مِنَ النّارِ مَن قالَ لا إلَهَ إلّا اللَّهُ، وفي قَلْبِهِ
وزْنُ شَعِيرَةٍ مِن خَيْرٍ، ويَخْرُجُ مِنَ النّارِ مَن قالَ لا إلَهَ إلّا
اللَّهُ، وفي قَلْبِهِ وزْنُ بُرَّةٍ مِن خَيْرٍ، ويَخْرُجُ مِنَ النّارِ مَن قالَ
لا إلَهَ إلّا اللَّهُ، وفي قَلْبِهِ وزْنُ ذَرَّةٍ مِن خَيْرٍ.
[- keluar dari api neraka orang yang mengatakan
tidak ada Tuhan selain Allah, dan di dalam hatinya ada satu sa`ir ( mirip
gandum) kebaikan, dan akan keluar dari api neraka orang yang mengatakan Tiada
tuhan selain Allah, di dalam hatinya satu gandum kebaikan, dan keluar dari api orang-orang yang mengatakan tidak ada
Tuhan selain Allah, dan di dalam hatinya ada satu zarrah kebaikan. Kebaikan.
وقال: قال أبان: حدثنا قتادة حدثنا أنس عن النبي ﷺ (من
إيمان) مكان من (خير)
الراوي: أنس بن مالك • البخاري، صحيح البخاري (٤٤) • [صحيح]
• أخرجه البخاري (٤٤)، ومسلم (١٩٣)
Dan dia
menjawab: Aban berkata: bercerita kepada kami Qatadah
bercerita kepada kami Anas dari Nabi (shalawat dan salam
Allah kepadanya) (dari Iman ) sebagai
ganti dari (baik)
Perawi: Anas
ibn Malik • Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari (44) • [Sahih] • Diriwayatkan oleh
al-Bukhari (44), dan Muslim (193)
/
[: sanadnya
sbb :
: التوحيد
لابن خزيمة (2/ 701)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: ثَنَا عَبْدُ
الصَّمَدِ، قَالَ: ثَنَا هِشَامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ،
قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «
: Dari
Muhammad bin Yahya berkata bercerita kepada kami Abdul Somad berkata bercerita
kepada kami Hisyam dari Qataada dari Anas berkata
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda seperti hadis di atas
Hadis
tersebut tidak diketahui penduduk Madinah waktu dulu bahkan imam Malik tidak
mengetahuinya, Hadis itu 100 tahun Hijriyah hanya Qotadah yang mengetahuinya - orang Irak bukan orang Makkah atau orang
Madinah Hadis sedemikian ini dikatakan hadis gharib Bukhari hadis itu tidak
boleh dibuat pegangan, lepaskan saja menyesatkan, tidak mengarahkan kepada
jalan yang baik tapi jalan sesat. orang
yang percaya kepadanya termasuk orang sesat, karena itu buanglah Menurut salafi
hadis
sedemikian ini shahih dengan jelas, harus
dipercaya tidak boleh diragukan sesatlah orang yang meragukan.
Salafi dalam
hal ini sangat keliru dan tidak benar bagaimana hadis yang penduduk Madinah
tidak tahu dan imam Malik tidak tahu lalu dikatakan benar itu hadis hanya satu
orang Irak yang tahu.
28الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ
ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ ۖ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِن سُوءٍ ۚ
بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
28 )
(yaitu) orang-orang yang dimatikan
oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu
mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada
mengerjakan sesuatu kejahatanpun". (Malaikat menjawab): "Ada,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Annakhel
28
فاد]ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ
فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
Masuklahke
pintu jahannam , kamu kekal disana . Sungguh jelek tempat orang – orng yang
sombong
: Dalam ayat
29 an nahl ini telah dinyatakan orang yang masuk neraka itu akan kekal bukan
sementaram tidak dikeluarkan lalu masuk ke surge. tapi tidak akan masuk surga
selamanya dan akan berada di neraka selamanya, Karena itu kalau ada
cerita-cerita bahwa orang yang masuk neraka itu dosanya selalu dikikis habis
dan dikeluarkan dari neraka lalu masuk surge, maka jangan didengarkan itu
menyesatkan, tidak mengarahkan kepada kebaikan atau surga tapi kepada neraka.
