Tampilkan postingan dengan label Cina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cina. Tampilkan semua postingan

Senin, Juni 13, 2016

Selain Larang Shaum, Cina Juga Larang Siswa Muslim Uighur Masuk Masjid


file-18-bageonechina (1)


BIRO pendidikan kota Tarbaghatay, Cina, dikenal sebagai Tacheng dalam bahasa Cina, bulan ini memerintahkan sekolah untuk memberitahukan kepada siswa bahwa, “Selama bulan Ramadhan, siswa etnis minoritas tidak masuk masjid dan tidak boleh mengikuti kegiatan keagamaan”.

Sebelumnnya, Cina telah melarang PNS, siswa dan guru di wilayah Xinjiang yang mayoritas Muslim, untuk melaksanakan puasa selama bulan Ramadhan dan memerintahkan restoran untuk tetap terbuka, Kamis (18/06/2015). Demikian dilaporkan oleh ArabNews.

Toko-toko dan restoran juga telah diperintahkan untuk terus menjual rokok dan alkohol selama bulan Ramadhan. Jika mereka tetap menutupnya, maka toko mereka akan benar-benar di tutup oleh pemerintah.


Pemimpin muslim Uighur, Dilxat Raxit, melihat langkah pemerintah Cina sebagai upaya untuk mengendalikan iman mereka. Muslim Uighur akan menolak aturan pemerintah Cina tersebut.

“Iman Uighur telah dipolitisasi dan peningkatan kontrol bisa menyebabkan resistensi yang tajam.”

“Tempat kerja Pelayanan makanan akan beroperasi jam normal selama Ramadhan.” kalimat ini terdapat pada situs Food and Drug Administration di Xinjiang Jinghe county.

Para pejabat di wilayah Bole county diberitahukan bahwa selama Ramadan tidak terlibat dalam puasa, berjaga atau kegiatan keagamaan lainnya, menurut laporan situs pemerintah daerah minggu ini.

“Tujuan Cina melarang puasa adalah untuk menjauhkan Uighur dari budaya Muslim mereka selama bulan Ramadhan,” kata Rexit, juru bicara pengasingan Kongres Uighur Dunia.

“Kebijakan yang melarang ibadah puasa adalah provokasi dan hanya akan menyebabkan ketidakstabilan dan konflik,” tambahnya.
Seperti tahun sebelumnya, anak-anak sekolah dilarang berpuasa selama Ramadhan dan melaksanakan perayaan agama lainnya.

[hs/Islampos]



Sabtu, Juni 11, 2016

RHOMA IRAMA: Pribumi Harus Mengatur Non Pribumi


rhoma irama DIEXPOST

Jakarta –Segala perbuatan yang akan kita lakukan harus dilandasi dengan niat, karena berdasarkan niat itulah perjuangan kita akan dinilai oleh Allah SWT. Dan niat kita dalam berpartai adalah dalam rangka jihad demokrasi, dalam rangka jihad konstitusi. Karena kita lihat di Indonesia ini sekarang demokrasi sudah melupakan nilai-nilai ketuhanan, demokrasi tidak lagi mengacu pada nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan bahkan keadilan sosial. Demikian ungkap Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman) dalam pidato politiknya saat melantik jajaran pengurusDPW, DPC, dan PAC Partai Idaman DKI Jakarta diLapangan Perkampungan Industri Kecil (PIK), Cakung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

“Oleh karena itu kita sebagai pribumi, kita sebagai mayoritas muslim adalah lebih punya kewajiban, lebih punya peran di dalam mengelola bangsa ini. Kita pribumi yang seharusnya mengatur non pribumi, bukan diatur oleh non pribumi. Kita pribumi yang seharusnya mengayomi, melindungi, dan mengatur non pribumi. Bukannya kita malah diatur dan disuapi oleh non pribumi,” tegas sang raja dangdut.

Partai Idaman, tegasnya, akan membuktikan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Islam bukan agama teroris, bukan agama korupsi, bukan agama intoleran, bukan agama yang anti pluralis. Kita akan membuktikan bahwa Islam bukan teroris karena Allah SWT berfirman yang artinya, “Barang siapa yang membunuh seorang manusia maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia.”

