Tampilkan postingan dengan label HIZIB AUTAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIZIB AUTAD. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 11, 2011

Hizib Nashar yang syirik

                 
 Dalam hézéb nashar terdapat kalimat syirik sbb:
حٰمعسق حِمَايَتُناَ مِمَّا نَخَافُ
Haamiim iinsiinqoof  himaayatunaa mimma nakhoof.
Hammim insinqof adalah pelindung kami dari apa yang kami takutkan.
Kalimat tersebut jelas kesyirikan yang tidak bisa di bantah lagi karena menyatakan  huruf hammim insinqof sebagai pelindung dari mara bahaya. Pada hal dalam al Quran yang bisa di buat perlindungan dari kejahatan mahluk hanyalah Allah sebagaimana ayat :
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
 Qul a`uudzu birobbinnas malikin nas ilaahin nas min syarril waswaasil khonnas  alladzii yuwaswisu fii shuduurin nas minaljinnati wannas
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.Raja manusia.Sembahan manusia.dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.dari (golongan) jin dan manusia.
Uqbah bin Amir ra berkata :  Rasulullah  saw  bersabda :
أَلَمْ تَرَ آيَاتٍ أُنْزِلَتِ اللَّيْلَةَ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ قَطُّ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
 Apakah kamu tidak melihat  beberapa ayat yang diturunkan malam ini ,tiada yang menyamainya . قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ dan قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ  [1]
Dlm suatu riwayat :
فَأُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَتَقَدَّمَ فَقَرَأَ بِهِمَا ثُمَّ مَرَّ بِي فَقَالَ كَيْفَ رَأَيْتَ يَا عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ اقْرَأْ بِهِمَا كُلَّمَا نِمْتَ وَقُمْت
Lantas salat didirikan, Rasul  maju, lalu membaca dua surat tersebut, lalu berjalan   bertemu denganku. Beliau bersabda  :” Bagaimana  pendapatmu wahai Uqbah ! Bacalah  dua surat itu ketika akan tidur dan bangun . [2]
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ بَيْنَا أَنَا أَسِيرُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّىالله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الْجُحْفَةِ وَالْأَبْوَاءِ إِذْ غَشِيَتْنَا رِيحٌ وَظُلْمَةٌ شَدِيدَةٌ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّىالله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ بِأَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَأَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ وَيَقُولُ يَا عُقْبَةُ تَعَوَّذْ بِهِمَا فَمَا تَعَوَّذَ مُتَعَوِّذٌ بِمِثْلِهِمَا قَالَ وَسَمِعْتُهُ يَؤُمُّنَا بِهِمَا فِي الصَّلَاةِ
 Aku berjalan  bersama  Rasulullah  saw  antara Juhfah  dan Abwa` , lalu angin keras dan  cuaca gelap  di sekeliling kita. Rasulullah  saw berlindung kepada Allah dengan membaca  surat Annas dan Al Falaq. Beliau berkata:”  Wahai Uqbah !  berlindunglah  kepada Allah dengan keduanya, tiada perlindungan yang di pakai seseorang melebihi keduanya “. Uqbah berkata:” Rasulullah  saw  menjadi imam  salat Jamaah dan membaca keduanya [3]
Abdullah bin  Hkubaib ra  berkata :
كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّىالله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَرِيقِ مَكَّةَ فَأَصَبْتُ خُلْوَةً مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّىالله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَنَوْتُ مِنْهُ فَقَالَ قُلْ فَقُلْتُ مَا أَقُولُ قَالَ قُلْ قُلْتُ مَا أَقُولُ قَالَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ حَتَّى خَتَمَهَا ثُمَّ قَالَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ حَتَّى خَتَمَهَا ثُمَّ قَالَ مَا تَعَوَّذَ النَّاسُ بِأَفْضَلَ مِنْهُمَا
 Aku bersama  Rasulullah  saw di jalan Mekkah, lalu aku sendirian dengan beliau, aku mendekat kepada  beliau, lalu bersabda: “Bacalah“. Aku berkata: “ Apa yang ku baca  “.  Beliau membaca
Qul auudzu birobbil falaq hingga  akhir surat  ,lalu qul auudzu birobbinnas  hingga ahir surat.Lalu bersabda: “Tiada perlindungan yang di pakai manusia yang lebih utama daripada  dua surat tadi [4]


