Tampilkan postingan dengan label Nasab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasab. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 03, 2011

Nasab Rasulullah setelah Adnan

Nasab Rasulullah   setelah Adnan


Pengarang berzanji berkata lagi :
وَمَا فَوْقَهُ كِنَانِيٌّ كَمَا جَنَحَ إِلَيْهِ اْلكَثِيْرُ وَارْتَضَاهُ
ابْنُ مَالِكٍ بْنُ النَّضَرِ بْنِ كِنَانَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ بْنِ إِلْيَاسَ وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ أَهْدَى الْبُدْنَ إِلَى الرِّحَابِ الْحَرَمِيَّةِ  وَسُمِعَ فِي صُلْبِهِ النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ اللهَ تَعَالَى وَلَبَّاهُ


Nasab setelahnya adalah Kinani  sebagaimana kecendrungan banyak ulama  dengan rela hati . Dia ( Fihr ) adalah putra Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas dan dia permulaan orang yang memberikan hadyu onta ke tanah haram . Dalam sulbi Ilyas terdengar Nabi   berzikir kepada Allah taala dan membaca talbiyah .

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Kisah permulaan orang yang melakukan hadyu ke tanah haram adalah Ilyas bin Mudhar masih perlu refrensi yang akurat , hadisnya  tidak ada  , dan  itu sekedar dongengan masa lalu  sebagaimana  ayat :
وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلاَّ أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَظُنُّونَ
Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.

Al azraqi bilang :

وَأَوَّلُ مَنْ أَهْدَى الْبُدْنَ  إِلَى اْلبَيْتِ : إِلْيَاسٌ بْنُ مُضَرَ حَدَّثَنَا بِذَلِكَ الزُّبَيْرُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ
Permulaan orang yang melakukan hadyu dengan onta  ke baitullah adalah Ilyas bin Mudhar ,  Zubair bin Abu Bakar bercerita kepada kami tentang hal itu . 

Komentarku :

Abu Abdillah  Zubair bin Abi Bakar  al Madani  lantas al Makki  meninggal  dunia pada tahun 256 H . Dia orang  alim , hafizh , pakar nasab  , hakim di Mekkah , dan termasuk tokoh ulamanya  - dia murid Al madaini   

Lalu bagaimanakah dia bisa mengerti bahwa Ilyas bin Mudhar termasuk permulaan orang yang melakukan hadyu kepada tanah haram . Dia tidak menjumpai kehidupan Ilyas bin Mudhar dan tidak kenal dengannya, dia  belum di lahirkan dan Ilyas sudah mati, dia bukan sahabat dan jauh  sekali. Karena  itu pernyataan seperti itu sekedar omongan tanpa  dalil , Allah  berfirman :
أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ(156)فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ(156)فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata? Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.[1]
أَمْ لَكُمْ كِتَابٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ(37)إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ
Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu membacanya?, bahwa di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu.[2]


Omongan tanpa dalil ber arti kira – kira belaka,bukan kesungguhan atau kepastian. Kita harus membuangnya karena jelas keliru . Allah  berfirman :
وَمَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنَّ الظَّنَّ لاَ يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا
Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي اْلأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخَْرُصُون
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).


Dalam www.qadeem.com terdapat keterangan sbb :

قَالَ أَبُوْ هِلاَلٍ اْلعَسْكَرِي :
أَوَّلُ مَنْ أَهْدَى الْبُدْنَ إِلَى اْلبَيْتِ ( إِلْيَاسٌ بْنُ مُضَرَ ) ، وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ وَضَعَ الرُّكْنَ بَعْدَ ذَهَابِهِ فِي الطَّوَفَانِ .
Abu Hilal al askari  berkata :
Permulaan orang yang melakukan hadyu dengan onta ke baitullah adalah Ilyas bin Mudhar – dan dia permulaan orang yang meletakkan rukun ( salah satu tiang Ka`bah – yamani ) setelah menghilang waktu banjir .