Masih kata Rhoma. Islam juga bukan agama yang korupsi. Kalau di Indonesia koruptornya mayoritas orang Islam itu adalah konsekuensi logis sebagai umat mayoritas. Kalau kita di Amerika yang mayoritas kristen, koruptor kebanyakannya orang kristen. Kalau kita di India yang mayoritas umat hindu, kebanyakan koruptornya orang Hindu. Begitulah seterusnya.

“Tapi alhamdulillah bangsa Indonesia di mana-mana di negara mayoritas tempat mereka, saya nggak pernah dengar orang Islam Indonesia korupsi. Pernah dengar di Amerika ada orang Islam Indonesia yang korupsi? Pernah dengar di Indiaada orang Islam Indonesia yang korupsi? Di sini, di negara kita, kita dituduh sebagai koruptor. Lebih baik pilih orang kafir yang jujur daripada orang Islam yang koruptor. Saya katakan di sini, Islam bukan koruptor, bahkan warga Cina di sini adalah koruptor yang paling dahsyat,” ujar Rhoma..


Dalam kesempatan itu Rhoma menghimbau kepada seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Idaman untuk bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. “Mari kita buktikan kepada Indonesia, kita buktikan kepada dunia, Islam bukan agama koruptor tetapi Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin,” pungkasnya.

Jumat, Juni 10, 2016

Cina Larang PNS, Pelajar dan Anak-Anak Muslim Xinjiang Berpuas






FAKTAMEDIA.NET - Pejabat Cina melarang pegawai negeri, siswa dan anak-anak di wilayah mayoritas Muslim dari berpuasa selama Ramadhan. Selama bertahun-tahun otoritas Cina di Xinjiang memberlakukan larangan berpuasa ini.

Seperti dilansir laman Arab News, Selasa (7/4), Partai Komunis yang berkuasa di Cina secara resmi dan selama bertahun-tahun telah melarang pegawai pemerintah dan anak-anak Xinjiang berpuasa. Mereka juga memerintahkan sejumlah restoran untuk tetap buka selama Ramadhan.

Kongres Uighur Dunia Dilxat Raxit mengecam pelarangan tersebut dalam sebuah surat elektronik pada Senin (6/6). Mereka menambahkan, selama ini pemerintah Cina berpikir keyakinan Muslim Uighur mengancam supremasi kepemimpinan Beijing.

Pejabat Uighur di kota Tiekeqi, Ahmayjan Tohti, mengatakan pada Senin pekan lalu, pejabat harus dengan tegas menghentikan anggota partai, pegawai pemerintah, siswa dan anak-anak memasuki masjid untuk melakukan kegiatan agama selama satu bulan.

Beberapa departemen pemerintah daerah di Xinjiang juga telah mengunggah pemberitahuan di laman situs mereka mengenai larangan ini. "Anggota partai, kader, pegawai pemerintah, siswa dan anak-anak di bawah umur tak boleh berpuasa Ramadhan dan tak harus ambil bagian dalam kegiatan keagamaan. Selama bulan Ramadhan, bisnis makanan dan minuman juga tidak boleh tutup," kata pemberitahuan di situs resmi kota Korla di pusat Xinjiang.


Sumber : portalpiyungan

Kamis, Juni 09, 2016

Ramadhan ini Pemerintah Cina Larang Warga Muslim untuk Berpuasa

warga%2Bmuslim%2Bcina


Jurnalmuslim.com - Pemerintah komunis Cina kembali melarang umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Warung-warung makan dan cafe yang berada di wilayah mayoritas Muslim dilarang tutup.

Larangan tersebut tertuang dalam surat edaran yang diunggah website resmi pemerintah di hari pertama bulan Ramadhan, Senin (06/06), seperti dinukil portal mc-doualiya.com. Larangan tersebut lebih ditekankan pada pegawai pemerintah dan siswa, khususnya di wilayah Xinjiang yang dihuni mayoritas Muslim.

Tidak hanya itu, warung makan dan cafe juga diperintahkan tetap buka. Jika melanggar surat edaran tersebut akan berhadapan dengan pihak berwajib.

Sepekan sebelum Ramadhan, pemerintah lokal telah menerbitkan surat pemberitahuan larangan puasa selama bulan Ramadhan di situs-situs resmi.