Dalam hézéb Nashar terdapat kalimat doa yang tiada dalilnya, bahkan sulit di mengerti, boleh di katakan kalimat doa tsb bid`ah yang harus di hindari bahkan ada yang menyatakan syirik, kalimatnya sbb:
اللَّهُمَّ بِحَقِّ كهيعص اِكْفِنَا هَمَّ العِدَا وَلَقِّهِمُ الرَّدَى
Allohumma bihaqqi kaafhaayaaiinshood ikfinaa hammal idaa walaqqihimur rodaa.
Ya Allah! Dengan hak kafha yainnshood , cukupilah kami  terhadap maksud jahat musuh dan binasakan mereka.
 Aku berkata: Tiada satupun tuntunan Rasulullah SAW dalam berdoa dengan menggunakan kalimat tsb, apakah hak huruf kaf yainshood di sisi Allah. Huruf itu tiada harganya disisi Allah , bahkan amalan perbuatan dan pengabdian kita kepada Allah yang bisa di buat mediator agar doa kita di kabulkan. Karena itu , Allah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.[5]

Dalam kitab Syarah Al Kurkhi diterangkan bahwa Imam Abu Hanifah berkata: “ Tidak ada dalil  bagi seorang yg berdo`a kepada Allah dengan  perantara makhlukNya Abu Yusuf juga tidak senang seseorang berkata: “Aku tidak suka seseorang berkata :… dengan hak fulan…………..
Al Qaduru berkata: “ Di larang  berdo`a  kepada Allah dengan “ bihaqqi ………”. Sebab bagi makhluk tidak memiliki hak atas Allah
Ibnu Taimiyah berkata :  Orang yang berdo`a dengan menggunakan
 بِحقِّ مَلائكتِكَ أو بحقّ أَنْبِيائِكَ أو بِنبيّكَ فلان أو بِرَسُولِك فلان أو بالبَيْتِ الحَرَامِ أو بزَمْزَمَ والمقام أو بالطُّوْرِ والبيتِ المَعْمُور
Bahaqqi malaikatika , bahaqqi anbiyaaika , binabiyyika fulan , birosuulika fulan , bil baitil haram , bizamzama wal maqom , bitthur wal baitil ma`mur.
Dengan hak malaikatmu , dengan hak nabi – nabimu fulan , dengan nabimu anu ………dengan rasulMu  anu …. , dengan baitul haram , dengan zamzam dan maqopm Ibrahim, dengan gunung Thur  dan baitul ma`mur.
Do`a seperti itu tidak dilakukan oleh Nabi saw sahabat dan para tabiin. Bahkan Imam  Abu Hanifah dan pengikutnya seperti Abu Yusuf menyatakan tidak boleh[6] Menurut mereka sama dengan bersumpah dengan  mahluk yang jelas di larang.
Syekh Muhammad bin Abu Bakar  Addimasyqi berkata: Terkadang orang berdo`a, lalu menggunakan  pangkat tokoh ulama` atau auliya`. Pada hal mereka tidak memerintahkan  , bahkan pernyataan mereka melarangnya . [7]
 Ada hadis sbb:
.اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً وَخَرَجْتُ اتِّقَاءَ سُخْطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيذَنِي مِنَ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
      Ya Allah !Dengan  hak orang –orang yang berdo`a kepadaMu, hak orang – orang yang senang untuk mendapat rahmatMu, hak perjalananku kepadaMu ini , sesungguhnya aku tidak  tidak keluar untuk bersukaria, congkak, ria ( ingin pandangan orang ) atau mencari nama harum. Tapi  aku keluar karena takut Engkau benci  dan ingin mendapat keridaanMu. Aku mohon kepadaMu agar menyelamatkan aku dari api Neraka dan mengampun dosa- dosaku. Sesungguhnya  tiada yang mengampun dosa – dosa kecuali  Engkau .[8]
       Lanjutannya   maka  Allah menghadap kepada orang tersebut dan  tujuh puluh  ribu malaikat memintakan ampun .. Namun  hadis tersebut sangat lemah karena terdapat seorang perawi  bernama  Fadlel bin Muwaffaq  yang lemah, Fudlail bin Marzuq – seorang perawi yang selalu berkata benar, tertuduh syi`ah, suka melamun dan menyampaikan hadis yang tidak tepat . [9]