Komentarku :
Siapakah Abu Hilal al askari, kok tidak memilih diam tanpa  berkomentar dari pada  perkataannya di ketawakan generasi sesudahnya karena keliru dan berbicara  kepada sesuatu yang tidak ada ilmunya .
Abu Hilal al askari adalah  Hasan bin Abdillah bin Sahal bin Sa`id bin Yahya bin Mahran Abu Hilal al lughowi AL ASKARI .
Dia pakar sastra , Syair , dan mengetahui fikih 

قَالَ يَاقُوْتُ: وَأَمَّا وَفَاتُهُ؛ فَلَمْ يَبْلُغْنِي فِيْهَا شَيْءٌ غَيْرَ أَنِّي وَجَدْتُ فِي آخِرِ كِتَابِ اْلأَوَائِلِ مِنْ تَصْنِيْفِهِ: وَفَرَغْنَا مِنْ إِمْلاَءِ هَذَا اْلكِتَابِ يَوْمَ اْلأَرْبِعَاءِ لِعَشْرٍ خَلَتْ مِنْ شَعْبَانَ سَنَةَ خَمْسٍ وَتِسْعِيْنَ وَثَلاَثِمِائَةٍ.
Yaqut berkata  : Wafatnya  Abu Hilal al askari, aku tidak menerima beritanya, tapi aku menjumpai dalam kitab al awail dari karyanya  : Kami selesai menulis kitab ini  pada  hari Rabo tgl 10 Sya`ban  tahun 395 H . 

Jadi jelas dia  bukan sahabat, tabi`in atau lainnya  dan dia termasuk orang yang jelas tidak menjumpai Ilyas bin mUdhar. Jadi pernyataannya  itu tidak lebih dari kira – kira belaka, bukan sesuatu yang bisa di buat kepercayaan.



Dalam www.alabwa.com  terdapat keterangan:
وَيُذْكَرُ عَنِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّهُ قَالَ لاَ تَسُبُّوا إِلْيَاسَ فَإِنَّهُ كَانَ مُؤْمِنًا وَذُكِرَ أَنَّهُ كَانَ يَسْمَعُ فِي
صُلْبِهِ تَلْبِيَةَ النَّبِي - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِالْحَجِّ . اُنْظُرْ فِي كِتَابِ الْمَوْلِدِ ِللْوَاقِدِي
Di sebutkan  dari Nabi   bahwa beliau bersabda :  Jangan mencaci Ilyas, sesungguhnya dia  orang mukmin.
Di sebutkan juga  bahwa dia mendengar  bacaan talbiyah   Nabi   dari sulbinya  . Lihat kitab al waqidi .

Komentarku (Mahrus ali ) :


Saya tidak menjumpai hadis : "Jangan mencaci Ilyas , sesungguhnya dia  orang mukmin " dalam kitab – kitab hadis baik lemah , hasan atau sahih . Ia tidak saya jumpai di kitab – kitab saya .
Kitab  Muhammad bin Umar  Al waqidi  adalah  banyak kebohongan , “ kata Imam Syafii dari Imam Malik . “  Al Waqidi telah meriwayatkan hadis  sebanyak tiga puluh ribu hadis, seluruhnya palsu , “ kata  Ali bin Al madini . Imam Dzahabi dan Ibnu Hajar menyatakan bahwa Al Waqidi pengarang  kitab Maghozi ditinggalkan  hadisnya.
وَ قَالَ الْبُخَارِى : الْوَاقِدِى مَدِيْنِىٌّ سَكَنَ بَغْدَادَ ، مَتْرُوْكُ الْحَدِيْثِ ، تَرَكَهُ أَحْمَدُ ، وَابْنُ نُمَيْرٍ ، وَابْنُ الْمُبَارَكِ ، وَ إِسْمَاعِيْلُ بْنُ زَكَرِيَا .
Imam Bukhori berkata : Al Waqidi penduduk Medinah, tinggal di Baghdad
, hadisnya di tinggalkan ulama, termasuk Imam Ahmad, Ibnu Numair, Ibnul Mubarak, Ismail bin Zakariya 
Apalagi kisah tentang Ilyas bin Mudhar mendengar bacaan talbiyah Nabi   dari sulbinya, kedustaan yang sangat bukan agak benar, tapi salah total,  tidak rasional, tapi khurafat,membodohi umat, bukan mendidik kejujuran dan tidak perlu di perhatikan, buanglah. Untuk apakah memperhatikan bukan mengabaikan kedustaan seperti itu, lebih baik membaca al quran  dan hadis .