“Anggota partai, pegawai, pejabat pemerintah dan siswa tidak boleh menjalankan puasa selama bulan Ramadhan dan tidak boleh mengikuti upacara keagamaan,” tulis surat pemberitahuan kota Korla, pusat provinsi Xinjiang, yang diposting Kamis, 2 Juni 2016.

Sementara itu, situs yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan di daerah Chwimmogo di ibukota wilayah Urumqi, Senin, 30 Mei 2016 merilisi surat pemberitahuan untuk mencegah siswa dan guru memasuki masjid selama Ramadhan.

Di kota Altai di utara, para pejabat pemerintah sepakat untuk “mengintensifkan komunikasi dengan orang tua dalam rangka mencegah anak-anak mereka puasa selama bulan Ramadhan”. Hal itu sebagaimana tertuang dalam surat yang diterbitkan Jumat, 3 Juni, 2016 di website resmi pemerintah Cina.
Juru bicara Kongres Dunia Uighur di Jerman, Rajit, segera bereaksi dan mengutuk keras pelarangan tersebut. Dia menegaskan bahwa pemerintah Cina menganggap Muslim Uighur mengancam supremasi kepemimpinan Beijing.

Seperti diketahui, Cina yang dikendalikan oleh partai komunis melakukan tindakan represif terhadap pengikut agama. Kegiatan-kegiatan keamanan dilarang bahkan pengikutnya bisa dijebloskan penjara.


Hampir setiap tahun pemerintah Cina melarang umat Islam, khususnya di wilayah Uighur menjalan puasa Ramadhan. Bahkan tahun lalu, pasukan keamanan Cina menggerebek setiap rumah yang penghuninya menjalankan ibadah puasa. (tabayyunnews)

Minggu, Juni 05, 2016

Ribuan Banser di Blitar Berdemo Serukan Gusur Pengusaha Cina

post-feature-image


POSMETRO INFO - Tidak kurang dari 1.000 Barisan Ansor Serba Guna (Banser) GP Ansor Kota dan Kabupaten Blitar melakukan aksi unjuk rasa di Pemkab Blitar, Pemkot Blitar, DPRD Kabupaten Blitar dan DPRD Kota Blitar, Rabu (30/9).

Ribuan Banser ini mensinyalir bahwa paham komunis sudah mulai masuk ke Pemerintahan. Mulai dari PNS, TNI dan Polri. Agenda besar dari komunis gaya baru ini adalah akan menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi berbasis komunis.

Aksi unjuk rasa di mulai dari kantor Pemkab Blitar di Jalan Soedanco Supriadi Kota Blitar. Komandan Banser Kabupaten Blitar, Imron Rosadi dalam orasinya mengajak masyarakat khusunya warga NU untuk mewaspadai upaya-upaya untuk menumbuhkan kembali paham komunis.

"Jangan sepelekan paham komunis. Kita mungkin mengira paham itu telah terkubur dalam-dalam pasca runtuhnya beberapa negara komunis. Namun diam-diam mereka mulai membangun kembali kekuatanya untuk menguasai sektor-sektor penting di tanah air," ujar Imron.

Bahkan, lanjut Imron, saat ini telah ada pejabat-pejabat tinggi berhaluan komunis yang menyusun strategi untuk mengukuhkan ideologi komunis. Berdasarkan data yang dimiliki Banser Ansor Kabupaten Blitar, saat ini tidak kurang dari 16,5 % penduduk indonesia yang telah dimasuki paham komunis. Mereka mulai merancang strategi semi militer seperti yang dilakukan pada tahun 1965.

Imron juga menjelaskan jika strategi lain yang dilakukan komunis adalah dengan menguasai sektor-sektor ekonomi. “Saat ini pengusaha Cina semakim menancapkan dominasi ekonominya di Indonesia. Selain itu para pekerja asing dari Cina juga berdatangan ke Indonesia. Mereka menggeser tenaga kerja terampil dari dalam negeri,” ujar Imron.


Untuk itu dalam Pers Relase yang dibawa Banser ini, mereka menyerukan masyarakat untuk menguasai ekonomi lokal serta menggusur pengusaha-pengusaha China demi kemandirian dan kesejahteraan rakyat Indonesia. “Masyarakat Indonesia harus mandiri di segala bidang, termasuk bidang ekonomi. Sebab ada kecurigaan ada agenda tersembunyi di balik penguasaan sektor ekonomi oleh pengusaha Cina,” imbuh Imron.