Baca;ah artikel sbb : 


04 Agt 2011
04 Agt 2011
Hézéb nashar yang dikeramatkan ahli bid`ah . tapi hina dina dimata ahli hadis. Rabu, Agustus 03, 2011 | Diposkan oleh Mantankyainu | Edit Entri. Di dalam hézéb Nasar terdapat kalimat yang tiada dalilnya yaitu : يَاهُو يَاهُو يَاهُو ...
23 Jun 2011
23 Jun 2011
Hizb Maghrobi Nabi Nuh adalah salah satu dari ratusan jenis hizb yang ada di dunia ini, ada banyak ragam jenis dari hizb, mulai dari Hizb Bahr, Hizb Nashor, Hizb Shilah, Hizb Thoir, Hizb Syaif, Hizb jailani, Hizb Autad dan ...








[1] HR Muslim  814
[2] HR  Nasai  5437.
[3] HR  Abu Dawud   1463 , hadis sahih
[4] HR Nasai 5429
[5] Al maidah 35
[6] Majmuk fatawa libni Taimiyah /133/27.
[7]  Atthuruq alhukmiyah  cetakan Al madani Kaero  336/1
[8] HR  Ibnu Majah / Masajid / 778. Ahmad / Baqi musnad muksirin / 10772
[9] lihat  juga di kitab Zadul ma`ad / 369/2.