[1] As shoffat 156-157
[2]  Al Qalam  37-38

Senin, September 05, 2011

SILSILAH SYEKH ABDUL QADIR AL JAILANI

SILSILAH SYEKH ABDUL QADIR AL JAILANI

Kamis, Februari 19, 2009
Syekh Abdul Qodir al Jaelani (bernama lengkap Muhyi al Din Abu Muhammad Abdul Qodir ibn Abi Shalih Zango Dost al Jaelani). Lahir di Jailan atau Kailan tahun 470 H/1077 M sehingga di akhir nama beliau ditambahkan kata al Jailani atau al Kailani atau juga al Jiliydan. Biografi beliau dimuat dalam Kitab الذيل على طبق الحنابلة Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab al Hambali. Beliau wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul Akhir di daerah Babul Azaj di Baghdad pada 561 H/1166 M.

Inilah silsilah beliau Al Arifbillah Assayyid Abdul Qadir al Jailani r.a

2 komentar:

Ibn Syarqowi mengatakan...
Kalau menurut kitab "Dzail Thabqat Al-Hanabilah" silsilahnya sebagai berikut :


Sayyidina Ali bin Abi Thalib
Sayyid Hasan
Sayyid Hasan al Mutsanna
Sayyid Abdullah al Mahdi
Sayyid Musa al Jun
Sayyid Abdullah
Sayyid Musa
Sayyid Dawud
Sayyid Muhammad
Sayyid Yahya Azzahid
Sayyid Abdullah
Sayyid Abi Shalih
Syekh Abdul Qadir al Jailani r.a
Herdoni Wahyono mengatakan...
Silsilah Syekh Abdul Qadir al-Jailani r.a diatas kami kutip dari sumbernya secara utuh. Tidak kami tambah dan kurangi. Disitu tertulis bapak Beliau adalah Sayyid Musa. Menurut kitab "Dzail Thabqat Al-Hanabilah" yang Anda kutip, bapak Beliau bernama Sayyid Abi Shalih.

Dalam buku "Perjalanan Hidup Syaikh Abdul Qadir al-Jailani Ra" by Maulana Syamsuri Penerbit Greisinda Press Surabata, hal 6; dan buku " Terjemah Manaqib (Kisah Kehidupan) Syaikh Abdul Qadir al-Jailani" by Ust. Drs. Moh. Saifulloh Al-Azis Penerbit "Terbit Terang" Surabaya hal 1, bapak Beliau bernama Abi Shalih Musa.

Terima kasih.

Komentarku ( Mahrus ali )
الْعِبَرُ فِيْ خَبَرِ مَنْ غَبَرَ الْجُزْءُ الْثَّانِيْ - (جَ 1 / صَ 158)
وَالْشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ بْنِ أَبِيْ صَالِحٍ عَبْدُ الْلَّهِ بْنُ جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ أَبُوَمُحَمَّدُ الْجِيْلِيُّ

Komentarku ( Mahrus ali )
   Dalam kitab al Ibar fii khobari man ghobar  158/1
Di jelaskan Syaikh Abd Qadir al jailani  anak  Abu Saleh – Abdullah bin Jannaka duwa sit. ( Ada yang mengatakan Janki dausat )
Pada hal di artikel itu : Syekh Abdul Qadir al Jailani r.a  bin Sayyid Musa
bin Sayyid Abdullah

Orang tua Syekh Abdul Qadir al Jailani r.a adalah Sayyid Abdullah

Dalam artikel itu , nama Orang tua Syekh Abdul Qadir al Jailani adalah Sayyid Musa