Pengunjuk rasa sempat ditemui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blitar, Mujiyanto. Kepada pengunjuk rasa Mujiyanto berjanji untuk menolak setiap Ormas berhaluan kiri. "Setiap Ormas yang ada di Kabupaten Blitar wajib melaporkan kegiatan dan keberadaanya kepada Bakesbangpol. Untuk itu kami akan menolak setiap Ormas yang berhaluan kiri di Blitar," ujarnya.

Sebelum beranjak dari kantor Pemkab Blitar, pengunjuk rasa membakar bendera PKI dengan disaksikan Mujiyanto.


Setelah puas menyampaikan aspirasinya, Banser bergerak menuju kantor DPRD Kota Blitar. Mereka berjalan kaki sambil meneriakan yel yel anti PKI serta pekik Allahu Akbar. [bo]

Kamis, Mei 05, 2016

Diam-diam, Ribuan Pekerja Cina Sudah Memenuhi Banten dan Papua By Repelita Online -


 
Diam-diam tanpa sepengetahuan khalayak ramai, ribuan pekerja Cina yang tidak terdidik dan berasal dari “kasta” yang paling rendah mulai berdatangan ke Indonesia. Mereka diketahui mulai ada di Bayah (Pandeglag, Banten) dan Papua.
Menurut sumber eramuslim yang dekat dengan pimpinan proyek di Bayah, para pekerja Cina yang datang ini jarang bisa baca tulis. Mereka sehari-hari berbahasa Cina dan sama sekali tidak mengerti kebersihan atau sopan santun, salah satunya mereka biasa buang air besar di sembarang tempat dan buang air kecil di mana-mana tanpa ada rasa malu sedikit pun.
Tentu saja, membanjirnya tenaga kerja asal Cina di Indonesia tanpa memiliki izin yang lengkap dan keterampilan itu menakutkan dan perlu diwaspadai. Bukan saja akan berdampak pada jumlah pengangguran di Indonesia, tapi juga bisa menjadi pintu masuk Cina untuk menjajah Indonesia, seperti ditakutkan Presiden Cina Xi Jinping terhadap aktivitas muslim Uighur di negaranya.
Seperti diberitakan The Guardian, Presiden Cina Xi Jinping mengungkapkan, agama yang ada di Cina tidak boleh dipengaruhi asing. Seluruh warga dan agama mana pun harus berjanji hanya setia untuk negara. “Kita harus mengelola urusan agama sesuai dengan hukum dan sesuai dengan keinginan kami,” kata Xi Jinping. Menurut dia, pasukan asing menggunakan agama untuk menyusup pada masayarakat Cina, sehingga dapat menguasai warga dan menjatuhkan partai yang berkuasa saat ini.
Karena itu, wajar jika DPR sebagai representasi dari suara rakyat tergugah mempersoalkan wabah tenaga kerja asal Cina. Menurut anggota Komisi I DPR, Dimyati Natakusumah, Komisi I DPR dalam waktu dekat ini akan melayangkan surat ke Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, yang isinya permintaan agar keduanya segera menyelesaikan wabah ini.
“Saya sangat tidak setuju tenaga kerja asal Cina datang ke Banten tanpa dibekali keterampilan. Saya akan surati pemerintah dan BNP2TKI, karena ini sudah menyalahi aturan,” ujar Dimyati di Gedung DPR, Jakarta, Selasa kemarin (23/6).
Sebenarnya, wabah ini sudah berlangsung sejak masa kampanye pemilihan presiden lalu. Pada September 2014 lalu, misalnya, jajaran kepolisian dari Polda Banten menangkap belasan tenaga kerja asal Cina di sekitar dermaga PT Cemindo Gemilang (PT Gama) Bayah.
“Belasan di antara mereka berhasil diamankan dan sisanya kabur,” kata seorang anggota Kepolisian Sektor Bayah ketika itu.
Seperti usul Gubernur DKI Jakarta Ahok yang menginginkan tembak di tempat buat pedagang kaki lima (PKL) yang melawan sewaktu lapaknya digusur, pemerintah pusat mestinya juga memberlakukan tembak di tempat buat pekerja asal Cina yang tidak jelas asal-usulnya.
Editor: Wira
Sumber: Eramuslim / pekanews