Kamis, Agustus 04, 2011

Doa perlindungan Ali bin Abu Thalib as


 حِرْزٌ ِللاِمَامِ عَلِيّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ
Doa perlindungan Ali as
Oleh Mbah Mahesa 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ لاَ حَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ
الَّلهُمَّ رَبَّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ وَالنَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَقَاهِرَ مَنْ فِي
السَّمَاوَاتِ وَاْلاَرَضِيْنَ وَخَالِقَ كُلِّ شَيْئٍ وَمَالِكَهُ كُفَّ عَنَّا بَأْسَ
اَعْدَائِنَا وَمَنْ اَرَادَ بِنَا سُوْءًا مِنَ الْجِنِّ وَالاِنْسِ وَاعْمِ اَبْصَارَهُمْ
وَقُلُوْبَهُمْ وَاجْعَلْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ حِجَاباً وَحِرْسًا وَمَدْفَعًا اِنَكَّ
رَبَّنَا وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ لَنَا اِلاَّ بِاللهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْهِ اَنَبْنَا
وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ رَبَّنَا لَاتَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا
اِنَّكَ اَنْتَ اْلعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ رَبَّنَا عَافِنَا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ اَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا وَمِنْ شَرِّ مَاسَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ سُوْءٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ وِالَهَ الْمُرْسَلِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ اَجْمَعِيْنَ
وَاَوْلِيَائِكَ وَخُصَّ مُحَمَّد ًا وَآلِهِ اَجْمَعِيْنَ بِاَتَمِّ ذَلِكَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ باللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ أُوْمِنُ وَبِاللهِ اَعُوْذُ وَبِاللهِ اَعْتَصِمُ وَبِاللهِ اَسْتَجِيْرُ وَبِعِزَّةِ اللهِ وَمَنْعَتِهِ اَمْتَنِعُ مِنْ شَيَاطِيْنِ اْلاِنْسِ وَالْجِنِّ وَمِنْ رَجِلِهِمْ وَخَيْلِهِمْ وَرَكْظِهِمْ وَعَطْفِهِمْ وَرَجْعَتِهِمْ وَكَيْدِهِمْ وَشَرِّهِمْ وَشَرِّ مَا يَاْتُوْنَ بِهِ تَحْتَ الَّليْلِ وَتَحْتَ النَّهَارِ مِنَ اْلبُعْدِ وَالْقُرْبِ وَمِنْ شَرِّ اْلغَايِبِ وَالْحَاضِرِ وَالشَّاهِدِ وَالزَّائِرِ اَحْيَاءً وَاَمْوَاتًا اَعْمَى وَبَصِيْرًا وَمِنْ شَرِّ اْلعَامَّةِ
وَالْخَاصَّةِ وَمِنْ شَرِّ نَفْسٍ وَوَسْوَسَتِهَا وَمِنْ شَرِّ الدَّنَاهِشِ وَالْحِسِّ وَالَّلمْسِ
وَالُّلبْسِ وَمِنْ عَيْنِ الْجِنِّ وَاْلاِنْسِ وَبِالاِسْمِ الَّذِي اهْتَزَّ بِهِ عَرْشُ بُلْقِيْسَ
وَاُعِيْذُ دِيْنِي وَنَفْسِي وَجَمِيْعِ مَا تَحُوْطُهُ عَنَّا مِنْ شَرِّ كُلِّ صُوْرَةٍ   وَخَيَالٍ وَ بَيَاضٍ اَوْ سَوَادٍ اَوْ تِمْثَالٍ اَوْ مُعَاهَدٍ اَوْ غَيْرَ مُعَاهَدٍ مِمَّنْ يَسْكُنُ الْهَوَاءَ وَالسَّحَابَ وَالظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَالظِّلِّ وَالْحَرُوْرِ وَاْلبِرِّ وَالْبُحُوْرِ وَالسَّهْلِ وَاْلوُعُوْرِ وَالْخَرَابِ وَاْلعُمْرَانِ وَالآكَامِ والآجَامِ وَالغيَاضِ وَاْلكَنَائِسِ وَالنَّوَاوِيْسِ وَاْلفَلَوَاتِ َوالْجِبَانَاتِ وَمِنْ شَرِّ الصَّادِرِيْنَ وَاْلوَارِدِيْنَ مِمّنْ يَبْدُو بِاللَّيْلِ وَيَسْتَثِرُ بِالنَّهَارِ وَيَنْتَشِرُ بِا لْعَشِيِّ وَالإِبْكَارِ وَالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَالْمُرِيْبِيْنَ وَاْلاَسَامِرَةِ وَاْلاَفَاتِرَةِ وَاْلفَرَاعِنَةِ وَاْلاَبَالِسَةِ وَمِنْ جُنُوْدِهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَ عَشَائِرِهِمْ وَقَبَائِلهمْ وَمنْ هَمَزِهمْ وَلَمْزِهِمْ وَنَفَثِهِمْ وَوِقَاعِهِمْ وَاَخْذِهِمْ وَسِحْرِهِمْ وَضَرْبِهِمْ وَعَبَثِهِمْ وَلَمْحِهِمْ
وَاحْتِيَالِهِمْ وَاخْتِلاَفِهِمْ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ وَمِنَ السَّحَرَةِ وَاْلغِيْلاَنِ وَاُمِّ الصِّبْيَانِ وَمَا وَلَدُ وا وَمَا وَرَدُوا وَمِنْ شَرِّ كُلِ ذِي شَرٍّ دَاخِلَ وَخَارِ جَ
وَعَارِضٍ وَمُتَعَرِّضٍ وَسَاكِنٍ وَمُتَحَرِّكٍ وَضَرْبَانِ عِرْقٍ وَصُدَاعٍ وَشَقِِيْقَةٍ وَاُمِّ مَلْدَمٍ
وَالْحُمَّى وَالْمُثَلَّثَةِ وَالرُّبْعِ وَاْلغَبِّ وَالنَّافِضَةِ وَالصَّالِيَةِ وَالدَّاخِلَةِ
وَالْخاَرِجَةِ (وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ اَنْتَ آخِذٌ بِنَا صِيَتِهَا اِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ

Hirz atau doa perlindungan Imam Ali... ditulis pada hari jumat sebelum matahari terbit, tepatnya jam 4 subuh... untuk menyembuhkan sihir setelah ditulis, tulisn dilebur dengan air zam-zam lalu diminumkan[1]

Komentarku ( Mahrus ali )  :

Doa tersebut dari Mbah Mahesa  lalu saya  kasih syakal agar mudah di baca  apalagi untuk  pembaca awam dalam bahasa arab sekalipun proffesor di bidang tehnik kedokteran dan ekonomi dan ini salah satu tujuan saya  . Saya  betul – betul  capek ketika menulis doa yang begitu banyak dan rasanya  ingin cepat selesai tapi  tidak kunjung selesai . Bila  orang membacanya  atau mendengarnya akan terasa  lama sekali lalu ngantuk dengan kepala mengangguk angguk seperti orang yang tiap waktunya di isi dengan urusan duniawi dan urusan ukhrowinya di kasih waktu sedikit lalu mendapat kesuksesan dunia dan minta kesuksesan di akhirat dengan tanpa pengorbanan yang banyak untuk akhiratnya . Ini teka teki yang tidak lucu dan salah total .
Saran saya untuk Mbah
 Sungguh  tepat dan tidak salah  dan itulah harapan kami dan orang banyak bila Mbah Mahesa menunjukkan refrensinya  atau sanadnya . Kita akan lebih sreg , lalu tidak meragukan dan lebih akurat dan tidak terkesan acak – acakan   dan mantap  untuk membacanya  atau mendengarnya .