Lalu mana yang di salahkan dan mana yang di benarkan ?
Dalam http://aldennah.com/pageother.php?catsmktba=166
عَبْدُ الْقَادِرِ الْجِيْلانِيُّ رَضِيَ الْلَّهُ عَنْهُ وَهُوَ ابْنُ الْسَّيِّدِ أَبِيْ صَالِحٍ مُوْسَىْ الْمُلَقَّبِ بجَنَكِيّ دُوَسِتَّ ابْنُ الْسَّيِّدِ عَبْدِ الْلَّهِ بْنِ يَحْيَى الْزَّاهِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ بْنِ دَاوُدَ بْنِ مُوْسَىْ الْثَّانِيَ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ الْصَّالِحِ بْنِ مُوْسَىْ الْجَوْنِ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ الْمَحْضِ بْنِ الْحَسَنِ الْمُثَنَّى ابْنُ الْإِمَامِ الْحَسَنِ رَضِيَ الْلَّهُ تَعَالَىْ عَنْهُمْ، لَكِنْ يَنْبَغِيْ الْتَّثَبُّتُ قَبْلَ الْجَزْمِ بِأَنَّهُمْ مِنْ الْسَّادَةِ الْأَشْرَافِ
Komentarku ( Mahrus ali )
 beda dengan di kitab al ibar sbb :
الْعِبَرُ فِيْ خَبَرِ مَنْ غَبَرَ الْجُزْءُ الْثَّانِيْ - (جَ 1 / صَ 158)
وَالْشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ بْنِ أَبِيْ صَالِحٍ عَبْدُ الْلَّهِ بْنُ جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ أَبُوَمُحَمَّدُ الْجِيْلِيُّ

Ayah Syekh Abdul Qadir al Jailani r.a bernama Abu Saleh Abdullah bin
 bin Jannaka duwa sit. ( Ada yang mengatakan Janki dausat )

وَهُوَ ابْنُ الْسَّيِّدِ أَبِيْ صَالِحٍ مُوْسَىْ الْمُلَقَّبِ بجَنَكِيّ دُوَسِتَّ ابْنُ الْسَّيِّدِ عَبْدِ الْلَّهِ
Orang tua Syekh Abdul Qadir al Jailani   adalah Sayyid Abu Saleh Musa yang bergelar Janaki duwasit
Beda  juga dengan artikel di atas  sbb :
Syekh Abdul Qadir al Jailani r.a bin Sayyid Musa bin Sayyid Abdullah




مِرْآَةُ الْجِنَانِ وَعِبْرَةً الْيَقْظَانِ فِيْ مَعْرِفَةِ حَوَادِثِ الْزَّمَانِ - (جَ 2 / صَ 61)
مَا نَسَبَهُ رَضِيَ الْلَّهُ عَنْهُ فَهُوَ الْشَّيْخِ مُحْيِيِ الْدِّيْنُ أَبُوْ مُحَمَّدٍ عَبْدُ أَلفَادرِ بْنِ أَبِيْ صَالِحٍ مُوْسَىْ بْنِ ابِيْ عَبْدِاللّهِ بْنِ يَحْيَى الْزَّاهِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ بْنِ دَاوُدَ بْنِ مُوْسَىْ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ بْنُ مُوْسَىْ الْجَوْنِ بْنِ عَبْدِاللّهِ الْمَحْضِ بْنِ الْحَسَنِ الْمَثْنَى ابْنُ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ مُحَمَّدٍ الْحَسَنِ ابْنِ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ - رِضْوَانَ الّلَهِ تَعَالَىْ عَلَيْهِمْ - سِبْطِ أَبِيْ عَبْدِالْلَّهِ الْصَّوْمَعِيُّ الْزَّاهِدُ، وَبِهِ كَانَ يُعْرَفُ حِيْنَ كَانَ بْجَيْلَانَ
Dalam kitab Mir`aatul jinan juga ada perbedaan lagi :

مُوْسَىْ بْنِ ابِيْ عَبْدِاللّهِ
Musa bin Abi Abdillah .

