Selasa, Maret 26, 2019

jawabanku untuk Ust Dadi Herdiansah, kajian mi`raj ke 19



Jawabanku untuk Ust Dadi Herdiansah  


Coba kita cek tempat air zamzam dengan baitullah berapa meter? 21 meter kurang lebih. Adapun rumah Nabi saw. waktu itu dekat ka’bah pula yang sekarang dijadikan pelataran masjid al-Haram persisnya terletak di dekat Bābu an-Nabi (pintu Nabi).

Komentarku ( Mahrus ali
Rumah Nabi itu dibawah jabal AbI qubais yang terkenal dengan maulid Nabi shallahu alaihi wasallam , bukan babun Nabi . Maksud babun Nabi itu bukan rumah Nabi , tapi dari pintu itu , orang lewat menuju tempat kelahiran Nabi shallahu alaihi wasallam . Dan belum menjadi pelataran masjidil haram pada tahun 2015  saya lihat di internet masih belum menjadi pelataran masjidil haram. Dan masih agak jauh.



Anda menyatakan:
Jadi udah jelas tidak bertentangan apalagi dinilai kacau balau. Oleh sebab itu, al-Hāfidz Ibnu Hajar sang ahli hadis bermadzhab syafi’ie dalam kitab Syarahnya yang fenomenal yaitu Fathul Bāri mengatakan:

بينا أنا عند البيت وهو أعمّ

“lafadz baina Ana ‘indal bait itu adalah masih umum

Lafadz umum (yaitu: dekat ka'bah) pada hadis kedua ini di takhsis (dikhususkan) maksudnya di rumah beliau dekat baitullah

Komentarku ( Mahrus ali
Maksud kalimat Ibn Hajar itu bukan rumah Nabi, tapi kalimat bait itu masih lebih umum dari pada kalimat  dekat  al hathim atau dekat hijir  Ismail . lihat kalimatnya di fathul bari sbb:
فتح الباري لابن حجر (7/ 204)
صِفَةُ لَيْلَةٍ أَيْ أُسْرِيَ بِهِ فِيهَا قَوْلُهُ فِي الْحَطِيمِ وَرُبَّمَا قَالَ فِي الْحِجْرِ هُوَ شَكٌّ مِنْ قَتَادَةَ كَمَا بَيَّنَهُ أَحْمَدُ عَنْ عَفَّانَ عَنْ هَمَّامٍ وَلَفْظُهُ بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ فِي الْحَطِيمِ وَرُبَّمَا قَالَ قَتَادَةُ فِي الْحِجْرِ وَالْمُرَادُ بِالْحَطِيمِ هُنَا الْحِجْرُ وَأَبْعَدَ مَنْ قَالَ الْمُرَادُ بِهِ مَا بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ أَوْ بَيْنَ زَمْزَمَ وَالْحِجْرِ وَهُوَ وَإِنْ كَانَ مُخْتَلَفًا فِي الْحَطِيمِ هَلْ هُوَ الْحِجْرُ أَمْ لَا كَمَا تَقَدَّمَ قَرِيبًا فِي بَابِ بُنْيَانِ الْكَعْبَةِ لَكِنِ الْمُرَادُ هُنَا بَيَانُ الْبُقْعَةِ الَّتِي وَقَعَ ذَلِكَ فِيهَا وَمَعْلُومٌ أَنَّهَا لَمْ تَتَعَدَّدْ لِأَنَّ الْقِصَّةَ مُتَّحِدَةٌ لِاتِّحَادِ مَخْرَجِهَا وَقَدْ تَقَدَّمَ فِي أَوَّلِ بَدْءِ الْخَلْقِ بِلَفْظِ بَيْنَا أَنَا عِنْدَ الْبَيْتِ وَهُوَ أَعَمُّ
فتح الباري لابن حجر (7/ 204)
وَقَدْ تَقَدَّمَ فِي أَوَّلِ بَدْءِ الْخَلْقِ بِلَفْظِ بَيْنَا أَنَا عِنْدَ الْبَيْتِ وَهُوَ أَعَمُّ
Lihat hadis nya sbb:


