i, dan Ibnu Hibban al-Busti

Komentsrku : Mahrus ali ) : Aneh sekaii mengapa imam Malik tokoh ulama medinah tidak meriwayatkan dan tidak tahu. Bahkan seluruh penduduk Medinah tidakmengetahuinya , malah seorang perawi dari Irak yang tahu. Ini tidak logis sekali.

Kedua, hadis dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyiapkan shaf shalat jamaah. Beliau memerintahkan makmum,

أَقِيمُوا الصُّفُوفَ فَإِنَّمَا تَصُفُّونَ بِصُفُوفِ الْمَلاَئِكَةِ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا فِى أَيْدِى إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ

Luruskan shaf, agar kalian bisa meniru shafnya malaikat. Luruskan pundak-pundak, tutup setiap celah, dan buat pundak kalian luwes untuk teman kalian. Serta jangan tinggalkan celah-celah untuk setan. Siapa yang menyambung shaf maka Allah Ta’ala akan menyambungnya dan siapa yang memutus shaf, Allah akan memutusnya. (HR. Ahmad 5724, Abu Daud 666, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Ketiga, hadis dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika merapatkan shaf, beliau mengatakan,

وَسُدُّوا الْخَلَلَ؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ فِيمَا بَيْنَكُمْ بِمَنْزِلَةِ الْحَذَفِ

Tutup setiap celah shaf, karena setan masuk di antara shaf kalian, seperti anak kambing.” (HR. Ahmad 22263 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Aneh sekali dalam hais itu dimana Rasul memandang setan di sela sela  barisan salat . Melihat dari mana , dari muka apa dari belakang . Rasul itu manusia biasa , tidakmelihat setan sebagimana  ayat :

27يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

27 Wahai anak Adam, janganlah setan menggoda kamu sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua orang tuamu dari surga, dengan menelanjangi mereka dan menyingkapkan aurat mereka. Sesungguhnya ia dan kaumnya melihat kamu dari tempat yang tidak kamu lihat. Kami telah menjadikan setan sebagai sekutu orang-orang yang tidak beriman. Al a`raf 27.