Dalam artikel di atas :
Sayyid Musa bin Sayyid Abdullah




خُلَاصَةِ الْأَثَرِ فِيْ أَعْيَانِ الْقَرْنِ الْحَادِيَ عَشَرَ - (جَ 3 / صَ 216)
لِشَيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلانِيُّ بْنِ أَبِيْ صَالِحٍ مُوْسَىْ بْنِ جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ حَقَّ بْنُ يَحْيَى الْزَّاهِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ بْنِ دَاوُدَ بْنِ مُوْسَىْ الْحُزْنِ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ الْمَحْضِ بْنِ الْحَسَنِ الْمَثْنَى بْنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ رَضِيَ الْلَّهُ عَنْهُ وَعَنْهُمْ
Beda lagi dalam kitab Khulashatul atsar sbb :
مُوْسَىْ بْنِ جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ حَقَّ
Musa bin Jannakai duwasit haq.

Dalam kitab Thobaqat hanabilah ada perbedaan lagi

ذَيْلِ طَبَقَاتِ الْحَنَابِلَةِ - (جَ 1 / صَ 118)
عَبْدِ الْقَادِرِ بْنِ أَبِيْ صَالِحٍ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ بْنِ جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ بْنِ أَبِيْ عَبْدِ الْلَّهِ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ الْجِيْلِيُّ
Lihat bedanya :
عَبْدِ الْلَّهِ بْنِ جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ
Abdullah bin Jannakai duwasit



Mari kitab bahas kelanjutan silsilah nya

الْعِبَرُ فِيْ خَبَرِ مَنْ غَبَرَ الْجُزْءُ الْثَّانِيْ - (جَ 1 / صَ 158)
وَالْشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ بْنِ أَبِيْ صَالِحٍ عَبْدُ الْلَّهِ بْنُ جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ أَبُوَمُحَمَّدُ الْجِيْلِيُّ

جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ أَبُوَمُحَمَّدُ الْجِيْلِيُّ
Jannakai duwasit Abu Muhammad al Jili

عَبْدُ الْقَادِرِ الْجِيْلانِيُّ رَضِيَ الْلَّهُ عَنْهُ وَهُوَ ابْنُ الْسَّيِّدِ أَبِيْ صَالِحٍ مُوْسَىْ الْمُلَقَّبِ بجَنَكِيّ دُوَسِتَّ ابْنُ الْسَّيِّدِ عَبْدِ الْلَّهِ بْنِ يَحْيَى الْزَّاهِدِ

Musa yang bergelar dengan Jannakai duwasit   putra Sayyid Abdullah
خُلَاصَةِ الْأَثَرِ فِيْ أَعْيَانِ الْقَرْنِ الْحَادِيَ عَشَرَ - (جَ 3 / صَ 216)
لِشَيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلانِيُّ بْنِ أَبِيْ صَالِحٍ مُوْسَىْ بْنِ جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ حَقَّ بْنُ يَحْيَى الْزَّاهِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ بْنِ دَاوُدَ بْنِ مُوْسَىْ الْحُزْنِ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ
Lihat perbedaannya  sbb :
جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ حَقَّ بْنُ يَحْيَى الْزَّاهِدِ
Jannakai duwasit Haq bin Yahya .
ذَيْلِ طَبَقَاتِ الْحَنَابِلَةِ - (جَ 1 / صَ 118)
عَبْدِ الْقَادِرِ بْنِ أَبِيْ صَالِحٍ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ بْنِ جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ بْنِ أَبِيْ عَبْدِ الْلَّهِ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ الْجِيْلِيُّ
Beda lagi dengan di kitab Dzail Thobaqat hanabilah  118/ 1

جَنَّكَيْ دُوَسِتَّ بْنِ أَبِيْ عَبْدِ الْلَّهِ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ الْجِيْلِيُّ

Jannakai duwasit  bin Abu  Abdillah

Komentarku ( Mahrus ali )