Komentar : 

 Fahmi Elmusy ·

kaacau..parah..apa pada buta ya?ya allah lindungi negara kami dari pemimpin yg zalim yg mendatangkan azabmu kpd kami..
Benny Ajjah ·
Bekerja di Kinder Bueno
Kmna imigrasi.pa rony kontrol pa d banten Dan Papua.pulang kan yg Tampa trmpil Dan dokumen lengkap.
Suka · Balas · 1 · 15 jam
Putra Basudewa
Apanunggu rakyat yang ngusir ?????
Suka · Balas · 1 · 14 jam
Roesman Tea ·
Bekerja di PT.YUNTEX RAYA
Betul.. spertiny qt masyarakat yg hrs ngusir..DPR sudah tk brpungsi...
Suka · Balas · 1 · 10 jam
Sudjud Suratri Wirjoleksono ·
Engga usah repot2 krn pintu masuknyakan wewenang Dirjen Imigrasi bikin aturan dan syarat utk visanya dan pegawainya jangan mau disuap. Lalu diadakan rasia pendatang gelap seperti di Malaysia.
Suka · Balas · 2 · 13 jam
Nyoman Winata
Inilah kelemahan pemimpin kita saat ini. Pengangguran di negeri kita sdh banyak knp lg datangkan pekerja yg gak punya ketrampilan. Ini akan menambah jlh gelandangan di negeri ini semakin banyak.
Suka · Balas · 2 · 11 jam
Syarifudin Ginting ·
Bekerja di Dinas Perkebunan
Yg salah ya kita masih ada antek " Taipan di negara ini yg mentalnya bobrok gadaikan negara dgn ijin TK nya . Apa tuh kerja Imigrasi am Dep T K

"Pengakuan Mantan Anggota Illuminati & Langkah-Langkah China Menguasai NKRI" by @SurYosodipuro

Chirpstory

Jumat, Februari 26, 2016

Polling: 85 Persen Warga Jakarta Sangat Tidak Setuju Cagub Non-muslim



Polling: 85 Persen Warga Jakarta Sangat Tidak Setuju Cagub Non-muslim

JAKARTA (voa-islam.com)—Dalam peluncuran Konvensi Gubernur Muslim Jakarta, Kamis (25/2/2016) di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan diumumkan hasil jajak pendapat (polling) yang dilakukan An-Nashr Institute tentang Cagub Muslim dan partisipasi dalam Pilkada DKI z017.
Polling yang dilakukan pada akhir 2015 lalu ini melibatkan 1000 responden warga DKI Jakarta.
Dari hasil polling terungkap, 85% warga Jakarta sangat tidak setuju terhadap calon gubernur dan atau wakil gubernur dari kalangan non-Muslim. Sementara 14 persen menyatakan tidak setuju. Hanya 0,6 persen responden saja yang menyatakan setuju. Sisanya tidak menjawab.
"Penskoran Skala Likert menunjukkan skor : 96,3 persen tergolong kategori sangat kuat. Dari 1000 (seribu) responden yang disurvei, hanya ada 3 (tiga) orang yang setuju dengan persentase 0,6 persen. Artinya, tingkat ketidaksetujuan responden akan adanya Cagub dan/ atau Cawagub dari kalangan non-Muslim sangat tinggi," ungkap Expert Advisor An-Nashr Institute, Dr Abdul Chair Ramadhan saat memaparkan hasil polling.
Terkait calon independen dalam Pilgub mendatang, 52 persen responden menyatakan setuju, 25 persen menyatakan tidak setuju dan sisinya menyatakan sangat tidak setuju.
Sementara itu terkait partisipasi dalam Pilkada 2017 mendatang, 67 persen responden menyatakan akan memilih pada Pemilihan Gubernur pada 2017 yang akan datang. Hanya 33 ersen saja yang responden menyatakan tidak akan menggunakan hak pilihnya.
"Sikap tidak akan memilih yang ditunjukkan para responden ini bersifat tidak tetap (sementara). Dalam artian masih bisa berubah pada saat Pilkada dilangsungkan," jelas Abdul Choir.
Menurut Abdul Choir, mayoritas responden yang menyatakan tidak akan memilih lebih disebabkan karena ketidakpercayaannya kepada para calon yang ada, dan tidak ada jaminan perubahan yang berarti bagi masyarakat.* [Syaf/voa-islam.com]
-