Bahwa orang
yang akan masuk neraka itu baca
lailahaillallah saja sudah bisa dikeluarkan dan akhirnya masuk surga tapi
sedemikian ini faham salafi yang sesat tidak benar dan menyesatkan orang banyak
مع الأصول (10/ 551)
(خ د
ت) عمران بن حصين - رضي الله عنه - أنَّ النبيَّ - صلى الله عليه وسلم- قال:
«يخرُجُ قوم من النار بشفاعة محمد - صلى الله عليه وسلم-، فيدخلون الجنةَ يُسمَّون
الجَهَنَّميِّين» أخرجه البخاري وأبو داود والترمذي
[: Jami' al-Usul
(10/551)
'Imran bin
Husayn - semoga Allah meridainya - meriwayatkan bahwa Nabi - shalawat dan salam
kepadanya - bersabda: “Sekelompok orang akan dikeluarkan dari Neraka melalui
syafaat Muhammad - shalawat dan salam kepadanya - dan akan masuk Surga. Mereka
akan disebut penghuni Neraka.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Abu Dawud, dan
al-Tirmidhi
الراوي: عمران بن الحصين • الألباني، صحيح الجامع (٨٠٥٥) •
صحيح • أخرجه البخاري (٦٥٦٦
Perawi :
Imran bin Husain • Al-Albani, Sahih al-Jami’ (8055) • Sahih • Riwayat al-Bukhari
(6566)
[01.20,
4/6/2026] Mahrus ali: ولد في أول سنة عشرين ومائة
إYahya
bin Said al qatthan lahir pada tahun
pertama tahun seratus dua puluh.
Perawi tunggalnya hadis tersebut di mana suatu
saat akan dikeluarkan dari neraka dengan syafaat Muhammad prawi tunggalnya adalah
Yahya bin said Al Khattan orang dari Irak dari Basrah bukan orang Madinah
penduduk Madinah saat itu tidak mengetahui hadis tersebut . Makanya imam Malik
tidak tahu dan tidak meriwayatkan Albani mengatakan sahih, 100 tahun Hijriyah
lebih masih satu orang yang meriwayatkan dan tidak dikenal oleh penduduk
Madinah . Jadi gadis itu menurut ahli hadis yang dulu mungkar, buang saja tidak usah dikerjakan
walaupun diriwayatkan oleh abu Daud karena satu orang Irak yang meriwayatkan. Sebab
nabi Muhammad tidak bisa mengeluarkan orang dari neraka. bila dipercaya maka
akan bertentangan dengan ayat 29 dan ayat-ayat yang menyatakan manusia di
neraka itu selamanya tidak akan dimasukkan ke surge. Hadis ini bila dibuat
pegangan kita akan bertentangan dengan sanad hadits itu di mana penduduk
Madinah tidak mengetahui hadis itu dan imam Malik juga tidak mengetahuinya dan
bertentangan dengan ayat 29 Nahel. orang
yang sudah di neraka itu wajahnya sudah rusak terbakar dan hitam lalu bagaimana
bisa masuk surge. Makanya hadis-hadis sedemikian ini bila dipercaya kita ini
bisa dosa besar karena ingkar kepada hayat Alquran. Golongan-golongan salafi dan lainnya akan
masuk neraka selamanya kalau percaya kepada hadis itu dan ingkar kepada ayat yang
menyatakan kekalnya penduduk neraka
Syafaat itu ada nanti di akhirat dilakukan
oleh nabi dan orang-orang mukmin tapi sebelum dimasukkan ke neraka mungkin
ketika hisab
[19أَفَمَنْ
حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِي النَّارِ
ali: Apakah
(kamu hendak merubah nasib) orang-orang yang telah pasti ketentuan azab
atasnya? Apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka 18
zumar
: Ayat 19
Zumar ini menegaskan bahwa Rasulullah tidak bisa memberikan syafaat pada orang yang
berada di neraka .kalau kita percaya bahwa Rasul bisa
mengeluarkan orang yang di neraka kita berarti kufur kepada ayat 19 zumar. Dan
salafi kebanyakan iman seperti itu karena mereka sangat percaya kepada hadis
dan mereka kebanyakan tidak tahu hadis yang bertentangan dengan ayat Alquran
juga tidak mengerti hadis ini shahih apa yang
mereka mengerti hanya tahu Albani menyatakan sahih padahal itu adalah
ahli hadis yang mengikuti manhaj orang-orang belakangan, tidak mengikuti ahli
hadis yang dulu. makanya sering berbeda
dengan saya dan banyak ulama ahli hadis dan saya mengikuti ahli hadis yang dulu kalau menurut Albani walaupun
penduduk Madinah tidak tahu imam Malik tidak tahu tidak ada masalah yang
penting orangnya jujur
I Al bani keluar
dari teknis atau cara ulama dulu dan kalau ikut Albani kita ini berarti ingkar
kepada ayat 19 Zumar makanya saya katakan tokoh salafi banyak yang tidak
mengerti hadis. Merek hanya ikut ikutan belaka . Tidak penting bertentangan
dengan ayat Alquran atau tidak makanya. Ppengarang kitab manhaj Nadhar menyatakan ahli hadis kebanyakan bodoh. Mereka hanya mementingkan sanad tidak
mengerti makna hadis yang sebenarnya