  Silsilah nasab Syaikh Abd Qadir jailani ini , siapa yang bisa meluruskan , lalu mengambil refrensi dari mana ?
Dan masih banyak segi kejanggalan silsilah Syaikh Abd Qadir al jailani  kepada Rasulullah SAW, mestinya kalau benar tidak beda jauh seperti itu .
Lalu kita ini percaya yang mana  , apakah kita juga berpegangan kepada nasab  yang masih kabur itu , lalu kita menentukan bahwa Rasulullah SAW punya cucu syaikh Abd Kadir al Jailani .
Loh bagaimanakah kalau kita ini keliru . Apakah kita termasuk dusta dalam nasab ? atau kita hukumi sendiri , sudah jangan ngurus itu .
Kalau begitu , jangan di tunjukkan nasab seperti itu  supaya kita ini tidak di kacaukan dengan nasab yang serba kabur itu .
Kalau tidak dari kitab nasab , lalu mengambil dari mana  kita ini untuk menentukan kebenaran nasab atau kesalahannya .
Ini syaikh Abd Kadir punya nasab kepada Rasulullah SAWyang masih di ragukan lalu bagaimanakah nasab selain habaib ? Apakah mungkin ada yang masih di ragukan ?
Dan nasab habaib sendiri yang sampai pada Rasulullah SAW apakah mesti benar ? Apakah mungkin keliru ?
Ngerinya sebagian kita ini bangga dengan nasab yang kabur dan tidak mengerti hadis ini :
40- حَدِيْثُ  أََبِي ذَرٍِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏ يَقُوْلُ: لَيْسَ مِنْ رَجُلٍ ادَّعَى لِغَيْرِ أَبِيْهِ وَهُوَ يَعْلَمُهُ إِلاَّ كَفَرَ، وَمَنِ ادَّعى قَوْمًا لَيْسَ لَهُ فِيهِمْ نَسَبٌ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيْ فِى : 61 كِتَابُ اْلمَنَاقِبِ  : 5 بَابُ حَدَّثَنَا أَبُوْ مَعْمَرٍ

11.                                              Abu Dzar menuturkan bahwa ia mendengar Nabi saw bersabda: “Tidaklah seorang yang mengaku orang lain sebagai ayahnya dan ia mengetahuinya, melainkan ia menjadi kafir. Barangsiapa yang mengaku kelompok suatu kaum, sedangkan nasabnya tidak terkait dengan mereka, maka hendaknya ia bersiap-siap menempati tempat duduknya di api neraka.” [1](Bukhari, 61, kitabul Manaqib, 5, bab kami diberitahu oleh Abu Ma’mar).

Dalam kitab dzailut thobaqat 188/1 ada keterangan :

وَبَعْضُ الْنَّاسِ يَذْكُرُ نَسَبَهُ إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ رَضِيَ الْلَّهُ عَنْهُ، فَيَزِيْدُ بَعْدَ أَبِيْ عَبْدِ الْلَّهِ: ابْنُ يَحْيَى الْزَّاهِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ بْنِ دَاوُدَ بْنِ مُوْسَىْ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ بْنُ مُوْسَىْ الْجَوْنِ بْنِ عَبْدِ الْلَّهِ بْنِ الْحَسَنِ الْمُثَنَّى بْنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ.
Sebagian manusia menambah nasab Syaikh Abd Kadir al Jailani  sampai kepada Ali bin Abu Thalib lalu  di tambah setelah Abu Abdillah  dengan  putra Yahya …………………………………….

Komentarku ( Mahrus ali )
Dalam komentar kitab tsb seolah meragukan nasab syakh Abd Qadir al jailani kepada Rasulullah  dengan  redaksi seperti itu . Sebagian manusia menyebut nasab  syakh ke Rasulullah SAW dan sebagian lainnya juga tidak . …….



