Tampilkan postingan dengan label jama`ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jama`ah. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 09, 2013

Muncul Jamaah Sesat Di Inggris, Sholat Berjamaah dengan Wanita Sebagai Imamnya

Di ruang basemen sebuah restoran Karibia di London, seorang perempuan , Naima menjadi imam sholat untuk  jamaah laki-laki dan perempuan.
Mereka semua shalat menghadap Mekkah. Naima – dia tidak ingin memberikan nama lengkapnya – baru saja memulai membaca surah Al-Fatihah, kemudian  seorang wanita muda bangkit dari jamaah sholat lalu  bergegas keluar dari ruang di Camden di utara ibukota Inggris itu.
Wanita muda itu, Leila Bakkioui, 25 tahun , mengenakan jilbab, mengaku  terguncang melihat jamaah sholat tersebut.
“Aku turun ke basemen untuk sholat, dan aneh, saya menyaksikan seorang perempuan menjadi imam sholatnya,” jelas dia terengah-engah kepada temannya Tana Rasekh, yang menunggunya di restoran.
Rasekh mengatakan: “Ketika ia keluar, dia terlihat panik seolah-olah telah melihat hantu.”
Bakkioui, seorang guru matematika,  terhuyung-huyung meninggalkan jamaah sholat itu , di mana pria dan wanita sholat dalam barisan  jamaah yang sama dengan seorang wanita yang menjadi imam sholatnya.
Tamsila Tauqir , tokoh  Inclusive Masjid Initiative (IMI) pada November tahun lalu merilis jamaah ini, dengan alasan ia merasa frustrasi dengan apa yang dilihatnya di masjid-masjid di Inggris dan di dunia Muslim.
Dia mengatakan praktek-praktek Islam masih didasarkan pada “tradisi budaya laki laki ” didasarkan pada teks-teks yang hanya disusun sejak tiga ratus tahun setelah kematian Nabi.”
“Tidak ada dalam Quran yang mengatakan bahwa perempuan dan laki-laki tidak bisa sholat bersama-sama atau bahwa perempuan tidak bisa menjadi imam sholat,” kata Tauqir, yang terkesan sembarangan mengambil nash Quran dan islam, ia memakai  kemeja hitam dengan lengan panjang, sementara keffiyeh yang diatur di lehernya.
Tapi Bakkioui sangat tidak setuju. ”Apa yang Anda itu lihat bukanlah Islam. Ini penyimpangan, “katanya kepada AFP.
“Perempuan tidak bisa memimpin jika ada satu saja lelaki di dalam ruangan. Dan lihat, para lelaki itu berada dibelakang seorang Imam perempuan . Ketika Anda para lelaki  ruku , maka para lelaki itu apakah mereka tidak berfikir dan membayangkan bahwa mereka melihat  ”pantat” si imam wanita. (Arby/Dz)



Komentarku ( Mahrus ali): 

Al Quran telah memerintah agar kaum wanita menjadi makmum dan lelaki sebagai imam , bukan dibalik  yaitu Imamnya perempuan dan makmumnya lelaki. Lihat ayatnya:
يَامَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ(43)
Hai Maryam, ta`atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku`lah bersama orang-orang lelaki yang ruku`. Ali imran.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam :


?
خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Sebaik-baiknya barisan kaum laki-laki adalah yang terdepan dan yang terjelek adalah yang paling akhir sedangkan sebaik-baiknya shof (baridan) wanita adalah yang paling akhir dan yang terjelek adalah yang terdepan.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam :


مَنْ زَارَ قَوْمًا فَلَا يَؤُمَّهُمْ وَلْيَؤُمَّهُمْ رَجُلٌ مِنْهُمْ رواه أبو داود و الترمذي و صححه الألباني


“Barang siapa yang mengunjungi satu kaum, maka janganlah ia mengimami mereka shalat dan hendaklah seorang laki-laki dari mereka yang mengimami mereka.”

Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smart freand) 081935056529 ( XL )
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1
                           Waru Sidoarjo. Jatim.

 

Selasa, November 13, 2012

Qulhu Ae, Lek



KH Anwar Zahid dalam satu ceramahnya bercerita, dirinya pada suatu saat mengisi pengajian di suatu kampung dan diminta untuk menjadi imam shalat Tarawih.

Karena masih ada sosok kiai sepuh ia pun menghormati beliau untuk mengimami. Shalat sunnah dimulai.

Saat membaca surat al-Fatihah dengan fasih dan lancar. Bakda Fatihah imam melafalkan, “wama….” Kiai asal Bojonegoro ini hendak membantu terusan lafal dari imam tetapi ia bingung lanjutan "wama" yang kiai sepuh itu maksud.

Imam pun mengulang kata "wama" berkali-kali, tapi juga tidak ada lanjutan-lanjutannya. Saking kesalnya makmum dari kalangan anak-anak dari shaf paling belakang bersoloroh,”Qulhu ae Lek!”. Maksudany, Qulhu saja,Pak. (Syaiful Mustaqim)  
Sumber: nu.or.id
Komentarku ( Mahrus ali): 
Dalam  al Quran sudah dijelaskan dengan ayat:
إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْءَانِ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَى وَءَاخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي اْلأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللهِ  وَءَاخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ  فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللهِ  هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri ( salat ) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah salat , tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[1]

    Kita ini disuruh untuk baca ayat yang mudah saja, bukan yang sulit dan usahakan membaca ayat yang di baca oleh Rasulullah SAW, bukan yang di baca oleh kebanyaka imam sekarang yang serba pendek dan cepat. Lihat saja dalam buku sifat salat Nabi karya al bani atau  buku karya  saya : Ternyata Rasulullah SAW menjalankan  salat di atas tanah bukan di sajadah atau keramik, apalagi dipan.
Dan kliklah 4 shared mp3 jangan di panahnya.


[1] Al Muzammil 20