Rabu, Februari 24, 2016

Seluruh Etnis Cina di Indonesia Bersatu untuk Usung Ahok jadi Presiden



Seluruh Etnis Cina di Indonesia Bersatu untuk Usung Ahok jadi Presiden

JAKARTA (voa-islam.com)- Untuk kondisi Jakarta saat ini, guru besar ilmu politik, Prof. Nazaruddin Sjamsuddin menyatakan bahwa Cina mulai akan mengambil alih. Seperti halnya Singapore, warga Cina perlahan memasuki tahp itu.
Di Singapore, jika kita mengetahuinya, dahulu di sana didominasi oleh rakyat Melayu. Namun seiringnya waktu berjalan, persis perpolitikan saat itu, kini etnis Melayu kini tersisa kurang lebih 30 persen. Yang pertama ditempati oleh etnis Cina.
Melihat hal demikian, maka pengamt politik tersebut mengatakan saat ini, kondisi Jakarta sedang melewati proses Cinaisasi. “Judul di atas seharusnya ‘Jakarta Dicaplok Cina’. Pertama Ahok atau Cina akan meraih kesempatan, dan itu terbukti. Kemudian ia akan mendapatkan kesempatan lagi. Di kesempatan lanjutan, ia (Cina) akan mempersiapkan segala cara agar Jakarta dijadikan Cina,” ucapnya, Rabu (24/02/2016), di Jakarta Pusat.
Yang dimaksud “kemudian” di sini menurutnya adalah etnis Cina akan memperjuangkan dirinya agar memegang kekuasaan di republik ini. Karena, masih menurutnya, etnis Cina di manapun berada sebenarnya adalah satu persaudaraan. Terlebih mereka mempunyai cita-cita itu sejak sedari dulu.
“Selanjutnya itu etnis Cina akan meraih kursi Presiden. Dimungkinkan karena Cina itu di manapun berada, mereka adalah satu pertemanan. Dan hal ini jangan biarkan. Pemikiran ini sudah ada sejak lama. Tepatnya pada tahun 1960,” ungkapnya.  Dan hal ini ia akui telah diantisipasi.
Kemungkinan-kemungkinan ini akan bisa terjadi, seperti yang diungkapkan di atas bukanlah pepesan kosong. Cina, akan terus melancarkan serangan dan propagandanya untuk meyakinkan masyarakat Jakarta, khususnya dan Indonesia pada umumnya.
“Bisa jadi mereka akan mengatakan ‘Kami bisa pimpin Jakarta dengan tegas. Maka berikanlah kami kesempatan pula untuk memimpin Indonesia’. Dan pada masanya Cina kemungkinan akan berkuasa,” ia mengingatkan. (RobigustaS/voa-islam.com)

Selasa, Februari 23, 2016

Mendagri Resmikan Monumen Perjuangan Laskar Tiongkok di TMII Posted on Nov 17th, 2015


Foto: Rivki

Rivki – detikNews
Jakarta – Mendagri Tjahjo Kumolo meresmikan Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa di Taman Budaya Tionghoa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Tjahjo menyambut baik pembangunan monumen ini sebagai bentuk perjuangan kepada pejuang bangsa.
“Monumen ini sangat penting karena mengingatkan siapa leluhur kita, perjuangan bangsa kita melawan penjajah,” ucap Tjahjo, di TMII, Jakarta Timur, Sabtu (14/11/2015).
Tjahjo mengatakan, pembangunan monumen ini juga harus dijadikan sebagai momentum persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, sudah tidak ada lagi permasalahan ras, suku dan agama di tanah air ini.
“Jangan sampai kita tercerai berai karena keberagaman, kita harus hidup penuh kedamaian. Tidak ada lagi mayoritas dan minoritas!” tegasnya.
Monumen ini sendiri menceritakan tentang perjuangan laskar Tionghoa dan Jawa dalam melawan VOC Belanda yang menjajah bangsa Indonesia. Monumen ini menceritakan perjuangan bangsa selama tiga tahun yaitu pada tahun 1740-1743 dalam mengusir VOC. (rvk/ega) Sabtu 14 Nov 2015, 12:36 WIB
***