[1] Allu`lu` wal marjan 21/1Tiada  komentar Al albani tentang  hadis tsb . Tapi ia adalah Muttafaq alaih 

Sabtu, September 03, 2011

SILSILAH SUNAN KALIJOGO

Sumber : http://www.herdoniwahyono.com/2009/02/silsilah-sunan-kalijaga.html


Inilah silsilah Sunan Kalijaga :

Sayyidina Abbas (paman Rasulullah SAW)
Syekh Abdul Wahid Qornain
Syekh Wahid Rumi
Syekh Mudzakir Rumi
Syekh Khoromis
Syekh Abdullah
Syekh Abdur Rahman
Ronggo Tedjo Laku atau Syekh Zali
Aryo Tedjo
Raden Sahur
Raden Syahid (Sunan Kalijaga)

 

8 komentar:

Anonim mengatakan...
sunan kalijaga adalah sosok yang sangat ideal
Anonim mengatakan...
Diantara 9 walisongo, bukannya Sunan Kalijogo sbg satu2ya Wali yg asli pribumi Jawa? Coba diperhatikan gambar2 Walisongo. Beliau satu2nya yg memakai blangkon & beskap. Lainnya memakai surban & baju panjang gamis.
Anonim mengatakan...
Kalau tidak salah, semua wali Allah adalah orang keturunan cina semua.
Anonim mengatakan...
dapet informasi darimana??
Anonim mengatakan...
hampir kebanyakan para wali Allah keturunan Eosullah SAW
Anonim mengatakan...
kalo begitu, hubungan adipati ronggolawe dengan njeng sunan kalijogo terus apa ya????
Anonim mengatakan...
2 sunan yg asli pribumi adlh Kalijaga alias R.Mas Said putra adipati Wilatikta Tuban garis keturunan Majapahit dan Sunan syech siti jenar alias Lemah abang yg kmudian keluar dr dewan wali krn adanya perseteruan dgn para wali yg tdk sepaham dlm khasanah brdem0krasi, bknkah prbdaan adlh rahmat.?latikta Tuban garis keturunan Majapahit dan Sunan syech siti jenar alias Lemah abang yg kmudian keluar dr dewan wali krn adanya perseteruan dgn para wali yg tdk sepaham dlm khasanah brdem0krasi, bknkah prbdaan adlh rahmat.?
Anonim mengatakan...
hidayah gak kan didapat kalau tidak di cari, walau dicari tanpa ada prihatin tak kan di dapat, prihatin pun tak dapat jika tidak yakin, yakin pun tak didapat jika tak mengenal ALLAH, para wali bukan hanya keyakinan yang di andalkan sepeti sunan kalijaga, berjuta prihatin telah di lakukan karen mencari hidayah ALLAH,, carilah hidayah ALLAH dengarkan kata hatimu yang paling dalam,, mengajilah apa yang ada di dalam dirimu, bukan al qur'an, anak kecil pun tau kalau hanya membaca, renungi resapi amalkan,,,,

Komentarku ( Mahrus ali )


Dalam artikel itu di katakan :
Sayyidina Abbas (paman Rasulullah SAW)  punya anak Syekh Abdul Wahid Qornain

Komentarku ( Mahrus ali )
 Dari sini jelas kedustaan  belaka . setahu saya Abbas paman Rasulullah SAW tidak mempunyai putra  bernama Abd wahid qarnain , setahu saya  anak – anak Abbas  paman Rasulullah SAW
1.Ubaidillah    ( lihat mausuah ruwatil hadis  1324 )
 2. Abdullah    (lihat mausuah ruwatil hadis  1802 )
3. Ma`bad (lihat mausuah ruwatil hadis  3632 )

4. Al fadhel     ( Tahdzibut tahdzib  237/12 )
5. Tamam         ( Al isti`ab   59 /`1 )
6. Abbas            ( Al ishobah    336
7 Qatsam            ( At tarikh  169/1 )
8  Katsir             ( Tarikh kabir  207 / 7 ) .

 Mungkin ada anak lainnya  dan saya masih belum tahu . Namun nama  Abd wahid qarnain  , saya  bisa menyatakan tidak ada  refrensinya bahwa  dia  anak Abbas bin Abd Mutthalib  tadi .  Itu kedustaan saja .