Ternyata  saya teliti benar sekali dan sama  sekali tidak salah  prediksi saya . Saya melihat dari gaya hampir seluruh hizib dikarang oleh satu orang  yaitu  orang syi`ah yang saya tahu cirinya  bila berdoa selalu menggunakan  kalimat – kalimat panjang sekali dan bertele – tele , lalu di kupas  permintaannya dengan mendetel sekali ………………. Ciri hizib yang  di sandarkan pada imam siapapun itu  modelnya begitu , jauh sekali dengan gaya doa – doa yang mengikuti tuntunan Nabi SAW  bukan tuntunan Iblis laknatullah .
Saya ragu  juga  hizib Imam Nawawi , apakah betul  imam Nawawi yang membikinnya  kalau di lihat dari segi gaya bahasa dan cara meminta kepada allah dengan menutur kan permintaan dengan bertele- tele  , saya ragu imam nawawi yang membuatnya  , saya lebih condong orang syi`ah yang membikinnya lalu di sandarkan kepada  tokoh – tokoh idola di kalangan ahlus sunnah . Dan itulah apa yang terselip dalam pikirannya  . Doa perlindungan Ali  as  inipun saya  juga  curiga dan  Sayyidina  Ali tidak akan membikin doa seperti itu , ternyata  saya telusuri  nara sumbernya dari orang syi`ah  sbb :

رُوِيَ عَنْ عَبْدِ الْعَظِيْمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْحَسَنِي اَنَّ اَبَا جَعْفَرَ مُحَمَّدَ بْنَ عَلِيٍّ الرِّضَا (عَلَيْهِمُ السَّلاَمَ) كَتَبَ هَذِهِ الْعَوْذَةَ ِلإِبْنِهِ اَبِي الْحَسَنِ عَلِيٍّ بْنِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِمَا السَّلاَمُ وَهُوَ صَبِيٌّ فِي الْمَهْدِ، وَكَانَ يُعَوِّذُهُ بِهَا وَيَأْمُرُ اَصْحَابَهُ بِهَا، الحرز:
Diriwayatkan dari Abd Adhim bin Abdillah al hasani , bahwa sesungguhnya  Abu Ja`far – Muhammad bin Ali  arridha   as  menulis doa  perlindungan  untuk anaknya  abil  hasan Ali bin Muhammad  as yang masih kecil  di bandulan . Beliau membacakan doa perlindungan untuknya  dan memerintahkan kepada sahabat – sahabatnya untuk membaca doa  perlindungan itu [2]

Jadi jelas sekali bahwa doa tsb tiada tuntunannya dari hadis dan ia hanya sekedar bikinan orang syi`ah itu




[1] forum.wgaul.com

[2] arabic.irib.ir

Sabtu, April 02, 2011

HIZIB AUTAD


  