Kejamnya Milisi Cina Indonesia ‘Po An Tui’ Terhadap Kaum Pribumi

Posted on Mar 18th, 2014
Penjajah-cina000114567
  • Bukti nyata Cina Indonesia antek penjajah
  • Sekarang, para anak keturunan dan anak cucu laskar PO AN TUI telah berkuasa dan menguasai Indonesia, kemudian memperbudak dan menjadikan kaum pribumi sebagai kuli di negerinya sendiri. Kejahatan mereka tidak kalah hebatnya, saat di zaman Belanda terhadap pribumi. Asset ekonomi Indonesia sudah digenggam anak keturunan laskar PO AN TUI.
 Milisi Cina Indonesia yang dikenal sebagai ‘Po An Tui’ yang dibentuk oleh Administrasi Belanda untuk membantu mereka melawan Pejuang Indonesia. Beberapa unit (seperti di Jawa Tengah) Laskar Cina Indonesia  ini terlibat dalam Agresi, dan beberapa dugaan mereka melakukan kejahatan perang dengan membunuh POW (tawanan perang) di Temanggung./ militaryphotos.net/forums
JAKARTA– Laskar PO AN TUI, adalah satuan bersenjata orang-orang Cina di Indonesia yang loyal kepada Belanda.. Inilah fakta sejarah tak pernah terungkap selama ini dikalangan pribumi.
Tugas laskar Po An Tui selain menjadi mata-mata juga untuk meneror pejuang pribumi. Kehadiran serta sepak terjangnya yang terkenal kejam menjadi salah satu penyebab pejuang Islam sangat membenci etnis Cina, dan sebaliknya etnis Cinapun antipati terhadap para pejuang Islam.
Aksi Po An Tui itu tergolong kejam bahkan lebih kejam dibanding dengan tentara Belanda.
Sayangnya, dalam penulisan sejarah, keberadaan dan kejahatan serta tindak-tanduk laskar Po An Tui cenderung diabaikan. Ada upaya sistematis untuk menghilangkan fakta sejarah ini.
Mengapa Westerling setelah menebar teror di Bandung dan berniat membunuh Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX berhasil kabur ke Singapura?
Jenderal TNI (Purn) Abdul Haris Nasution yang kala itu menjabat KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) dalam bukunya “Memenuhi Panggilan Tugas,” mengisahkan bahwa, setelah menebar teror di Bandung, dan jadi buronan pasukan Siliwangi Westerling berhasil lolos ke Jakarta.
Tapi persembunyiannya di Jakarta (Tanjung Priok) akhirnya berhasil diendus oleh satuan CPM dari KMKBDR (Komando Militer Kota Besar Djakarta Raja), khususnya sub KMK Tanjung Priok.
Westerling pun tertangkap. Namun, saat hendak digelandang ke KMK, secara tiba-tiba Westerling dan ajudannya memberondong satuan CPM, dan melarikan diri ke aeah Zandvoort (pantai Sampur).
Di pantai itu telah menunggu sebuah pesawat Catalina yang kemudian membawa Westerling kabur ke Singapura. Mudahnya Westerling kabur ke Singapura, karena ia memiliki hubungan istimewa dengan Laskar PO AN TUI. Dimasa Perang Kemerdekaan laskar ini mendapat pasokan senjata dari Singapura.
Laskar PO AN TUI, adalah satuan bersenjata orang-orang Cina di Indonesia yang loyal kepada Belanda. .
Tugas laskar Po An Tui selain menjadi mata-mata juga untuk meneror pejuang pribumi. Kehadiran serta sepak terjangnya yang terkenal kejam menjadi salah satu penyebab pejuang membenci etnis Cina dan etnis Cina pun antipati terhadap para pejuang.
Sebagai mata-mata, anggota laskar Po An Tui selalu mengamat-amati kegiatan para pejuang. Akibatnya gerak-gerik dan markas pejuang dapat diketahui. Setelah markas para pejuang diketahui, Belanda melakukan serangan gabungan dengan Inggris terhadap markas para pejuang.
Laskar Po An Tui tidak hanya terdapat di Jakarta, tapi juga di Medan, Surabaya dan kota-kota lainnya. Aksi Po An Tui itu tergolong kejam bahkan lebih kejam dibanding dengan tentara Belanda.