            

 Ada  yang berkomentar sbb :
Diantara 9 walisongo, bukannya Sunan Kalijogo sbg satu2ya Wali yg asli pribumi Jawa? Coba diperhatikan gambar2 Walisongo. Beliau satu2nya yg memakai blangkon & beskap. Lainnya memakai surban & baju panjang gamis.
Komentarku ( Mahrus ali )

    Tentang gambar  para wali itu belum tentu benar , ia hanya sekedar imajinasi seorang yang ahli semedi , lalu terbayang dlm pikirannya seperti  itu .  Dan refrensi gambar wali songo itu tidak saya dapatkan .


     Ada yang berkomentar :
Kalau tidak salah, semua wali Allah adalah orang keturunan cina semua

Komentarku ( Mahrus ali )
Bahkan ada yang mengatakan sbb “
Walisongo ini didirikan oleh Sunan Ampel pada th 1474 yg terdiri dari 9 wali yaitu:
1.     Sunan Ampel alias Bong Swie Ho
2.     Sunan Drajat alias Bong Tak Keng
3.     Sunan Bonang alias Bong Tak Ang
4.     Sunan Kalijaga alias Gan Si Cang
5.     Sunan Gunung Jati alias Du Anbo – Toh A Bo
6.     Sunan Kudus alias Zha Dexu – Ja Tik Su
7.     Sunan Giri adalah cucunya Bong Swie Ho
8.     Sunan Muria Maulana Malik Ibrahim alias Chen Yinghua/Tan Eng Hoat
9.     Sunan Ampel (Bong Swie Ho) alias raden Rahmat lahir pada th 1401 di Champa (Kamboja), ia tiba di Jawa pada th 1443. Pada saat itu di Champa banyak sekali orang Tionghoa penganut agama Muslim yg bermukim disana.

Komentarku ( Mahrus ali )
Seluruhnya itu perlu refrensi yang akurat , dan saya belum menjumpainya .  

Ada yang menyatakan  :
hidayah gak kan didapat kalau tidak di cari, walau dicari tanpa ada prihatin tak kan di dapat, prihatin pun tak dapat jika tidak yakin, yakin pun tak didapat jika tak mengenal ALLAH, para wali bukan hanya keyakinan yang di andalkan sepeti sunan kalijaga, berjuta prihatin telah di lakukan karen mencari hidayah ALLAH,, carilah hidayah ALLAH dengarkan kata hatimu yang paling dalam,, mengajilah apa yang ada di dalam dirimu, bukan al qur'an, anak kecil pun tau kalau hanya membaca, renungi resapi amalkan,,,,
Komentarku ( Mahrus ali )

Ikutilah ayat ini :
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ

“Katakanlah, jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imran: 31)
Juga ayat ini :
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
 Di lain ayat Allah menyatakan :
وَجَاهِدُوا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللهِ هُوَ مَوْلاَكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah  salat , tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
Baca lagi artikel sbb :
29 Jul 2011
Kisah menarik perjalanan Gus Miek (KH Hamim Jazuli) bertemu dengan Kyai Hamid Pasuruan (Pertemuan Wali dengan Wali). Selasa, 27 Juli 2010 Posted by Hijaunyacintaku at 07:05 Gus Miek dalam usia 9 tahun sudah ...
06 Jun 2011
06 Jun 2011
Kisah menarik perjalanan Gus Miek (KH Hamim Jazuli) bertemu dengan Kyai Hamid Pasuruan (Pertemuan Wali dengan Wali). Selasa, 27 Juli 2010 Posted by Hijaunyacintaku at 07:05 Gus Miek dalam usia 9 tahun sudah ...
24 Mei 2011
Kisah menarik perjalanan Gus Miek (KH Hamim Jazuli) bertemu dengan Kyai Hamid Pasuruan (Pertemuan Wali dengan Wali). Selasa, 27 Juli 2010 Posted by Hijaunyacintaku at 07:05 Gus Miek dalam usia 9 tahun sudah ...