Di tulis oleh H Mahrus ali
Hizib ini salah satu dari amalan (wirid Syekh Abdul Qadir Jaelani), caranya; dibaca 3 x dalam sehari semalam (waktunya) tidak ditentukan, tetapi menjelang subuh sangat diutarnakan. Karena sangat besar faedah dan khasiatnya, yaitu di antaranya:
    sebagai perisai diri dari segala macam bencana.
     mendatangkan rezeki  dengan jalan tidak terlalu berat.
Inilah   hizib autad yang dibaca;
اللهُ اْلكَافِي رَبُّنَا اْلكَافِي قَصَدْنَا الْكَافِي وَجَدْنَا اْلكَافِي لِكُلٍّ  كَافِي كَفَانَا اْلكَافِي وَنِعْمَ اْلكَافِي اَلْحَمْدُ لله حَسْبُنَا الله وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Allahhul  Kafi  Rabbunal Kafi, qashadnal Kafi wajadnal Ka fi, likullin ka fi — kafanal Kafi  wani'mal kafi, AlHamdu lillah.
Hasbunalla — hhu wani'mal wakil, ni'mal maula — wa ni'man Nashiir [1][2]
 Wakafallahul mukminiinal qital  x 13   amin x5
Ya Allah rabbal aalamin   x3
Komentarku ( Mahrus ali ) :
 :  Hézéb itu biasanya di lantunkan di banyak musholla di tempat saya , bahkan ketika akan mulai pengajianpun dimulai dengannya. Saya mencari hézéb tersebut di enceplopedi Fatwa  ulama Saudi , Abd Rahman Assuhaim , Al Utsaimin , fatwa  ulama  al azhar , majmu` fatawa  karya Ibnu Taimiyah , buku – buku hadis , tafsir dan fikih , saya tidak menjumpainya. Saya yakin tidak ada ulama yang membacanya  , apalagi untuk memulai pengajian atau akan melakukan salat berjamaah . Dahulu  saya tidak mendengar ketika saya di Giri Gresik , apalagi di Aziziyah Mekkah , tiada langgar di sana yang membaca sholawatan ketika akan menunaikan salat berjamaah . Penduduk di sana hampir seluruhnya mengetahui bahwa hal itu bid`ah  . Jadi harus di jauhi. Bila ada  yang melakukannya di Saudi akan di tangkap polisi  dan di marahi sama  haitul amri bil ma`ruf wannahyi anil mungkar , sebab  ia bid`ah .
   Ketika saya sampai di Tambak sumur Waru Surabaya  sekitar tahun 1987 , saya tidak menjumpainya dan tidak mendengarnya . Saya baru mendengarnya sekitar tiga tahun terahir ini . Jadi dzikir tersebut bagi saya amat baru . Saya masih ragu , apakah benar syekh Abd Qadir Al jailani membacanya . Bila  benar , orang Iraq yang sekampung dengan Syekh Abd Qadir al jailani akan mengetahuinya . Ternyata mereka tidak tahu  dan saya punya banyak teman dari Iraq.    Saya hawatir kisahnya seperti kitab Manaqib Syekh Abd Qadir Al jailani dimana orang yang sekampung dengan  Syekh Abd Qadir al Jailani tidak mengerti , tapi orang Sunda , Jawa dan husus nya orang Indonesia lebih dahulu tahu . Ini suatu lelucun sangat.
   Al kafii bukan termasuk asmaul husna , jadi tiada nama Allah al kafii.  Saya hampir yakin bahwa yang mengarang wiridan tersebut orang jawa asli , seperti sholawat Badar dan Sholawat Uhudiyah itu . Setelah saya cari dikitab manapun tidak menjumpainya  dan sampai sekarang pengarang sholawat Badar itu masih misteri. Begitu juga  dzikir al kafii itu . Mungkin saja pengarangnya terinpirasi dengan ayat :
فَإِنْ ءَامَنُوا بِمِثْلِ مَا ءَامَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.[3]
   Di ayat tersebut Allah berfirman : Fasayakfiikahumullah , lalu di ambil isim fa`ilnya  yaitu kaafii. Atau juga  ayat :
وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ مُرْسَلًا قُلْ كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ
Berkatalah orang-orang kafir: "Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul". Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab".[4]  Dan masih banyak ayat yang sesamanya . Atau  dari hadis sbb :
عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ
   Dari Anas bin Malik ra , sesungguhnya Rasulullah SAW bila pergi ke tempat tidurnya  membaca :  Al hamdulillahil ladzii ath `amanaa wasaqaanaa  wakafaanaa  wa`aawaanaa fakam mimman laa kafiya  lahuu walaa mu`wii
  Artinya segala puji bagi Allah yang memberikan makanan  kepada kami  dan minuman kepada kami dan mencukupi kami  dan memberikan tempat kepada kami . Banyak orang yang  tiada yang mencukupi dan tiada orang yang memberinya tempat.  Sahih

    Anehnya lagi para sahabat dan Rasulullah SAW sendiri yang memahami ayat dan hadis itu juga tidak membuat hizib seperti itu .







[1]  kumpulan ilmu gaib  145
[3] Al Baqarah 137
[4] Arra`d 43