Di Bandung, laskar Po An Tui aktif membantu NICA (Nederland Indische Civil Administration) menebar teror terhadap para pejuang, seperti pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, dan penjarahan. Teror itu bertujuan agar pribumi segera pindah ke Bandung Selatan dan tidak mendukung RI.
Sayangnya, dalam penulisan sejarah, keberadaan dan tindak tanduk laskar Po An Tui cenderung diabaikan. Ada upaya sistematis untuk menghilangkan fakta sejarah ini. Mungkin tujuannya agar bangsa ini tidak mengetahui sejarah. Tapi para pejuang yang pernah menderita kekejamannya tentu tidak dapat melupakannya.
Menurut salah seorang putera pejuang kemerdekaan RI, masalah kekejaman Po An Tui sempat disinggung dalam persidangan Konstituante di tahun 1950-an. Ia menulis salinan penggalan pidato seorang pejuang yang menjadi anggota Konstituante.
Pidato yang disampaikan oleh Mado Miharna (organisasi Persatuan Rakyat Desa) di hadapan Sidang Pleno Konstituante tahun 1959 adalah sebagai berikut:
Saudara Ketua dan Madjelis Konstituante jang terhormat, dalam rangka pemandangan umum;
Saudara Ketua, bagi seluruh pedjuang bangsa Indonesia jang mengikuti dan mengalami pahit-getirnja perdjuangan sedjak Proklamasi 1945, lebih-lebih tentunja bagi perintis-perintis kemerdekaan bangsa, melihat keadaan dan penderitaan masjarakat dewasa ini, pasti akan sedih, sedih karena ini bukanlah tudjuan kita, bukan masjarakat sematjam sekarang jang kita idam-idamkan.
Seluruh lapisan masjarakat telah berdjuang tetapi baru beberapa gelintir orang-orang sadja jang senang. Beribu-ribu pedjuang kita dibunuh, tetapi golongan pembunuh jang menikmati keuntungan.
Para pedjuang kita ditangkap dan disiksa, tetapi hasilnja golongan jang menangkapi dan menjiksa para pedjuang masih berkuasa.
Pao An Tui sementara dari golongan Tionghoa jang membantu aktif tentara Belanda jang telah membunuh, membakar, menangkapi anak-anak buah kami, sampai sekarang masih bergelandangan, bukan sadja masih bergelandangan, tetapi berkuasa dan menguasai segala sektor penghidupan rakjat.
Golongan Po An Tui jang telah dengan kedjamnja membunuh dan membakar para pedjuang kemerdekaan termasuk anak-anak buah kami, karena mereka tidak mengungsi dan terus berada di kota bersama Belanda, mendadak menjadi kaja, sesudah Belanda tidak ada mereka menduduki bekas tempat Belanda.
“Inilah bukan bajangan, bukan impian, tetapi kenjataan, lihatlah sadja di Bandung” …. (Pidato yang disampaikan oleh Mado Miharna –organisasi Persatuan Rakyat Desa– di hadapan Sidang Pleno Konstituante, waktu itu (1959).
Sekarang, para anak keturunan dan anak cucu laskar PO AN TUI telah berkuasa dan menguasai Indonesia, kemudian memperbudak dan menjadikan kaum pribumi sebagai kuli di negerinya sendiri. Kejahatan mereka tidak kalah hebatnya, saat di zaman Belanda terhadap pribumi. Asset ekonomi Indonesia sudah digenggam anak keturunan laskar PO AN TUI.
Anak keturunan laskar PO AN TUI sudah masuk di ranah politik, seperti sekarang Hary Tanoe yang menjadi Cawapres Partai Hanura, di Kalimantan Barat menjadi Gubernur, di DKI ada Ahok, dan sangat arogan. Padahal, mereka dahulunya kaki tangan penjajah Belanda dan Jepang.  Sadarlah wahai kaum pribumi.  voa-islam.com /mh/nahimunkar. Selasa, 19 Rabiul Awwal 1435 H / 17 Desember 2013 08:49 wib
(Senyum Syuhada 3 jam yang lalu komen di fp nahimunkar.com pada judul https://www.nahimunkar.com/ahok-bohong-dan-tak-suka-ada-kolom-agama-di-ktp/#ixzz2ncVZ2Jtj )
(nahimunkar.com)