Meluruskan Ritual-ritual Ahli Bid'ah yang dianggap Sunnah.
Menggugat sholawat dan dzikir syirik.
Menyampaikan pengkajian hadis secara jujur dan ilmiyah
Pergilah ke blog ke II : www.mantankyainu2.blogspot.com
Saya bukan Takfiri, Saya Sunni. Takfri itu ialah orang yang mudah mengkafirkan yang tidak dikafirkan Allah dan Rasul-Nya. Sementara saya Sunni In Syaa' Allah.
Semua ormas islam adalah Saudara saya; NU, Muhammadiyyah,
Al-Washliyyah, Persis, DDII, Wahdah Islamiyyah, Salafi, Tarbiyyah,
Hidayatullah, Hasmi, FPI, MMI, Jama'ah Tabligh, dll semuanya adalah
saudara saya yang insya' Allah akan memenuhi Surga firdaus dengan
masing-masing pintu yang mereka lalui. Saya tidak mengkafirkan
siapapun kecuali yang yang di kafirkan Allah dan Rasul-Nya. Demikianlah
Manhaj Salafus Shalih Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang saya yakini. Musuh saya adalah Syi'ah, Mulukiyyah, Shufi Ekstrem, Komunis, Sekuler, Liberal, Ahmadiyah, LDII, dll. Bagi saya, para penggagas Islam Nusantara adalah MURTAD. Yang namanya murtad ya kafir. Dan barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir maka dia kafir. - Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya nusantara ! - Islam diturunkan di arab dan dengan bahasa arab, bukan di nusantara atau dengan bahasa indonesia ! itu fakta ! - Islam Nusantara bukan anti arab, tapi anti Islam itu sendiri.
Setelah saya cermati dan saya teliti, ruh liberalisme dan zindiqisme
yang terkandung dalam gaya "Islam Nusantara" terasa begitu kental. Mulai
dari kebebasan dan menghalalkan yang haram. Antipati terhadap islam,
tapi mendukung gerakan HOMO NUSANTARA. maka, tanpa memaksakan orang lain
untuk meyakini apa yang saya yakini, saya meyakini bahwa mereka adalah
KAFIR NUSANTARA ! Dan kalau mereka mati tidak di bungkus dengan kain kafan, tapi pakai batik nusantara !!
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia perlu mengkampanyekan Islam moderat dan toleran ke masyarakat internasional guna memberikan pemahaman kepada masyarakat dunia tentang wajah Islam yang selama ini dicitrakan negatif, kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Bahrul Hayat.
Bahrul usai menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Liga Muslim Sedunia (The Muslim World League) di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa Kemenag menghadiri dialog antar-kepercayaan atas undangan sejumlah negara di Eropa.
Atas permintaan parlemen Eropa, Indonesia diharapkan dapat menampilkan lebih tegas wajah Islam yang damai dan moderat.
Pemerintah, kata Bahrul, mengharapkan hal sama dalam konferensi informasi, komunikasi, dan telekomunikasi internasional yang rencananya digelar September mendatang. Perhelatan itu adalah hasil kerjasama pemerintah dengan The Muslim World League, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bermarkas di Makkah, Arab Saudi.
Ia menjelaskan, konferensi itu akan mengangkat tema-tema tentang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan penyikapannya oleh dunia Islam. Konferensi akan melihat secara makro konstalasi media di negara-negara Islam.Sejumlah pakar dan ahli media dijadwalkan hadir, termasuk menteri komunikasi dan informasi negara-negara Islam. (*)
Setahu saya , Islam moderat itu , islamnya ahli bid`ah – Islam yang rahmatan lil alamin . dan Islam ini yang sering di anjurkan dan di tekankan oleh Gus dur . Jadinya , gus dur selalu membela kepentingan non muslim dari pada kepentingan kaum muslimin. Inilah yang di kehendaki oleh lawan – lawan Islam , lalu kita akan mengikutinya . Lihatsaja sekarang dunia barat mengharapkan kita mau mengikuti kehendak mereka .
Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka. [1]
Karena mereka taat kepada keinginan Yahudi dan perintahnya di masukkan dalam golongan yang kembali ke belakang yaitu kufur .
Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,
dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.
Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu'min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.
Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.[2]
Kita ingin Islam yang kaffah , bukan saja rahmatan lil alamin , tapi mengajak mereka untuk memeraktekkan ajaran al quran di segala sektor kehidupan di dunia , kemasarakatan , kekeluargaan atau kenegaraan dan hubungan internasional .