جامع الأصول (11/ 292)
خ م ت س) قتادة بن دعامة عن أنس عن مالك بن صعصعة: أنَّ نبي الله - صلى الله عليه وسلم- حدثهم عن ليلة أُسْرِيَ به، قال: «بينما أنا في الحَطيم - وربما قال في الحِجْر - مضطجعاً - ومنهم من قال: بين النائم واليقظان –


Qatada bin Da'ama dari Anas dari Malik ibn Sa`asah mengatakan bahwa Nabi Allah shallahu alaihi wasallam memberi tahu/ berbicara kepada mereka tentang malam Isra. Dia berkata: " Swaktu  aku di al-Hattim - dan mungkin dia berkata di hijir Ismail – dalam keadaan berbaring  dan ada yang berkata  antara tidur dan berjaga.
Kalau hadis pertama  : “ Ketika aku di baitullah ini di artikan rumah Nabi shallahu alaihi wasallam , maka jelas bertentangan dengan hadis muttafaq alaih yang menyatakan  saat Isra`Rasul shallahu alaihi wasallam di al hatim atau Hijir Ismail  bukan rumah Nabi.  Jadi kalimat al bait jelas Rasul shallahu alaihi wasallam  saat isra` itu di rumah nya bukan dibaitullah menurut hadis Abu Dzar.
Kalimat hadis Abu Dzar :
فُرِجَ عَنْ سَقْفِ بَيْتِي
atap rumahku terbuka” maksud  saya di bobol atap rumahku .
Lantas hadis kedua :
بينا أنا عند البيت
Ketika saya di baitullah. Jadi tanpa atap rumahku dibibol sebab sekitar ka`bah sudah tidak ada atapnya , tapi terbuka sampai kelangit. Kalau di aratikan saat itu  Rasul shallahu alaihi wasallam di rumahnya  tidak benar . Sebab Rasul shallahu alaihi wasallam tidur di rumah yang ber atap.
Bila bait disitu di artikan rumah Nabi shallahu alaihi wasallam maka bertentangan dengan hadis muttafaq alaih dari Malik bin Sho`shoah sendiri yang menyatakan : 
بينما أنا في الحَطيم - وربما قال في الحِجْر
Ketika saya di al Hatim terkadang perawi berkata di Hijir Ismail ( di samping ka`bah , bukan samping rumah Nabi shallahu alaihi wasallam ).
Anda menyatakan:

Hadis yang pertama dinarasikan oleh shahabat Nabi saw yang bernama Abi Dzar al-Ghifari r.a, adapun hadis yang kedua dinarasikan kisahnya oleh Malik bin Sha’sha’ah r.a. mereka kedua sahabat ini benar benar menyaksikan sejarah ini.
Komentarku ( Mahrus ali  
Kalau anda menyatakan  Malik bin Sho`shoah menyaksikan ya , maka tidak tepat , sebab  beliau orang madinah dan saat itu belum masuk Islam.  Tolong dari refrensi mana anda tahu bahwa Malik bin Sho`shoah perawi hadis itu menyaksikannya ?
Anda menulis :

ثُمَّ جَاءَ بِهَا إِبْرَاهِيمُ وَبِابْنِهَا إِسْمَاعِيلَ وَهِيَ تُرْضِعُهُ حَتَّى وَضَعَهُمَا عِنْدَ الْبَيْتِ عِنْدَ دَوْحَةٍ فَوْقَ زَمْزَمَ فِي أَعْلَى الْمَسْجِدِ

”… kemudian Ibrahim 'Alaihissalam membawanya berserta anaknya Isma'il yang saat itu ibunya masih menyusuinya hingga Ibrahim 'Alaihissalam menempatkan keduanya dekat Baitullah (Ka'bah) pada sebuah gubuk di atas zamzam di ujung al-masjidil Haram, …” (H.R. al-Bukhari)
Komentarku ( Mahrus ali
Zamzam itu didalam masjidil haram dekat dengan ka`bah dan rumah Nabi shallahu alaihi wasallam atau maulidnya  diluar masjidil haram dekat dengan jabal abi qubais. Kalau kalimat tsb kamu gunakan pedoman kurang pas.


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan